Connect with us

FINANSIAL

Pengusaha Edwin Soeryadjaya dan Eddy Sariaatmadja Terima Penghargaan Pajak

Published

on

Pengusaha Edwin Soeryadjaya

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pengusaha Edwin Soeryadjaya (pemilik Saratoga Group) dan Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Emtek Group) termasuk diantara delapan pengusaha Indonesia yang mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah, karena mereka termasuk yang tertib membayar banyak.

Pengusaha yang lainnya adalah : Arifin Panigoro (pemilik Medco Group), Anthoni Salim (Salim Group), Chairul Tanjung (Transcorp Group), Erick Thohir (Mahaka Group), James Tjahaja Riady (Lippo Group), dan Sofjan Wanandi (Gemala Group).

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Pajak Robert Pakpahan, menyerahkan penghargaan pajak.

Seperti dilansir Media Ekbis.co.id, mereka adalah para wajib pajak berskala besar yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar, yang mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyerahkan penghargaan tersebut didampingi oleh Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar dan Kepala KPP terkait.

“Semoga dengan penghargaan seperti ini, para wajib pajak dapat lebih bersemangat untuk melaksanakan hak dan kewajibannya serta berkontribusi dengan lebih baik pada tahun 2018 dan menjadi penyemangat bagi para wajib pajak lain untuk bisa mendapatkan penghargaan yang sama nanti pada tahun 2019,” kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Penerima penghargaan berjumlah 31 wajib pajak yang meliputi lima wajib pajak KPP Wajib Pajak Besar Dua, enam wajib pajak dari masing-masing KPP Wajib Pajak Besar Satu dan KPP Wajib Pajak Besar Tiga serta 14 wajib pajak dari KPP Wajib Pajak Besar Empat yang mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar tahun 2017.

Selain karena kontribusi yang besar, penghargaan juga diberikan berdasarkan kepatuhan para wajib pajak terhadap peraturan perpajakan.

Pada tahun 2017, besarnya realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mencapai Rp361,84 triliun. Tahun ini, target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar sebesar Rp432,37 triliun atau tumbuh 19,54 persen dibanding 2017. Pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar tahun 2018 akan mendukung 30,33 persen target nasional sebesar Rp1.424 triliun.

Seperti dikutip Antara, Berikut ini adalah daftar wajib pajak yang menerima penghargaan dari Kanwil DJP Wajib Pajak Besar:

1. PT Adaro Indonesia
2. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
3. PT Astra Daihatsu Motor
4. Arifin Panigoro
5. Anthoni Salim
6. PT Bio Farma (Persero)
7. PT Bukit Asam Tbk.
8. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
9. PT Bank BNI (Persero) Tbk.
10. PT Bank BRI (Persero) Tbk.
11. PT Bank Central Asia Tbk.
12. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
13. Chairul Tanjung
14. Erick Thohir
15. Edwin Soeryadjaya
16. PT Honda Prospect Motor
17. James Tjahaja Riady
18. PT Kaltim Prima Coal
19. PT Kideco Jaya Agung
20. PT Pertamina (Persero)
21. PT Pupuk Indonesia (Persero)
22. PT PLN (Persero)
23. PT Pama Persada Nusantara
24. PT Pegadaian (Persero)
25. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja
26. Sofjan Wanandi
27. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
28. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
29. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
30. PT Unilever lndonesia Tbk.
31. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

Ketua IMF : Awan di Atas Ekonomi Global Semakin Gelap

Published

on

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde.

Indonesiaraya.co.id, Berlin – Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde pada Senin (11/6/2018) menyerang kebijakan-kebijakan perdagangan proteksionis Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa awan di atas ekonomi global “semakin gelap”.

“Awan terbesar dan tergelap yang kita lihat adalah kemerosotan dalam kepercayaan yang dipicu oleh sebuah upaya untuk menantang cara perdagangan yang dilakukan, di mana hubungan telah ditangani dan di mana organisasi-organisasi multilateral telah beroperasi,” kata Lagarde.

Dia membuat pernyataan setelah pertemuan tahunan di Berlin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan pemimpin organisasi-organisasi ekonomi dunia termasuk Bank Dunia, Organisasi Perdagangan Dunia, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Organisasi Perburuhan Internasional dan Bank Pembangunan Afrika.

IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 3,9 persen pada 2018 dan 2019, menandai sedikit peningkatan dari 3,8 persen tahun lalu.

Tapi Lagarde menambahkan: “Awan semakin jelas, yang kami tunjukkan sekitar enam bulan lalu semakin gelap dari hari ke hari, dan saya akan mengatakan, pada akhir pekan.”

Menyusul KTT Kelompok Tujuh (G7) selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menarik dukungan bagi deklarasi bersama tentang perdagangan bebas yang ditandatangani bersama dalam pertemuan di Kanada.

Merkel menanggapi ini pada Minggu, mengatakan keputusan Trump pada menit-menit terakhir adalah “menyadarkan” dan “mengecewakan”, dan mengancam dengan tindakan-tindakan balasan Uni Eropa dalam perang perdagangan yang meningkat antara kedua kekuatan transatlantik tersebut.

Direktur pelaksana IMF mengatakan bahwa tantangan untuk perdagangan dunia adalah rusaknya kepercayaan bisnis dan menempatkan ekonomi global dalam risiko.

Untuk memastikan multilateralisme yang efektif, Lagarde bersama dengan para pemimpin ekonomi lainnya, menyerukan perhatian global, tanggung jawab global dan solusi global.

“Multilateralisme yang efektif lebih penting dari sebelumnya,” kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama, demikian Xinhua, seperti dikutip Antara. (pep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Sempat Diretas, Situs Ditjen Pajak Kembali Normal

Published

on

Sempat Diretas, Situs Ditjen Pajak Kembali Normal.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Situs milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan www.pajak.go.id kembali normal pada Senin (11/6/2018) pagi setelah sempat diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab pada Minggu (10/6/2018).

Pada Minggu (10/6), situs pajak diretas oleh akun Anonymous Arabe, dan Ditjen Pajak kemudian melakukan restart server pada data center DJP dan setelah selesai, situs tersebut pun kembali normal.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama dalam keterangan resminya memastikan data-data Wajib Pajak (WP) semua basis data, fitur, dan aplikasi pajak dalam keadaan aman.

“Tidak perlu dikhawatirkan, data Wajib Pajak dinyatakan aman karena tidak ada data Wajib Pajak di situs www.pajak.go.id,” ujar Hestu.

Ia menegaskan, Ditjen Pajak berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan situs maupun sistem informasi DJP.

Sebelumnya, pada situs pajak sempat muncul halaman berlatar belakang gurun dan bendera Palestina beserta tulisan “HACKED BY ANONYMOUS ARABE”, seperti dikutip Antara. (cit)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI Perkirakan Inflasi Juni 0,22 Persen

Published

on

Gubernur BI Perry Warjiyo.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bank Indonesia melalui Survei Pemantauan Harga hingga pekan pertama Juni, memantau bahwa inflasi di bulan keenam ini akan menyentuh 0,22 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,75 persen (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (8/6/2018), mengatakan inflasi yang tergolong rendah itu dipicu masih deflasinya beberapa komoditas bahan makanan seperti minyak goreng, bawang, dan cabai merah dan cabai putih.

“Kami melihat harga barang yang terus terkendali dan rendah,” ujar dia.

Namun, tekanan inflasi di Juni 2018 datang dari pergerakkan tarif transportasi, khususnya tarif angkutan antarkota dan angkutan udara.

“Wajar karena banyak yang sudah memesan tiket, dan juga sudah memulai perjalanan mudik. Itu memberikan sumbangan yang besar,” ujar dia.

Perry mengklaim dirinya sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencegah kenaikan tarif transportasi yang berlebihan yang bisa memicu inflasi. Seperti diketahui, pengaturan batas bawah dan batas atas tarif transportasi kelas ekonomi masih diatur oleh Kementerian Perhubungan.

Namun, kata Perry, jika tekanan inflasi dari kelompok transportasi terus meningkat, Bank Sentral masih meyakini inflasi nasional masih terjag. Pasalnya, kontribusi tarif transportasi ke inflasi masih relatif kecil, seperti transportasi udara yang hanya 0,08 persen.

Bank Sentral ingin menjangkar inflasi tahunan di 2018 sebesar 2,5-4,5 persen (yoy). Di akhir tahun, BI melihat inflasi akan jatuh di 3,6 persen (yoy), seperti dikutip Antara. (ind)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending