Connect with us

NASIONAL

Partai Gerindra Segera Deklarasikan Prabowo Subianto Sebagai Capres 2019

Published

on

Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Partai Gerindra akan segera mendeklarasikan ketua umumnya Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2019.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patriadi sela rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan KPU dan Bawaslu, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa mengatakan Gerindra akan segera menyiapkan forumnya untuk mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden, apakah melalui rapat pimpinan nasional (rapimnas) atau melalui rapat kerja nasional (rakernas).

Jika Prabowo Subianto maju, maka berpeluang memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2019

“DPD Partai Gerindra di seluruh Indonesia sudah mendeklarasikan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai Calon Presiden. DPP juga mendukung Pak Prabowo sebagai Calon Presiden. Tinggal mencari forumnya,” katanya.

BACA JUGA : PKS Berkoalisi dengan Gerindra untuk Mengusung Pasangan Capres 2019

Riza Patria juga optimistis, jika Prabowo Subianto maju sebagai Calon Presiden dapat memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Ketika ditanya soal adanya wacana pembentukan poros ketiga, menurut Riza Patria, Partai Gerindra menyambut baik wacana tersebut.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menurut dia, juga menyambut baik wacana tersebut, yang menunjukkan proses demokrasi berjalan baik.

“Pak Prabowo menginginkan proses demokrasi berjalan baik dan kondusif,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menambahkan wacana pembentukan poros ketiga bermakna semakin banyak putra bangsa yang berpeluang maju sebagai calon Presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).

Menurut dia, pada pembahasan RUU Pemilu, Partai Gerindra mengusulkan persyaratan mengusung calon presiden atau “presidential threshold” adalah nol persen, sehingga lebih banyak putra bangsa dapat maju sebagai capres.

“Namun, yang menjadi kesepakatan persyaratan ‘presidential threshold’ adalah 20 persen, sehingga menjadi berat,” katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Riza Patria, meskipun sulit untuk terbentuk, tapi tapi jika wacana poros ketiga dapat terbentuk, maka pemilu presiden 2019 akan semakin ramai. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWA BARAT

Elektabilitas Prabowo Subianto Masih Ungguli Jokowi di Jawa Barat

Published

on

Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Indonesiarayakini.com, Jakarta – Jelang Pilpres 2019 lembaga Survey  & Polling Indonesia (SPIN)  merilis hasil survei di Jawa Barat. Hasilnya ternyata Prabowo Subianto masih di atas Jokowi.

Jika terjadi ‘dejavu Pilpres 2014’ di 2019 alias remacth head to head el classico  antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat,” kata Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara, di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Igor menjelaskan, Prabowo Subianto memimpinsuara di Jawa Barat dengan perolehan 45,3% , sedangkan Jokowi mendapat 40,9%, sementara yang menjawab tidak tahu 13,8%.

Saat responden ditanya jika Pilpres 2019 di gelar hari ini, maka Prabowo mendapat  37,1% suara, Jokowi meraih suara 30,5%, Gatot Nurmantyo 4, 2 % Agus Harimurti Yudhoyono 3.3%,  Anies Baswedan 2,1%  Hary Tanoesoedibjo 1,9%, Amin Rais 1,1% ,  Rizal Ramli  07%,  dan yang menjawab tidak tahu sebesar (19,1%).

“Tidak ada pergeseran di ProvinsiJawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumben Presiden Jokowi di Pilpres 2019,” kata Dosen Universitas Jayabaya itu.

Igor menambahkan, kemenangan Prabowo atas Jokowi juga terjadi saat Pilpres 2014 lalu, dengan perolehan suara 14.167.381 (59,78%) diatas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara (40,22%).

“Jokowi hanya menang atas Prabowo di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Di sisa kabupaten lainnya Prabowo masih unggul atas Jokowi,” kata Igor.

Pilkada Jabar dinilai penting karena provinsi ini menyumbang hampir 20 %  pemilih nasional, dan voters di Jawa Barat dianggap berpengaruh terhadap perolehan suara nasional dalam pemilu serentak 2019.

Igor merinci, setidaknya ada tiga faktor penting sebab masih unggulnya Prabowo atas Jokowi di Jawa Barat.

Pertama, faktor ketokohan Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur 2 periode Jabar yang  namanya digadang menjadi salah satu cawapres kuat Prabowo dari PKS.

Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari “partai oposisi” bersama Gerindra yang dipimpin Prabowo.

Kontroversi penunjukan kaos ganti presiden oleh pasangan Asyik saat acara debat Cagub Jabar juga memperkuat persepsi tersebut.

Kedua, demontration effect politik kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pasangan yang diusung Prabowo di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini menguatkan dan memantapkan pilihan warga Jabar terhadap mantan Danjen Kopassus ini. 

Jabar adalah daerah yang sangat penting dalam sejarah kompetisi dan kontestasi politik di Indonesia dan dikenal sebagai basisnya pemilih Islam.

Apalagi keberadaan sebagian wilayah Jabar yang secara geografis berdekatan dengan Jakarta signifikan mempengaruhi peta politik di Jabar. 

“Ketiga, pembanguan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi memang nyata, namun perguliran isu tenaga kerja asing di Cimahi, Banten, Bogor, Bekasi,” kata Igor.

Selain itu masih mangkraknya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan polemik pembangunan di Meikarta masih menyisakan kekhawatiran sebagian besar warga Jabar saat ini.

Igor menjelaskan, survei  SPIN ini dilaksanakan pada 5-10 Juni 2018 dengan responden 1.200 dan memakai teknik multistage random sampling. Margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 % dari total sample. (bny)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Petinggi PKS Temui Rizieq Bicarakan Soal Keumatan

Published

on

Petinggi PKS Temui Rizieq Bicarakan Soal Keumatan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dan anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi mengunjungi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk membicarakan keumatan.

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela para politisi itu menjalankan ibadah umroh di Mekkah, Selasa (5/6/2018).

“Ini silaturahim biasa dan sudah kali kedua kami berkunjung ke kediaman Habib Rizieq di Mekkah. Tentu kami tanya kabar dan bertukar pikiran tentang kondisi keumatan, kerakyatan dan kebangsaan Indonesia,” kata Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut Jazuli, pertemuan itu dalam rangka silaturahim dengan Habib Rizieq dan keluarga, kebetulan bersamaan saat dirinya mendampingi Ketua Majelis Syuro PKS melaksanakan ibadah umroh ramadhan.

Dia menceritakan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri mendiskusikan banyak hal dengan Habib Rizieq, intinya bagaimana kita sama-sama menjaga umat dan bangsa Indonesia.

“Intinya sama-sama menjaga umat dan bangsa Indonesia dari berbagai anasir serta komitmen untuk melaksanakan ideologi Pancasila secara konsekuen dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai terwujudnya sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Jazuli mengatakan, saat pertemuan itu, Habib Rizieq menyampaikan agar semua komponen bangsa menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang menghancurkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara.

Selain itu, menurut dia, agar menghormati ulama dan agama-agama yang diakui di Indonesia, serta jangan memberi ruang pada paham dan kepentingan yang bertententangan dengan konstitusi, Pancasila dan norma-norma agama yang diakui di Indonesia.

Jazuli mengatakan, para petinggi PKS dan Habib Rizieq juga sepakat untuk terus menjaga kemandirian bangsa dari pengaruh asing yang jelas-jelas merugikan dan mengancam kedaulatan bangsa dan negara, seperti dikutip Antara. (mam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANTEN

Survei Charta Politika : Prabowo Menang di Provinsi Banten

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Jokowi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Charta Politika merilis hasil survei terhadap elektabilitas calon presiden 2019. Hasilnya, Ketua Umum Partai Gerinda Probowo Subianto berhasil mengalahkan elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Banten.

Survei tersebut dilakukan pada 23-29 Mai 2018, dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden. Survei yang dilakukan di Provinsi Banten ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Serta Margin of error dari survei +- 3,46%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Charta Politika memberikan beberapa simulasi kepada responden dalam surveinya, salah satunya elektabilitas para kandidat calon presiden 2019.

Prabowo Menang di Banten, Kader Gerindra Tidak Boleh Lengah

Untuk survei elektabilitas, pertanyaan yang diajukan adalah ‘seandainya pemilu presiden dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Presiden Republik Indonesia?’.

Hasilnya cukup mengejutkan, elektabilitas Prabowo Subianto di Provinsi Banten berhasil mengungguli petahana Jokowi. Selain itu, ada nama lain, dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Di Banten, Probowo Subianto elektabilitasnya 28,5 persen mengalahkan Jokowi yang hanya 26.9 persen, lalu di ikuti Gatot 1,9 persen dan AHY 0,9 ,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam paparannya, di Fx Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2018).

Bahkan jika dilakukan head to head, angka elektabilitas Jokowi kalah oleh Prabowo di Provinsi Banten.

“Ini linier dengan yang sebelumnya, dimana jika haed to head Prabowo unggul 44,1 persen dan Jokowi 36,9 persen,” ujar Yunarto. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending