Connect with us

SELEBRITI

Beyonce Reuni dengan Anggota Destiny’s Child di Coachella

Published

on

Destiny’s Child adalah kelompok musik R&B dan Pop dari Amerika Serikat yang beranggotakan Beyoncé Knowles, Kelly Rowland dan Michelle Williams.

Indonesiaraya.co.id, Indio – Beyonce kembali ke panggung secara spektakuler di festival Coachella di mana para penggemar menyambut gembira reuni langka mantan trio Destiny Child.

Di hadapan lautan 100.000 orang di gurun California selatan, bintang pop itu menjadi pusat perhatian festival musik global ini, mengakhiri hiatus musik selama setahun sejak melahirkan anak kembar.

Dilansir AFP, penampilan Beyonce tetap prima meski setelah cuti melahirkan, bernyanyi dan menggoyangkan tubuhnya selama dua jam dengan istirahat sebentar di sela-sela, bersama sekitar 100 penari latar dan musisi.

Suaminya, rapper Jay-Z, muncul di panggung menjelang akhir lagu Deja Vu, tetapi ternyata dia adalah cuma awal dari penampilan tamu istimewa yang jarang muncul.

Terdengar rekaman audio dari novelis Chimamanda Ngozi Adichie membacakan esai “We Should All Be Feminists” selama Beyonce bersiap-siap, dia kembali muncul di panggung dengan siluet tiga orang yang sudah pasti dikenal.

Para anggota Destiny’s Child Kelly Rowland dan Michelle Williams bergabung dengan Beyonce membawakan tiga lagu mereka, termasuk “Say My Name”.

Ini adalah reuni pertama mereka sejak pertunjukkan Beyonce di Super Bowl pada 2013. Trio ini melesatkan Beyonce menjadi bintang, tetapi juga dilanda oleh gesekan internal.

Seperti dikutip Antara, Beyonce menyebut keduanya sebagai “saudari” nya – dan panggung itu juga dimeriahkan oleh saudara perempuannya, Solange Knowles. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SELEBRITI

Anji Ungkap Pembuatan Lirik Lagu Asian Games

Published

on

Erdian Aji Prihartanto, lebih populer dengan nama Anji atau Manji adalah penyanyi asal Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyanyi Erdian Aji Prihartanto yang akrab disapa Anji adalah salah satu musisi yang diajak berkolaborasi dalam album Asian Games 2018 “Energy of Asia”. 

Penyanyi yang identik dengan topi itu menciptakan dua lagu bersama Ade Govinda, “Kemenangan” dinyanyikan oleh Cakra Khan sementara “Indonesia Berpesta” dibawakan sendiri oleh Anji.

Anji menulis lirik dengan sudut pandang berbeda dalam dua lagu tersebut. Lirik lagu yang ditulis untuk Cakra Khan dibuat dari sudut pandang atlet.

“Tentang siap menang dan siap kalah, dalam hal apa pun,” ujar Anji di konferensi pers peluncuran album fisik “Energy of Asia” di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ketika diminta membuat lagu sekaligus menyanyikannya, ia memilih sudut pandang masyarakat atau penonton olahraga. 

Anji terinspirasi dari rasa prihatin atas rusaknya fasilitas Gelora Bung Karno yang baru direnovasi akibat perilaku oknum tak bertanggung jawab saat menghadiri pertandingan bola.

Lewat lirik “Indonesia Berpesta”, dia menyampaikan pesan untuk masyarakat Indonesia agar menjadi tuan rumah yang baik dalah pesta olahraga ini, menjauhi vandalisme dan membawa nama baik bangsa.

Dalam lirik itu dia menyelipkan lirik, “Ini pesta olahraga, bukannya hura-hura, apalagi huru-hara”.

Selain Anji, 13 lagu dalam album “Energy of Asia” dinyanyikan oleh Arial NOAH, Afgan, Armada, Bunga Citra Lestari, Cakra Khan, Dira Sugandi, Dipha Barus, GAC, JFlow, Isyana Sarasvati, Once, Slank, Shakira Jasmin, Via Vallen serta gabungan artis Energy 18. 

Lagu “Meraih Bintang” yang dinyanyikan Via Vallen dipilih menjadi lagu tema resmi Asian Games 2018, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SELEBRITI

Lebih dekat dengan Nurul Shamsul, Finalis Miss Universe Selandia Baru Keturunan Indonesia

Published

on

Nurul Shamsul (20), perempuan berhijab pertama yang masuk 20 besar finalis ajang Miss Universe Selandia Baru 2018.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Nurul Shamsul (20) baru-baru ini jadi buah bibir warganet setelah ia diumumkan sebagai perempuan berkerudung pertama yang menjadi finalis 20 besar ajang Miss Universe Selandia Baru 2018. 

Nurul adalah gadis berdarah Indonesia-Malaysia. Ibunya yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, pindah ke Malaysia sejak batita; sementara ayahnya berasal dari Ipoh, Perak, Malaysia.

BACA JUGA : Wanita Berhijab Keturunan Indonesia-Malaysia Jadi Finalis Miss Universe Selandia Baru 2018

Perempuan bernama lengkap Nurul Zuriantie Shamsul ini lahir di Banda Baru, Ampang, Selangor, Malaysia, pada 5 Agustus 1997. Ketika Nurul berumur lima tahun, orangtuanya membawa dia pindah ke Selandia Baru.

Di Negeri Kiwi, pemilik nama panggilan Yanti itu mempelajari bahasa Inggris, salah satunya lewat puisi yang kini punya tempat istimewa di hatinya.

“Hobi saya menulis puisi,” kata Nurul, yang karyanya juga sudah diterbitkan di New Zealand Poetry ketika ia berusia 17 tahun.

Puisi berjudul “The Liberation of Wine” berisi keinginannya sebagai muslimah untuk mendobrak stereotipe masyarakat Barat dan memberikan sudut pandang berbeda mengenai Islam. Dalam hal ini, kerudung baginya tidak mengekang, melainkan membebaskan. 

Kalimat dalam puisi itu akhirnya menjadi nama blog Nurul, The Girl In The Wine Red Scarf.

Nurul, yang juga aktivis hak asasi manusia, kini mengambil jurusan psikologi dengan minor kebijakan sosial di Universitas Waikato, Selandia Baru. Pencinta soto ayam itu bercita-cita mengambil gelar master di bidang community psychology demi membantu memberdayakan masyarakat sekitar.

Cantik itu relatif

Ada banyak faktor yang membuat seseorang disebut cantik. Menurut Nurul, kecantikan ada pada rasa percaya diri serta penghargaan dan kecintaan pada diri sendiri. 

Meski menganggap kecantikan luar bukan satu-satunya hal penting, bukan berarti ia abai dalam menjaga kesehatan kulit.

Bahan-bahan alami jadi andalannya. Kadang ia membuat sendiri masker dari bahan yang bisa didapat di dapur, seperti tomat dan madu. Ia percaya kesehatan kulit juga bersumber dari asupan makanan bergizi. Tapi diet tidak ada dalam kamusnya.

“Saya makan apa pun yang saya mau, mungkin saya tidak fokus ingin mengurangi berat badan, hanya fokus bahwa saya ingin bugar,” kata Nurul yang selalu berusaha rutin berolahraga di gym atau berjalan-jalan menikmati alam Selandia Baru.

“Tapi saya bukan perempuan sporty, saya tidak suka lari, mungkin sudah lima tahun tidak lari,” kata dia. “Bukan karena sibuk, tapi memang tidak suka,” lanjut Nurul, lalu tertawa.

Penyuka musik rap dan hip-hop itu juga bukan penggemar berat rias wajah. Gadis yang baru belajar merias diri ketika menjadi mahasiswi itu lebih suka riasan tipis.

Isi Lemari

“Less is more.” Itu prinsip Nurul dalam mengisi lemari. Kalau merasa isi lemarinya sudah terlalu banyak, dia akan mengeluarkan sebagian untuk disumbangkan.

Minimalis, kasual dan klasik menjadi kata kunci gaya busana penggemar buku “The Essential Rumi” itu.

“Tapi kadang-kadang apa yang saya pakai adalah baju pertama yang saya lihat ketika membuka lemari,” kata Nurul, kemudian terkekeh.

Biasanya kontes kecantikan diikuti oleh mereka yang sudah tak asing dengan dunia modeling. Tapi Nurul mengaku tidak pernah sekalipun belajar modeling.

Sepatu hak tinggi juga merupakan barang baru bagi penggemar film “Jumanji” dan “Mean Girl” itu. 

Sebelum mengikuti Stiletto Camp dari Miss Universe Selandia Baru, Nurul sama sekali tidak bisa mengenakan sepatu hak tinggi. Semenit saja terasa menyiksa baginya.

Tapi setelah belajar berjalan menggunakannya di kamp tersebut, sepatu berhak tinggi bukan lagi hal mengerikan baginya.

Sebelum wawancara dengan ANTARA News pertengahan Juli lalu, Nurul menjalani pengambilan gambar di salah satu stasiun televisi di Jakarta. Selama enam jam dia beraktivitas mengenakan sepatu hak tinggi tanpa mengeluh.

“Rasanya baik-baik saja, terasa normal,” imbuh dia disertai tersenyum lebar, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Steffy Burase Dikonfirmasi Soal Dana Aceh Marathon

Published

on

Fenny Steffy Burase, adalah seorang model asal Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyidik KPK mengonfirmasi mengenai sumber dan penggunaan dana kegiatan Aceh Marathon 2018 kepada model Fenny Steffy Burase dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada provinsi Aceh.

“Saya hanya hubungan kerja dengan beliau (Irwandi Yusuf), sejak di projek Aceh Marathon 2018 tahun lalu, sudah setahun,” kata Steffy seusai menjalani pemeriksaan selama sekitar 13 jam di gedung KPK Jakarta, Rabu malam (18/7/2018).

BACA JUGA : Model Steffy Burase Penuhi Panggilan KPK

Steffi datang ke gedung KPK sekitar pukul 09.30 WIB dan baru keluar dari gedung tersebut pada sekitar pukul 22.45 WIB didampingi penasihat hukumnya Fahri Timur.

“Aceh Marathon sampai saat ini dari pemerintah provinsi mengatakan ditunda. Itu keputusan pemprov bukan saya. Sebenarnya kalau medali itu mencapai Rp500 juta, untuk baju Rp300-400 juta, kalau ditotal dana ‘event’ sebesar Rp13 miliar,” tambah Steffy.

Namun Steffy membantah kepemilikan aset yang berasal dari Irwandi Yusuf.

“Aset apa ya? Tidak,” jawab Steff saat ditanya soal aliran dana.

“Alhamdulillah pemeriksaan berjalan dengan baik, 12 jam yang melelahkan, Steffy mengatakan tadi diperiksa dengan 12 halaman sekitar 60 pertanyaan, yang ditanyakan tentang aliran dana,” tambah pengacaranya, Fahri Timur.

Menurut Fahri, Steffy adalah staf ahli dalam pelaksanan Aceh Marathon 2018 yang menghadiri pertemuan dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Pemerintah Aceh.

Steffi adalah satu dari empat orang yang sejak 7 Juli 2018 lalu dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan oleh KPK. Selain Steffi, 3 orang lain yang dicegah adalah Nizarli, Rizal Aswandi dan Teuku Fadhilatul Amri.

“Saya belom cek (pencekalan) tapi nanti saya pastikan, belum ada surat (pemberitahuan cekal),” tambah Steffy.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, pihak swasta Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri sebagai pihak penerima serta Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai tersangka pemberi.

Irwandi diduga menerima Rp500 juta sebagai bagian dari Rp1,5 miliar yang ia minta sebagai “fee” ijon 8 persen dari pejabat pemerintah Aceh untuk setiap proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018.

Pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh tersebut. KPK pun masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.

Dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) pada 3 Juli 2018, KPK menyita uang sebesar Rp50 juta, bukti transaksi perbankan Bank BCA dan Bank Mandiri, dan catatan proyek.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga penerima Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, seperti dikutip Antara. (dln)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending