Connect with us

BALI

Smart Murti Jadi Duta Gianyar Ikuti PKB

Published

on

Sekaa Gong Wanita Smara Murti.

Indonesiaraya.co.id, Gianyar – Sekaa Gong Wanita “Smara Murti” dari Desa Celuk, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi duta Kabupaten Gianyar untuk mengikuti ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXX Tahun 2018 di Denpasar pada Juni mendatang.

Siaran pers Humas Pemkab Gianyar yang diterima, Senin, melaporkan persiapan untuk itu dilakukan dengan mengadakan pentas uji coba Sekaa Gong Wanita “Smara Murti” itu dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-247 Kota Gianyar.

Dalam uji coba pada Sabtu (14/4/2018) malam itu, Sekaa Gong Wanita “Smara Murti” berhadapan dengan Sekaa Gong “Kebyar Wanita Pandawa” dari Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud yang merupakan duta pada ajang PKB tahun 2017.

Pagelaran dua sekaa gong kebyar wanita dalam Uji coba memeriahkan HUT ke-247 Kota Gianyar di Open Stage Balai Budaya, Gianyar itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat di daerah “gudang seni” tersebut.

Penampilan kedua sekaa gong wanita itu mampu memukau penonton, sekaligus mencerminkan bahwa kaum perempuan tak hanya mampu melaksanakan tugas dalam urusan rumah tangga, namun juga unggul dalam bidang seni, khususnya tabuh dan tari Bali.

Mengawali penampilannya, Sekaa Gong Wanita Smara Murti, Desa Celuk, Sukawati menyuguhkan tabuh pisan lelambatan berjudul “Sraya Pasti” yang berarti rela berkoban sampai akhir yang merupakan karya I Nyoman Suryadi.

Komposisi tabuh dengan rangkaian intonasi dalam memanfaatkan ruang dan waktu, dibingkai dengan jalinan nada-nada indah dalam menuju keharmonisan, namun tetap mengabaikan “jajar pageh pegongan” dari tabuh pisan.

Dalam karyanya, penggarap ingin menyampaikan pesan sikap teguh dalam prinsip wibawa dalam moral untuk keluhuran dan keagungan seni budaya Bali sebagai bagian dari keseluruhan.

Untuk sajian awal, pementasan menampilkan Tari Tanik karya I Wayan Berata dengan pembina tari I Nyoman Cerita, kemudian tabuh kreasi “Krepetan”.

Penampilan Sekaa Gong Wanita Smara Murti, Desa Celuk, Sukawati diakhiri dengan pementasan tari kreasi baru berjudul Tedung Jagat dengan penata tari dan tabuh I Nyoman Cerita.

Garapan tersebut menggambarkan masa puncak keemasan Pemerintahan Bali dibawah kepemimpinan Dalem Waturenggong. Ia merupakan seorang raja yang arif dan bijaksana ibarat sang surya yang begitu terbit melenyapkan kegelapan.

Kepemimpinan yang mulia dengan menciptakan kehidupan yang sejahtera, gemah ripah lohjinawe. Menegakkan kebenaran dan keadilan, memperkuat persatuan dan kesatuan, memperkokoh seni dan budaya serta menjunjung tinggi nilai-nilai kerohanian dan spiritual.

Tak kalah apik, penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Pandawa, Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud yang merupakan duta Kabupaten Gianyar pada PKB Tahun 2017. Diawali dengan Pepanggulan Tabuh Telu “Campuhan” dengan penata tabuh I Wayan Jebeg dan I Wayan Darya.

Menyusul dengan Tari Kelinci, Tabuh Kreasi Swandewi serta diakhiri dengan Tari Kreasi Janger “Kesuma Sari”.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya seusai menyaksikan pementasan tersebut mengatakan, memberikan apresiasi terhadap penampilan dua sekaa gong wanita tersebut.

Parade gong kebyar wanita setiap tahun dalam memeriahkan hari jadi Kota Gianyar selalu tampil dan mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat, disamping uji coba sebelum duta seni Kabupaten Gianyar tampil dalam arena Pesta Kesenian Bali di Denpasar Juni mendatang berhadapan dengan duta seni dari kabupaten lain.

“Melihat penampilan duta Kabupaten Gianyar dan antusiasme masyarakat, saya yakin wakil Gianyar akan mampu menunjukkan yang terbaik dalam ajang PKB nanti,” ujar Wisnu Wijaya. (iks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BALI

Polsek Denpasar Barat menyita 144 Botol Arak

Published

on

Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Provinsi Bali, menangkap dua orang penjual minuman beralkohol dan menyita botol minuman arak siap edar.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Provinsi Bali, menangkap dua orang penjual minuman beralkohol dan menyita 114 botol minuman arak siap edar berkat informasi dari masyarakat.

“Penyitaan minuman beralkohol ini didapat di dua dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Cokroaminoto Gang Teratai Nomor 13 Ubung sebanyak 24 botol arak yang dijual I Made Budiarta (47) dan 90 botol arak didapat dari Junaidi yang berjualan di indekosnya, Jalan Cargo Indah Denpasar,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena di Denpasar, Jumat (13/4/2018).

Upaya penertiban minuman keras itu, kata dia, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang pilkada serentak pada tahun 2018 sekaligus mencegah maraknya kasus keracunan minuman keras oplosan yang mengakibatkan banyak korban meninggal dunia seperti yang terjadi di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra mengatakan bahwa pihaknya menangkap penjual minuman keras itu, Kamis (12-4-2018) pukul 23.30 Wita, setelah menerima informasi bahwa ada penjualan minuman beralkohol di dua tempat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat langsung mengarah ke rumah penjual minuman beralkohol yang ada di dua TKP itu.

Setelah di TKP, tim langsung menggeledah dan mendapatkan di TKP pertama sebanyak 24 botol minuman arak, TKP dua sebanyak tiga dus arak yang totalnya berisi 90 botol arak.

“Setelah itu, kedua penjual minuman arak ini kami mintai keterangannya di Markas Polsek Denpasar Barat,” ujarnya.

Upaya penertiban minuman beralkohol ini dilakukan kepolisian, bercermin pada kejadian keracunan akibat menenggak minuman keras yang sempat menjalani perwatan di dua rumah sakit, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada tanggal 6 April 2018 menerima 103 pasien intoksikasi alkohol atau meminum minuman keras oplosan.

Kepolisian Daerah Jawa Barat merilis korban tewas setelah menenggak minuman keras oplosan mencapai 45 orang dalam beberapa hari terakhir.

Puluhan korban tewas itu tersebar di tiga wilayah berbeda, yakni Cicalengka, Kota Bandung, dan Sukabumi. Namun, kejadian di Cicalengka mendominasi angka kematian akibat meminum minuman haram tersebut, seperti dikutip Antara. (ims)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Jusuf Kalla : Indonesia dan Afrika Terus Bekerja Sama

Published

on

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menlu Retno Marsudi meninjau stand pameran Indonesia-Afrika Forum 2018, di Nusa Dua Convention Center, Bali.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengemukakan, bahwa Indonesia bersama Afrika memiliki sejarah panjang yang dimulai dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung, 1955. Semangat kerja sama Indonesia-Afrika terus berlanjut yang ditandai dengan perigatan 50 tahun dan 60 tahun KAA pada tahun 2005 dan 2015.

“Indonesia dan Afrika selanjutnya terus bekerja sama memajukan kerja sama ekonomi. Indonesia juga melihat Afrika sebagai mitra strategis dalam kebijakan luar negeri,” kata Wapres saat membuka secara resmi penyelengaraan pertama Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018) di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Selasa (10/4/2018) pagi.

Wapres mengumpamakan negara-negara Afrika seperti Wakanda dalam film Black Panther, yang memiliki potensi dan sumber daya yang belum tergali dan tidak banyak diketahui oleh masyarakat internasional.

Seperti halnya Afrika, menurut Wapres Jusuf Kalla, Indonesia sebagai perekonomian yang berkembang di Asia, terbesar di Asia Tenggara, sekaligus anggota G-20, tengah mengembangkan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Wapres Jusuf Kalla juga mendorong kelanjutan program Kerja Sama Selatan-selatan dan Triangular (KSST) Indonesia-Afrika yang dapat menggali potensi kerja sama ekonomi di masa mendatang.

Ia menyebutkan, nilai perdagangan Indonesia-Afrika terus meningkat. Terakhir pada tahun 2017, nilai perdagangan Indonesia-Afrika meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya.

Wapres meyakini, nilai perdagangan tersebut masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh mengingat negara-negara Afrika masih membutuhkan barang-barang ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kendaraan bermotor, dan alat transportasi masal, selain yang sudah ada seperti Indomie.

“Upaya tersebut perlu didukung dengan kerja sama kebijakan ekspor, konektivitas, trade egreement, dan peningkatan infrastruktur,” ujar Wapres.

Sebelum secara resmi membuka IAF 2018, Wapres Jusuf Kalla berpesan agar kerja keras terus dilanjutkan, dan kesepakatan kerja sama yang telah dibuat bersama harus ditindaklanjuti demi kesejahteraan bersama Indonesia-Afrika.

“Mari kita bergandengan tangan dalam memperkuat hubungan Indonesia-Afrika dan secara bersama mewujudkan dunia yang adil dan sejahtera,” pungkas Wapres.

Wujud Komitmen

Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam laporannya mengatakan, Indonesia-Afrika Forum adalah perwujudan komitmen Indonesia dan negara-negara Afrika untuk maju dan sejahtera bersama, serta menjadi forum pertama, dimana Afrika dan Indonesia dapat bertemu dan bahas  kerja sama kongkrit yang libatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menlu berharap kegiatan IAF ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dapat menggali lebih banyak lagi potensi-potensi kerjasama menguntungkan bagi Indonesia-Afrika untuk kemakmuran bersama. “This time for Africa,” tegas Menlu RI.

Kegiatan IAF 2018 dengan tema “Developing Sustainable Economic and Investment Cooperation” ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta termasuk 240 delegasi dari 46 negara Afrika, Organisasi Internasional dan Development Partners.

Sementara dari Indonesia, sekitar 200 orang hadir baik dari Pemerintahan, swasta, maupun pelaku bisnis. Dalam pembukaan IAF 2018 turut hadir Menko Kemaritiman, Menteri Perdagangan, dan Menteri Luar Negeri.

Nilai Perdagangan RI-Afrika pada tahun 2017, dengan nilai ekspor 4,86 miliar dollar AS, dan impor 3,97 miliar dollar AS. Dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia 887,28 juta dollar AS serta tren yang meningkat 15,25% dari tahun 2016.

Komoditas utama ekspor RI ke Afrika, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman olahan, sabun, kertas, garmen, kendaraan bermotor dan suku cadangnya. Sementara itu, komoditas utama impor RI dari Afrika: minyak bumi, kapas, biji kakao, bubur kayu, dan bahan kimia bagi pupuk dan industri. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

IAF 2018 Catat Kesepakatan Bisnis Senilai 586 Juta Dolar AS

Published

on

Yusuf Kalla, Wakil Presiden RI dalam Pembukaan Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di Nusa Dua, Bali..

Indonesiaraya.co.id, Nusa Dua – Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Afrika Forum/IAF) 2018 yang dilaksanakan pemerintah Indonesia mencatat kesepakatan bisnis senilai 586,56 juta dolar Amerika Serikat (AS) antara Indonesia dengan beberapa negara Afrika.

Nilai kesepakatan bisnis itu diumumkan dalam acara pembukaan IAF 2018 di Nusa Dua Bali Convention Center (NDBCC) di Nusa Dua, Bali pada Selasa (10/4/2018).

Kesepakatan bisnis tersebut mencerminkan kerjasama ekonomi konkret yang saling menguntungkan serta menandai permulaan kolaborasi dan kerja sama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi antara Indonesia dan Afrika.

Kesepakatan bisnis senilai sekitar 586 juta dolar AS itu tercapai dalam beberapa kesepakatan, antara lain antara Indonesia Eximbank dan The African Export-Import Bank, Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank, PT Wijaya Karya (Wika) dan Chief of Cabinet of Niger, PT TIMAH dan Topwide Ventures, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia Max Air dan Ethiopian Airlines, PT Perusahaan Perniagaan Internasional dan Madarach Madagascar.

Dalam pembukaan Forum Indonesia-Afrika di Nusa Dua, Bali itu juga diumumkan rencana bisnis antara bisnis Indonesia dan negara-negara Afrika senilai 1,3 miliar dolar AS.

Rencana bisnis tersebut dilakukan oleh beberapa pihak, antara lain PT Wijaya Karya (Wika) di Niger, Algeria, dan Mozambik; PT PAL Indonesia di Gabon, Guinea-Bissau, Senegal; PT Pertamina di Nigeria; PT INKA di Zambia; Indonesian Eximbank dan ICIEC di 24 negara; Ethiopian Airlines untuk penerbangan langsung Addis Ababa-Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan IAF pada Selasa (10/4/2018) akan diadakan beberapa panel diskusi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan dan perspektif terkait topik-topik strategis, seperti diplomasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan, transformasi digital, kerja sama industri strategis.

Selanjutnya, pada hari kedua IAF yakni Rabu (11/4/2018) akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk mendiskusikan topik-topik penting, seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.

Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, CEO, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar pikiran.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika, termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.

IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah Indonesia sebagai dasar/platform untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

IAF sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera memasuki pasar-pasar nontradisional, terutama Afrika. Pemerintah RI berupaya untuk mengonversi kedekatan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi kedekatan hubungan ekonomi. (yas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending