Connect with us

NASIONAL

Prabowo Tidak Mencalonkan Presiden, tapi Kalau Rakyat Mau?

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Media massa dan sosial media sedang ramai memberitakan Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri sebagai presiden di pemilu 2019 nanti. Pertarungan head to head 2014 lalu diprediksi akan kembali terulang.

Perlu diketahui bersama, Prabowo sedari awal sama sekali tidak terpikir menjadi calon presiden di 2019. Bagi dia, jabatan presiden bukanlah segala-galanya. Untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, dapat dilakukan dengan cara apapun. Tak harus jadi presiden.

Tanpa jabatan saja Prabowo tulus berkontribusi. Apalagi bila diamanatkan memimpin negeri? Indonesia Insya Allah berdikari.

Tanpa memiliki jabatan, Prabowo sudah turut serta mencerdaskan anak bangsa. Ratusan orang sudah dia sekolahkan dan dia kuliahkan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga yang berburu gelar doktor. Beberapa orang yang kini berada di pihak lawan pun pernah minta duit ke Prabowo. Ayo, ngaku saja.

BACA JUGA : Gerindra akan Deklarasikan Prabowo di Banyumas. Mengapa?

Tanpa memiliki jabatan, Prabowo sudah turut serta melindungi tumpah darah rakyat Indonesia. Dia membebaskan seorang TKI bernana Wilfrida Soik dari hukuman mati. Dia melepaskan aktivis yang diamankan dan masih hidup hingga kini. Dia juga rela pasang badan dan bersikap ksatria demi menjaga nama korps institusi.

Tanpa memiliki jabatan, Prabowo sudah berperan membesarkan nama bangsa di pergaulan dunia. Selama menjadi ketua IPSI, Prabowo sudah menghibahkan banyak materi dan menghasilkan banyak medali. Duit pribadi dia keluarkan untuk membina atlet, memperhatikan nasib pelatih, hingga untuk menjaga eksistensi perguruan pencak silat. Bahkan, Prabowo rela membantu beberapa negara agar pencak silat dapat berkembang di negara tersebut.

Tanpa memiliki jabatan, Prabowo sudah mencetak banyak enterpreneur yang tergabung dalam Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN). Roda ekonomi digerakkan. Dia turut serta menekan tingginya angka pengangguran di sejumlah daerah.

Sebagai pendiri dan ketua umum partai, Prabowo juga berhasil membawa Gerindra menjadi salah satu partai besar hanya dalam kurun waktu satu dekade. Puluhan kepala daerah, ribuan anggota DPR dan DPRD tercipta. Gerindra juga menjadi parpol yang angka korupsinya amat rendah bila dibandingkan dengan partai lain.

Dan masih banyak lagi sepak terjang serta dedikasi Prabowo yang belum pernah terekspos media massa. Prabowo mencintai negeri ini tanpa membutuhkan publikasi. Otaknya lurus, hatinya tulus.

Lantas, apakah itu semua dia lakukan untuk kebutuhan mencalonkan diri sebagai presiden…? Tidak. Prabowo tidak pernah mencalonkan diri sebagai presiden.

Partai lah yang meminta agar Prabowo bersedia dicalonkan. Ulama lah yang merestui agar Prabowo maju kembali. Buruh, tani dan nelayan lah yang ingin Prabowo memimpin dan mengubah kondisi negeri. Para emak-emak lah yang menyerukan dukung Prabowo.

Prabowo seorang ksatria. Dia selalu siap menjalani tugas apapun untuk kepentingan negara selama diberikan mandat. Prabowo terbiasa menjadi martir, meski nyawa taruhannya. Prabowo siap menjalankan mandat untuk kembali berkontribusi kepada negeri melalui hajat demokrasi.

Bila muncul pertanyaan kenapa harus Prabowo? Jawabannya hanya satu. Karena hanya Prabowo lah yang mampu mengatasi sederet persoalan bangsa dan hajat hidup rakyat saat ini. Tanpa jabatan saja dia tulus berkontribusi. Apalagi bila diamanatkan memimpin negeri? Indonesia Insya Allah berdikari.

Kalau rakyat mau Prabowo, kalian mau apa…? (Tb Ardi Yanuar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NASIONAL

Gerindra Fokus untuk Penuhi Syarat Prabowo untuk Jadi Capres

Published

on

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani

Indonesiaraya.co.id, Palembang – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya sedang berkonsentrasi untuk memenuhi syarat kecukupan kursi bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden.

Menurut dia, di Palembang, Kamis (19/4/2018), sekarang ini Gerindra mempunyai 73 kursi di DPR RI, masih kurang 39 kursi, karena untuk maju menjadi calon membutuhkan 112 kursi di DPR.

Jika Pilkada banyak menang, maka kemenangan Prabowo nanti akan semakin yakin dan bertambah besar tingkat kemenangannya

“Jadi, kami harus memenuhi ini dulu setelah itu, baru koalisi membicarakan tentang calon wakil presiden,” katanya saat ditanya mengenai calon wakil presiden yang akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Sementara mengenai peluang Prabowo di Sumsel, ia menyatakan, pada tahun 2014 Prabowo Subianto menang di Sumatera Selatan, kemenangannya tipis.

“Akan tetapi, kami berharap, dengan partai yang semakin kuat dengan konsolidasi yang terus tumbuh dari tingkat ranting, tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi bahkan memiliki jumlah kepala daerah yang terus bertambah,” katanya.

Insya Allah gubernur yang diusung terpilih, maka kemenangan Prabowo pada tahun 2019 nanti akan semakin yakin dan bertambah besar tingkat kemenangannya.

Ia juga berharap, Ketua DPD Gerindra Sumsel, Aswari Rivai menjadi Gubernur Sumatera Selatan, kemudian Partai Gerindra mendapat kursi yang banyak dan kemenangan Prabowo harus signifikan di provinsi ini.

Seperti dilansir Antara, Ia juga berpesan kepada calon gubernur Sumsel, Aswari Rivai untuk memenuhi janjinya pada saat kampanye kepada rakyat bila terpilih nanti, karena setiap pemimpin harus memenuhi janji-janjinya, sebab janji adalah utang, katanya. (mus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Gerindra Tegaskan Hanya Usung Prabowo untuk Capres 2019

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Fauka Noor Farid, menegaskan, partainya hanya mengusung Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilu 2019.

Fauka Noor Farid, di Jakarta, Rabu (18/4/2018), mengatakan, Rakornas Partai Gerindra yang digelar pada 11 April 2018 lalu di Hambalang, Bogor, memutuskan untuk memberikan mandat kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2019 mendatang.

Prabowo akan mempertanggungjawabkan mandat tersebut kepada kader dan para pendukungnya

“Dengan mandat tersebut, Prabowo sah menjadi calon presiden satu-satunya yang diusulkan oleh Partai Gerindra. Tidak ada calon yang lain, baik di dalam maupun luar partai,” kata Fauka Noor Farid.

BACA JUGA : Di HUT Kopassus, Prabowo dan Gatot Duduk Berdampingan. Begini Komentar Kopassus

Ia pun menilai ada pihak tertentu yang sengaja terus-menerus mengembuskan isu bahwa Prabowo tidak akan maju sebagai calon presiden dan hanya akan menjadi orang penentu capres atau “king maker”. Pihak tersebut memiliki tujuan tertentu dalam hal ini terkait kepentingan politis yang besar.


“Adanya isu bahwa Pak Prabowo akan menjadi ‘king maker’, baik sebelum maupun sesudah pelaksaan rakornas, adalah ulah pihak tertentu yang berambisi untuk maju capres,” kata Fauka Noor.

Ia yang juga menjabat sebagai Waketum Badan Pengawas dan Disiplin Partai DPP Partai Gerindra menambahkan, isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mempengaruhi partai-partai yang nantinya akan mengusung Prabowo sebagai capres seperti PKS dan PAN.

“Orang ini sudah membuat tim IT dengan tugas membesarkan isu-isu yang salah satunya Prabowo lebih baik menjadi ‘king maker’ dan mereka lakukan lobi-lobi ke partai-partai supaya terjadi perpecahan di partai tersebut. Jadi, saya pikir harus lebih waspada lagi karena ini hanya ambisi orang tersebut dan para pendukungnya,” imbuhnya.

Menurut dia, Prabowo Subianto sendiri sampai dengan saat ini masih bersedia untuk mengemban mandat yang sudah diberikan oleh Partai Gerindra., yakni mandat untuk maju sebagai calon presiden di 2019.

“Saya pikir beliau akan mempertanggungjawabkan mandat tersebut kepada kader dan para pendukungnya dan tidak akan diberikan kepada orang lain. Karena hanya Prabowo yang masih bisa menandingi Jokowi di Pilpres 2019 nanti,” katanya, seperti dikutip Antara. (ful)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Di HUT Kopassus, Prabowo dan Gatot Duduk Berdampingan. Begini, Komentar Kopassus

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Pur) Gatot Nurmantyo

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Pur) Gatot Nurmantyo duduk berdampingan saat perayaan HUT Ke-66 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin.

Perayaan HUT Korps Baret Merah kali ini digelar secara tertutup tanpa adanya atraksi-atraksi dari pasukan elit TNI Angkatan Darat itu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi, pemuda yang berusia 23 tahun

Berdasarkan foto soal situasi perayaan korps baret merah tersebut yang viral di media sosial, tampak mantan Danjen Kopassus Letjen (Pur) Prabowo Subianto yang berdampingan dengan Gatot Nurmantyo.

BACA JUGA : Prabowo Subianto Hadiri Peringataan HUT ke 66 Kopassus

Hal itu terungkap dari foto yang diunggah akun twitter mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

Sementara itu, salah satu pejabat Penerangan Kopassus Letkol Inf Achmad Munir ketika dikonfirmasi enggan menanggapi foto yang viral di media sosial itu.

Ia menyatakan, bagian penerangan Kopassus tidak mengeluarkan rilis soal perayaan HUT Ke-66 Kopassus yang di gelar Balai Komando Kopassus, di Cijantung.

“Yang mengeluarkan rilis adalah Pusat Penerangan (Puspen) TNI karena Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hadir dalam perayaan HUT tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus mampu berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman.

“Prajurit Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI,” kata Panglima TNI dalam sambutannya pada acara Syukuran HUT ke-66 Kopassus.

Panglima TNI mengungkapkan bahwa 66 tahun yang lalu, Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi, pemuda berusia 23 tahun dengan analisa kritisnya telah mampu memikirkan arti penting dimilikinya suatu satuan kecil berkemampuan khusus.

“Saat ini, mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakekatnya merupakan lompatan inovatif di zamannya,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending