Connect with us

SEKTOR RIIL

Indonesia Tawarkan Transfer Teknologi Kereta Api ke Senegal

Published

on

Kereta api melintas di pinggir pantai jalur Pantura Ketanggan, Gringsing, Batang, Jateng, Sabtu (14/4/2018).

Indonesiaraya.co.id, London – Indonesia menawarkan transfer teknologi kepada Senegal mendukung pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang di negara Afrika dan Indonesia akan membantu mempromosikan memungkinkan Senegal memiliki alat dan keterampilan diperlukan dalam bidang operasi dan pemeliharaan kereta api jenis angkutan barang.

Duta Besar RI Dakar, Mansyur Pangeran kepada Antara London, Selasa mengatakan minat Senegal terhadap industri perkeretaapian Indonesia sangat tinggi. Saat ini Senegal sedang dalam proses menghidupkan kembali moda transportasi kereta api yang dulu pernah ada diyakini akan dapat meningkatkan efisiensi dan berkontribusi pada pendapatan negara.

Indonesia perlu secara cepat mengambil peluang investasi ini sebelum diambil negara-negara lain, ujarnya menambahkan Senegal sedang mengembangkan dua jenis moda transportasi kereta api, yaitu kereta api cepat atau disebut “Train Express Regional” (TER) dan kereta api angkutan barang sepanjang 1.500 km. Proyek kereta api angkutan barang sebagai “logistic hub” untuk mengangkut barang-barang hasil tambang, pertanian, makanan dan memperlancar arus sirkulasi barang.

Menteri Urusan Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional Senegal, Ndene Sall, ketika bertemu dengan Presiden Direktur PT. INKA, Budi Noviantoro, di Madiun akhir pekan lalu mengatakan Senegal berharap Indonesia dapat berkontribusi membantu meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan di sektor perkeretaapian, serta berbagai protokol yang diperlukan memulai operasi dan pemeliharaannya.

Dubes Mansyur mengatakan pelatihan sumber daya manusia melalui transfer teknologi adalah prioritas untuk keberhasilan pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang di Senegal.

Budi Noviantoro mengatakan PT. INKA akan memberikan program pelatihan pemeliharaan kereta kepada Senegal dengan biaya sepenuhnya dari PT. INKA. Sebagai langkah awal sebagaimana diutarakan Ndene Sall, Senegal akan membeli 10 lokomotif kereta api melalui pihak ketiga yang diestimasikan tiba di Senegal pada awal tahun 2019. Ndene Sall menyampaikan pihaknya akan menyampaikan spesifikasi teknis terkait dengan ukuran rel dan kereta api sesuai spesifikasi diperlukan.

Presiden Direktur AD Trade, Gaby Peretz, secara prinsip menyetujui pembiayaan pembelian lokomotif kereta api dan menunggu proposal penawaran dari PT. INKA agar disesuaikan dengan spesifikasi yang ada di Senegal.

Budi mengatakan PT. INKA akan menyiapkan 3 lokomotif untuk segera dikirim setelah mendapatkan spesifikasi teknis dari Senegal. PT. INKA juga akan segera mengirim tim ke Senegal dalam rangka membahas spesifikasi teknis dan hal-hal lainnya seperti pengadaan jalur rel kereta api.

Ndene Sall berharap kerja sama dapat segera direalisasikan karena percepatan pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang yang akan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Senegal dan membatasi biaya pemeliharaan infrastruktur jalan dimana 300 truk per hari saat ini menggunakan poros Dakar-Tambacounda.

Sepanjang 533 km jalur kereta akan dibangun termasuk 470 km antara Tambacounda dan Diamniadio. “Kami juga akan melakukan rehabilitasi terhadap stasiun dan bengkel kereta yang ada serta membangun dua stasiun kontrol kereta di Thi?s dan Tambacounda,” ujarnya.

Ndene Sall juga menggambarkan mengenai proyek TER yang menghubungkan antara Dakar dan Diamniadio (kota industri baru di Senegal), dengan mobilitas lebih dari 100.000 penumpang per hari. Dikatakannya, dengan adanya proyek TER, airport baru (AIBD) yang terletak sekitar 60 km dari Dakar dapat dicapai dalam waktu 45 menit. Tujuan dari dari proyek TER adalah untuk mengembangkan jaringan transportasi multimodal dan memajukan pembangunan sosio-ekonomi daerah, serta pergerakan barang dan orang dengan biaya lebih rendah. Manfaat sosio-ekonomi lainnya yaitu perbaikan penataan urbanisasi.

Ndene Sall juga tertarik melakukan kerja sama dengan PT. WIKA dan menyampaikan bahwa sejalan dengan PSE, Senegal berencana membangun jalan tol sepanjang 50 km per tahun dan 15.000 perumahan/apartemen yang saat ini baru terpenuhi sebanyak 6.000 unit. Senegal memerlukan perluasan investasi dan kerja sama pembangunan infrastruktur yang dilakukan dengan RRT, Turki dan India, seperti dikutip Antara. (zey)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Polri : Sumur Minyak yang Meledak Ilegal

Published

on

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan sumur minyak tradisional di Aceh Timur yang meledak tidak memiliki izin atau ilegal.

Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu mengatakan sumur minyak tersebut mirip dengan sejumlah sumur minyak tradisional di beberapa daerah seperti di Blora, Jawa Tengah dan Cepu, Jawa Timur yang digarap secara manual oleh warga setempat.

Ia mengatakan pelarangan menimba sumur minyak menjadi dilematis bagi pemerintah.

“Kalau dilarang, nanti dibilang pemerintah terlalu keras, padahal ini membahayakan. Pemerintah melarang itu ada alasannya karena berbahaya. Kalau namanya minyak, harus safety first,” katanya.

Sebelumnya, ledakan di sumur minyak tradisional terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur pada Rabu pukul 02.00 WIB dini hari.

Ledakan tersebut terjadi saat warga berupaya menggali sebuah sumur yang berisi minyak. Sumur kemudian meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter dari lokasi sumur.

Ledakan tersebut menyebabkan 10 orang korban tewas dan 40 orang mengalami luka, seperti dikutip Antara. (apd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Persaingan Picu Kampanye Negatif Sawit

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Indonesiaraya.co.id, Nusa Dua, Bali – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyebutkan, persaingan dan kebijakan proteksionisme yang diambil negara tertentu memicu kampanye negatif minyak kelapa sawit yang dapat mengancam perdagangan Indonesia sebagai produsen terbesar komoditas itu.

“Sangat disayangkan masih ada suara sumbang baik dari dalam dan luar negeri yang menyatakan minyak sawit adalah sumber masalah,” ucap Nasution, saat membuka Konferensi Internasional Lingkungan dan Minyak Sawit (ICOPE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/4/2018).

Kampanye negatif itu, lanjut dia, karena produk minyak sawit Indonesia dituding tidak ramah lingkungan, tidak layak dan tidak dikelola dengan berkelanjutan sehingga mendiskreditkan produk Tanah Air itu.

Padahal, kata dia, pemerintah telah meluncurkan program peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Sumatera Selatan dan di Serdang Bedagai di Sumatera Utara.

Pada 2018 ini, lanjut dia, pemerintah telah menetapkan target peremajaan sawit dengan total luas area mencapai 185.000 Hektare dengan anggaran mencapai Rp4,6 triliun.

Terkait isu lingkungan, kepada para delegasi, dia mengatakan, pemerintah telah menerbitkan regulasi pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dengan ISPO itu, perusahaan kelapa sawit wajib memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundangan Indonesia di bidang kelapa sawit.

Menurut dia, minyak sawit merupakan salah satu industri strategis yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor dan mengendalikan kemiskinan.

“Hal itu menunjukkan bahwa kelompok tertentu (yang berkampanye negatif sawit) hanya melihat isu lingkungan secara parsial dan tidak secara holistik,” kata dia, dalam sambutan.

Dibandingkan sumber minyak nabati lain, di antaranya kedelai, biji tanaman penghasil minyak (rapeseed), biji bunga matahari dan lainnya, Nasution mengatakan, minyak kelapa sawit jauh lebih efisien karena membutuhkan lahan yang lebih sedikit dengan produktivitas tinggi.

Ia menyebutkan, dari segi rasio pemanfaatan lahan, minyak sawit dari luas sekitar 21,5 juta Hektare total produksi mencapai 65 juta ton per tahun sedangkan untuk kedelai dari luas 122 juta Hektare total produksi lebih sedikit mencapai 45,8 juta ton per tahun.

Sedangkan rapeseed dari luas lahan 36 juta Hektare menghasilkan 25,8 juta ton per tahun.

Baru-baru ini, salah satu perusahaan ritel raksasa di Inggris berupaya menghentikan produksi dan penjualan produk mengandung minyak sawit mulai akhir 2018.

Terkait adanya upaya itu, dia mengaku ancaman tersebut bukan barang baru yang kerap dilontarkan kepada produsen minyak kepala sawit.

“Kami tentu mulai dengan cara menyakinkan sampai dengan bisa dirundingkan dengan cara baik kalau itu berjalan bagus. Kalau tidak, kami juga mengambil jalan untuk melakukan penawaran yang lebih jelas,” ucap dia, seperti dikutip Antara. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Jonan Minta Pertamina Bertransformasi Jadi Industri Kimia

Published

on

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Pertamina (Persero) menyiapkan transformasi menjadi industri kimia.

“Kalau industri otomotif sudah beralih ke mobil listrik, bagaimana industri migas ini? Ya harus buat industri kimia, ” kata Jonan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (25/2/2018).

Lebih lanjut, Jonan menjelaskan industri kimia menjadi hal paling tepat bagi PT Pertamina, mengingat umur sumur minyak sudah semakin tua.

Selain itu, kilang-kilang minyak juga semakin berkurang cadangannya. Hingga sekarang juga belum ditemukan sumber migas baru yang memiliki potensi minyak yang banyak.

Progres industri mobil listrik sendiri, sebelumnya, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, memaparkan setidaknya ada dua tantangan utama dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Pertama adalah penyediaan stasiun pengisian daya listrik dan yang kedua adalah penyesuaian pajak mobil listrik atau sejenisnya agar harga jual ke masyarakat menjadi lebih terjangkau.

“SPLU (stasion pengisian listik umum) adalah syarat utama untuk mengembangkan mobil listrik dan hibrida, walaupun model charging antar keduanya berbeda,” kata Jongkie Sugiarto.

Jongkie berpendapat, sudah saatnya pemerintah di kota-kota besar Indonesia menyiapkan peraturan daerah (perda) yang mewajibkan pusat perbelanjaan menyediakan stasiun pengisian daya listrik di lokasi parkir.

Pengisian daya listrik itu tidak harus gratis dan boleh dikenakan biaya, lanjut dia, yang penting tempat pengisian daya mobil listrik semakin banyak dan mudah dijangkau masyarakat.

“Charging tidak mesti gratis, bisa membayar pakai uang atau kartu kredit, atau pakai alat,” katanya. “Banyak cara untuk segera menyediakan pengisian daya listrik.”

Ia juga menyambut positif langkah PLN untuk menyiapkan stasiun pengisian daya listrik guna menyambut perkembangan teknologi otomotif di masa mendatang.

“Kami menyambut baik mempercepat penerapan pengisian daya listrik,” katanya.

Sedangkan tantangan kedua adalah agar pemerintah menyesuaikan tarif pajak kendaraan listrik agar harganya lebih terjangkau oleh masyarakat.

“Selama tarif pajaknya belum sesuai, maka sulit karena harganya mahal. Mobil listrik dari sana sudah mahal karena pakai dua mesin. Ditambah pajak 125 persen, semakin mahal. Siapa yang mau beli?” katanya, seperti dikutip Antara. (asn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending