Connect with us

NASIONAL

Kenapa Harus Impor? Sulsel Siap Menyangga Kebutuhan Beras Nasional

Published

on

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo saat merayakan seremonial panen raya.

Indonesiaraya.co.id, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan daerahnya siap menyangga kebutuhan beras nasional dengan menyiapkan stok lebih hingga 2,6 juta ton beras per tahun.

“Target kita minimal per tahun ‘over stok’ 2,6 juta ton beras, itu untuk menyangga kepentingan nasional,” kata Syahrul dalam konferensi pers di Makassar, Senin (15/1/2018).

“Kami ingin agar gairah petani mendapatkan harga yang baik dapat terjaga”

Untuk Januari 2018 saja, kata Syahrul, mulai tanggal 17, beberapa daerah seperti Kabupaten Soppeng, Wajo, Bulukumba, Sidrap, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja dan Enrekang mulai melakukan panen.

BACA JUGA : BPS Lepas Tangan, Data Produksi Beras Wewenang Kementan

“Kami akan dapat tambahan 100.000 ton beras untuk Januari saja,” ucapnya.

Sedangkan dari Januari hingga Maret 2018, pihaknya memperkirakan akan diperoleh 1,5 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan satu juta ton beras. Hasil panen tersebut, sebutnya, diperoleh dari luas tanam 1,2 juta ha.

Saat ini, kata dia, pihaknya memiliki stok tersedia hingga 82.000 ton yang siap digunakan.

“Saya sudah komunikasi dengan Menteri Perdagangan, kalau mau pakai dulu yang 82.000 ton, silahkan, karena Januari ini sudah akan ada yang masuk,” tuturnya.

Pihaknya, kata dia, juga tidak mempersoalkan kebijakan impor beras 500.000 ton yang diambil pemerintah pusat.

“Semua bisa memahami kondisi nasional, kenaikan harga di beberapa tempat memang kita khawatirkan, sikap kita tidak mempersoalkan impor, saya tidak dalam kompetemsi bicara secara nasional,” jelasnya.

Ia juga yakin beras impor tersebut akan didistribusikan ke daerah yang kekurangan sehingga harga beras di Sulsel tidak terpengaruh.

“Kami ingin agar gairah petani mendapatkan harga yang baik dapat terjaga,” katanya. (njp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NASIONAL

Pengamat : Prabowo Harus Berhati-Hati Tentukan Cawapres

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahudin, mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya, bila ingin menang atas Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

“Jangan hanya karena berharap PKS, PAN, dan atau Partai Demokrat menjadi teman koalisi, lalu terjebak pada opsi cawapresnya harus dari salah satu parpol itu,” kata Said, di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Menurut dia, keinginan parpol calon koalisi Gerindra untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Prabowo memang sangat beralasan karena adanya faktor presidential effect.

Ia menyebutkan dalam Pemilu yang menyatukan pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres), pemilih cenderung memberikan perhatian lebih pada pertarungan pilpres yang menentukan pucuk pimpinan eksekutif nasional, ketimbang pileg.

Sehingga dalam praktik memilih, lanjut dia, masyarakat sebagai pemilik suara memiliki kecenderungan untuk mencoblos partai politik yang mengusung capres-cawapres pilihan mereka. Lebih spesifik lagi, parpol yang kadernya menjadi capres atau cawapres-lah yang akan cenderung dicoblos oleh pemilih.

Oleh sebab itu, kata Said, tidak mengherankan jika dalam pembentukan koalisi parpol sekarang ini setiap partai politik berusaha keras memasukkan kadernya sebagai capres atau cawapres.

“Tetapi parpol-parpol itu menurut saya juga perlu melihat target yang lebih besar dari pembentukan koalisi. Koalisi itu mau mereka bentuk hanya sekedar untuk ikut pilpres atau mau menang pilpres?,” kata Said.

Kalau sekedar mau ikut pilpres, lanjut dia, maka nama Ahmad Heryawan (Aher), Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebetulnya bisa dengan mudah diputuskan lewat cara undian oleh Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulhas, dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup gambreng bertiga, selesai urusan.

Tetapi, tambah dia, kalau target koalisi ingin menang, “maka masing-masing parpol perlu jujur dalam menakar kans dari masing-masing jagoannya,” seperti dikutip Antara. (ful)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Gerindra Surabaya Usung Ikon Prabowo Menangkan Pileg

Published

on

Ketua DPC Partai Gerindra, Sutadi.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – DPC Partai Gerindra Kota Surabaya mengusung ikon Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Bakal Calon Presiden RI Gerindra Prabowo Subianto untuk memenangkan Pemilihan Legislatif 2019 di Kota Pahlawan.

“Kalau PDIP punya Jokowi, kalau kami punya sosok Prabowo. Keduanya disebut-sebut sebagai bakal calon Presiden RI, jadi sama-sama punya ikon partai,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Sutadi, di Surabaya, Rabu (18/7/2018).

Sutadi mengatakan DPC Gerindra Surabaya telah mendaftarkan 50 bakal calon anggota legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pada Selasa (17/7). Dari jumlah bakal caleg tersebut, lanjut dia, untuk kuota perempuan dari Partai Gerindra sudah mencapai 40 persen atau melebihi ketentuan yang ditetapkan KPU yakni 30 persen.

“Dengan komposisi seperti saat ini, kami berharap bisa mencapai target minimal 10 kursi untuk DPRD Surabaya,” kata mantan pejabat Pemkot Surabaya ini.

Sutadi menjelaskan jika lima anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya telah terdaftar sebagai bakal caleg di Surabaya, kecuali dirinya yang mendapatkan mandat dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bakal caleg DPR-RI daerah pemilihan (dapil) Jatim 1 wilayah Surabaya-Sidoarjo.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai pimpinan partai di Surabaya, ia mengimbau kepada seluruh bakal caleg untuk tetap bekerja dengan mensosialisasikan programnya kepada masyarakat di Surabaya.

“Kalau partai kami nantinya berhasil mendominasi, maka kami harus benar-benar bisa memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat di Kota Surabaya,” ujarnya,seperti dikutip Antara. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Demokrat : Pertemuan SBY dengan Prabowo Diundur

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto diundur waktunya karena SBY dirawat.

“Pertemuan Pak SBY dengan Pak Prabowo diundur karena Pak SBY sedang dirawat di RSPAD sejak 17 Juli 2018,” ujar Syarief Hasan dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Syarief tidak menyebutkan SBY menderita sakit, dia hanya menyatakan SBY kelelahan sehabis mengunjungi Pacitan dan Yogyakarta. Sebelumnya SBY direncanakan melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto di kediaman SBY kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu.

Pertemuan itu disebut-sebut akan menghasilkan kejutan baru terkait peta koalisi Pilpres 2019.

Belakangan Demokrat menawarkan putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono untuk menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Sementara itu untuk Prabowo sendiri pertemuan ini merupakan gerilya politik lanjutan yang dilakukannya beberapa hari terakhir. Prabowo sebelumnya telah bertemu berbagai tokoh, antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, seperti dikutip Antara. (rpa)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending