Connect with us

BANTEN

BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam

Published

on

(BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan warga mewaspadai bencana alam.

Indonesiaraya.co.id, Lebak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan warga mewaspadai bencana alam sehubungan memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Kami menginstruksikan aparat kecamatan dan desa agar waspada terhadap ancaman bencana alam, seperti banjir dan longsor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Senin (26/3/2018).

Bencana alam yang terjadi Minggu (25/3/2018) mengakibatkan ratusan rumah dan persawahan terendam banjir dan lima rumah rusak akibat longsoran tanah.

Cuaca buruk berpeluang pada pagi hingga sore hari disertai tiupan angin kencang.

Ia mengimbau warga yang tinggal di daerah bantaran sungai maupun perbukitan tetap waspada menghadapi bencana alam tersebut.

Hal itu mengingat, lanjut dia, wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan banjir dan longsor karena terdapat daerah aliran sungai (DAS).

Selain itu, juga topograpinya perbukitan dan pegunungan.

BPBD hingga kini tetap berkoordinasi dengan TNI, Polri, PMI, Dinkes, kecamatan, dan desa untuk mengatasi kebencanaan itu.

“Kami berharap warga tetap waspada banjir dan longsor,” ujarnya.

Ia juga mempersiapkan peralatan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam susulan.

Peralatan evakuasi itu, antara lain, pakaian pelampung, perahu karet, logistik, obat-obatan, dan tenda.

Selain itu, kendaraan dapur, ambulans, dan angkutan operasional roda empat serta sepeda motor.

“Kami akan bertindak cepat melakukan evakuasi bila terjadi banjir dan longsor,” katanya.

Sementara itu, sejumlah sukarelawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak mengaku seluruh anggotanya bersiaga 24 jam dengan melakukan piket jaga bergantian di posko masing-masing.

“Kami sepekan terakhir ini tetap berjaga di posko bencana guna memberikan pelayanan bantuan kepada masyarakat,” kata Agus, anggota Tagana Rangkasbitung, seperti dikutip Antara. (msy)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANTEN

Ratusan Rumah Warga Cilegon Terendam Banjir

Published

on

Ratusan rumah warga Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, Banten, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Mancak setelah kawasan itu diguyur hujan sejak Rabu dini hari.

Indonesiaraya.co.id, Cilegon – Ratusan rumah warga Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, Banten, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Mancak setelah kawasan itu diguyur hujan sejak Rabu dini hari.

“Banjir bandang diduga sebagai akibat meluapnya hulu Sungai Mancak di wilayah Kabupaten Serang,” kata Wali Kota Cilegon Edi Ariadi di Cilegon, Rabu (25/4/2018).

Rumah-rumah yang terendam banjir, menurut Edi, berlokasi di wilayah Kecamatan Cibeber, Kecamatan Citangkil, dan Ciwandan Kota Cilegon.

Edi usai mengunjungi lokasi banjir mengatakan, banjir kali ini terjadi merata hampir di seluruh wilayah Kota Cilegon. Namun, yang terparah terjadi di wilayah Kecamatan Cibeber, Citangkil, dan Jombang, di mana air merendam ratusan rumah warga hingga ketinggian 1-1,5 meter.

Di Cilegon bagian barat seperti Kecamatan Ciwandan, Grogol, dan Pulomerak, banjir juga merendam jalan, rumah, dan sekolah.

“Jadi, banjir kali ini merata di hampir seluruh wilayah kecamatan di Kota Cilegon. Yang terparah itu di Cibeber, Jombang Kawasan Gajah Mungkur, dan Merak. Jumlahnya belum kami inventarisasi, tapi Pemkot sudah menerjunkan bantuan, baik dari PMI, Tagana, dan BPBD Cilegon untuk menangani dan mengevakuasi korban banjir,” kata Edi.

Hujan yang mengguyur Kota Cilegon dan sekitarnya juga mengakibatkan jalan lingkar selatan di lingkungan Jerenong Kelurahan Lebak Denok Kecamatan Citangkil ambles sehingga memutus akses jalur wisata lantaran tak bisa dilalui kendaraan.

Pihak kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Banten pun langsung turun tangan, dan melakukan penutupan jalur di sekitar lokasi.

“Jalur ini baik untuk kendaraan yang dari Cilegon menuju Ciwandan dan Anyer maupun sebaliknya terpaksa kami alihkan ke ruas jalan perkampungan warga karena jalur ini membahayakan dan rawan longsor susulan. Sementara di jalur utama Jalan Raya Anyer Cilegon juga terendam banjir,” kata Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Banten AKBP Hamdani, seperti dikutip Antara. (sus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANTEN

Ulama Banten Datangi Mapolda Sikapi Kasus Sukmawati

Published

on

Sejumlah perwakilan ulama dan ormas Islam di Banten, mendatangi Mapolda Banten.

Indonesiaraya.co.id, Serang – Sejumlah perwakilan ulama dan perwakilan ormas Islam di Banten bersama tim pengacara Muslim Banten, mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten menyikapi dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri terkait pembacaan puisinya beberapa waktu lalu.

Perwakilan ulama dan tokoh agama Islam Banten diterima Kapolda Banten Kapolda Banten Brigjen Pol Listiyo Sigit Prabowo, didampingi sejumlah perwira tinggi Polda Banten dan Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, di Aula Mapolda Banten di Serang, Jumat (6/4/2018).

Sejumlah perwakilan ulama Banten yang hadir dianranya Agus Rahmat SH (Pengacara muslim Banten), KH. Jawari (Ketua Ikatan Santri Salafi Kota Serang), KH. Abi Suja’i (Tokoh Agama Kota Serang), KH. Idris, KH. Ali Mustofa (FSPP Banten), Ust. Wari (Forum Umat Islam Banten), Ust. Bahri Fohan, Ust. Mansyur Wahyidin (Ketua GNPF MUI Banten)., KH Ardani (Pimp Ponpes Ardaniah) KH. Dimyati (Ponpes Darul Khaerot Serang).

BACA JUGA : Polri : Perlu Waktu Tangani Kasus Sukmawati

Perwakilan dari ulama Banten KH Ardani mengatakan, bahwa penodaan agama tidak boleh terulang lagi baik di Banten maupun di seluruh Indonesia dan terhadap para pelaku harus diproses secara hukum.

”Kami berharap hal-hal yang terkait dengan penodaan agama tidak terjadi lagi baik dibanten maupun diIndonesia, karena kami masyarakat Banten mendambakan kehidupan yang nyaman dan aman,”kata Ardani.

Pihaknya percaya kepada Polda Banten dalam melaksnakan tugasnya selalu melindungi mengayomi masyarakat Banten.

“Kami akan selalu mendoakan agar Polda Banten mampu melaksanakan tugas dengan baik serta selalu mendapat rido dari Allah SWT dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat Banten,” katanya.

Kapolda Banten Brigjen Listiyo Sigit Prabowo menyampaikan terimakasih kepada para alim ulama atas kunjungannya dan dukungan serta doanya. Ia juga mengucapkan terimakasih atas doanya agar Polda Banten dapat melaksanakan tugas dengan baik demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat Banten.

Terkait masalah isu penodaan agama, kata Kapolda Banten, jika para alim ulama di Banten menginginkan membuat laporan silahkan didampaikan, tetapi karena ”lokus delicti-nya” bukan di wilayah hukum Polda Banyen sehingga nanti laporannya nanti akan dikirimkan ke Mabes Polri.

Seperti dikutip Antara, setelah pertemuan dan silaturahmi tersebut, dilanjutkan dengan foto bersama didepan Mako Polda Banten dan diakhiri dengan deklarasi anti hoax oleh para ulama dengan Kapolda Banten. (mul)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANTEN

MUI Banten Imbau Umat Islam Tetap Tenang

Published

on

MUI Banten mengimbau umat Islam Banten agar tetap tenang terkait kasus puisi yang ditulis dan dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Indonesiaraya.co.id, Serang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten mengimbau umat Islam Banten agar tetap tenang dan tidak mengerahkan masa dalam menyikapi masalah puisi Sukmawati Soekarnoputri yang menjadi viral di media sosial dan juga pemberitaan media massa.

“Mengimbau umat Islam Banten agar tetap tenang dan tidak mengerahkan masa dalam menyikapi masalah ini, melainkan menempuh jalur hukum,” kata Ketua Umum MUI Banten KH A.M.Romly di Serang, Rabu (4/4/2018).

Ia mengatakan, MUI Banten kecewa dan menyesalkan atas puisi yang ditulis dan dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri yang kemudian viral di media sosial.

Karena, kata dia, persoalan ini berpotensi menibulkan kemarahan di kalangan umat Islam, sebab terkesan melecehkan substansi ajaran Islam.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan Sukmawati Seokarnoputri memon maaf kepada Umat Islam atas puisi yang yang ditulis dan bacakan tersebut.

Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan oleh seorang pengacara, Denny Adrian ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penistaan agama.

Tuduhan ini terkait puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati saat gelaran fashion show Anne Avantie beberapa waktu lalu.

Denny menilai puisi yang dibacakan Sukmawati telah mendiskreditkan Islam. Budi Suyanto, seperti dikutip Antara. (mln)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending