Connect with us

NASIONAL

Pidato Prabowo Bikin Heboh, Padahal Isinya Warning untuk Diantisipasi

Published

on

Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pidato Prabowo Subianto bikin heboh, soalnya warning Ketua Umum Partai Gerindra itu banyak dibikin misleading oleh kalangan musuh politiknya.

Padahal, pidato itu hanyalah warning Prabowo untuk bangsa atas kajian bangsa lain, dalam bentuk buku drama novel. Warningnya adalah, agar negara ini dikelola dengan baik, direalisasikan janji-janji kampanye yang baik bagi rakyatnya, dan dihindari kebohongan-kebohongan para pemimpinnya, sehingga negara dan bangsa ini bisa menjadi langgeng lestari.

BACA JUGA : Politisi Sepakat dengan Isi Pidato Prabowo, Begini Penafsiran Mereka

Selain video pidato, dalam akun resmi facebook Partai Gerindra itu, sebenarnya diposting bersamaan dengan status kata-kata Prabowo Subianto. Disampaikan dalam acara resmi Partai Gerindra dan bertujuan untuk menyemangati kader-kadernya.

Negara lain sudah bikin analisa dan proyeksi, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Mereka ramalkan kita ini bubar.

Berikut ini adalah kata-kata Prabowo Subianto yang ditulis dalam status di akun resmi Partai Gerindra tersebut, demikian :


BERITA LAINNYA : Artikel Soal Buku “Ghost Fleet” yang Memprediksi Indonesia akan Musnah di Tahun 2030

Sudah berkali-kali Prabowo Subianto mengingatkan, bahwa negara ini kaya namun miskin karena para elit kita membiarkan para komprador menguasai sumber daya alam Indonesia.

Bahwa mereka, para elit, seakan menutup mata dan telinganya ketika banyak rakyat Indonesia berteriak kelaparan, para ibu berteriak susahnya akses kesehatan yang layak, mahalnya pendidikan yang bermutu.

Pantaskah mereka dipilih kembali? Pantaskah mereka kita biarkan terus menjarah hasil bumi nusantara?

“Mari kita pertahankan momentum peperangan melawan koruptor dan komprador. Koruptor adalah mereka yang mengambil apa yang sudah menjadi uang rakyat untuk perut sendiri. Komprador adalah mereka yang membantu menjarah, atau membiarkan penjarahan serta pengiriman kekayaan alam nusantara ke luar negeri” – Prabowo Subianto

Kata-kata Prabowo dalam status tersebut di atas tidak banyak dibahas dan dipersoalkan. Justeru, yang menjadi perbincangan publik secara viral adalah video pidato Prabowo yang dilampirkan sebagai attachment dalam status tersebut.

Sayangnya, pidato Prabowo itu diplesetkan dan digoreng habis, menjadi seolah-olah Prabowo Subianto memprediksi Indonesia pada tahun 2030 akan bubar.

Namun namanya juga politik. Musuh-musuh politik Prabowo, pihak istana, bahkan Presiden Jokowi pun berkomentar atas dasar sumber informasi yang sengaja (atau pura-pura) “salah”, seolah-olah Prabowo mengatakan begitu.

Karena berangkatnya dari negative thinking, dan pemahaman politik yang keliru, otomatis berita komentar yang diproduksi juga menjadi salah besar.

Kalau sudah begini, yang menjadi korban adalah rakyat. Mereka mendapatkan informasi resmi yang misleading, salah besar, dan tidak benar.

Pada akhirnya, rakyat mengkonsumsi berita yang salah, yang berasal dari skenario politik dan agenda setting jahat yang memang bertujuan untuk menyesatkan informasi publik.

Padahal fakta dan realitasnya dalam pidato Prabowo tidaklah demikian, karena Prabowo mengutip dari referensi buku asing berjudul “Ghost Fleet”.

Poin penting yang ditekankan Prabowo terkait tahun 2030 itu, sebenarnya begini : “Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Mereka ramalkan kita ini bubar.”

Di dalam pidato Prabowo tersebut sebenarnya terkandung pesan dan semangat agar kita waspada, jangan sampai Indonesia seperti yang diramalkan oleh kajian bangsa asing itu.

Itu warning Prabowo Subianto untuk bangsa. Jika kita diam saja dan berpangku tangan, serta tidak peduli dengan ibu pertiwi yang sedang bersusah hati, maka hal yang diprediksikan oleh bangsa asing itu, bisa terjadi.

Siapa sih yang menyangka negara adidaya Uni Sovyet – yang menjadi saingan terbesar negara Amerika Serikat – bisa bubar, seperti yang terjadi saat ini?

Sungguh aneh dan tidak logis, jika Prabowo Subianto ingin negara ini bubar. Leluhurnya banyak juga kok yang menjadi pahlawan. Leluhurnya gugur, karena mempertahankan negara ini. Sudah pasti, Prabowo tidak ingin perjuangan leluhurnya itu sia-sia.

Kader Partai Gerindra dan para pendukung Prabowo Subianto, serta bangsa ini juga tidak ingin negara ini bubar. Kira-kira, seperti itulah kita memahami pesan dan semangat dalam pidato Prabowo yang menjadi viral itu.

Karena itu, agar publik dapat mengetahui secara jernih semangat pidato Prabowo Subianto, silahkan baca isinya berulang-ulang.

Berikut ini adalah transkrip pidato Prabowo, sebagai warning sekaligus bahan renungan bagi bangsa ini, sebagai berikut :

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini.

Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Mereka ramalkan kita ini bubar.

Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa. Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi. 

Ini negara demokrasi bung, jika ada yang tidak sesuai dengan pola pikir dan pendapat Anda, silahkan berdebat. Tetapi janganlah memelesetkan sumber informasi yang benar menjadi tidak benar, karena hasilnya pasti menjadi misleading dan salah.

Kini, rakyat Indonesia sudah tidak bisa dibohongi lagi, mereka sudah pintar-pintar. Biarlah mereka menerima informasi yang benar, berita yang apa adanya, tanpa ditambah atau dikurangi. (Budi Purnomo Karjodihardjo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

KATA PRABOWO

Prabowo Serukan untuk Memilih Pemimpin yang Berjuang untuk Kepentingan Rakyat

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di tengah-tengah rakyat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pesan dan ucapan Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2018, melalui akun medsos facebook, pada Minggu (20/5/2018).

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan rakyat Indonesia bahwa di era demokrasi saat ini kita memiliki kesempatan untuk menghadirkan 171 pemimpin-pemimpin daerah yang mengabdi kepada rakyatnya, pemimpin yang jujur, pemimpin yang mampu menjaga kepentingan rakyat, mampu menjaga kepentingan bangsa.


“Sampaikan kepada sahabat dan keluarga untuk memilih pemimpin yang memperjuangkan kepentingan rakyat bukan karena paket sembako,” kata Prabowo.

Kita bukan untuk menjadi kacung bangsa lain. Tidak juga menindas bangsa lain. Tetapi sederajat dengan bangsa lain

Prabowo menngingatkan kembali, tahun 1908 berdiri organisasi Budi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo bertujuan untuk memperjuangkan nasib rakyat dan menjadi bangsa yang terhormat serta merdeka.

“Jangan kita melupakan sejarah. Jangan kita melupakan tujuan pengorbanan jiwa raga para pendahulu bangsa kita agar kita sebagai bangsa tidak hidup miskin, dapat hidup merdeka dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain,” kata Ptabowo.

Dia menambahkan, kita bukan untuk menjadi kacung bangsa lain. Tidak juga menindas bangsa lain. Tetapi sederajat dengan bangsa lain untuk menciptakan kehidupan yang aman dan damai,” kata Prabowo. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Fadli Zon Buka Pameran Keris Nusantara

Published

on

Ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon (tengah) saat membuka acara pameran Keris Nusantara ‘The Spirit of Keris Nusantara’ di Resto Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon membuka acara pameran Keris Nusantara ‘The Spirit of Keris Nusantara’ di Resto Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/218) yang akan berlangsung hingga 21 Maret 2018.

Puluhan Keris Nusantara yang dipamerkan diantaranya Keris Jawa, Keris Bali, Keris Sumbawa, dan Keris Lombok.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa pameran ini adalah bagian dari upaya SNKI untuk menarik perhatian publik kepada pelestarian keris dan senjata-senjata tradisional lainnya. SNKI terus berkomitmen untuk mengenalkan, melestarikan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkerisan di Indonesia.

“Sebagai karya budaya yang telah hadir dan berkembang dalam kehidupan bangsa kita selama hampir 10 abad, keris memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam proses pembentukan jati diri bangsa. Keris sarat dengan simbol-simbol yang menggambarkan falsafah serta nilai – nilai luhur yang di ajarkan oleh para leluhur kita,” kata Fadli dalam keterangan tertulisnya.

Fadli mengatakan, meskipun sudah berjalan 13 tahun sejak keris mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai A Masterpice of The Oral and Intengible Heritage of Humanity, keris masih belum begitu populer di masyarakat seperti warisan budaya Batik atau Wayang.

Kecenderungan masyarakat dalam melihat dan menilai sebuah keris hanya dari sisi mistik atau gaibnya saja, katanya.

“Hal ini yang menjadikan keris lebih dianggap sebagai benda keramat dan menakutkan. Pemahaman salah kaprah inilah yang akhirnya menghilangkan nilai artistik, estetik dan etik sebuah karya cipta budaya warisan para leluhur bangsa”

Pada kesempatan inilah, SNKI hadir untuk terus memberikan pemahaman dan pengertian agar dapat mengubah cara pandang masyarakat dalam menilai sebuah keris.

Tantangan ke depan adalah selain menggelar pameran-pameran, SNKI perlu meningkatkan penelitian keris secara ilmiah.

Pasalnya, selama ini buku yang membahas mengenai keris masih sangat terbatas atau bahkan bisa dikatakan langka. Penelitian dan peneribitan buku-buku perkerisan menjadi sarana efektif dalam memberikan edukasi dan apresiasi terhadap keris.

Fadli Zon juga menyampaikan Pameran SNKI pekan ini difokuskan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

“Dari pameran kali ini, tujuan SNKI adalah menyebarluaskan budaya perkerisan yang lebih pada persoalan esensialnya, yaitu koridor makna nilai. Nilai tentang simbol, teknologi, sejarah, dan lain sebagainya yang sangat luas. Oleh karena itu di pameran kali ini, setiap keris kita lampirkan deskripsi yang menjelaskan dari berbagai esensi tersebut. Sehingga keris dapat dijadikan sebagai indentitas pemersatu bangsa yang berbudaya tinggi dan lekat dengan masyarakat kita” ungkap Fadli Zon, seperti dikutip Antara. (ung)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo Dukung Percepatan Pengesahan RUU Terorisme, Ini Alasannya

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mendukung percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi UU, sehingga pihaknya menunggu langkah pemerintah selanjutnya.

“Saya sudah cek, kami sudah sepakat dan tidak ada masalah. Kami dukung RUU Terorisme, tinggal sikap pemerintah bagaimana,” kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Prabowo : Seharusnya TNI Dilibatkan dalam Pemberantasan Terorisme

Dia mengatakan Gerindra mendukung penuh poin-poin revisi UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme karena semua poin yang diinginkan partainga sudah ditampung dalam penjelasannya.

BACA JUGA : Ada Apa Prabowo ke DPR? Ternyata Sikapi Masalah Ini

Prabowo mengakui memang masih ada poin terkait definisi terorisme yang harus diselesaikan khususnya menunggu sikap pemerintah sehingga target pengesahannya tergantung pemerintah.

“Target pengesahannya tergantung pemerintah. Kemarin itu masih ada soal definisi, itu sedang dibahas di pemerintah,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani bahwa partainya mendukung pembahasan revisi UU Terorisme segera diselesaikan.

Dia mengaku telah mendapatkan informasi bahwa pembahasan RUU Tindak Pidana Terorisme sudah mencapai tahap akhir.

Muzani meyakini pembahasan RUU tersebut akan segera rampung di masa sidang mendatang karena beberapa pasal-pasal krusial telah disepakati pemerintah bersama DPR.

“Tidak ada problem substansial lagi karena seluruh pasal-pasal sudah disetujui tinggal definisi terorisme saja,” kata Muzani.

Dia mengatakan definisi terorisme pun sudah mengerucut apakah satu frasa masuk dalam definisi utuh ataukah satu frasa masuk dalam penjelasan. (mam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending