Connect with us

DIGITAL

Fadli Zon Desak Pemerintah Tegas Terkait Facebook

Published

on

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Jakarta, 11/4 (Antara) – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak agar pemerintah dapat bersikap tegas terkait dengan permasalahan kebocoran data media sosial Facebook global yang diduga juga melibatkan kebocoran data dari para penggunanya di Indonesia.

Fadli Zon dalam rilis di Jakarta, Rabu, menegaskan persoalan data seperti itu harus dilindungi sehingga pihak terkait Facebook di Indonesia harus dipanggil.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyatakan perlunya ada langkah yang benar-benar memastikan apakah Facebook di Indonesia lebih banyak manfaat atau kerugiannya.

Dia meyakini bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang dinilai akan mampu menciptakan platform yang serupa dengan Facebook.

Sementara itu, Komisi I DPR RI menjadwal ulang pemanggilan manajamen Facebook menjadi pekan depan untuk dimintai penjelasan terkait bocornya satu juta lebih data pengguna Facebook di Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica.

“Minggu depan, masih belum dijadwalkan tepatnya hari apa,” ujar Wakil Ketua Komisi I Fraksi Golkar Satya W Yudha di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4).

Satya mengatakan melalui pemanggilan itu, DPR ingin mengetahui tentang keamanan data pengguna Facebook.

Sebelumnya, Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan masih belum ditemukan adanya pengguna Facebook di Indonesia yang datanya dicuri untuk kepentingan tertentu.

“Kalau di sini, sampai sekarang, hasil penelusuran kami dan Kemkominfo belum ada yang sejenis Cambridge Analytica,” kata Irjen Setyo di Jakarta, Selasa (10/4).

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi akan memanggil perwakilan Facebook di Indonesia untuk diperiksa. Kendati demikian, pihaknya belum memastikan jadwal pemanggilan.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Asosiasi Pengusaha Nilai Penutupan Facebook Rugikan Pebisnis

Published

on

Rencana penutupan media sosial facebook akan mengancam para pebisnis.

Indonesiaraya.co.id, Manado – Sekretaris Asosiasi Pengusaha Industri Kreatif Sulawesi Utara, Asep Rahman, memgatakan, rencana penutupan media sosial facebook akan mengancam para pebisnis.

“Saat ini banyak pelaku usaha di Sulut yang mempromosikan hasil usahanya melalui media sosial facebook,” kata dia, di Manado, Jumat (20/4/2018).

Dia juga menilai rencana penutupan facebook akan menjadi pukulan bagi pelaku usaha.

BACA JUGA : Uni Eropa Tekan Facebook Terkait Skandal Data

“Facebook itu sudah melekat dengan pelaku usaha, seharusnya diambil jalan tengah agar tidak merugikan orang yang sedang membangun usaha,” katanya.

Dia mengatakan, banyaknya pengguna facebook dikarenakan ada dorongan pemerintah yang mengajak pelaku usaha menjual secara online, dengan maksud memperlebar pasar penjualan.

Inikan juga dorongan pemerintah, katanya, jadi mesti dipertimbangkan jika akan menutup Facebook di Indonesia.

Bagi pelaku usaha mikro kecil memengah untuk memasarkan produk secara pnline hanya mengandalkan media sosial tersebut.

Jika harus membuat website, katanya, mereka harus mengeluarkan biaya cukup besar. Belum lagi untuk membayar sistem IT dan sebagainya. “Jadi, perlu ada pemikiran yang matang untuk menutup FB di Indonesia,” jelasnya. (ntw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Uni Eropa Tekan Facebook Terkait Skandal Data

Published

on

CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Indonesiaraya.co.id, Strasbourg – Anggota parlemen Uni Eropa menekan CEO Facebook Inc, Mark Zuckerberg, untuk menemui mereka demi mempertanggungjawabkan kebocoran data yang berimbas pada hampir tiga juta pengguna di Eropa.

Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani pekan lalu meminta Zuckerberg menghadap karena mengirim perwakilan tidak cukup, seperti diberitakan laman Reuters.

Dalam surat untuk Zuckerberg, Tajani mengatakan perusahaan tersebut harus menyadari bahwa legislator memegang peran penting dalam membuat peraturan bagi perusahaan internet.

Komisioner Kehakiman UE, Vera Jourova, juga mengatakan Zuckerberg terkait panggilan tersebut. Jourova baru-baru ini berkomunikasi dengan COO Facebook Sheryl Sandberg.

“Saya bilang ke Sheryl Sandberg, Zuckerberg harus menerima undangan Parlemen Eropa. Menurut Ansip (kepala digital UE Andrius Ansip), undangan ini bertujuan membangun kembali kepercayaan,” kata dia.

Facebook diprotes besar-besaran karena dinilai lalai menlindungi data pengguna sehingga bocor ke tangan Cambridge Analytica, berdampak pada 87 juta orang, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Polisi akan Kembali Periksa Facebook Indonesia

Published

on

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya masih membutuhkan keterangan perwakilan Facebook Indonesia untuk melengkapi upaya penyelidikan polisi dalam kasus dugaan kebocoran data pengguna media sosial Facebook.

“Kami mau cari keterangan beberapa orang lagi, ada perwakilan dari Facebook,” kata Ari Dono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Sebelumnya pada Rabu (18/4/2018), Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri selama lima jam terkait dugaan kebocoran data pengguna Facebook.

BACA JUGA : Kadin : Rencana Pemblokiran Facebook Rugikan UMKM

Menurut Ruben, Facebook Indonesia saat ini sedang melakukan audit internal terkait dugaan kebocoran satu juta data pengguna Facebook di Indonesia.

Dia pun memastikan akan transparan untuk melaporkan hasil audit tersebut kepada penyidik Polri, Kemkominfo dan DPR.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan kapan audit akan selesai.

Kasus dugaan kebocoran data pengguna FB saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

Ari menambahkan hingga saat ini belum ditemukan adanya pengguna jejaring sosial Facebook di Indonesia yang datanya dicuri untuk kepentingan tertentu.

Polisi pun belum menerima laporan dari masyarakat terkait kebocoran data pengguna FB.

Terdapat indikasi kebocoran satu juta data pengguna Facebook dari Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica.

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang mengakses media sosial itu setiap bulan diperkirakan lebih dari 115 juta orang, dari 2,07 miliar orang yang mengakses Facebook setiap bulan seluruh dunia, seperti dikutip Antara. (ani)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending