Connect with us

OPINI

Prabowo adalah Jenderal Lapangan yang Gemar Membaca, Koleksi Bukunya Segudang

Published

on

Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Oleh : Sudaryono

Akhir-akhir ini sedang ramai diberitakan mengenai ulasan argumen, baik pro dan kontra terkait pernyataan Prabowo Subianto (PS) yang menyatakan bahwa Indonesia sudah bubar 2030. Hal yang dikutipnya dari buku novel karya ahli strategi dan Intelejen, Peter W. Singer.

Saya di sini tidak akan membahas lebih jauh terkait pro dan kontra tersebut. Namun saya ingin sedikit berbagi bagaimana rasanya menjadi anak buah, staf atau “anak santri” dari seorang Jenderal lapangan bekas Komandan Pasukan Khusus Indonesia (Kopasus) yang memiliki kegemaran membaca yang sangat tinggi.

Saya sangat yakin, Pak PS adalah sedikit diantara elit bangsa ini yang mengerti tentang percaturan global antar bangsa dan geopolitik-nya

Bayangkan saja, selama saya menjadi asisten pribadi dan kebetulan juga memiliki kesempatan untuk tinggal di rumah Pak PS selama kurun waktu 5 tahun. Antara 2010 sd 2014 ini saya melihat dan merasakan bagaimana Pak PS ini sangat antusias terhadap buku dan membacanya. Tentu hampir semua yang beliau baca dalam literatur bahasa Inggris.

BACA JUGA : Mbak Titiek Soeharto : Prabowo Subianto Gemar Membaca

Pak PS pada dasarnya membaca buku dengan tema-tema khusus, yang menurut pengetahuan saya bisa dibagi menjadi beberapa tema yaitu: ekonomi, sejarah, pertahanan, keamanan, majalah alutista, ekonomi politik pembangunan, otobiografi tokoh, beberapa pandangan islam, serta kadang kadang juga majalah properti.

Buku dengan 300-an halaman bisa selesai dibaca dalam beberapa hari saja. Bahkan di tengah kesibukan yang sibuk itu, tetap selalu diisi dengan membaca.

Membaca bisa beliau lakukan di Mobil, di kantor, di ruang santai bahkan di toilet (ada rak khusus di toilet yang berisi banyak buku).

Untuk kami, beliau juga tidak segan untuk memberikan perintah kepada kami untuk membaca buku buku yang beliau baca. Semacam buku wajib baca bagi kader muda. Hehehe…

Kadang bagi saya yang agak malas membaca ini tidak perlu membaca bukunya, cukup mendengarkan ulasan beliau tentang buku buku yang beliau baca.

Lalu dimana beliau membeli buku nya?

Sejauh yang saya tahu, Pak PS membeli buku-buku itu di toko buku dalam negeri, maupun toko buku di luar negeri.

Sabtu-Minggu pada saat beliau senggang dan bacaan buku habis, biasanya beliau akan pergi ke Konikuniya di Plaza Senayan untuk membeli setidaknya minimal 10 an lebih buku, dan majalah.

Di situlah, kadang saya merasa wajib untuk juga membeli buku. Bagaimana tidak, sang boss membeli buku sebanyak itu masak kita anak muda nggak ada yang dibeli? Hehehe.

Bagi yang penasaran silakan bisa ditanyakan kepada staf Toko Buku Konikuniya di Plaza Senayan.

Bagi Pak PS, Toko Buku adalah tempat rekreasi tersendiri untuk beliau. Bahkan dalam kesempatan kunjungan ke luar negeri, dengan agenda yang padat, Pak PS selalu menginginkan waktu khusus untuk membeli buku.

Kinokuniya untuk kunjungan ke Bangkok, Kuala Lumpur dan Singapore. Sedangkan di Paris, ada toko buku JW Smith adalah contoh toko buku yang menjadi langganan pak PS.

Biasanya dalam setiap kunjungan ke luar negeri, rombongan kami selalu menambah 1 koper minimal yang berisi buku buku yang Pak PS beli di luar negeri. Kadang juga buku buku itu saking banyak dan beratnya harus dibagi ke beberapa koper ajudan dan staf yang ikut.

Dalam topik topik tertentu, Pak PS sering membeli buku yang sama dengan jumlah banyak, yang tujuannya nanti untuk dibagi atau diberikan kepada beberapa orang sebagai Reading List bagi kader muda di lingkungan beliau.

The Secret karya Ronda Bryne, Warrior of the Light karya Paulo Colheo, Water karya Steven Solomon, The Swordless Samurai karya Masao Kitami, Why the West Has Won karya Victor Davis Hanson, Money karya Felix Martin, Currency Wars karya James Rickards, Gandhi an Autobiography karya Sissela Bok dan masih banyak lagi yang lainnya adalah contoh buku buku yang Pak PS baca dan kami dibelikan buku itu supaya kami juga membacanya.

Buku adalah jendela ilmu kata guru kita di sekolah – dan itu benar adanya.

Saya melihatnya sendiri dari sosok Pak Prabowo Subianto. Bagaimana beliau senantiasa tidak berpuas diri senantiasa baca dan belajar. Belajar dari sejarah, belajar dari ahli ahli terkemuka dunia lewat buku-bukunya. Belajar dari kisah hidup tokoh tokoh pemimpin dunia.

Bagi saya pribadi, pak Prabowo adalah tokoh besar yang menginspirasi hidup saya.

Dan ternyata orang sekaliber Pak PS dengan menyandang status tokoh besar aja masih mau terus menimba ilmu, memupuk pengetahuan, dan up to date terhadap perkembangan dunia luar. Itulah kenapa, saya sangat yakin Pak PS adalah sedikit diantara elit Bangsa ini yang mengerti tentang percaturan global antar bangsa dan geopolitik-nya.

Tentu isi pidato Indonesia 2030 itu adalah warning dari seorang patriot yang cinta terhadap negaranya yang melihat adanya sebuah kemungkinan ancaman terhadap nusa bangsa negara yang dia bela dengan pertaruhan nyawanya.

Sudaryono, adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA TIMUR

Aksi Terorisme adalah Kejahatan Kemanusiaan, Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Agama

Published

on

Sejumlah gereja dan beberapa tempat lainnya dibom di Surabaya

Oleh : Mochamad Sultoni

Kami turut berbelasungkawa dengan adanya kejadian bom yang memakan korban Jiwa, Kejadian keji terulang lagi di Indonesia yaitu BOM bunuh diri, kejadian ini bertempat di Surabaya pada hari minggu, 13 Mei 2018, BOM meledak di 3 Gereja yang ada di Surabaya dan disusul ledakan bom di rusun daerah sepanjang Sidoarjo.

Dan selang berapa jam tidak lebih dari 24 jam bom meledak lagi di depan Mapolrestabes Surabaya di hari senin pagi, ironinya kejadian ini tidak lama jaraknya dengan perkelahian antara teroris dengan Polisi yang ada di Mako Brimob Kelapa dua Depok.

FSAB : Terorisme Harus Dilawan, karena Musuh Negara

Ada apa sebenarnya dan sekenario apa yang akan dimainkan, apa ada kaitanya dengan kejadian ini semua, maka sekarang kita mendukung pihak berwajib untuk mengusut tuntas sampai titik akarnya dan beri hukuman yang setimpal kepada pelaku sesuai dengan perbuatan.

Ironinya lagi dalam kejadian ini yang sangat disayangkan yaitu para pelaku mengajak anak kecil untuk melakukan peledakan bom bunuh diri yang ada di Jawa Timur, hal ini merupakan perbuatan sangat biadab yang mereka lakukan

Tak sepantasnya anak kecil tersebut di ikut sertakan melakukan hal tersebut, seharusnya anak-anak kecil ini bermain dan menikmati masa kecilnya bersama teman-temannya.

Dalam suatu Hadits dijelaskan “Barang siapa bunuh diri dengan besi ditangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahanam, kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya.

Barang siapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahan-lahan di dalam neraka jahanam kekal dikekalkan didalamnya selam-lamanya.

Baramng siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh kedalam neraka Jahanam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya” (al-Bukhari (no. 5778) dan Muslim (no.158).

Di dalam hadits tersebut sudah sangatlah jelas bahwasanya bunuh diri itu sangat dilarang dan ini pelaku melakukan bunuh diri dengan meledakan BOM yang mengakibatkan kematian terhadap orang di sekitar dan sangatlah merugikan.

Tiga gereja menjadi serangan langsung yang ada di Surabaya apalagi pelakunya memakai cadar, sehingga pasti isu yang akan bergulirkan di masyarakat yaitu orang “bercadar” dan islam pun pasti akan di konotasikan negative sebagai teroris, padahal di islam diajarkan untuk saling menyayangi dan menghormati.

Ini akan menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah agar segera menetralisir dan membuat cipta kondisi yang aman dan tentram apa lagi ini akan mendekati bulan Ramdahan yang kurang hitungan berapa hari lagi.

Dan jangan sampai ada muatan politis di permasalahan ini. mari kita selalu mewasapadai gerak-gerik orang yang mencurigakan dilingkungan sekitar kita segara laporkan kepada pihak yang berwajib apabila ada hal yang mencurigakan tersebut.

Saya tekankan lagi ini murni kejahatan kemanusiaan tidak ada sangkut pautnya dengan Agama.

Mochamad Sultoni adalah Ketua Front Peduli Pesantren Indonesia (FPPI)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Tidak Ada yang Salah dengan Ucapan Fadli Zon

Published

on

Habiburokhman, dan Fadli Zon

Oleh : Habiburokhman

Saya tidak melihat ada yang salah dengan cuitan Bang Fadli Zon terkait bom Surabaya. Beliau dengan jelas menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut serta menyerukan agar diusut tuntas.

Kalau toh ada pernyataan soal pemerintahan yang lemah menurut saya itu pernyataan yang umum dan lebih bersifat otokritik, yakni bagaimana kita sama-sama memperuat negara melawan terorisme.

Yang sangat keterlaluan justru fitnah kepada kami sebagai pendukung teroris hanya karena perbedaan pandangan politik.

Kita lawan radikalisme dengan semangat 212, semangat perdamaian dan semangat saling menghormati perbedaan.

Para pemfitnah tersebut sepertinya tidak memiliki hati nurani dan tidak berempati kepada korban dan keluarga korban.

Disaat seperti ini seharusnya kita mengedepankan persatuan agar peristiwa tersebut segera diusut, dan mencegah tidak terulang kembali.

Kita lawan radikalisme dengan semangat 212, semangat perdamaian dan semangat saling menghormati perbedaan.

Kita ingat bagaimana aksi massa yang begitu besar bisa berlangsung dengan sangat tertib, teduh dan damai hingga rumputpun tidak terinjak.

Habiburokhman adalah Kepala Bidang Advokasi & Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

OPINI

Prabowo Subianto adalah Lokomotif, bukan Gerbong

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Oleh : Igor Dirgantara

Belakangan beberapa survei menunjukkan berbagai ragam hasil, utamanya terkait pencapresan Prabowo Subianto, terlepas dari apapun motivasinya.

Survei yang dilakukan Roda Tiga Konsultan (RTK) yang mengatakan bahwa jika Prabowo tidak maju di Pilpres 2019, maka capres alternatif dengan elektabilitas tertinggi adalah AHY 24,8 %.

Yang lainnya, Gatot Nurmantyo 20,4% dan Anies Baswedan 8,4 %. Survey LSI Denny JA sebelumnya juga mengungkapkan bahwa figur Gatot Nurmantyo dipandang mampu meningkatkan elektabilitas partai jika diusung Gerindra.

Namun, publik harus memahami sejumlah fakta penting. Pertama, Prabowo sudah menerima mandat dari Partai Gerindra untuk maju menjadi Capres 2019 di Rakornas Hambalang April 2018.

Prabowo Subianto adalah mandataris Partai Gerindra. Sebagai mandataris dia harus berusaha mewujudkan keputusan partainya itu. Sulit membayangkan jika Prabowo Subianto membatalkan mandat itu, kecuali ada kejadian luar biasa.

Dalam kunjungannya ke berbagai daerah Prabowo terus menerus mencoba melihat aspirasi publik dan menekankan kesiapannya untuk maju di Pemilu 2019 jika memang dikehendaki oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kedua, tanpa terkecuali, semua survei menunjukan bahwa hanya Jokowi dan Prabowo yang punya elektabilitas diatas 25%, dibanding capres alternatif yang lainnya.

Faktanya elektabilitas capres alternatif lainnya seperti AHY dan Gatot Nurmantyo secara individu masih jauh dibawah Jokowi dan Prabowo Subianto.

Bukankah ini bukti bahwa masyarakat ingin agar mantan Danjen Kopassus itu untuk maju kembali di 2019?

Belum lagi asosiasi Gerindra kepada Prabowo sudah sangat kuat. Prabowo bisa mengangkat suara Gerindra dari 5,3% kursi di 2009 menjadi 13% di 2014 (naik hampir 8%).

Pencapresan Prabowo juga akan mendulang bonus elektoral bagi caleg Gerindra di Pemilu Serentak 2019.

Ini yang terpenting, bahwa Prabowo dan Gerindra percaya diri dan mampu menjadikan kadernya sendiri untuk berlaga di Pilpres 2019 sebagai lokomotif, bukan semata ikutan menjadi gerbong untuk mendukung calon di luar partainya.

Igor Dirgantara, adalah Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN).


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending