Connect with us

ACEH

Bawaslu: Balon Legislatif Jangan Manfaatkan Pilkada 2018

Published

on

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Aceh Selatan mengimbau kepada para bakal calon anggota legislatif yang maju pada Pemilu 2019 tidak memanfaatkan momentum Pilkada .

Indonesiaraya.co.id, Tapaktuan – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Aceh Selatan mengimbau kepada para bakal calon anggota legislatif yang maju pada Pemilu 2019 tidak memanfaatkan momentum Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 untuk berkampanye.

“Kepada para Bacaleg dilarang memanfaatkan Pilkada 2018 untuk berkampanye, sebab tahapan kampanye Pileg tahun 2019 baru dimulai pada bulan Juni 2018,” kata Ketua Bawaslu Aceh Selatan, Baiman Fadhli kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (28/3/2018).

Didampingi Ketua Divisi Penindakan, Zarlianto, Baiman Fadhli menyatakan sesuai tahapan Pemilu 2019 yang telah ditetapkan, saat ini sebanyak 19 partai politik (Parpol) peserta Pemilu tahun 2019 hanya boleh menyosialisasikan nomor urut partai politik, belum dibenarkan untuk berkampanye.

“Karena di Aceh Selatan sedang berlangsung Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, maka kami mengimbau seluruh parpol agar para Bacaleg yang akan diusung tidak memanfaatkan momentum Pilkada untuk berkampanye,” ujar Baiman Fadhli.

Jika dalam masa kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yang saat ini sedang berlangsung ditemukan bukti ada oknum Bacaleg dari parpol tertentu ikut terlibat berkampanye, Bawaslu Aceh Selatan meminta kepada pengurus parpol dan segenap lapisan masyarakat agar pro-aktif melaporkannya kepada Bawaslu.

“Agar terwujudnya Pemilu 2019 yang berkualitas dan demokratis, kami mengharapkan partisipasi dari seluruh pihak terkait khususnya masyarakat untuk ikut terlibat secara bersama-sama dengan Bawaslu melakukan pengawasan di lapangan,” pintanya.

Dibagian lain, Baiman Fadhli mengatakan untuk mengoptimalkan proses pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019, Bawaslu RI telah memprogramkan kegiatan “Bawaslu Masuk Gampong”.

Kegiatan ini, kata dia, murni bertujuan untuk melakukan pendidikan politik terhadap masyarakat dilapisan bawah.

Program yang diinisiasi Bawaslu Aceh Selatan kemudian diadopsi secara nasional tersebut, kata Baiman Fadhli, merupakan program baru yang belum ada sebelumnya.

“Saat berlangsungnya pertemuan dengan pejabat Bawaslu Pusat, saya mengusulkan program itu dengan pertimbangan bahwa dari pada kegiatan sosialisasi bersama perwakilan masyarakat dilaksanakan di Hotel atau disebuah Gedung ditingkat kabupaten, lebih efektif dilakukan kegiatan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat di gampong-gampong,” katanya.

Sebab, lanjut dia, perwakilan masyarakat yang hadir pada acara di tingkat kabupaten hanya berasal dari lapisan menengah ke atas, sementara para pemilih dimayoritaskan berasal dari lapisan bahwa (akur rumput).

Pendidikan politik yang kita berikan kepada masyarakat bukan berarti mendukung salah satu pihak, tapi bagaimana caranya untuk meningkatkan partisipasi mereka melakukan pengawasan di lapangan.

“Alhamdulilah ide atau gagasan yang kita sampaikan itu langsung diterima dan bahkan telah diadopsi secara nasional,” katanya, seperti dikutip Antara. (anw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

ACEH

Ajakan Positif Kapolda Setelah Tragedi Sumur Minyak Aceh

Published

on

Kapolda Aceh Irjen pol, Rio S. DJambak.

Indonesiaraya.co.id, Idi, Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak mengajak warga Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, tidak lagi menambang minyak secara ilegal karena menimbulkan bahaya.

“Aktivitas pengeboran seperti ini ilegal namun kita tidak bisa melarang karena sumber ekonomi rakyat, tapi kejadian ini membuat kita sadar agar tidak melakukan kegiatan ilegal,” kata Rio saat mengunjungi lokasi ledakan dan terbakarnya sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (25/4/2018) malam.

Rio menuturkan, kehadirannya ke lokasi adalah bentuk rasa kemanusian sekaligus mewakili Forkompimda Aceh, yang langsung hadir melihat kondisi masyarakat dan pengamanan yang sejauh ini sangat baik.

“Kita turut berduka atas meninggalnya sejumlah korban dan puluhan lainnya menderita luka serius akibat ledakan ini,” ujar Kapolda sembari mengharapkan kejadian seperti ini tidak terulang.

“Saya berharap semua pihak dapat berperan aktif mengatasi hal-hal ilegal di wilayah Aceh khususnya Aceh Timur.”

Warga menyaksikan semburan api di lokasi pengeboran minyak illegal yang dikelola warga di kawasan Dusun Kamar Dingin Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4/2018). Terbakarnya sumur minyak Ilegal itu mengakibatkan sebanyak puluhan orang terluka dan sekitar 10 orang meninggal dunia.

Dia mengatakan alam melihat perkembangan selama satu minggu ini guna mengatasi semburan api dari sumur yang meledak itu.

“Saya berharap semua bersabar karena sesegera mungkin diupayakan mengatasi hal tersebut,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, Rio menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjaga kemanan di sekitar lokasi kejadian.

Rio tiba di lokasi ledakan sekira pukul 19.00 WIB, didampinggi Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib, seperti dikutip Antara. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak Aceh 19 Orang, 40 Masih Dirawat

Published

on

Korban tewas akibat ledakan sumur minyak dan gas di Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, bertambah menjadi 19 orang, dengan korban luka bakar yang masih dirawat 40 orang.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Korban tewas akibat ledakan sumur minyak dan gas di Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, bertambah menjadi 19 orang, dengan korban luka bakar yang masih dirawat 40 orang.

Sejauh ini 19 orang tewas dalam insiden itu setelah pada kemarin malam Muhammad Razi meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit di Medan.

“Razi, warga Gampong (Desa) Alue Dua meninggal dunia saat sedang dalam perjalanan. Beliau hendak kita rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatera Utara,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek melalui ponsel kepada ANTARA, Rabu (25/4/2018).

Almarhum merupakan salah satu korban yang sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, Aceh Timur, akibat menderita luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya.

Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz sebelumnya merawat 19 orang dari total 41 korban luka yang dirawat di tiga rumah sakit.

Dengan meninggalnya Razi, korban luka yang masih dirawat intensif di tiga rumah sakit di Peurelak adalah 40 orang.

PT Pertamina (Persero) Aset 1 EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih.

Legal and Relation Assisten Manager Pertamina Aset 1 EP Field Rantau, Supandi Prabudi, mengatakan tim dari Pertamina tengah berusaha memadamkan api yang juga telah meludeskan tiga rumah di dekatnya itu.

“Sampai sore ini, kita terus berupaya memadamkan semburan api dari sumur minyak milik masyarakat dengan cara membuat bendungan di sekeliling sumur, untuk mencegah `condensat` tidak menyebar lebih luas lagi ke rumah rumah penduduk di sekitar lokasi,” jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini kondisi api sudah mulai mengecil. Tapi pihaknya belum bisa memasukkan pompa kimia ke dalam sumur minyak tersebut.

Jika dipaksakan, lanjutnya, dikhawatirkan akan merembet ke sumur minyak yang lain, dan akan menimbulkan ledakan lagi bersama kobaran api.

“Kami terus melakukan penyemprotan air ke kobaran api, Alhamdulillah api sudah mulai mengecil,” kata Supandi, seperti dikutip Antara. (msh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Bertambah

Published

on

Jumlah korban tewas akibat ledakan sumur minyak mengakibatkan kebakaran hebat di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Jumlah korban tewas akibat ledakan sumur minyak mengakibatkan kebakaran hebat di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, bertambah satu orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek melalui telepon seluler di Banda Aceh, Kamis (26/4/2018) mengatakan, korban terakhir meninggal dunia kemarin malam bernama Muhammad Razi.

“Razi, warga Gampong (Desa) Alue Dua meninggal dunia saat sedang dalam perjalanan. Beliau hendak kita rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatera Utara,” terangnya.

Almarhum merupakan salah satu korban yang sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, Aceh Timur, akibat menderita luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya.

Di rumah sakit tersebut, sebelumnya terdapat 19 orang mendapat penanganan medis dari tiga rumah sakit setempat yang merawat total 41 orang pasien dengan luka bakar.

“Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang, karena sebelumnya ada 18 korban meninggal dunia. Kini tinggal 40 orang lagi, mendapat perawatan cukup intensif di tiga rumah sakit setempat,” kata Ahmad.

PT Pertamina (Persero) Aset 1 EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih dini hari tadi.

Legal and Relation Assisten Manager Pertamina Aset 1 EP Field Rantau, Supandi Prabudi mengaku, tim yang diturunkan berusaha memadamkan kobaran api yang telah meludeskan lima unit rumah.

“Sampai sore ini, kita terus berupaya memadamkan semburan api dari sumur minyak milik masyarakat dengan cara membuat bendungan di sekeliling sumur, untuk mencegah ‘condensat’ tidak menyebar lebih luas lagi ke rumah rumah penduduk di sekitar lokasi,” jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini kondisi api sudah mulai mengecil. Tapi pihaknya belum bisa memasukan pompa kimia ke dalam sumur minyak tersebut.

Jika dipaksakan, lanjutnya, dikhawatirkan akan merembet ke sumur minyak yang lain, dan akan menimbulkan ledakan lagi bersama kobaran api.

“Kami terus melakukan penyemprotan air ke kobaran api, Alhamdulillah api sudah mulai mengecil,” kata Supandi, seperti dikutip Antara. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending