Connect with us

UMKM

BNI Gandeng Go-Pay untuk Tekan Kredit Bermasalah UMKM

Published

on

Bank BNI.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk menyepakati kerja sama dengan Go-Pay untuk mendongkrak kredit sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus memitigasi kredit bermasalah.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto di Jakarta, Selasa, mengatakan dengan memanfaatkan data transaksi calon debitur di Go-Pay, perseroan akan menentukan untuk pelaku UMKM yang layak mendapatkan kredit.

Rekam jejak transaksi di Go-Pay juga dapat menjadi salah satu penentu untuk mempercepat pencairan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dalam UMKM.

“Dengan proses yang lebih efisien dan efektif, penyaluran KUR dapat lebih cepat. Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode repayment angsuran. Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan,” ujar dia.

Catur mengatakan kerja sama strategis ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menyalurkan KUR sesuai dengan ketentuan pemerintah. Catur berharap kemitraan ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi yang minimal harus mencapai 50 persen dari target KUR yang diberikan oleh pemerintah kepada BNI sebesar Rp13,5 triliun.

Mekanisme kerja sama ini, BNI akan menganalisis para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi mitra Go-Food untuk mengakses KUR.

Chief Executive Officer Go-Pay, Aldi Haryopratomo, mengatakan Go-Pay melihat terdapat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM.

“Bila kita melihat lebih dalam, akar pemasalahannya adalahnya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, Go-Pay berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi Go-Pay,” kata dia.

Perbankan, kata Aldi, bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka lebih mudah dalam mengakses kredit.

Aldi melanjutkan, tahap pertama program ini menyasar pengusaha atau penjual makanan di Go-Food yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para pengusaha tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal Rp25 juta.

“Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant Go-Food untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Aldi. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

UMKM

Smesco Ingin Lawan Gempuran Produk China

Published

on

Smesco Indonesia Ingin melawan produk asing terutama produk China yang harganya murah karena produk Indonesia tidak kalah bagusnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Smesco Indonesia yang memiliki binaan UKM unggulan dari seluruh Indonesia menyatakan ingin bisa melawan gempuran produk China dengan meningkatkan daya saing produk lokal.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi sebagai pengelola Smesco Indonesia di Jakarta, Rabu, mengatakan potensi produk UKM untuk bisa melawan produk asing khususnya dari China sejatinya sangat besar.

“Kita harus melawan produk asing terutama produk China yang harganya murah karena produk kita tidak kalah bagusnya,” ujar Emilia.

Salah satu hal yang harus dilakukan kata dia yakni menata ulang dan memetakan kembali jejaring pasar produk unggulan UKM Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya mengelola pasar domestik agar lebih memilih produk unggulan UKM ketimbang produk impor dari China.

Untuk itulah, pihaknya salah satunya melakukan penataan ulang Smesco Indonesia untuk melahirkan Produk Unggulan Provinsi yang terdisplai di lantai 1 dan 2 Gedung Smesco Indonesia.

“Sehingga para buyer tak perlu jauh-jauh saat ingin membeli produk khas dari berbagai provinsi di Indonesia, cukup datang dan membelinya di Gedung Smesco Indonesia,” katanya.

Smesco Indonesia diharapkan dapat menjadi area “one stop shopping” bagi konsumen lokal maupun internasional yang ingin membeli produk-produk KUKM Indonesia.

“Produk-produk kita yang ada di sini tidak kalah hebat dengan produk-produk dari China itu. Kita harus bela dan beli produk kita sendiri,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia menerima kunjunhan mahasiswa STIE Tazkia yang melakukan educational trip (edutrip) ke Gedung Smesco Indonesia.

Emilia pun mengajak masyarakat dan para mahasiswa STIE Tazkia untuk berkunjung dan berbelanja ke Produk Unggulan Provinsi yang menyajikan produk unggulan UKM dari 34 provinsi.

Menurut dia, produk unggulan UKM dari berbagai provinsi mempunyai karakter kuat dan unggul dari daerah masing-masing yang berbasis pada kreativitas dan inovasi putra-putri bangsa.

“Produk-produk unggulan seluruh Indonesia bisa ditemukan di Paviliun Provinsi. Jadi enggak perlu lagi keliling Indonesia yang jarak tempuhnya jauh, butuh biaya besar, dan waktu yang tidak sedikit tentunya. Semua sudah hadir di sini,” ujar Emilia.

Emilia mengakui upaya pembenahan yang dilakukan dengan merelaunching Produk Unggulan Provinsi sejak 31 Maret 2018 telah memberikan dampak signifikan pada peningkatan jumlah pengunjung maupun pembeli.

“Jadi kurang lebih sebulan setelah relaunching karena produk ini terkurasi, artinya terseleksi produk unggulan dan bagus, maupun harganya yang kompetitif jadi langsung diserbu,” kata Emilia.

Emilia didampingi Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM Armel Arifin ketika menerima kunjungan 192 mahasiswa dan dosen pembimbing dari kampus STIE Tazkia dalam rangka kegiatan Edutrip 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem pemasaran LLP-KUKM kepada para mahasiswa, seperti dikutip Antara. (ani)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

UMKM

Merakyat.co Sediakan Solusi Teknologi untuk UKM

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Sydney – Fernaldi Priono dan Timotius Handoko bertekad untuk membantu usaha kecil menengah, maupun individu yang berbisnis, ketika mengembangkan Merakyat.co sejak awal tahun ini.

“Kami ingin mengurangi kesenjangan sosial di bidang teknologi,” kata Fernaldi saat ditemui di Paviliun Indonesia, pameran teknologi CeBIT Australia 2018 di Sydney.

Platform tersebut dirancang agar para UKM juga dapat merasakan teknologi canggih yang dipakai oleh perusahaan besar, dengan harga yang terjangkau. Timotius, ditemui di tempat yang sama menginformasikan UKM yang membuat produk dari kain batik dan bisnis katering makanan sudah tertarik untuk menggunakan platform buatan mereka.

Bagi Fernaldi dan Timotius yang mendirikan perusahaan rintisan Intimedia Cemerlang, teknologi semestinya dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk UKM, untuk meningkatkan efisiensi maupun keuntungan ketika berbisnis.

Meski pun baru berdiri, Fernaldi dan Timotius yang masih berstatus mahasiswa di University of Sydney dan University of New South Wales menginginkan untuk mengembangkan perusahaan mereka agar bergerak di bidang sosial, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MALUKU UTARA

Malut Dorong Program KUR Kembangkan UKM

Published

on

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mengembangkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).

Indonesiaraya.co.id, Ternate – Kantor Ditjen Perbendaharaan Maluku Utara (Malut) mengeluarkan aplikasi baru mengenai Sistem Informasi Kredit Program (SKIP) untuk mendorong program Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mengembangkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Yang akan digunakan oleh Kementerian Negara atau Lembaga teknis, Pemerintah Daerah, Lembaga Keuangan Penyalur KUR dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan guna untuk pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perhitungan subsidi bunga KUR,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Malut, Tri Budiyanto di Ternate, Minggu (6/5/2018).

Dia mengatakan, saat ini memang Ditjen perbendahaaran juga memiliki beberapa program mengenai KUR, namun hanya saja lebih bersifat network atau melalui SKIP, artinya jika para debitur atau penyalur KUR yang ingin mengikuti program harus mendaftarkan diri ke SKIP.

Sebab, dalam Peraturan Menko Perekonomian nomor 8 tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menko Perekonomian nomor 9 tahun 2016 menjelaskan untuk Persyaratan sebagai Penyalur KUR antara lain memiliki online system data KUR deng SIKP.

Sehingga Menkeu menetapkan Lembaga Keuangan/Koperasi yang memenuhi syarat online system SIKP dan Pemda melakukan upload data calon debitur potensial ke dalam SIKP.

Tri menambahkan, sementara untuk tata cara pelaksanaan bunga KUR yang pertama Subsidi bunga dibayarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Penyalur KUR, karena dana subsidi bunga dialokasikan di dalam APBN, Subsidi bunga dibayarkan melalui kerjasama yang dituangkan di dalam Perjanjian Kerjasama, Perhitungan Subsidi Bunga dilakukan berdasarkan rumus besaran Subsidi Bunga dikali outstanding KUR dikali hari bunga dibagi 360 hari dan yang terakhir KPA melakukan verifikasi tagihan subsidi dari Penyalur KUR berdasarkan data yang ada pada SIKP.

Dia mengaku, tujuan dari program ini adalah menghubungkan para pemangku kepentingan Kredit Program dengan fitur layanan SIKP, meningkatkan akurasi basis data pelaku usaha mikro, kecil dan menengah sebagai sasaran penerima Kredit Program.

Sehingga, dapat menyediakan basis data tunggal sebagai dasar perumusan kebijakan Kredit Program, memberikan layanan informasi yang cepat, akurat dan terintegrasi dalam implementasi KUR dan atau skema lain yang ditetapkan oleh pemerintah dan meningkatkan akurasi perhitungan dan kecepatan pembayaran Subsidi Bunga dan atau fasilitas lainnya.

Sedangkan di Maluku Utara yang telah memiliki akses untuk dilakukan program ini adalah, Provinsi Malut, Kota Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kepulauan Morotai, sedangkan yang belum memiliki akses adalah, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu, seperti dikutip Antara. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending