Connect with us

SEKTOR RIIL

Air Timor Berhentikan Sementara Layanan Kupang-Dili

Published

on

Citilink Air.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – General Manager Air Timor Andisuari Dewi mengemukakan layanan penerbangan internasional yang menghubungkan dua wilayah berbeda negara yakni Kupang-Dili diberhentikan sementara karena terkendala dukungan pasar yang rendah.

“Saat ini penerbangan Kupang-Dili sedang diberhentikan sementara karena kondisi pasar yang sangat rendah,” kata Andisuari Dewi saat dihubungi Antara melalui pesan email dari Kupang, Senin (16/4/2018).

Sebelumnya, pemerintah Timor Leste melalui maskapai Timor Air membuka penerbangan langsung dari Kupang-Dili dan sebaliknya pada 15 Desember 2017.

Baca juga: Air Timor buka penerbangan Kupang-Dili 15 Desember

Layanan Penerbangan internasional yang menghubungkan dua kota berbeda negara yang sama-sama berada di daratan Pulau Timor itu, menyusul adanya penandatanganan kerja sama antara maskapai Air Timor dengan PT TransNusa Aviation Mandiri pada Juni 2017.

Andiusari mengatakan, rute penerbangan ini dilayani dengan pesawat milik TransNusa jenis ATR72-600 berkapasitas 70 kursi dengan jadwal tiga kali dalam seminggu.

“Kontrak kerja sama untuk layanan rute ini kami lakukan selama satu tahun terhitung sejak rute mulai dibuka pada 15 Desember,” katanya.

Ia berharap hadirnya rute penerbangan itu dapat mendukung konektivitas antarwilayah secara cepat dengan waktu penerbangan yang Kupang-Dili sekitar satu jam.

Namun, lanjutnya, dalam perjalanan, kondisi pasar tidak memungkinkan untuk tetap mempertahankan layanan penerbangan langsung internasional ini sehingga pihaknya memberhentikan sementara.

Andisuari belum memastikan kapan dibuka kembali layanan penerbangan internasional ini kembali dibuka karena tergantung dari kesepakatan dalam negosiasi bersama.

“Kami dari pihak Air Timor dan TransNusa sedang negosiasi kapan sebaiknya akan dimulai operasinya kembali karena saat ini kondisi pasar sangat rendah,” katanya, seperti dikutip Antara. (alo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Sambut Hari Kartini, Pelindo II Salurkan Paket Alat Tulis untuk 1.000 Pelajar SD

Published

on

Menyambut Hari Kartini yang dirayakan setiap 21 April, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) IPC menyalurkan paket alat tulis untuk 1.000 pelajar SD yang tersebar di 10 propinsi wilayah kerja IPC.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menyambut Hari Kartini yang dirayakan setiap 21 April, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menyalurkan paket alat tulis untuk 1.000 pelajar SD yang tersebar di 10 propinsi wilayah kerja IPC. Penyerahan paket alat tulis ini dilakukan serentak di 15 kantor anak perusahaan dan 12 kantor Cabang IPC, yakni di Jakarta, Cirebon, Banten, Lampung, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Padang dan Pontianak. Di Jakarta, paket alat tulis diserahkan langsung kepada ratusan pelajar SD di Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain menerima paket alat tulis, para pelajar tersebut juga difasilitasi untuk melihat langsung kegiatan operasional kepelabuhanan. Khusus di Jakarta, sekitar 400 pelajar diajak mengunjungi Terminal Penumpang, Terminal Operasi 2 dan Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok. Ratusan pelajar yang didampingi oleh perwakilan Cabang dan Anak Perusahaan itu diajak berkeliling di sekitar area pelabuhan, dengan menggunakan 20 bus.

“Peserta field trip (kunjungan ke pelabuhan) ini adalah para pelajar yang tinggal di sekitar wilayah kerja IPC dan direkomendasikan oleh pihak sekolah,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC, Saptono R. Irianto, di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Menurut Saptono, penyaluran paket alat tulis dan kegiatan field trip bagi pelajar yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan tempat IPC beroperasi ini merupakan bentuk komitmen IPC berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kita adalah bangsa maritim yang besar. Maka sudah semestinya kita membangun kecintaan dan mengenalkan dunia kemaritiman sejak dini kepada anak-anak, dan pelabuhan adalah bagian terpenting dalam dunia kemaritiman,” jelas Saptono.

Sebelumnya, saat mencanangkan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, 11 April lalu, IPC menyalurkan bantuan pendidikan untuk 55 pelajar dengan nilai total 110 juta rupiah. Selain itu, paket CINTA IPC juga diberikan kepada 600 kepala keluarga di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

“Kami punya ikatan moral untuk memberikan dukungan terbaik kepada masyarakat secara umum, dan menciptakan harmoni dengan lingkungan sekitar,” ujar Saptono.

Dia berharap, penyaluran bantuan pendidikan dan kegiatan field trip ini akan memperluas wawasan para pelajar SD tentang arti pentingnya pelabuhan bagi Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang strategis, dan sudah sejak lama menjadi persinggahan rute perdagangan dunia. (bvi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Senegal akan Beli Kapal Tanker dan Patroli dari PT PAL

Published

on

Senegal akan membeli kapal tanker dan kargo seberat 18.500 ton dan berminat membeli dua kapal patroli ukuran 60 meter untuk mengawasi wilayah pesisirnya sepanjang 700 km.

Indonesiaraya.co.id, London – Setelah membeli pesawat dan kereta dari Indonesia , Senegal akan membeli kapal tanker dan kargo seberat 18.500 ton dan berminat membeli dua kapal patroli ukuran 60 meter untuk mengawasi wilayah pesisirnya sepanjang 700 km.

Hal itu disampaikan Menteri Urusan Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional Senegal, Abdou Ndene Sall, mewakili Pemerintah Senegal dalam kunjungannya ke PT. PAL dan Indonesia-Africa Forum (IAF) di Bali pekan lalu.

Pensosbud KBRI Doha, Dimas Prihadi dalam keterangan kepada Antara London, Jumat (20/4/2018) menyebutkan bahwa keinginan pemerintah Senegal membeli kapal tanker dari Indonesia di konfirmasi oleh Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Budiman Saleh yang mengatakan Senegal akan membeli kapal tanker dan kargo seberat 18.500 ton.

Selain itu, Senegal juga berminat membeli dua kapal patroli ukuran 60 meter untuk mengawasi wilayah pesisirnya sepanjang 700 km.

Menurut Budiman Saleh, Senegal juga berniat akan membeli beberapa kapal lainnya dari PT. PAL, antara lain kapal VIP 50 penumpang untuk presiden, kapal feri 250 penumpang untuk transportasi ke Pulau Goree dan kapal feri cepat kapasitas 500 dan 2000 penumpang untuk transportasi ke Provinsi Ziguinchor dan wilayah sekitarnya dengan spesifikasi kelas ekonomi, bisnis dan first class.

Dubes RI di Dakar, Mansyur Pangeran, mengatakan saat ini kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang dari Dakar ke Ziguinchor adalah kapal dari Korea Selatan.

“Kami harap Indonesia dapat segera merealisasikan kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut di Senegal karena antara Indonesia dan Senegal sudah pernah ada ikatan sejarah di bidang ini,” kata Dubes Mansyur Pangeran.

Dikatakannya proses pembelian kapal ini sudah dimulai sejak tahun 2017 dan instansi menangani yaituConseil d`Administration du Conseil S n galais des Chargeurs (COSEC) pun sudah melakukan kunjungan ke PT. PAL, kebutuhan kapal di Senegal sangat besar.

Menurut Dubes Mansyur, Indonesia dan Senegal memiliki ikatan historis ketika kapal Senegalle Joola” dengan trayek Dakar – Ziguinchor tenggelam dan digantikan kapal feri Wilis yang disewa dari Indonesia (Pelni) lengkap dengan kapten kapal dan awaknya.

“Ikatan historis ini membuktikan komitmen yang tinggi dari Pemerintah Indonesia untuk membina kerja sama dengan Senegal,”ujarnya.

Budiman menyambut baik minat Senegal, dan perusahaannya akan menyampaikan proposal dengan spesifikasinya untuk mendapatkan tanggapan resmi dari Senegal. Budiman juga menawarkan?kapal tunda atau tug boat?dan meminta agar Menteri Ndene Sall dapat menyampaikan kepada pihak terkait di Senegal, seperti dikutip Antara.(zey)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

DPR Minta Pemerintah Jelaskan Perpres Soal Tenaga Kerja Asing

Published

on

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta pemerintah menjelaskan secara rinci Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) agar tidak ada persepsi yang salah di kalangan masyarakat mengenai ketentuan itu.

“Kami berpesan dalam hal ini Kemenaker harus menjelaskan ke masyarakat benar atau tidaknya Perpres itu. Karena Kemenaker yang bisa menjelaskan itu,” kata Taufik di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Pemerintah, ia melanjutkan, harus segera menyampaikan penjelasan mengenai Perpres tersebut agar tidak menimbulkan multitafsir yang kemudian memicu politisasi karena ada yang berpendapat peraturan itu bisa mengancam keberadaan tenaga kerja Indonesia.

“Menimbulkan potensi kerugian, screening-nya itu mudah sekali lolos. Tidak ada kualifikasi pekerjaan yang akan masuk, dari yang kasar hingga yang ahli. Tentu ini akan merugikan tenaga kerja kita sebagai tuan rumah,” kata Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

Sementara mengenai perlu atau tidaknya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tenaga Kerja Asing di DPR, dia menyerahkan keputusannya ke Komisi IX DPR selaku mitra kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

Dia menekankan bahwa Pimpinan DPR tidak bisa mendahului keputusan Komisi IX DPR.

“Mau dibentuk pansus atau tidak, ini kan sedang bergulir aspirasi-aspirasi masyarakat, kita serahkan dulu Komisi IX dalam hal ini untuk memberikan apakah mekanisme perlu ada pansus tidak,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Herry Sudarmanto mengatakan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) merupakan bentuk kepastian hukum bagi pekerja, pemberi kerja hingga pengawasan.

“Perpres ini justru memberi kejelasan hukum dari sisi pekerja. Kalau dulu dengan visa bisnis pekerja asing bisa dipindah ke visa kerja, sekarang sejak awal mereka masuk untuk bekerja ya harus menggunakan visa kerja tidak bisa lagi hanya pakai visa bisnis,” katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ia menambahkan bahwa persyaratan untuk mendapatkan visa kerja juga dipertegas, di mana pemberi kerja harus berbadan hukum, calon tenaga kerja asing harus memiliki ijazah dengan latar belakang pendidikan yang memang sesuai dengan jabatan yang akan diisi di perusahan Indonesia dan memiliki sertifikat kompetensi, dan pemberi kerja wajib menyediakan fasilitas pelatihan bahasa Indonesia, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending