Connect with us

RIAU

Sagu Meranti Rambah Pasar Jepang

Published

on

Sagu Meranti Rambah Pasar Jepang.

Indonesiaraya.co.id, Selatpanjang – Produk tepung sagu dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau kini sudah mampu merambah pasar ekspor Jepang hingga 50 ton per hari.

“Dengan diterimanya produk Indonesia di Jepang menandakan tingkat produk sagu Indonesia khususnya Kabupaten Meranti sudah sangat memadai,” kata juru bicara perusahaan pengelola sagu PT Nasional Sagu Prima (NSP), Bina Pasaribu di Selatpanjang, Kamis (8/3/2018).

Bina Pasaribu menjelaskan PT Nasional Sagu Prima kini memiliki luasan lahan perkebunan di Meranti sebanyak 14 ribu hektare untuk memproduksi tepung untuk pasar domestik dan Jepang.

Dalam memenuhi kualitas ekspor tepung sagu, pihaknya sudah menerapkan mengedepankan aspek ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti yang saat ini diberlakukan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sehingga prosesnya dan hasilnya sudah memenuhi standar dunia, dan mampu diekspor hingga Jepang.

Sesuai kebutuhan dan permintaan, kata dia PT. Nasional Sagu Prima menghasilkan tepung sagu sebanyak 30-50 ton per hari. Kesanggupan ini diakuinya tidak terlepas dari dukungan Pemda Meranti.

“Kami mampu memproduksi sagu rata-rata 30-50 ton perhari,” imbuhnya.

Sementara Bupati Kepulauan Meranti Irwan membenarkan proses olahan sagu di tempatnya mulai dari penebangan hingga ke penggilingan dan pengemasan sudah memiliki standar olahan berkualitas ekspor.

Ia memaparkan pengolahan sagu berkualitas dimulai dengan penebangan batang pohon setinggi 8-12 meter menjadi ukuran kecil sekitar 1,5 meter.

Potongan kecil ini disebut tual sahu selanjutnya harus segera dimasukan dalam air rendaman.

“Karena jika dibiarkan terkena matahari maka akan kering dan menyebabkan kualitas sagu menurun,” terang Irwan.

Menurut Irwan, dalam proses perendaman pun tidak boleh terlalu lama, maksimal hanya dua minggu.

“Ada tips cara melihat batang sagu berkualitas jika direndam tualnya tenggelam hingga 80 persen dan jumlahnya dibawah 50 tual per ton,” imbuhnya.

Ia menambahkan saat ini Meranti memiliki stok tual sagu sebanyak 3.000 an, lalu ini di giring menggunakan pompong ke pabrik untuk diolah menjadi sagu basah dan kering.

“Sagu basah dan kering hasil produksi Meranti diekspor ke Cirebon dan luar negeri,” katanya, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Polisi Lacak Aset Travel Umrah

Published

on

Polda Riau Geledah Kantor Travel Umroh Joe Pentha Wisata.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Polda Riau melacak aset-aset M Yusuf Johansyah alias Jo, bos sekaligus pemilik travel umrah Joe Pentha Wisata yang gagal memberangkatkan ratusan calon jamaah.

“Aset-aset yang dimiliki Jo banyak. Bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto di Pekanbaru, Rabu (28/3/2018).

Namun, Hadi belum bersedia menjelaskan jenis aset yang berada di luar negeri tersebut, termasuk lokasi aset-aset itu berada.

Dia hanya menjelaskan aset-aset tersebut masih berada di Asia dan saat ini masih dalam tahap penelusuran Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Belum tahu jenis aset bergerak atau tidak bergerak. Nanti kita cek dari penelusuran itu,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo sebelumnya juga mengatakan laporan dari PPATK nantinya juga digunakan untuk mendalami tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara yang merugikan ratusan calon jemaah umrah itu.

M Yusuf Johansyah alias Jo saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru setelah travel umrah yang ia jalankan gagal memberangkatkan lebih dari 700 calon jemaah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau menjerat terdakwa dengan Pasal 372 dan Pasal 378 tentang penggelapan dan penipuan.

Dalam dakwaannya, JPU menyebut perbuatan Jo terjadi pada tahun 2014-2017 dimana Jo selaku pemilik dan pimpinan Joe Pentha Wisata tidak memberangkatkan ratusan calon jemaah sementara mereka telah menyetor uang sebesar Rp23 juta per orang.

Terdakwa yang mulai kesulitan mengatur uang jemaah berusaha menutupi biaya perjalanan dengan tetap menerima pendaftaran. Uang pendaftaran calon jemaah baru itu kemudian digunakan terdakwa untuk memberangkatkan calon jemaah lain.

Akibatnya, terdakwa kesulitan keuangan hingga gagal memberangkatkan ratusan jemaah.

Seperti dikutip Antara, terdakwa diduga menyebabkan kerugian dana nasabah hingga mencapai Rp3,9 miliar. (agg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

RIAU

Pemilik Jadi Tersangka, Korban Abu Tours Riau Berbondong Lapor

Published

on

Halaman depan laman Abu Tours (abutours.com), yang tersedia link mengenai maklumat biro travel ini.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Sejumlah korban dugaan penipuan Abu Tours melapor ke Polda Riau, beberapa hari setelah polisi menetapkan pemilik biro perjalanan umrah dan haji yang berkantor pusat di Makassar, Sulsel, itu sebagai tersangka.

“Polda Riau juga menerima laporan dari calon jemaah. Laporannya ditujukan ke Reserse Kriminal Khusus,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Selasa (27/3/2018).

Guntur mengatakan, laporan itu disampaikan oleh perwakilan calon jemaah umrah di Riau.

Di Pekanbaru, Abu Tours sempat membuka kantor cabang di Jalan Harapan Raya. Namun, kata dia, sejak sebulan terakhir kantor cabang Abu Tours tersebut tidak lagi beroperasi.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan kepada Antara membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah korban. Laporan disampaikan secara tertulis dengan menyertakan kwitansi pembayaran.

“Satu orang (pelapor), hanya perwakilan. Disitu ada banyak nasabahnya. Kwitansinya juga ada,” ujarnya.

Lebih jauh, Gidion mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan serta Mabes Polri terkait laporan tersebut.

Dalam perkara ini, Polda Sulsel telah menetapkan pemilik Abu Tours berinisial HM sebagai tersangka karena perusahaan yang bergerak dibidang travel umrah itu tidak kunjung memberangkatkan pendaftarnya berumrah, jumlahnya sekitar 86.720 orang.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan keterangan dari tersangka tentang tidak cukupnya anggaran pemberangkatan jemaah umrah yang dihimpun Abu Tours itu menjadi alasan ditingkatkannya perkara tersebut ke penyidikan, seperti dikutip Antara. (bad)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MEDIA

Dewan Pers Kritik Pegawai Negeri Jadi Wartawan

Published

on

Anggota Dewan Pers Nezar Patria.

Indonesiaraya.co.id, Tanjungpinang – Dewan Pers menyoroti Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan yang berprofesi jurnalis di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau karena jurnalis tidak boleh bekerja sebagai ASN, karena tugas keduanya berbeda.

“Logika berpikirnya sangat mudah, ASN bertugas sebagai pelayan masyarakat, sedangkan jurnalis mengawasi kinerja pemerintahan. Bagaimana mungkin bisa orang yang bertugas sebagai pelayan masyarakat dalam waktu yang sama mengawasi kinerja pemerintahan,” kata anggota Dewan Pers Nezar Patria yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa (20/3/2018).

Nezar menerima sejumlah laporan masalah ini karena seharusnya orang yang memiliki pekerjaan ganda memilih menjadi ASN atau jurnalis.

“Sebagai jurnalis harus bersikap independen. Tidak mungkin ASN mau atau berani mengkritik kebijakan atasannya,” kata Nezar.

Nezar mengemukakan pihak yang mesti menindak oknum ASN yang berprofesi jurnalis adalah perusahaan media massa tempat orang itu bekerja.

“Yang bisa ambil tindakan cepat itu perusahaan pers, bukan Pemda,” kata Nezar.

Oknum ASN yang berprofesi sebagai jurnalis di Kepri sempat mendapat sorotan wartawan berbagai media massa. Oknum ASN ini sering liputan saat jam kerja bersama jurnalis lainnya, seperti dikutip Antara. (nik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending