Connect with us

SPORT

Anggia/Ketut Terhenti di Putaraban Kedua

Published

on

Anggia Shitta Awanda dan Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani harus menerima kenyataan terhenti di putaran dua turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2018.

Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Kamis (8/3/2018) malam, hasil tersebut diperoleh usai pasangan Indonesia tersebut harus menghadapi lawan yang tak mudah, yakni unggulan ke-6 turnamen, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) di putaran dua.

Dalam siaran langsung yang ditayangkan dalam jaringan internet, Anggia/Ketut dapat dikatakan memulai laga dengan buruk dan kerap melakukan kesalahan antisipasi shuttlecock.

Akhirnya, hal tersebut mampu dimanfaatkan oleh Kititharakul/Prajongjai untuk unggul jauh dari pasangan Indonesia, hingga akhirnya, drop shot yang dilepaskan oleh Kititharakul menyudahi gim pertama dengan skor telak 21-6.

Memasuki gim kedua, Anggia/Ketut mampu menunjukkan penampilan yang lebih baik ketimbang sebelumnya. Bahkan, pasangan Indonesia mampu unggul tipis 11-10 saat gim kedua memasuki masa interval.

Setelah jeda interval, pertandingan berlangsung alot dan pasangan Thailand sukses membalikkan keadaan. Anggia/Ni Ketut tak mau tinggal diam dan berhasil kembali membalikkan keadaan dengan kedudukan 18-16 dan mencoba untuk memaksakan gim ketiga.

Namun sayang, Kititharakul/Prajongjai justru mampu bangkit dengan melancarkan tekanan yang lebih keras pada saat-saat kritis. Smash keras dari Prajongjai yang tidak dapat diantisipasi oleh Ni Ketut Mahadewi Istarani pun menyudahi gim kedua dengan skor 21-19.

Seperti dikutip Antara, kemenangan dengan skor akhir 21-6, 21-19 ini, akhirnya sukses mengantarkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai melaju ke perempat final Jerman Terbuka 2018. (rpy)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SPORT

Filifina Raih Juara Umum Tinju Piala Kapolri

Published

on

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol, Bambang Waskito. (tengah)

Indonesiaraya.co.id, Manado – Tim Filipina meraih juara umum Kejuaraan Tinju Internasional Piala Kapolri II berlangsung di Manado, Sulawesi Utara 3-9 Juli 2018.

 Dengan prestasi tersebut Filipina meraih Piala Kapolri yang diserahkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito kepada tim Filipina pada penutupan kejuaraan tersebut, di Manado, Senin (10/7/2018).

 Pada kejuaraan tersebut tim Filipina meraih tiga medali emas melalui petinju Josie Gabuco di kelas 45-48 Kg putri, Nesty Petecio kelas 57 Kg putri dan Ramel Macado pada kelas 52 Kg putra.

 Selain itu, Filipina meraih satu medali perak atas nama Rogen Ladon di kelas 52 Kg putera dan dua perunggu atas nama Ronald Chaves kelas 64 kg putra dan Irish Magno pada kelas 51 Kg putri.

Kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Sario Manado, tersebut ditutup Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian.

 Mor Bastian memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas semangat juang dan sportivitas yang telah ditunjukkan oleh seluruh atlet yang ikut Kejuaraan Tinju Internasional Kapolri Cup II.

 “Kepada seluruh atlet selamat, supaya jangan pernah menyerah, tetaplah mengembangkan semangat terutama semangat sportivitas dalam segala aspek,” katanya.

 Hasil partai final yang dilaksanakan Senin(9/7) siang hingga malam untuk kategori putri kelas 45-48 Kg petinju Jose Gabuco dari Filipina mengalahkan Endang (TNI AD), kelas 51Kg Nguyem Thi Tam (Vietnam) menang atas Jurtamad Raksad (Thailand).

Pada final kelas 54 Kg petinju Yu Thing Lin (Taipe) mengalahkan Mezuki Hiruta (Jepang), kelas 57 Kg Nesty Petecio (Filipina) mengalahkan Vuong Thi Vy (Vietnam), kelas 60 Kg Sudraporn Seesodnert (Thailand) menang atas Skye Nikolson (Australia) dan Kelas 64 Kg Ella Boot (Australia) menang atas Retno Apris (TNI AD).

 Kategori Final Putra kelas 44-46 Kg Juandi Abas (Sulawesi Utara) mengalahkan Martinus (Kalimantan Utara), kelas 49 Kg Ramel Macado (Filipina) mengalahkan Corneles Kawangu (Bali), Kelas 52 Kg Ryusei Baba (Jepang) mengalahkan Rogen Ladon (Filipina).

 Kelas 56 Kg Orlando Limahelu (Sulawesi Utara) mengalahkan Cheng Wei Lee (Taipe), Gresti Alfons (TNI AD) mengalahkan Afgante (Sulawesi Utara), kelas 60 Kg Ryo Nakan (Jepang) mengalahkan Harry Carside (Australia), kelas 69 Kg Shincro Morsihita (Jepang) mengalahkan M Alsar (TNI AD) dan Cha Wei Kan (Taipe) mengalahkan Indran Rama Kresnan (Malaysia).

Kejuaraan Piala Kapolri 3 Juli hingga 9 Juli 2018 tersebut diikuti sekitar 228 petinju dari sembilan negara, Tim Pelatnas Asian Games serta petinju 21 Provinsi dan sasana TNI AD, TNI AU.

Sejumlah negara yang mengikuti kejuaraan itu masing-masing Australia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Srilanka, Thailand, China Taipe dan Vietnam dan Indonesia, seperti dikutip Antara. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Orlando Raih Gelar Petinju Terbaik Kejuaraan Piala Kapolri

Published

on

Penyerahan piala penghargaan terbaik dilakukan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito.

Indonesiaraya.co.id, Manado – Petinju Sulawesi Utara Orlando Limehelu meraih gelar petinju terbaik putra dalam kejuaraan Tinju Internasional Piala Kapolri II, di Manado 3-9 Juli 2018.

Penyerahan piala penghargaan terbaik tersebut dilakukan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito, pada penutupan kejuaraan tersebut, di Manado, Senin (9/7/2018).

Selain Orlando, Kapolda juga menyerahkan piala penghargaan petinju terbaik putri kepada Nguyem Thi Tam dari Vietnam.

Dipartai final Orlando yang turun pada kelas 56 Kg mengalahkan petinju Cheng wei Lee dari Taipe sementara Ngu Yem Thi Tam yang turun pada kelas 51 kg mengalahkan Jurtamad Raksad dari Thailand.

Kapolda Sulut Bambang Waskito mengatakan merasa senang dengan prestasi yang diraih petinju terutama dari Sulut pada kejuaraan ini dimana salah seorang petinju Orlando meraih terbaik.

Orlando mengatakan merasa gembira dengan prestasi yang diraih tersebut.

Ketua Umum PP Pertina Johni Asadoma mengatakan Orolando merupakan salah satu petinju “sparing partner” tim Pelatnas Asian Games.

“Pada kejuaraan ini, Orlando bisa menunjukkan permainan yang luar biasa, dan di partai final bisa mengalahkan petinju dari Taipe, serta mendapatkan gelar petinju terbaik,” katanya.

Ia menambahkan Orlando akan menjadi tim pelapis kedua Pelatnas yang akan datang,” katanya.

Kejuaraan Piala Kapolri dilaksanakan dari 3 Juli hingga 9 Juli 2018 tersebut diikuti 228 petinju dari sembilan negara, Tim Pelatnas Asian Games serta dari 21 provinsi dan sasana TNI AD, TNI AU.

Sejumlah negara yang mengikuti kejuaraan itu masing-masing Australia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Srilanka, Thailand, China Taipe dan Vietnam, seperti dikutip Antara. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Lomba Marathon Terbesar Segera Digelar di Mandalika

Published

on

Mandalika International Marathon 2018 segera digelar di Kuta Beach Park, The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Lomba marathon terbesar bertajuk The Indonesian National Armed Forced Mandalika International Marathon 2018 segera digelar di Kuta Beach Park, The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden Direktur Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer sebagai pengelola The Mandalika di Jakarta, Kamis (5/7/2018)  mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan dan menyambut pelaksanaan event Lomba Marathon yang diinisiasi oleh TNI dan akan digelar pada 23 September 2018.

“Sebenarnya tidak ada persiapan khusus hanya mempersiapkan beberapa titik lintasan jalan yang memang sebelumnya sudah ada,” kata Abdulbar.

Event yang ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 pelari itu kata dia akan menjadi ajang lomba lari terbesar yang sekaligus diharapkannya mampu mempromosikan The Mandalika sebagai daya tarik baru kawasan wisata di Indonesia selain Bali.

Lomba marathon dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp10 miliar itu akan dilaksanakan di kawasan The Mandalika meliputi lomba lari 5K, 10K, 21K, dan 42K.

Lomba itu akan melibatkan peserta dari kalangan pelajar (18 tahun ke atas), masyarakat umum, komunitas lari Indonesia, anggota TNI dan Polri, master (lebih dari 45 tahun), anggota angkatan bersenjata dan polisi negara sahabat, atlet nasional, dan atlet internasional.

“Kami sudah melakukan beberapa kegiatan persiapan termasuk rapat-rapat yang melibatkan berbagai pihak terkait,” katanya.

Ia memastikan bahwa acara itu didukung sepenuhnya oleh Pemprov NTB, Kementerian BUMN, Angkasa Pura, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan.

Ke depan Abdulbar berharap lebih banyak event serupa berskala internasional digelar di kompleks The Mandalika sehingga kawasan tersebut semakin dikenal sebagai destinasi favorit, seperti dikutip Antara. (han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending