Connect with us

JAWA BARAT

Produksi Perikanan Budidaya Karawang Ditargetkan 43.770 Ton

Published

on

Produksi ikan yang dihasilkan dari budidaya mencapai 43 ribu ton pada tahun ini.

Indonesiaraya.co.id, Karawang – Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menargetkan produksi ikan yang dihasilkan dari budidaya mencapai 43 ribu ton pada tahun ini.

“Targetnya cukup tinggi, mencapai 43.770,43 ton ikan,” kata Sekretaris Dinas Perikanan setempat Sari Nurmiasih, kepada Antara, di Karawang, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan, meski diakuinya cukup tinggi, tapi target produksi ikan budidaya pada 2018 tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan capaian produksi ikan budidaya pada tahun 2017.

Menurut dia, pada tahun lalu atau pada 2017, pencapaian produksi ikan budidaya di Karawang sebanyak 43.567,50 ton. Pencapaian produksi itu mencapai target yang telah ditetapkan sebanyak 43.337,06 ton.

Untuk produksi ikan budidaya itu sendiri dihasilkan dari tambak-tambak, jaring apung, dan lain-lain.

Pada tahun ini, kata dia, pihaknya akan melakukan berbagai upaya meningkatkan produksi ikan budidaya tersebut.

Di antaranya dengan melakukan perbaikan tambak, membimbing pembudidaya agar melakukan cara budidaya ikan yang baik, dan lain-lain.

Ia mengaku optimistis target produksi ikan budidaya itu akan tercapai. Sebab potensi sektor perikanan budidaya di Karawang cukup besar.

Hingga kini, di Karawang terdapat areal tambak seluas 18.273,30 hektare, kolam seluas 1.188,19 hektare, mina padi seluas 10.580,80 hektare serta karamba jaring apung sebanyak 99 unit, seperti dikutip Antara. (mak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Pembuat Minuman Keras Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

Wakapolri Komjen Pol, Syafruddin.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan para pelaku peracik dan penjual minuman keras keras oplosan cap “Gingseng” yang menyebabkan 44 orang meninggal dunia di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dapat diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Penyidik agar menerapkan pasal yang maksimal, kalau di KUHP itu pasal 204 ayat 1 dan ayat 2. Ayat duanya manakala meninggal hukumannya 20 tahun bisa hukuman mati,” ujar Wakapolri saat meninjau kediaman pelaku utama di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/2018).

Hingga saat ini, polisi berhasil menangkap empat pelaku yakni SS (pemilik dan produsen utama miras), HM (istri SS), W (agen penjual), dan JA (agen penjual).

HM, W, dan JA ditangkap tak lama setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait banyaknya korban dirawat hingga meninggal dunia akibat menenggak miras yang dijual para tersangka.

Sementara SS yang sempat buron dan ditetapkan daftar pencarian orang (DPO) berhasil diamankan pada 18 April di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi.

Kata dia, polisi masih mengejar empat tersangka lainnya yang juga ditetapkan sebagai DPO yakni AS, SN, UW, dan RS. Keempatnya diduga berperan sebagai peracik minuman.

“Kita masih buru pelaku lainnya, saya instruksikan sebelum Lebaran harus ditangkap,” kata dia.

Menurut dia, kasus peredaran miras tak berizin atau oplosan harus menjadi prioritas seluruh pihak baik dari jajaran kepolisian maupun pemerintah daerah setempat, terlebih akan memasuki bulan ramadan.

“Ini dijadikan pintu masuk dan seluruh stakeholder untuk menjadikan perhatian besar, membuat regulasi baru. Kasus ini sama dengan wabah penyakit, regulasi perlu diubah,” katanya.

Dari catatan kepolisian, dalam sebulan terakhir kasus meninggal akibat menenggak minuman keras sebanyak 112 orang yang tersebar di beberapa daerah. Maka dari itu, peredaran miras harus segera diminimalisir secepat mungkin.

“Korbannya ada di DKI Jakarta, Sumsel, Kalimantan, dan daerah lain. Tapi yang menjadi sorotan Cicalengka karena banyak memakan korban jiwa,” kata dia, seperti dikutip Antara. (sep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Polisi Menangkap Produsen Minuman Keras Oplosan Cicalengka

Published

on

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol, Umar Surya Fana.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap tersangka Syamsudin Simbolon, pemilik pabrik minuman keras oplosan di Cicalengka, Bandung, Rabu, di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Betul, sudah ditangkap di daerah Musi Banyuasin pada sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana saat dihubungi, Rabu (18/4/2018).

Produsen minuman keras oplosan bermerek Minola ini diketahui hidup berpindah-pindah semenjak menjadi buronan polisi.

Polisi sempat memeriksa tiga lokasi di Sumsel yang akhirnya berhasil menemukan Syamsudin di daerah Musi Banyuasin.

“Baru di lokasi keempat, dia berhasil kami tangkap. Tidak ada perlawanan saat penangkapan,” katanya.

Syamsudin merupakan pemilik rumah mewah di Jalan Raya Bandung-Garut atau tepatnya di Kampung Bojongasih RT 03/08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di dalam rumah itu, dia memproduksi dan menyimpan miras oplosan di dalam ruang bawah tanah.

Ruang bawah tanah itu berada di bawah gazebo di belakang rumahnya. Untuk membuka ruang bawah tanah tersebut, gazebo tersebut harus digeser terlebih dahulu.

Ruangan itu menjadi tempat produksi minuman keras bermerek Minola yang kemudian membuat 42 warga Cicalengka meregang nyawa, seperti dikutip Antara. (apd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Geopark Ciletuh Bagian Geopark Global UNESCO

Published

on

Batu Punggung Naga di Ciletuh Geopark, Pelabuhanrabu, Sukabumi, Jawa Barat.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Geopark Ciletuh-Palabuhanratu resmi ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG) sehingga hal ini merupakan sejarah baru bagi dunia pariwisata di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Minggu (15/4/2018) mengatakan, selain Ciletuh, UNESCO juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG dan pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4/2018) lalu di Paris, Perancis.

Aher mengatakan pihaknya mendapatkan kabar tersebut dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Budiman, selaku perwakilan Jawa Barat di sidang tersebut.

“Dua hari lalu kita dapat kabar dari Sidang UNESCO di Paris, Perancis. Unesco sudah bersepakat menetapkan beberapa geopark di dunia,” kata Aher.

“Dua diantaranya dari Indonesia, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan yang kedua Geopark Rinjani di NTB,” lanjutnya.

Proses penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark global UNESCO (UGG) terbilang cepat dan biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional.

“Tiga tahun lalu kita (Geopark Ciletuh-Palabuhanratu) ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Pusat dan langsung kita ajukan ke UNESCO sebagai UGG. Dan ternyata, Alhamdulillah diterima,” ujar Aher.

“Ternyata ini tercepat sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Tiga tahun kemudian jadi geopark internasional atau termasuk dalam jaringan geopark global atau UGG,” lanjutnya.

Penyerahan sertifikat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UGG akan dilakukan pada September 2018. “Keputusannya sudah ada, sertifikatnya akan diberikan secara bersama-sama di Portugal,” kata Aher.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan dan ia berkomitmen untuk terus mengembangkan destinasi wisata di bumi Parahyangan.

Untuk itu, Aher meminta komitmen semua pihak. Baik itu aparat pemerintah provinsi/kabupaten, stakeholder, serta masyarakat agar memelihara destinasi wisata yang telah ada, terlebih syarat utama sebuah geopark internasional, yaitu pelestarian geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.

“Kita harus terus pelihara kebersihannya, kelestarian alamnya. Dipelihara juga peninggalan-peninggalan geologinya, juga?culture-nya. Dan tentu infrastrukturnya terus diperbaiki, sarana-prasarana wisatanya terus dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk infrastruktur jalan penghubung Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jawa Barat sudah menggelontorkan anggaran Rp96 Miliar pada 2016 untuk ruas jalan dari pintu masuk Waluran ke geopark dan pada 2017 dibangun juga ruas jalan dari pintu masuk Loji ke geopark yang menelan anggaran Rp217 miliar.

“Tahun ini kita membuat kawasan jalan dari arah pintu masuk Paltiga sebesar Rp90 Miliar. Termasuk pembangunan bandara di Sukabumi, karena salah satu syarat geopark internasional itu, harus ada bandara dekat geopark dengan jarak tempuh maksimal tiga jam perjalanan,” ujar Aher.

Penataan kawasan geopark, kata Aher perlu ada landasan hukumnya. Untuk itu, Aher meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Penataan yang ideal itu harus ditata secara hukum. Oleh karena itu, saya minta Pak Bupati untuk segera Kabupatem Sukabumi menetapkan RDTR sebagai penjabaran lebih lanjut dari Perda Rencana Umum Tata Ruang Wilayah,” ujarnya.

Untuk menata dan mengembangkan kawasa geopark ini, Aher berharap pemerintah pusat bisa memberikan anggaran Rp1 triliun dan berinvestasi uang sebesar itu lewat anggaran negara tidak terlalu besar.

“Kawasan geopark ini akan semakin berkembang jika suntikan dananya cukup besar. Katakan saja Rp1 triliun, berinvestasi lewat anggaran negara dengan uang sebesar itu tidak terlalu besar dibanding manfaat yang lebih besar dari itu,” kata Aher, seperti dikutip Antara. (asd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending