Connect with us

ACEH

Ratusan Rumah di Aceh Selatan Terendam Banjir

Published

on

Banjir merendam rumah warga di kecamatan Blang Mangat, Provinsi Aceh.

Indonesiaraya.co.id, Aceh – Sedikitnya 58 desa di sepuluh kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan dikepung banjir, sehingga mengakibatkan ratusan rumah terendam, menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Selasa (20/3/2018) pagi hingga malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu menyatakan, akibat banjir mengakibatkan sejumlah jembatan penghubung antar desa ambruk termasuk beberapa ruas jalan tertimbun tanah longsor sehingga melumpuhkan transportasi masyarakat setempat.

Namun, dalam musibah banjir tersebut tidak ada korban jiwa.

“Selain merendam ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya, bencana banjir dan tanah longsor tersebut juga mengakibatkan rusaknya sejumlah sarana dan prasarana milik pemerintah dengan kategori rusak ringan dan berat. Berdasarkan perhitungan sementara kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah,” katanya.

Di Kecamatan Samadua, sedikitnya 14 desa diterjang banjir, Kecamatan Kluet Timur satu unit jembatan yang menghubungkan antar desa putus, Kecamatan Tapaktuan sedikitnya tujuh desa terendam, Kecamatan Sawang tujuh desa terendam,

Di Kecamatan Meukek dua desa terendam, Kecamatan Kluet Tengah sembilan desa juga terendam, Kecamatan Kota Bahagia banjir merendam 11 desa, Kecamatan Trumon Tengah dua desa, Kecamatan Kluet Utara, Kecamatan Kluet Selatan, Kecamatan Pasie Raja 16 desa.

Untuk langkah penanggulangan secara darurat, kata Cut Syazalisma, pihaknya langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Satgas SAR, RAPI, anggota Kodim 0107, Polres, Brimob Kompi C Trumon untuk melakukan pembersihan lumpur di rumah ibadah, fasilitas umum lainnya, rumah-rumah masyarakat dan jalan desa. Termasuk memindahkan batang kayu yang tumbang melintangi badan jalan desa.

Selain itu, pihaknya juga menurunkan beberapa alat berat (beko) melakukan pengerukan muara sungai di Gampong Air Pinang dan Gampong Panjupian.

Selain itu juga telah melakukan pembersihan badan jalan di Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan dengan melibatkan masyarakat dan petugas terkait lainnya.

Pengerukan muara sungai juga telah dilakukan di Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, sedangkan di Gampong Lawe Sawah, Kecamatan Kluet Timur telah dibangun satu unit jembatan darurat dengan melibatkan masyarakat dan Muspika setempat.

“Untuk mempercepat proses pembersihan lumpur di rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya, juga diterjunkan beberapa unit armada mobil pemadam kebakaran. Untuk mobil dapur umum, hanya dikerahkan ke lokasi titik pengungsian di Kecamatan Kota Bahagia. Sedangkan dilokasi lainnya tidak diturunkan karena warga korban banjir telah mulai kembali ke rumahnya masing-masing menyusul telah surutnya banjir,” katanya, seperti dikutip Antara. (war)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

ACEH

PKS Ajak Masyarakat Lestarikan Kuliner Aceh

Published

on

Lomba bakar serabi di Banda Aceh.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak masyarakat melestarikan kuliner atau masakan tradisional Aceh agar tidak hilang tergerus kemajuan zaman.

“Kami mengajak masyarakat Aceh melestarikan kuliner Aceh. Jika tidak, maka secara perlahan kuliner tersebut akan hilang dengan sendirinya,” ajak politisi PKS Zulfikar Abdullah di Banda Aceh, Minggu (15/4/2018).

Ajakan tersebut disampaikan Zulfikar Abdullah pada lomba “Teut Apam” (bakar kue apam) yang dipusatkan di Pasar Pagi Peuniti, Banda Aceh. Lomba bakar serabi tersebut diikuti belasan kelompok ibu rumah tangga.

Lomba Teut Apam tersebut merupakan program kunjungan daerah pemilihan Anggota DPR RI HM Nasir Djamil. Namun di lomba tersebut, anggota DPR asal Aceh itu tidak bisa datang.

Zulfikar Abdullah mengatakan, lomba bakar serabi tersebut merupakan upaya PKS ikut turut serta melestarikan kuliner Aceh di tengah maraknya kuliner modern yang kini berkembang pesat.

“Lomba bakar apam kini merupakan upaya melestarikan tradisi kuliner Aceh. Kegiatan ini juga rangkaian Milad PKS ke 20 Tahun,” kata Zulfikar yang juga Anggota DPRK Banda Aceh.

Sementara itu, Ketua PKS Kota Banda Aceh Iwan Sulaiman memberikan apresiasi masyarakat yang begitu antusias mengikuti lomba kuliner Aceh. Hal ini bisa dilihat banyaknya kelompok masyarakat mengikuti lomba tersebut.

“Tidak hanya apam atau serambi yang akan dilombakan, ke depan, kami juga akan menggelar lomba kuliner lainnya sebagai upaya melestarikan masakan khas Aceh,” kata Iwan Sulaiman, seperti dikutip Antara. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Tiga Remaja Tewas Tenggelam di Langsa

Published

on

Tiga orang remaja tewas akibat tenggelam ketika mencari ikan di Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, Minggu (15/4/2018).

Indonesiaraya.co.id, Langsa, Aceh – Tiga orang remaja tewas akibat tenggelam setelah sampan yang dinaikinya terbalik ketika mencari ikan di Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, Minggu (15/4/2018)

Ketua Satgas SAR Kota Langsa, Heru Iskandar mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa terjadi musibah karam dua sampan yang digunakan enam remaja saat memancing di seputaran alur Kuala Langsa sekira pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya, tim gabungan terdiri dari Satgas SAR Langsa, Basarnas, PolAirud Polres Langsa, Polsek Langsa Barat dan sejumlah warga melakukan pencairan terhadap korban tenggelam.

“Ada enam remaja memancing dengan sampan, kemudian kedua sampan tersebut terbalik dalam posisi terikat keduanya, tiga orang dinyatakan tenggelam dan tiga lainnya selamat,” ujar Heru.

Ketiga korban meninggal diduga karena tidak bisa berenang diantaranya Mahfud (18) pelajar kelas 2 SMA, Amar (13) pelajar kelas 3 SMPN 12, dan Popon (17) pelajar kelas 1 STM Negeri Langsa.

Sedang korban selamat yakni, Fonna Abu Jabar, Naldi dan Fakhrizal yang kesemuanya merupakan pelajar sekolah menengah atas di Kota Langsa.

Heru Iskandar menuturkan, pencarian korban menyisir seputaran alur KM 5 Kuala Langsa dan awalnya menemukan dua korban yang telah meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pencarian, dua korban atas nama Mahfud dan Muhammad Amar telah berhasil ditemukan,” terangnya.

Kemudian tim penyelamat terus mencari satu korban lainnya atas nama Popon yang masih belum ditemukan. Akhirnya, tim menemukan korban ketiga sekira pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah atas kerja keras semua pihak ketiga korban tenggelam telah ditemukan dan jenazah sudah diserahkan pada pihak keluarga masing-masing,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologis kejadian bermula ketika keenam remaja tersebut berangkat memancing ikan di alur, menggunakan dua unit sampan berukuran 5 meter milik Budi (36), nelayan Kuala Langsa.

Kedua sampan tersebut terikat satu dan lainnya. Kemudian, korban Mahfud bercengkrama dengan sesama temannya di atas sampan hingga terbalik dan keenamnya terjebur ke alur.

Beruntung, tiga korban berhasil menyelamatkan diri. Namun malang, tiga lainnya tenggelam hingga merengang nyawa, seperti dikutip Antara. (mks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Waduh… Harga Alpukat Naik 100 Persen di Aceh Besar

Published

on

Harga buat alpukat disejumlah pasar di provinsi paling ujung barat Sumatera naik drastis.

Indonesiaraya.co.id, Aceh – Harga buat alpukat disejumlah pasar di provinsi paling ujung barat Sumatera naik drastis dari Rp15.000/ Kg hingga Rp30.000/ Kg.

Sejumlah pedagang di Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa mengakui, sudah hampir sebulan lebih harga alpukat naik karena pasokannya menurun.

“Jika pasokan normal harga alpukat Rp15.000/ Kg, sekarang mulai langka makanya harga alpukat naik menjadi Rp 30.000/Kg,” kata salah seorang pedagang buah enceran Razali di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Selasa (10/4/2018).

Lebih lanjut kata pedagang tadi, sebelumnya buah alpukat yang diperdagangkan di Pasar Lambaro, Aceh Besar merupakan hasil produksi petani dataran tingi Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tengah.

“Dulu buah alpukat didatangkan dari Gayo Lues, sekarang hasil panen petani atau pengumpul dari Gayo Lues tidak dikirim lagi ke Banda Aceh dan informasi yang kami terima dikirim ke Medan, dan bahkan sampai ke Jakarta untuk kebutuhan komestik,” akuinya.

Pedagang buah lainnya di Pasar Keutapang, Aceh Besar Heri menyatakan, belakangan ini pasokan buah alpukat dari Gayo Lues menurun drastis dan untuk memenuhi permintaan pasar didatangkan dari Kabupaten Bener Meriah dan Sumatera Uatara (Sumut)

“Buah alpukat ini dari Bener Meriah harganya Rp30.000/ Kg dan ini dari Medan (Sumut) harganya Rp28.000/ Kg,” sebut pedagang enceran itu sembari menunjukkan ke jenis barang dagangannya.

Kemudian, sejumlah petani di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, mulai melirik pengembangan tanaman buah alpukat unggul sebagai pengganti kopi, karena selain potensinya mendukung juga pemasarannya semakin baik.

Camat Atu Lintang Erwin Pratama, sebelumnya kepada wartawan mengatakan, pihaknya mulai menggalakkan dan sedang mengembangkan program pengembangan tanaman buah alpukat di atas lahan adat seluas 12 hektare guna dijadikan sebagai kebun percontohan.

Di beberapa titik wilayah kecamatan ini kopi dinilai sudah tidak cocok ditanam akibat dampak dari perubahan iklim dan perubahan kultur tanah yang ikut dipengaruhi oleh dampak penggunaan pupuk kimia yang selama ini digunakan petani setempat dalam budidaya tanaman kopi.

“Kita lihat sekarang kopi di sebagian wilayah ini sudah mulai tidak sehat, daunnya pun sudah tidak segar lagi, mulai kriting. Memang tidak semuanya, hanya di beberapa titik wilayah saja. Jadi kita bersama penyuluh pertanian di sini mulai mencoba mengubah apa yang sekarang lebih cocok untuk ditanam oleh petani,” tutur Erwin.

“Jadi kita coba lirik potensi lain seperti salah satunya adalah alpukat dan kita sarankan kepada petani di sini agar tidak hanya terpaku pada tanaman kopi saja,” tambah Camat Atu Lintang Erwin Pratama. (iys)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending