Connect with us

HIBURAN

Film Jelita Sejuba Kenalkan Keindahan Natuna

Published

on

Lewat film Jelita Sejuba sutradara punya misi mengenalkan Natuna kepada masyarakat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Film Jelita Sejuba berupaya memperkenalkan keindahan Indonesia terutama Natuna yang merupakan salah satu pulau perbatasan kepada masyarakat.

“Lewat film ini saya mempunyai misi untuk mengenalkan Natuna kepada masyarakat,” kata Produser Film Jelita Sejuba, Marlia Nurdiyani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Natuna adalah salah satu pulau perbatasan yang mempunyai peran yang harus didukung sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan NKRI.

BACA JUGA : Putri Marino Jadi Isteri Tentara di “Jelita Sejuba”

“Selain itu, Natuna dikenal sebagai pulau yang mempunyai Sumber Daya Alam yang potensial,” ucapnya.

Natuna, lanjutnya, sebagai gugus kepulauan terdepan paling utara Indonesia, menjadi perbatasan yang strategis dengan Cina, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

“Sayangnya Natuna belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Padahal, mengenal batas-batas NKRI adalah salah satu cara penting untuk menjaga keutuhannya,” tambah Lia.

BACA JUGA : Jelita Sejuba, Kekuatan Hati Istri Tentara yang Menanti

Dalam film Jelita Sejuba, lanjutnya, Natuna bukan sekadar lokasi tempat kisah perjuangan cinta antara seorang perempuan Natuna bernama Sharifah yang diperankan Putri Marino dengan seorang prajurit Angkatan Darat bernama Jaka yang diperankan Wafda Saifan Lubis.

Namun, lebih jauh lagi Natuna merupakan simbol keteguhan hati dalam membela NKRI. Sama seperti Sharifah menerima risiko menikahi tentara, Natuna menjadi bagian dari NKRI bersama daerah-daerah lainnya.

Berbagai tanggapan positif diberikan beberapa tokoh terhadap film yang sudah tayang selama sepekan di bioskop tersebut, seperti dari Shinta Nuriyah Wahid yang turut menyaksikan film ini.

Menurut istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur itu, film yang mengungkap kisah kehidupan istri prajurit TNI yang punya tantangan sendiri dalam berperan mendukung tugas suami sebagai penjaga kedaulatan negara.

“Film ini menunjukkan betapa kecintaan terhadap bangsa ini membuat setiap orang ikhlas berkorban dan berkontribusi untuk Indonesia dengan cara-cara yang paling bisa mereka lakukan,” tutur Shinta.

Kecintaan terhadap negeri, lanjut Shinta, ditunjukkan Sharifah dalam keikhlasannya melepas sang suami dalam berbagai penugasan. Sementara melalui sosok Jaka, rasa cinta tanah air mewujud dalam darma baktinya kepada bangsa.

Penulis Naskah Jujur Prananto mengatakan melalui kisah perjuangan Sharifah dan Jaka, ia ingin mengajak penonton lebih mencintai tanah air dengan merasakan betapa kekuatan dan perjuangan cinta itu nyata adanya.

“Semua tampak dalam beragam corak yang ditampilkan dalam film, baik corak budaya Melayu Kepulauan Riau dengan pemandangannya yang indah, ataupun corak loreng budaya militer TNI dimana setiap prajurit beserta keluarganya dilatih sejak dini mempunyai jiwa patriotik, dengan mendahulukan tugas negara diatas kepentingan segalanya,” papar Jujur yang juga menulis skenario “Petualangan Sherina”, “Ada Apa Dengan Cinta?”, “Aisyah”, “Boven Digoel” dan lain-lain.

Film Jelita Sejuba dibuka dengan adegan saat Sharifah baru lulus SMA. Ia bersama temannya membantu orang tuanya menjaga warung “Jelita Sejuba” yang didirikan sehubungan dengan diadakannya latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Tentara Nasional Indonesia (PPRC TNI) di Ranai, Natuna.

Di situ Sharifah berkenalan dengan Letnan Satu Jaka, anggota infanteri dari Batam yang ditugaskan mengikuti Latihan Gabungan di Natuna.

Dunia Sharifah seakan tertarik ke sebuah dunia baru yang membuka mata dan hati dirinya dan juga teman serta keluarganya. Meski latihan gabungan hanya sebulan, namun beberapa kali pertemuan di antara mereka diam-diam telah menumbuhkan perasaan khusus dalam diri masing-masing.

Bagi Sharifah, Jaka seperti jatuh dari Surga untuk dirinya. Sosok Jaka yang tegap seakan mencerminkan hati Jaka yang jujur dan tulus.

Namun, ayah dan adik Sharifah tidak langsung melihat apa yang dilihatnya. Bagi mereka Jaka adalah sosok yang jauh dari gapaian Sharifah. Sejuba bukanlah rumah bagi seorang tentara yang harus selalu siap ditugaskan ke mana saja.

Kisah Sharifah dan Jaka memang tidak terlalu berliku, takdir seakan dengan mudah mempersatukan mereka. Jaka dipindah-tempatkan ke Kompi-C di Ranai, Natuna.

Tanpa pacaran bertele-tele, Jaka segera melamar Sharifah dan mereka pun menikah. Namun, kisah cinta bukanlah melulu mengenai pertemuan. Menjalani kehidupan cinta dalam bentuk rumah tangga, apalagi rumah tangga keluarga tentara, mempunyai dinamika tersendiri.

Sharifah harus belajar menggenggam rindunya setiap kali Jaka ditugaskan. Seperti pesisir Sejuba yang dihiasi batu-batu cantik dan besar menantikan mentari esok, Sharifah akan terus menanti kepulangan belahan hatinya.

Film Jelita Sejuba dibintangi oleh Putri Marino, Wafda Saifan Lubis, Aldi Maldini, Yayu Unru, Nena Rosier, Abigail, dan Mutiara Sofyan. (dpw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HIBURAN

Merajut Asa Perajin Sultra Melalui Tenun Karnaval

Published

on

Sultra Tenun Karnaval 2018

Indonesiaraya.co.id, Sulawesi Tenggara – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara ke-54, Pemerintah Provinsi Sultra menggelar “Sultra Tenun Karnaval 2018” yang diikuti oleh seluruh Forkopimda dan 17 Pemda Kabupaten, Kota se-Sultra. kegIatan ini diharapkan dapat merajut asa para perajin tenun di Sulawesi Tenggara. (sah)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HIBURAN

Orang Indonesia Paling Optimistis Sukses Menurut Studi

Published

on

Orang Indonesia paling optimistis bisa meraih sukses dibandingkan dengan warga negara-negara di Asia Pasifik yang tercakup dalam studi Success terbaru dari LinkedIn.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Orang Indonesia paling optimistis bisa meraih sukses dibandingkan dengan warga negara-negara di Asia Pasifik yang tercakup dalam studi Success terbaru dari LinkedIn, penyedia layanan berorientasi bisnis dan pekerjaan berbasis website dan aplikasi mobile.

Enam belas persen orang Indonesia optimistis bisa meraih sukses dalam waktu satu tahun, lebih tinggi ketimbang India (10 persen), Singapura (tiga persen), Australia (tiga persen), Hong Kong (dua persen), dan China (dua persen).

Hasil studi juga mengungkapkan bahwa 67 persen orang Indonesia sudah merasa sukses. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dunia yang hanya 57 persen.

Tentang makna kesuksesan secara umum, lebih dari 74 persen orang Indonesia setuju bahwa sukses berarti “bahagia”, diikuti “sehat” (64 persen) dan “menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi” (62 persen).
 
Meski demikian orang Indonesia meyakini bahwa tidak ada definisi pasti dari kesuksesan dengan hampir 70 persen orang Indonesia menyatakan bahwa setiap orang memaknainya secara berbeda beda.

Sekitar 51 persen di antaranya setuju bahwa sukses tidak hanya suatu pencapaian besar yang memerlukan waktu panjang untuk diraih, namun sukses juga bisa terdiri dari berbagai pencapaian kecil setiap hari yang membuat seseorang merasa bahagia. Ini merupakan proses yang selalu berkembang dan harus dilalui seseorang seumur hidupnya. 

“Seiring dengan semakin matangnya dunia tenaga kerja di Indonesia, di mana karier dan kehidupan personal semakin menyatu, para profesional menganggap bahwa sukses, pencapaian, dan kebahagiaan memiliki beragam makna,” ujar Linda Lee, Kepala Komunikasi LinkedIn Asia Tenggara dan Asia Utara, dalam keterangan tertulis perusahaan, Selasa (24/4/2018).

“Untuk itu, kami mendorong para anggota LinkedIn untuk lebih aktif membangun komunitas dan jaringan, sehingga dapat menjadi lebih dekat dalam hal menemukan makna dan meraih sukses dalam hidup,” sambung dia.

Menurut studi itu, orang Indonesia berharap bisa memanfaatkan kesempatan sepenuhnya dalam keadaan sehat, serta bisa menjalaninya bersama keluarga dan orang yang dicintai. 
 
Studi LinkedIn juga mengungkapkan bahwa lebih dari 68 persen orang Indonesia menyatakan pandangan lingkungan sosial mereka terhadap makna sukses mempengaruhi perjalanan mereka untuk memaknai dan meraih sukses, dan 80 persen mengatakan latar belakang pendidikan membentuk persepsi mengenai makna kesuksesan. (amd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HIBURAN

“Avengers : Infinity War” Liliputi Rahasia

Published

on

The Avengers dan sekutu mereka harus bersedia mengorbankan segalanya dalam upaya untuk mengalahkan Thanos yang kuat sebelum ia berhasil menghancurkan alam semesta.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – “Avengers: Infinity War” akan menampilkan lebih dari 20 pahlawan super dan diperkirakan bakal mengguncang box office, tapi bahkan para aktor dan aktris papan atas yang membintanginya juga tidak tahu seperti apa detil filmnya sebelum tayang perdana di dunia pada Senin malam (23/4/2018) waktu setempat.

Kerahasiaan adalah kunci selama pengambilan gambar film yang menyatukan hampir semua karakter di dunia Marvel untuk pertarungan dahsyat melawan musuh bebuyutan bernama Thanos.

BACA JUGA : Pidato Emosional Robert Downey Jr. Sebelum Premiere Avengers: Infinity War

Sebagian besar aktor hanya diberi skenario berisi adegan yang melibatkan mereka, atau diberi skenario lengkap yang ternyata palsu, demi mencegah bocornya cerita, terutama karakter mana yang kira-kira bakal mati.

Para pemeran juga belum bisa menonton filmnya sampai penayangan perdana dunia di Los Angeles, Senin malam.

“Saya sebenarnya senang begini,” kata Benedict Cumberbatch yang berperan jadi Dr. Strange seperti dikutip Reuters.

“Saya senang kita akan duduk bersama dengan penonton…pasti rasanya seru menonton untuk kali pertama. Saya benar-benar tidak sabar.”

Daya tarik untuk penggemar semakin menguat karena pahlawan super bertebaran di film ini, termasuk Captain America, Spider-Man, Iron Man, Black Widow, Black Panther dan the Guardians of the Galaxy.

Analis mengatakan film ini bisa mendekati, atau melampaui, rekor box office penayangan perdana “Star Wars: The Force Awakens” pada 2015 silam dengan jumlah 248 juta dolar AS.

Barton Crockett, analis industri media di B. Riley FBR, memprediksi debut 238 juta dolar AS untuk film ini.

Bibit-bibit narasi untuk “Infinity War” telah tersebar di berbagai film Marvel Cinematic Universe sejak “Iron Man” (2008).

“Infinity War” disutradarai kakak-adik Joe dan Anthony Russo, berkisah tentang Thanos (Josh Brolin) yang melawan para Avengers demi enam Infinity Stones legendaris yang memberikan pemakainya kekuatan spesifik untuk memanipulasi orang, objek atau membentuk energi.

“Thanos adalah karakter yang sangat menarik karena tujuannya adalah menyelamatkan semesta dengan menghancurkan semesta,” kata Tom Holland, pemeran Spider-Man.

“Itu adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya dan banyak cerita dalam film yang bisa dilihat lewat sudut pandangnya.” (nyr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending