Connect with us

NUSA TENGGARA TIMUR

Gubernur NTT Minta Pembentukan Desa Baru Diperketat

Published

on

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengingatkan sejumlah kepala daerah di provinsi berbasis kepulauan itu untuk memperketat pembentukan desa baru setelah ada program dana desa.

“Sejak ada kucuran dana desa yang begitu besar, saya menduga jumlah desa akan semakin banyak. Karena itu, saya telah mengingatkan agar hati-hati dengan fenomena ini. Syarat-syarat dan kriteria-kriteria untuk membentuk desa baru harus diperketat,” katanya di Kupang, Jumat (16/3/2018).

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten/Kota se-NTT Tahun 2018.

Menurut Gubernur dua periode itu visi bersama untuk membangun desa harus juga dilakukan secara benar. Sebab adanya dana desa kurang lebih Rp1 miliar per desa sangat menarik.

“Semua ingin mendapatkan kucuran dana tersebut. Kecenderungan untuk membentuk desa baru juga meningkat,” jelas Gubernur Gubernur Lebu Raya pun mengisahkan, dalam berbagai kunjungan ke desa, dirinya menemukan banyak penggunaan dana desa untuk hal-hal yang bukan menjadi prioritas.

Sebagai contoh desa-desa berlomba untuk membuat gapura di setiap lorong-lorong masuk ke desa. Karena ada uang, pemerintah desa mulai berpikir apa yang akan dilakukan dengan uang sebanyak itu.

“Saya selalu mengingatkan, jangan atas demokrasi kita buat apa saja karena merupakan hasil musyawarah. Harus ada prioritas,” ungkap Lebu Raya.

Terhadap fenomena itu, Gubernur Lebu Raya mengharapkan pendamping dan kepala desa mengambil peran yang lebih berdaya guna.

“Pendamping harus ketat di sini. Harus bisa mengarahkan penggunaan dana untuk hal-hal yang prioritas dan strategis. Dana itu harus dimanfaatkan secara baik dan terarah untuk kepentingan kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Frans yang akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai gubernur pada Juni mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, Mekeng P. Florianus mengungkapkan dana desa untuk Provinsi NTT Tahun 2018 meningkat dibandingkan dengan Tahun 2017.

“Pada 2017, dana desa untuk NTT sebesar Rp2,3 triliun lebih untuk 2.996 desa. Sementara untuk 2018 mencapai Rp2,5 triliun lebih untuk 3.026 desa, tambahnya.

Peningkatan ini menurutnya dikarenakan ada penambahan 30 desa baru di Kabupaten Rote Ndao untuk tahun 2018.

Sementara itu terkait upaya pemberdayaan masyarakat desa, sesuai petunjuk dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan dana desa tahun 2018, minimal 30 persen dari pelaksanaan proyek padat karya tunai harus menggunakan Haruan Orang Tunai (HOK) yang berasal dari warga desa setempat.

“Hal ini bertujuan agar pemanfaatan dana desa sungguh meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkap Flori.

Khusus untuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), kata Flori, sampai dengan Tahun 2018 sudah terbentuk 590 BUMDES yang terdiri dari 571 jenis BUMDes sendiri atau mandiri (milik satu desa tertentu, red) dan 19 BUMDes bersama yang terbentuk berdasarkan hasil kerjasama dua atau lebih desa yang berdekatan dalam satu kecamatan, seperti dikutip Antara. (knk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NUSA TENGGARA TIMUR

Benny Tak Penuhi Panggilan Panwaslu TTS

Published

on

Calon Wakil Gubernur Petahana Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny Litelnoni. (kanan)

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Calon Wakil Gubernur Petahana Nusa Tenggara Timur (NTT) Benny Litelnoni tak penuhi panggilan pengawas Pemilu (Panwas) Timor Tengah Selatan (TTS) terkait kasus terbakarnya kendaraan dinasnya saat mengelar kampanye di kabupaten itu.

“Kami sudah kirim surat panggilan pada Jumat pekan lalu, untuk diperiksa pada Sabtunya tetapi beliau tak hadir,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Penangganan Pelanggaran Panwaslu TTS Demetris Az Pitay saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (7/4/2018).

Demetriz mengatakan, walaupun Benny tak Penuhi panggilan Panwaslu TTS namun Benny mengutus tim suksesnya untuk memenuhi panggilan tersebut.

Ketidakhadiran Benny tersebut lanjut Demetris dikarenakan Benny sedang dalam masa kampanye dan sudah terjadwal sehingga tak bisa penuhi panggilan tersebut.

“Kami tidak akan lakukan pemanggilan lagi, karena hasil keputusannya akan dihasilkan pada sore nanti. Kasih kami kesempatan lagi nanti baru kami sampaikan,” ujarnya.

Terkait kasus tersebut pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan dan hasil sementara menunjukkan bahwa kendaraan tersebut adalah kendaraan dinas milih Benny Litelnoni namun sudah ada plat hitamnya dan STNKnya juga sudah menujukkan bahwa kendaraan tersebut sudah dilaporkan ke Satlantas Polda.

Panwas setempat lanjut Demetriz bersama polisi dan kejaksaan juga masih membahas pelanggaran kampanye berupa pemakaian mobil dinas oleh Benny Litelnoni, calon wakil gubernur NTT 2018.

Nantinya bukti-bukti pelanggaran administrasi itu akan disatukan dengan unsur pidana tersebut. Sementara itu terkait kendaraan itu sudah diputihkan atau belum Demetriz enggan untuk memberikan jawaban.

“Apakah sudah diputihkan atau belum saya belum bisa sampaikan lebih jauh. Nanti akan kami sampaikan lagi,” tambahnya.

Sebelumnya mobil dinas DH 5 yang dipakai Benny Litelnoni dan diganti platnya menjadi plat hitam dengan nomor polisi DH 1980 BL tersebut hangus terbakar pada Rabu (11/4/2018) siang di Kampung Peutleu, Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Timor Tengah Selatat saat dalam perjalanan untuk kampanye politik.

Dalam kejadian tersebut Benny beserta rombongan berhasil lolos sebelum mobil tersebut terbakar hangus.Budi Suyanto, seperti dikutip Antara. (kkh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

Sekda Sikka Terbukti Terlibat Politik Praktis

Published

on

Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa (kiri) dan Koordinator Divisi pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna (kanan).

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Valens Tupen terbukti terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Serentak 2018 di daerah itu.

“Pengawas pemilu sudah meminta keterangan dan ada bukti-bukti cukup kuat tentang keterlibatan Sekda Sikka, sehingga kami sudah merekomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk diambil tindakan,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada wartawan di Kupang, Senin (16/4/2018).

Dia mengemukakan hal itu, terkait dugaan keterlibatan Sekda Sikka dalam mendukung pasangan calon tertentu, dan sanksi yang akan diberikan kepada yang bersangkutan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT menilai Sekda Kabupaten Sikka di Pulau Flores mendukung salah satu pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sikka yang akan bertarung dalam ajang Pilkada serentak pada 27 Juni 2018, karena terlibat dalam aksi foto bareng dengan calon Bupati Sikka Anshar Rera sambil menunjukkan jari sebagai lambang dari simbol pasangan tersebut.

Selain Sekda Sikka, dua ASN di lingkungan Setda Kabupaten Sikka juga dilaporkan ke Komisi Aparatus Sipil Negara (ASN).

Kedua ASN itu adalah Direktris BLUD RSUD dr TC.Hillers Maumere, Clara Francis, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan gedung RSUD Maumere, Yohanes Laba.

Dugaan keterlibatan tiga ASN ini berdasarkan temuan (foto) dari Humas dan Protokol Setda Sikka di media sosial dan dipublikasikan ke media daring.

Dari foto yang beredar, calon bupati-wabup foto bareng dengan tiga ASN ini sambil menunjuk tiga jari, simbol nomor urut pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera-Rafael Raga.

“Bawaslu sudah kirim laporan ke Komisi ASN. Nanti Komisi ASN yang menilai dan merekomendasikan, apakah ada pelanggaran atau tidak dan sanksi yang akan dikenakan kepada ASN bersangkutan,” ucapnya.

Soal sanksi, kata dia, semuanya tergantung pada hasil rekomendasi Komisi ASN kepada Bupati Sikka.

Dia menambahkan, tugas yang melekat pada pengawas pemilu adalah menjaga netralitas ASN yang memang ditugaskan oleh negara sebagai abdi masyarakat.

“Tugas melekat kami menjaga netralitas ASN. Kami hanya melihat apakah dugaan pelanggaran ASN masuk UU Nomor 10 tahun 2016. Seandaianya tidak ada, maka UU lain yang lebih kompeten yakni UU ASN,” tuturnya, menjelaskan, seperti dikutip Antara. (ben)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

Indonesia – Australia dan Timor Leste Bahas Kerjasama Pariwisata di Labuan Bajo

Published

on

Wisata Labuan Bajo.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Tiga negara yakni Indonesia, Australia dan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) menggelar pertemuan membahas kerja sama dalam bidang peningkatan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat yang berlangsung mulai hari ini 11-13 April 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu saat dihubungi dari Kupang, Rabu (11/4/2018) mengatakan pertemuan tersebut lanjutan yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2012 lalu berkaitan dengan segitiga pertumbuhan ekonomi.

“Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya kerja sama peningkatan di bidang pariwisata,” katanya.

Ia mengatakan pertemuan tersebut tentu saja akan memberikan dampak akan peningkatan kunjungan wisatawan di Labuan Bajo.

Apalagi saat ini lanjut Marius pangsa pasar terkait kunjungan wisatawan dari Australia sudah terbilang cukup banyak.

“Saat ini secara tidak langsung konektivitas wisatawan Australia ke NTT sudah berjalan dengan baik pascapembukaan rute penerbangan baru Kupang-Dili atau sebaliknya,” tambahnya.

Di samping membahas soal masalah pariwisata antar ketiga negara, pertemuan yang akan berlangsung selama tiga hari itu juga akan membahas soal dalam bidang ekonomi, investasi, bisnis, konektivitas darat, laut dan udara, kerja sama dalam bidang komunitas budaya, peternakan, pertanian, pendidikan dan kesehatan serta yang lainnya.

Ia mengatakan, NTT sendiri akan terus mendorong agar dalam pertemuan itu ada pembukaan konektivitas udara, yakni penerbangan dari Darwin (Australia) ke Kupang dan Labuan Bajo.

Sebab menurutnya jika terwujud, hal itu juga akan langsung mendongkrak kunjungan wisatawan asal Australia ke NTT.

NTT sendiri saat ini terus berbenah soal pariwisatanya. Hal ini terbukti dengan berbagai macam promosi dan iklan yang dilakukan dinas pariwisata baik melalui media sosial dan media elektronik dengan tujuan agar pariwisata NTT terus dikenal dunia. (kai)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending