Connect with us

YOGYAKARTA

LKY Mendorong Kemenag Tingkatkan Pengawasan Layanan Umrah

Published

on

First travel salah satu biro perjalanan umroh yang merugikan.

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Lembaga Konsumen Yogyakarta mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan pengawasan layanan haji dan umrah untuk mencegah penipuan.

“Pengawasan harus dilakukan serius. Peran negara yang dilakukan Kemenag adalah melakukan pengawasan, audit hingga penindakan,” kata Sekretaris Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Dwi Priyono di Yogyakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut Dwi, LKY pada Maret 2018 kembali menerima pengaduan seorang calon jamaah umrah yang menggunakan jasa Biro Abu Tours. “Ada satu jamaah Abu Tours, namun sampai sekarang belum ada kelanjutan,” kata dia.

Layanan jasa umrah, menurut dia, hingga saat ini dianggap sebagai peluang bisnis yang menggiurkan karena memiliki pasar cukup besar. Potensi pasar itu lantas memicu banyak pihak mendirikan jasa atau layanan tersebut, meski dengan jalan pintas.

“Sangat mungkin pengusaha hanya mementingkan keuntungan besar semata dan berdampak pada minus mutu layanan hingga pelanggaran hak konsumen seperti gagal berangkat dan lainnya,” kata Dwi.

Oleh sebab itu, menurut dia, fungsi pengawasan dan audit Kanwil Kemenag DIY harus diperkuat.

“Menyangkut ibadah dan kemaslahatan umat maka seharusnya wilayah diberikan wewenang untuk melakukan pengawasan, audit, dan penindakan,” kata dia.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Noor Hamid mengatakan hingga awal Januari 2018 Kemenag DIY telah menutup operasional 20 biro travel umrah dan haji di provinsi ini yang diketahui tidak mengantongi izin. Saat ini jumlah itu telah berkurang menjadi 16 biro karena empat di antaranya telah selesai mengurus perizinan.

Sebanyak 16 biro ilegal itu hingga kini masih dalam pengawasan Kanwil Kemenag DIY dan langsung diberikan sanksi apabila terbukti mereka beroperasi atau mencoba menawarkan jasa perjalanan umrah atau haji. “Hingga kini kami awasi, jangan sampai mereka merekrut jamaah umrah maupun haji,” kata Hamid.

Untuk menangkal gerak-gerik biro umrah ilegal, Hamid mengatakan Kemenag DIY telah menyiapkan aplikasi khusus. Nantinya hanya biro haji dan umrah resmi saja yang memiliki akses ke aplikasi tersebut. Tanpa melalui jalur aplikasi itu, pengurusan paspor jamaah tidak akan mendapat rekomendasi Kanwil Kemenag DIY dan disetujui Kantor Imigrasi Yogyakarta, seperti dikutip Antara. (lhk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Lebih Hemat Air dan Lahan, Bantul Kembangkan Budi Daya Ikan

Published

on

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi.

Indonesiaraya.co.id, Bantul – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan demplot atau percontohan pembudidayaan ikan air tawar dengan hemat lahan dan air di 11 lokasi daerah ini pada 2018.

“Pengembangan demplot budi daya ikan `matlair` atau hemat lahan dan air sudah dimulai sejak kemarin, tahun ini menyasar di 11 kelompok yang tersebar di 11 kecamatan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis (12/4/2018).

Menurut dia, pembudidayaan `matlair` merupakan teknologi budi daya perikanan yang padat tebar benih ikan, akan tetapi dengan pemakaian lahan yang tidak terlalu luas di tengah masyarakat, sehingga air yang digunakan tidak terlalu banyak.

Ia menjelaskan, secara teknis pengembangan demplot budi daya perikanan matlair ini menggunakan sistem bioflog dengan bentuk kolam yang dicetak melingkar, sistem ini sudah diperkenalkan di Bantul sejak tahun lalu dan dinilai efektif.

“Kelebihannya hemat lahan dan air, kemudian budi daya juga mudah, selain itu antar kolam tidak saling memengaruhi karena kolam diletakan secara terpisah. Kolam lingkaran ini membuat ikan terus bergerak sehingga pakan tidak terbuang,” katanya.

Pulung menjelaskan, saat ini program budi daya ikan matlair sudah dikembangkan di enam lokasi se-Bantul, salah satunya di wilayah Sewon, sehingga pada tahun ini program diperluas ke 11 lokasi yang kelompok peternak ikan punya potensi.

“Dengan budi daya perikanan metode ini biayanya lebih murah dibanding dengan konvensional, karena berbeda cara pemeliharaannya, bahkan sistem ini bisa bertahan hingga 10 tahun, asalkan bisa membudidayakan sesuai yang dianjurkan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pengembangan percontohan budi daya ikan matlair ini para kelompok diberikan pelatihan dan sekolah lapangan mengenai teknologi itu, kegiatan tersebut untuk mengubah pola pikir mereka agar berubah ke arah yang lebih baik.

“Ini sesuai misi Bupati yang mewujudkan petani cerdas dan sejahtera, jadi mereka kita berikan pelatihan dan program budidaya matlair secara berkelompok, setelah berhasil mereka bisa mengembangkan di rumah masing-masing,” katanya. (dik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Semakin Jelas, Ternyata Partai Demokrat Persiapkan AHY sebagai Capres/Cawapres

Published

on

SBY, dan AHY.

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan partainya tengah mempersiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden atau calon wakil presiden untuk Pemilihan Umum 2019.

“Tentulah semua partai politik menginginkan (capres/cawapres) dari dirinya. Partai Demokrat mempersiapkan mas AHY,” kata Hinca di sela acara “Ngopi Bareng SBY” di Angkringan Pendopo Lawas, Yogyakarta, Minggu malam (8/4/2018).

Hingga saat ini, Partai Demokrat belum secara resmi menetapan calon presiden maupun calon wakil presiden

Hinca mengklaim lembaga-lembaga survei selama ini telah menempatkan AHY masuk dalam deretan papan atas calon presiden (capres).

Namun untuk survei elektabilitas tertinggi hingga Maret 2018, menurut dia, masih menempatkan AHY di posisi calon wakil presiden.

“Survei masih berjalan terus sampai Juli. Nanti kita lihat perkembangannya sampai sejauh mana yang bisa didapatkan,” kata dia.

Menurut Hinca, guna terus mendongkrak elektabilitasnya, hingga saat ini AHY terus menggencarkan agenda kunjungannya ke berbagai daerah.

“Beliau salah satu putra terbaik bangsa yang ada di Partai Demokrat yang sekarang masih terus bekerja keras keliling Nusantara, (melalui) Tour De Jogja, Tour De Jawa Timur, sebelumnya Tour De Jawa Barat, Tour De Jogja mulai besok, dan dilanjutkan Tour De Jawa Tengah,” kata dia.

Kendati mempersiapkan AHY, lanjut Hinca, hingga saat ini Partai Demokrat belum secara resmi menetapan calon presiden maupun calon wakil presiden yang akan diusung pada Pemilu 2019. Partai itu juga belum menetapkan secara resmi dengan partai mana akan berkoalisi.

“Kami tahu kami tidak bisa sendirian, tapi kami akan umumkan (partai koalisi) pada waktu yang tepat. Hari ini belum ada, apalagi besok pagi, yang pasti sebelum tanggal 4 sampai 10 Agustus sebelum pendaftaram dibuka atau sebelum ditutup,” kata dia, seperti dikutip Antara. (luq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

UGM Mengkaji Secara Objektif Metode Cuci Otak

Published

on

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Ova Emilia.

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Ova Emilia menegaskan almamaternya segera mengkaji secara objektif metode cuci otak untuk pasien stroke yang dilakukan oleh dokter Terawan Agus Putranto.

“Dia alumni (UGM). Kami nilai produk dan record-nya bukan pribadi. Ini akan menjadi ujian bagi kredibilitas UGM untuk objektif,” kata Ova saat ditemui di Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).

Menurut Ova, tidak perlu terburu-buru untuk mengambil keputusan menyalahkan atau membenarkan temuan dokter Terawan. Metode cuci otak tersebut perlu dikaji dari berbagai aspek berdasarkan pandangan para ahli dari berbagai bidang kedokteran.

BACA JUGA : JK : Enam dari 10 Menteri Berhasil Dirawat Terawan

“Kita harus melihat secara utuh. Tidak bisa terus menyatakan ini salah atau benar. Kita harus melihat dari berbagai sisi secara proporsional supaya tidak mengembuskan isu yang pro-kontra,” kata Ova.

Oleh sebab itu, kata dia, Fakultas Kedokteran UGM lebih memilih mendiskusikan hal itu secara akademis dengan mendatangkan berbagai ahli seperti ahli radiologi, ahli saraf dan bedah saraf, ahli bio etik, hingga ahli penilian teknologi kesehatan (HTA).

“Kami diskusikan secara utuh dan kami tidak melihat ini dari sisi setuju atau tidak setuju, itu terlalu dangkal. Saya yakin kaca mata akademis masih objektif,” kata dia.

Menurut dia, perlu dilihat secara mendalam apakah metode yang diterapkan dokter Terawan menghilangkan penyakitnya, hanya mengurangi gejalanya, atau hanya untuk pencegahan suatu penyakit.

“Dalam kedokteran ada tiga level pengujian sebelum obat diperuntukkan bagi manusia. Pertama diuji coba dulu ke binatang kecil, uji klinis terbatas, uji klinis secara luas atau berbasis populasi baru kemudian bisa diluncurkan,” kata dia.

Ova membenarkan bahwa lahirnya inovasi-inovasi baru selalu dibutuhkan untuk terus memajukan dunia kedokteran. “Ya inovasi harus, sah-sah saja,” kata dia.

Namun demikian, ia mengatakan berbagai inovasi atau temuan berbagai produk dalam kedokteran tidak serta merta dapat diperuntukkan secara massal sebelum ada pengujian yang ketat.

“Kalau kemudian ini (metode cuci otak) benar dan bisa didukung katakan itu benar. Namun kalau tidak benar dan kemudian mau diajukan ke yang lebih luas ya semestinya ada syarat-syaratnya,” kata dia.

Sebelumnya MKEK ID menerbitkan surat yang berisi pemberian sanksi kepada dr Terawan Agus Putranto yang juga Kepala RSPAD Gatot Subroto berupa pemecatan dalam jangka masa satu tahun.

Ketua MKEK IDI Dr dr Prijo Sidipratomo Sp.Rad(K) menandatangani surat pemberian sanksi kepada dr Terawan dengan dugaan berlebihan mengiklankan diri terkait terapi cuci otak melalui metode “Digital Substraction Angiography” untuk pasien stroke.

Seperti dikutip Antara, alasan lain pemberian sanksi yang tertera di surat itu ialah adanya janji-janji tentang kesembuhan dengan metode cuci otak, padahal MKEK menilai terapi tersebut belum ada bukti ilmiah. (luq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending