Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Lombok Barat Dukung Pasar Aman BBPOM

Published

on

Sekda Lombok Barat,H.Mohammad Taufik.

Indonesiaraya.co.id, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berkomitmen mendukung program Pasar Aman yang dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram dalam rangka melindungi masyarakat dari produk mengandung bahan berbahaya.

“Saya berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan rutin dilakukan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat H Mohammad Taufik, pada forum advokasi dan sosialisasi program Pasar Aman dari bahan berbahaya, di Gerung, ibu kota Kabupaten Lombok Barat, Kamis (15/3/2018).

Ia juga menginginkan agar dilakukan semacam kesepakatan terkait peran pemerintah daerah dan peran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram. Dengan demikian, seluruh pasar tradisional di Kabupaten Lombok Barat, diharapkan aman dari produk mengandung bahan berbahaya.

Taufiq juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat untuk menganggarkan kegiatan serupa.

Mantan Kepala Bappeda ini berharap dengan komitmen dan dukungan dari pemerintah mampu menciptakan pasar yang sehat, bersih dan aman dari bahan berbahaya sehingga menguntungkan penjual dan pembeli.

“Supaya pertemuan ini bermakna dan sebagai pembanding untuk belajar memilih mana makanan yang tidak mengandung bahan berbahaya dalam membeli makanan. Dan ini sangat penting untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Mataram Ni G A N Surningsih, mengatakan kegiatan advokasi dilakukan untuk menyukseskan pengawasan terhadap makanan menjelang hari raya lebaran.

Berdasarkan data yang diperoleh di Kabupaten Lombok Barat, ada 36 pasar fungsional yang di dalamnya terdapat 573 kios.

“Dari hasil pengawasan kami, bahwa di pasar-pasar itu masih ditemukan produk yang tidak memenuhi persyaratan, dari pengawasan itu terdapat 45 persen,” katanya.

Untuk itu, melalui program Pasar Aman diharapkan upaya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan berbagai jenis produk bisa lebih diperkuat, sehingga konsumen terlindungi dari barang mengandung bahan berbahaya.

Program Pasar Aman dari bahan berbahaya merupakan implementasi dari Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menyebutkan bahwa konsumen berhak atas terwujudnya pasar yang aman dari bahan-bahan berbahaya.

Pasar Aman sendiri merupakan pasar percontohan yang diintervensi oleh BPOM yang secara periodik dilakukan pengawasan terhadap pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Dan dalam periode pengawasan terakhir tidak ditemukan adanya penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan, seperti dikutip Antara. (wal)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

BI NTB Sosialisasikan Keaslian Rupiah kepada Tunanetra

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra di Sekolah Luar Biasa A YPTN Mataram.

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra di Sekolah Luar Biasa A YPTN Mataram, Selasa (17/7/2018).

“Sosialisasi tentang rupiah kepada siswa sekolah luar biasa tersebut merupakan rangkaian HUT ke-65 Bank Indonesia, dan HUT ke-73 Republik Indonesia,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran Kantor BI NTB Ocky Ganesia.

Sebanyak 30 orang penyandang tunanetra mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh dua orang kasir Kantor Perwakilan BI NTB, yaitu Alex Iskandar dan I Komang Aribowo.

Okcy mengatakan kegiatan edukasi terlaksana berkat dukungan dan kontribusi positif Generasi Baru Indonesia (GenBI), yang memfasilitasi mulai tahap perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan.

Anggota GenBI yang berasal dari mahasiswa Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dengan cekatan membimbing para siswa penyandang disabilitas mengenali uang rupiah.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa SLB A YPTN diberikan pengetahuan tentang keaslian uang rupiah yang dilengkapi dengan tanda-tanda yang diperuntukkan bagi tunanetra.

Khusus uang rupiah emisi tahun 2016 yang dikenal dengan uang NKRI telah mengalami penyempurnaan fitur kode tunanetra (blind code).

Menurut dia, hal itu sejalan dengan pengesahan konvensi mengenai hak penyandang disabilitas dan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas terhadap uang rupiah bagi penyandang tunanetra.

“Oleh karena itu, penyandang tunanetra dapat mengenali rupiah dengan cara sederhana dan tanpa alat bantu yang dikenal dengan istilah 3D, khususnya dengan cara meraba,” ujarnya Ocky.

Kegiatan edukasi yang dikemas secara sederhana, namun kental dengan suasana kekeluargaan tersebut membuat para peserta antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga berakhir.

Para penyandang tunanetra mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah peduli dan menaruh perhatian.

“Bank Indonesia tidak hanya sibuk mengurus tugas-tugas pokoknya saja, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap kegiatan edukasi dan sosial seperti kegiatan ini,” kata Ocky.

Edukasi tentang ciri-ciri keaslian rupiah kepada para penyandang disabilitas tersebut sejalan dengan tema HUT ke-65 Bank Indonesia, yaitu “Berprestasi dan berkontribusi melalui sinergi dengan landasan religi”.

Rangkaian kegiatan HUT ke-65, Bank Indonesia juga akan mengadakan pekan mengajar, baik di perguruan tinggi, sekolah maupun komunitas. Kegiatan lain yang dilakukan adalah peduli pendidikan dan peduli rumah ibadah, seperti dikutip Antara. (din)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI NTB Berikan Penghargaan Kepada Perbankan Berprestasi

Published

on

Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani.

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat memberikan penghargaan kepada perbankan berprestasi atau dinilai berteladanan dalam pelayanan perkasan, baik kepada masyarakat maupun setoran ke bank sentral.

“Kami mengucapkan rasa bangga kepada perbankan di NTB yang senantiasa solid dalam memberikan layanan sistem pembayaran dan pengedaran uang kepada masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani, di Mataram, Senin (9/7/2018).

Ia menyebutkan terdapat lima kategori pengolahan uang terbaik ditambah satu penghargaan yang diberikan oleh BI kepada bank yang terlibat pada kegiatan pelayanan kas keliling bersama selama bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

Kelima kategori tersebut adalah pengolahan uang terbaik diberikan kepada China Construction Bank Indonesia, pelayanan kegiatan setoran terbaik diberikan kepada Maybank Indonesia.

Selain itu, pelaksanaan penukaran uang teraktif diberikan kepada bank OCBC NISP, pelayanan penukaran uang teraktif diberikan kepada Bank Bukopin, dan proyeksi kebutuhan uang terbaik bulan ramadhan 2018 diberikan kepadan Bank Tabungan Negara (BTN) dengan deviasi dari proyeksi hanya 3 persen.

Achris menambahkan untuk penghargaan atas partisipasi pada kegiatan kas keliling bersama selama Ramadhan dalam memenuhi kebutuhan uang masyarakat terhadap kualitas yang baik, jumlah yang cukup, serta pecahan yang sesuai diberikan kepada 12 bank, yakni Bank NTB, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Mega, BTN, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah serta BRI Syariah.

“Penghargaan kepada seluruh perbankan tersebut kami berikan sebagai rangkaian halal bihalal Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB bersama pimpinan industri perbankan di NTB,” ujarnya.

Kantor Perwakilan BI NTB, mencatat jumlah uang yang keluar (cash outflow) dari loket mencapai Rp2,64 triliun selama Ramadhan 1439 Hijriah.

Uang yang keluar dari loket terdiri atas penarikan perbankan senilai Rp2,28 triliun atau mencapai 120 persen dari proyeksi sebesar Rp1,90 triliun.

Selain itu, dari layanan kas keliling senilai Rp27 miliar atau sebesar 96 persen dari proyeksi senilai Rp28 miliar, dan dari layanan kas titipan mencapai Rp334 miliar atau sebesar 68,02 persen dari proyeksi senilai Rp491 miliar.

“Total ‘outflow’ selama Ramadhan 2018 meningkat sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp2,03 triliun,” kata Deputi Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI NTB Ocky Ganesia, seperti dikutip Antara. (din)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Wagub NTB Akui Diperiksa KPK Hari Selasa

Published

on

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Muhammad Amin.

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin akan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa siang (3/7/2018).

“Iya, besok saya akan datang ke KPK,” kata Muhammad Amin sebelum berangkat ke Jakarta, Senin malam.

Ia menjelaskan pemeriksaan oleh lembaga anti rasuah itu dalam rangka klarifikasi terkait penjualan saham eks PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) kini PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

“Hanya untuk klarifikasi saja, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum,” ujarnya.

Dikatakan Amin, sepanjang pengetahuannya persoalan divestasi saham wajib dilakukan karena bagian dari kontrak karya (KK) yang ditandatangani oleh Presiden dengan PT Newmont Nusa Tenggara pada tahun 1986. Di mana sebagian sahamnya harus dimiliki nasional.

“Ini kan harus dikuasai secara nasional sebanyak 51 persen dan dibenarkan oleh UU. Itulah sebabnya terjadi penjualan saham ke nasional,” jelasnya.

Meski begitu, kalaupun ditanya lebih jauh soal divestasi saham tersebut, Amin tidak begitu memahami karena prosesnya sudah terlalu pada tahun 2009.

Dia berharap persoalan ini tidak menjadi kasus sebab divestasi atau penjualan saham tergantung pemegang saham.

“Ya kalau diminta saya akan jelaskan apa adanya,” katanya, seperti dikutip Antara. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending