Connect with us

JAWA BARAT

Ekonomi Makin Sulit, Pemuda Karawang Bergerak Galang Petisi #2019GantiPresiden

Published

on

Kaos #2019GantiPresiden semakin mudah diperoleh, karena makin banyak yang jualan secara online

Indonesiaraya.co.id, Karawang – Komunitas pemuda Karawang yang tergabung dalam Pemuda Karawang Bergerak (PKB) memyatakan keprihatinannya yang sangat mendalam, terkait kondisi ekonomi yang semakin sulit dan kecewa dengan kebijakan pemerintahan Jokowi.

“Kami mendukung Gerakan #2019GantiPresiden, sebagaimana yang beberapa hari belakangan ini menjadi topik pembahasan utama berbagai kelompok masyarakat,” kata Inisiator Pemuda Karawang Bergerak, Andre Lukman S.Kom, di Karawang, Sabtu (14/4/2018).

“Masyarakat menilai hidup di rezim Jokowi terasa semakin sulit, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin”

Dalam undangan yang beredar di Karawang, Andre menjelaskan, meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja dan kebijakan pemerintahan rezim Jokowi, karena tidak pro terhadap rakyat kecil.

BACA JUGA : Ditanya Soal Kaos #2019GantiPresiden, Begini Jawaban Wagub DKI Sandi Uno

“Masyarakat menilai hidup di rezim Jokowi terasa semakin sulit, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin,” katanya.

Karena itulah Pemuda Karawang Bergerak segera merespon kondisi kebangsaan hari ini dengan melakukan “Penggalangan 100.000 Petisi Masyarakat Karawang untuk Mendukung #2019GantiPresiden”.

Korlap Penggalangan Petisi, Sururi SE menjelaskan, acara penggalangan tersebut akan dilakukan pada saat car free day (CFD) dengan titik kumpul di Lapangan Karangpawitan Kab. Karawang yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Minggu (15/4/2018). (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HUKUM

Pembuat Minuman Keras Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

Wakapolri Komjen Pol, Syafruddin.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan para pelaku peracik dan penjual minuman keras keras oplosan cap “Gingseng” yang menyebabkan 44 orang meninggal dunia di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dapat diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Penyidik agar menerapkan pasal yang maksimal, kalau di KUHP itu pasal 204 ayat 1 dan ayat 2. Ayat duanya manakala meninggal hukumannya 20 tahun bisa hukuman mati,” ujar Wakapolri saat meninjau kediaman pelaku utama di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/2018).

Hingga saat ini, polisi berhasil menangkap empat pelaku yakni SS (pemilik dan produsen utama miras), HM (istri SS), W (agen penjual), dan JA (agen penjual).

HM, W, dan JA ditangkap tak lama setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait banyaknya korban dirawat hingga meninggal dunia akibat menenggak miras yang dijual para tersangka.

Sementara SS yang sempat buron dan ditetapkan daftar pencarian orang (DPO) berhasil diamankan pada 18 April di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi.

Kata dia, polisi masih mengejar empat tersangka lainnya yang juga ditetapkan sebagai DPO yakni AS, SN, UW, dan RS. Keempatnya diduga berperan sebagai peracik minuman.

“Kita masih buru pelaku lainnya, saya instruksikan sebelum Lebaran harus ditangkap,” kata dia.

Menurut dia, kasus peredaran miras tak berizin atau oplosan harus menjadi prioritas seluruh pihak baik dari jajaran kepolisian maupun pemerintah daerah setempat, terlebih akan memasuki bulan ramadan.

“Ini dijadikan pintu masuk dan seluruh stakeholder untuk menjadikan perhatian besar, membuat regulasi baru. Kasus ini sama dengan wabah penyakit, regulasi perlu diubah,” katanya.

Dari catatan kepolisian, dalam sebulan terakhir kasus meninggal akibat menenggak minuman keras sebanyak 112 orang yang tersebar di beberapa daerah. Maka dari itu, peredaran miras harus segera diminimalisir secepat mungkin.

“Korbannya ada di DKI Jakarta, Sumsel, Kalimantan, dan daerah lain. Tapi yang menjadi sorotan Cicalengka karena banyak memakan korban jiwa,” kata dia, seperti dikutip Antara. (sep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Polisi Menangkap Produsen Minuman Keras Oplosan Cicalengka

Published

on

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol, Umar Surya Fana.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap tersangka Syamsudin Simbolon, pemilik pabrik minuman keras oplosan di Cicalengka, Bandung, Rabu, di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Betul, sudah ditangkap di daerah Musi Banyuasin pada sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana saat dihubungi, Rabu (18/4/2018).

Produsen minuman keras oplosan bermerek Minola ini diketahui hidup berpindah-pindah semenjak menjadi buronan polisi.

Polisi sempat memeriksa tiga lokasi di Sumsel yang akhirnya berhasil menemukan Syamsudin di daerah Musi Banyuasin.

“Baru di lokasi keempat, dia berhasil kami tangkap. Tidak ada perlawanan saat penangkapan,” katanya.

Syamsudin merupakan pemilik rumah mewah di Jalan Raya Bandung-Garut atau tepatnya di Kampung Bojongasih RT 03/08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di dalam rumah itu, dia memproduksi dan menyimpan miras oplosan di dalam ruang bawah tanah.

Ruang bawah tanah itu berada di bawah gazebo di belakang rumahnya. Untuk membuka ruang bawah tanah tersebut, gazebo tersebut harus digeser terlebih dahulu.

Ruangan itu menjadi tempat produksi minuman keras bermerek Minola yang kemudian membuat 42 warga Cicalengka meregang nyawa, seperti dikutip Antara. (apd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Produksi Perikanan Budidaya Karawang Ditargetkan 43.770 Ton

Published

on

Produksi ikan yang dihasilkan dari budidaya mencapai 43 ribu ton pada tahun ini.

Indonesiaraya.co.id, Karawang – Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menargetkan produksi ikan yang dihasilkan dari budidaya mencapai 43 ribu ton pada tahun ini.

“Targetnya cukup tinggi, mencapai 43.770,43 ton ikan,” kata Sekretaris Dinas Perikanan setempat Sari Nurmiasih, kepada Antara, di Karawang, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan, meski diakuinya cukup tinggi, tapi target produksi ikan budidaya pada 2018 tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan capaian produksi ikan budidaya pada tahun 2017.

Menurut dia, pada tahun lalu atau pada 2017, pencapaian produksi ikan budidaya di Karawang sebanyak 43.567,50 ton. Pencapaian produksi itu mencapai target yang telah ditetapkan sebanyak 43.337,06 ton.

Untuk produksi ikan budidaya itu sendiri dihasilkan dari tambak-tambak, jaring apung, dan lain-lain.

Pada tahun ini, kata dia, pihaknya akan melakukan berbagai upaya meningkatkan produksi ikan budidaya tersebut.

Di antaranya dengan melakukan perbaikan tambak, membimbing pembudidaya agar melakukan cara budidaya ikan yang baik, dan lain-lain.

Ia mengaku optimistis target produksi ikan budidaya itu akan tercapai. Sebab potensi sektor perikanan budidaya di Karawang cukup besar.

Hingga kini, di Karawang terdapat areal tambak seluas 18.273,30 hektare, kolam seluas 1.188,19 hektare, mina padi seluas 10.580,80 hektare serta karamba jaring apung sebanyak 99 unit, seperti dikutip Antara. (mak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending