Connect with us

KALIMANTAN BARAT

Sintang Alokasikan Rp. 11 Miliar Bangun Jalan Desa

Published

on

Sintang Alokasikan Rp. 11 Miliar Bangun Jalan Desa.

Indonesiaraya.co.id, Pontianak – Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat tahun ini mengalokasikan dana belasan miliar rupiah yang akan digunakan untuk mengurangi jumlah desa terisolir.

Menurut Kabid Jalan Desa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Suryadi saat dihubungi di Sintang, Kamis (8/3/2018), alokasi dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebesar Rp2,9 miliar.

Kemudian, dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp8,1 miliar sehingga totalnya mencapai Rp11 miliar.

“Dana itu diperuntukan bagi pembangunan jalan antardesa, yang selama ini belum terkoneksi akses transportasi,” kata Suryadi.

Ia melanjutkan, dana sebesar Rp2,9 miliar dari DAK disebar ke tiga kecamatan yakni Kecamatan Ambalau, Serawai dan Kayan.

Sedangkan anggaran dari DAU ini disebar ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang. “Kalau dari DAU, lebih diarahkan untuk peningkatan jalan antardesa, yang tadinya rusak atau masih jalan tanah, akan diperbaiki,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahun 2017, Pemkab Sintang juga mendapatkan DAK untuk pembangunan jalan antardesa, khususnya bagi desa yang masih terisolir.

“Sejumlah desa yang masih terisolir di antaranya Desa Lingkar Bukit Rabung dan Desa Sungai Kelik di Kecamatan Ketungau Hulu akibat tidak tersedianya infrastruktur,” kata Suryadi.

Selain di Ketungau Hulu, kata Suryadi, di Kecamatan Kayan Hulu juga masih terdapat desa yang sangat terisolir di antaranya Desa Tanjung Biru, Kecamatan Kayan Hulu.

Sedangkan di Kecamatan Serawai, Desa Baras Senabung juga masih terisolasi karena tidak ada akses jalan darat menuju desa itu.

Kemudian kata Suryadi, akses jalan darat dari Serawai ke Desa Baras Senabung sepanjang 18 kilometer juga dibangun.

“Untuk pembangunan jalan antardesa ini, Pemkab Sintang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11 miliar di tahun lalu,” kata Suryadi, seperti dikutip Antara. (guh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KALIMANTAN BARAT

IPC Canangkan Pembangunan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak

Published

on

Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah.

Indonesiaraya.co.id, Kijing – PT Pelabuhan Indoesia II (Persero) / IPC hari ini mencanangkan pembangunan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak,  yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pembangunan terminal ini merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar.
 
Dengan adanya Terminal Kijing yang mempunyai draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan khususnya Kalimantan Barat. Terminal ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia yang Unggul Dalam Operasional dan Pelayanan.

Pembangunan tahap I Terminal Kijing ditargetkan akan selesai dan bisa mulai beroperasi pada tahun 2019.
  
“Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Keberadaan terminal ini akan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, dalam sambutan Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Rabu (11/4/2018).

Dalam kesempatan itu, Elvyn memaparkan pencapaian IPC tahun 2017, di mana perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar 10,9 triliun rupiah, yang merupakan pendapatan tertinggi selama 25 tahun usia perseroan.

Tahun 2017 juga menjadi tonggak penting dalam sejarah kepelabuhanan di Indonesia, karena untuk pertama kalinya setelah 160 tahun beroperasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dapat melayani kapal container berkapasitas 10 ribu TEUs.

“Ini adalah kapal terbesar yang pernah berlabuh di Indonesia. Kapal besar ini melayani rute direct call Java-America Express (JAX), yang berlayar rutin setiap minggu dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Los Angeles & Oakland, Amerika Serikat,” jelas Elvyn.

Terkait rencana pengoperasian Terminal Kijing, Elvyn optimistis akan mendorong pertumbuhan arus barang, dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta pengembangan industri perkebunan & pertambangan di Kalimantan.

Terminal Kijing akan dikembangkan sebagai pelabuhan laut dalam yang mampu mengakomodir potensi hinterland dan kapal berukuran besar. Pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal, yakni terminal multipurpose, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering. Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs, sedangkan untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk  kapasitas terminal multipurpose, pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun.

Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, serta fasilitas penunjang lainnya.

Luas dermaga yang dibangun pada tahap awal ini yaitu 15 hektar untuk dermaga curah kering, 7 hektar untuk dermaga multipurpose, 9,4 hektar untuk dermaga petikemas, dan 16,5 hektar untuk dermaga curah cair.

Nantinya, menurut Elvyn, pengembangan Terminal Kijing akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga dapat menjadi pusat industri pengolahan bahan baku baik untuk kebutuhan  domestik maupun ekspor.

“Hal ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Elvyn G Masassya mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan akan memasuki penyelesaian tahap dua di mana di dalamnya juga terdapat beberapa asset pemerintah yang siap direlokasi.

Pada tahap konstruksi atau tahap awal, pembangunan proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Selanjutnya, jika sudah beroperasi, Terminal Kijing akan dapat menyerap lebih banyak lagi pekerja. (bvi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HIBURAN

Kontes Ikan Arwana Digelar di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Published

on

Ikan Arwana merupakan ikon Kapuas Hulu yang habitatnya berada di Danau Sentarum.

Indonesiaraya.co.id, Putussibau – Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat akan menggelar kontes ikan Arwana super red (Arwana merah) pada Festival Danau Sentarum Betung Kerihun yang rencananya dipusatkan di Kecamatan Badau daerah perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Ikan Arwana merupakan ikon Kapuas Hulu yang habitatnya berada di Danau Sentarum, sehingga Festival Danau Sentarum mendatang kami akan gelar kontes ikan Arwana,” jelas Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kapuas Hulu, Junaidi dihubungi Antara, Rabu (4/4/2018) pagi.

Dikatakan Junaidi, kontes Arwana super red itu nantinya terbuka untuk siapa saja, bukan hanya para pengusaha atau penangkar ikan arwana yang ada di Kapuas Hulu, namun juga dari mana saja sehingga tidak dibatasi.

Bahkan kata Junaidi, sangat diharapkan partisipasi negara – negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sehingga ada beberapa yang akan dipersiapkan termasuk juri tingkat internasional.

“Kami masih menjajaki untuk lokasi kegiatan, bisa saja nanti di Lanjak, Badau atau bisa jadi di Kota Putussibau, karena itu menyangkut sarana dan prasarana terutama listrik,” ujar Junaidi.

Menurut dia, kontes ikan Arwana atau ikan Siluk itu belum pernah dilakukan di Kapuas Hulu, padahal warga tahu bahwa habitat aslinya ikan Arwana itu dari Danau Sentarum.

Melalui event Festival Danau Sentarum tersebut nantinya, masyarakat akan mengangkat ikon – ikon yang mereka miliki sehingga dapat memiliki nilai jual untuk menarik wisatawan.

“Itu bentuk keseriusan kami dalam mengembangkan potensi wisata Kapuas Hulu, namun itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama semua pihak, termasuk dukungan pemerintah pusat karena Festival Danau Sentarum sudah masuk salah satu dalam event nasional,” tutur Junaidi, seperti dikutip Antara. (teo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KALIMANTAN BARAT

Pertalite Naik, Harga Sembako Singkawang Belum Terpengaruh

Published

on

Kenaikan Harga Pertalite.

Indonesiaraya.co.id, Pontianak – Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan mengatakan, belum ada kenaikan yang signifikan terhadap harga sembako khususnya di pasar tradisional Kota Singkawang menyusul kenaikan harga Pertalite.

“Belum ada kenaikan yang signifikan terhadap harga sembako khususnya di pasar tradisional Kota Singkawang,” kata Hendryan, di Singkawang, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, kenaikan harga BBM jenis Pertalite tidak terlalu berpengaruh kepada angkutan umum yang membawa barang. Karena, angkutan umum kebanyakan menggunakan bensin dan solar.

“Sementara bensin dan solar sampai saat ini masih belum ada kenaikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pertalite banyak digunakan kendaraan pribadi atau kendaraan dinas. “Jadi Pertalite banyak digunakan untuk kendaraan pribadi atau pegawai Pemkot,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kota Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan, hingga minggu ke empat (akhir) bulan Maret 2018 harga sembako masih relatif stabil.?

“Sejauh ini memang harga sembako masih stabil, Kecuali harga daging ayam potong masih di kisaran Rp36 ribu – Rp38 ribu per kilogram,” katanya.

Sehingga, kenaikan harga Pertalite belum berpengaruh terhadap harga barang sembako, seperti dikutip Antara. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending