Connect with us

DESTINASI

Pulau Dodola Jadi Objek Wisata Bertaraf Internasional

Published

on

Pulau Dodola sebagai salah satu destinasi wisata bertaraf internasional di Maluku utara.

Indonesiaraya.co.id, Ternate – Pemkab Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) akan membangun berbagai sarana infrastruktur wisata, menyusul adanya rencana menjadikan Pulau Dodola sebagai salah satu destinasi wisata bertaraf internasional.

“Walaupun program Wonderfull Morotai itu telah dicanangkan oleh kementerian Parawisata yang harus dilakukan setiap tahunnya, tetapi pemkab masih fokus terhadap pembangunan infrastruktur Parawisata yang akan dibangun di Kabupaten Morotai,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Nona Duwila dihubungi dari Ternate, Kamis (22/3/2018).

Menurut dia, hal ini dapat terlihat di sejumlah lokasi wisata yang sudah mulai dibangun misalnya di Pulau Dodola, sebab, pulau tersebut menjadi ikon Parawisata Morotai yang selalu ditampilkan dimana mana termasuk pada iven nasional.

Dia mengatakan, Pulau Dodola rencananya akan disulap menjadi objek wisata bertaraf internasional, bahkan, anggaran pembangunannya itu mencapai miliaran rupiah.

Hal ini dapat terlihat dari anggaran yang diberikan oleh pemerintah baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

“Untuk Pulau Dodola sendiri anggaran yang disediakan mencapai Rp4 miliar DAK dan wisata lainnya Rp4 miliar untuk DAU, sehingga telah disiapkan dokumennya untuk persiapan pembangunan.

Ia mengakui, program Pemkab Morotai yang paling utama adalah Pulau Dodola akan diperbaiki dengan membangun sejumlah fasilitas misalnya cottage, serta sarana permainan lainnya.

“Kita bangun kios, di Morotai belum ada tempat kuliner makanya kita bangun kuliner, sovenir, cottage, casebo sarana permainan,” katanya.

Dia menambahkan, Pemda Morotai juga bakal membangun menara pemantau yang berikan dititik berat di Pulau Dodola dan hal ini dilakukan untuk memantau situasi Pulau Dodola baik didarat maupun di laut.

“Selain di Dodola, juga harus dibangun rumah makan, restoran yang layak termasuk hotel sehingga wisatawan nusantara maupun internasional bisa mudah dan betah singga di Morotai,” katanya.

Ia menambahkan, jika anggaran itu sudah direalisasi maka langsung dibangun fasilitas parawisata sehingga bisa dipastikan di tahun 2019, karena pariwisata sudah mulai aktif kembali, seperti dikutip Antara. (aft)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Pembangkit Jawa-Bali Kembangkan Ekowisata Mangrove Muara Gembong

Published

on

Salah satu destinasi ekowisata mangrove di Muara Gembong.

Indonesiaraya.coid, Jakarta – PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar mengembangkan kelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Pada 2018, kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi dan ekowisata mangrove terpadu,” kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Jakarta Minggu (15/4/2018).

Defy mengatakan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar mendukung pencapaian “Sustainable Development Goals” (SDGs) dengan sasaran pengembangan di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Defy menyatakan sasaran SDGs menitikberatkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko menuturkan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar memiliki CSR unggulan meliputi program pengembangan usaha batik betawi, ekowisata mangrove dan pengelolaan sampah terpadu yang telah dirintis sejak 2014.

Lavi menjelaskan program Kampung Batik Betawi akan dijadikan sebagai kampung wisata edukasi batik terdiri atas mural batik dan sentra kerajinan batik warga sehingga masyarakat dapat belajar membatik yang dipusatkan di Desa Segara Jaya Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, program ekowisata mangrove terpadu mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi di kawasan pesisir utara Bekasi yakni Muara Tawar dan Muara Gembong.

Lavi mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembibitan dan penanaman pohon mangrove sebanyak 70.000 pohon sejak 2014.

Pada 2018, PT PJB UP Muara Tawar akan menata Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Segara Jaya sebagai pintu gerbang wisata dengan pengembangan kuliner apung, konservasi dan wisata pendidikan.

Diungkapkan Lavi, PT PJB UP Muara Tawar juga akan membangun Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah Terpadu Segara Jaya dengan kegiatan pengelolaan limbah menjadi kerajinan, seperti dikutip Antara. (trd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Gua Rancang Kencana Dikembangkan Jadi Objek Wisata Sejarah

Published

on

Gua Rancang Kencana adalah salah satu wisata yang berada di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Indonesiaraya.co.id, Gunung Kidul – Pengelola Desa Wisata Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Gua Rancang Kencana sebagai salah satu objek wisata sejarah karena menurut penelitian sudah pernah dihuni manusia sejak 3000 tahun lalu.

Ketua BUMDEs Desa Bleberan Tri Harjono di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan Gua Rancang Kencono terbagi dalam tiga ruangan utama, yakni mulut gua, ruang kedua berluas sedang, dan ruang ketiga yang lebih sempit.

“Di mulut gua yang terdapat banyak stalaktit dan stalakmit, diduga menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama,” katanya.

Selanjutnya, kata Tri Harjono, ruangan kedua merupakan ruangan berukuran sedang sekitar 3 x 3 meter. Di tempat ini konon pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi oleh prajurit Kerajaan Mataram Islam dari kejaran Belanda. Selain itu terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tempat bersemedi.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding goa bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulisan berwarna putih dan simbol merah putih di bagian tengah.

“Penamaan Gua Rancang Kencana ini menurut legenda yang dipercaya kami, berarti rancang artinya perencanaan, kencana berarti emas. Dulu menurut cerita turun temurun dulu gua rancang digunakan kyai Putut Linggabawa, Kyai Sorengpati dan Kyai Kromowongso dari mataram untuk mengatur serangan ke Belanda,” katanya.

Ia mengatakan untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp15.000, sudah bebas parkir dan toilet.

“Sebagian hasil retribusi digunakan untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk. Ke depan, kami berharap pengunjung bisa belajar sejarah di Gua Rancang Kencana,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Gunung Kidul Winarsih mengatakan gua ini telah digunakan oleh manusia dari tiga zaman yang berbeda mulai zaman pra sejarah hingga manusia modern.

“Gua ini sudah dihuni sejak 3000 tahun yang lalu dengan temuan bukti tulang manusia oleh Arkeolog UGM,” katanya.

Dia mengatakan Beberapa puluh tahun yang lalu saat warga menemukan gua tersebut, ditemukan beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa artefak batu berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi).

“Saat ini disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta,” katanya. (sut)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Pulau Boracay di Filipina Ditutup Sementara untuk Rehabilitasi

Published

on

Salah satu objek wisata di Boracay, Filipina.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Salah satu dari tujuan wisata Asia, pulau Boracay di Filipina, akan ditutup atas perintah Presiden Rodrigo Duterte, selama enam bulan untuk dibersihkan.

Dikutip The Inquirer, presiden ingin mendeklarasikan gawat darurat untuk Boracay. Turis dilarang masuk sejak 26 April karena pulau kecil itu akan “direhabilitasi”.

Pulau sepanjang 6,4 km dan lebarnya kurang dari 1,6 km itu berjarak sekitar 321 km selatan Manila, ibu kota Filipina. Salah satu penduduk Inggris yang lama menetap mendeksripsikan Boracay sebagai “permata di mahkota” pariwisata Filipina.

Presiden Duterte membuat keputusan setelah mengunjungi pulau itu. Dia dikabarkan marah atas kondisi lingkungan yang membuat pulau itu seperti tempat sampah.

Lonely Planet mengatakan, “Dengan pantai putih sepanjang 4km yang sempurna untuk kartu pos dan kehidupan malam terbaik di negara itu, tak heran Boracay jadi salah satu wisata terbaik Filipina.” Namun buku panduan itu menambahkan, “Pengelolaan sampah adalah masalah besar…. dan peraturan lingkungan tidak ditegakkan dengan benar.”

Pemerintah diharapkan memberlakukan aturan lingkungan yang ketat, termasuk juga dengan menghancurkan bagian-bagian dari infrastruktur pariwisata, terutama hotel di pinggir pantai.

Warga Inggris di Boracay mengatakan, “Di sepanjang pantai Bulabog, semua hotel diberi pemberitahuan bahwa mereka tidak bisa lebih dekat dari 30 meter dari high meter mark.”

“Satu orang akan kehilangan setengah dari hotel mereka.”

Investor lain menghadapi risiko properti yang diruntuhkan karena mereka “dibangun di lahan hutan” meski mereka saat itu diberi izin.

Boracay melayani ratusan ribu wisatawan per tahun, dengan akomodasi mulai dari resort bintang lima sampai hostel backpacker.

Banyak pengunjung dari China dan Korea, juga ekspatriat Barat berkumpul di pulau itu untuk beristirahat dan bersantai.

Kerusakan ekonomi kangka pendek itu akan menimbulkan dampak besar.

“Seperti sekitar 30.000 pekerja akan menganggur selama tiga pekan,” kata warga Inggris itu. “Orang-orang betul-betul kacau.”

Hilangnya penghasilan juga berpotensi membahayakan mata pencaharian untuk lebih dari 100.000 orang, bila anggota keluarga mereka juga ikut dihitung.

seperti dikutip Antara, pengunjung yang sudah membuat pemesanan sebelumnya bisa meminta uangnya dikembalikan, tapi ada pertanyaan apakah ongkos tiket pesawat juga bisa dikembalikan. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending