Connect with us

SELEBRITI

Selain Time Stone, Infinity Stones apa yang Dipilih Benedict Cumberbatch?

Published

on

Benedict Cumberbatch.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Infinity Stones, batu sakti dengan bermacam kemampuan, jadi rebutan di Marvel Cinematic Universe.

Salah satunya, Time Stone, membuat karakter Doctor Strange yang diperankan Benedict Cumberbatch bisa mengendalikan waktu.

Selain Time Stone, batu apa yang sekiranya akan dipilih Benedict untuk jadi miliknya?

“Wah sulit ya karena saya suka banget Time Stone,” kata Benedict dalam konferensi pers digital dari Singapura di Jakarta, Senin (16/4/2018).

BACA JUGA : Benedict Cumberbatch Dihadiahi Wayang Doctor Strange oleh Is Yuniarto

Ide dari Time Stone dianggapnya menarik, sebab waktu bisa dimanipulasi sesuka hati. Dengan batu itu, Doctor Strange dapat mempercepat, memperlambat bahkan menghentikan waktu.

“Tapi kalau bukan itu mungkin Space Stone,” kata dia, ditimpali oleh sutradara Joe Russo bahwa batu itu akan memudahkannya liburan.

Aktris Karen Gillan yang berperan sebagai Nebula pada kesempatan yang sama punya pilihan lain: Mind Stone yang bisa mengendalikan pikiran.

“Saya bisa mengendalikan manusia dengan batu ini, enggak?” tanyanya pada Joe yang mengiyakan.

“Wah sepertinya saya mulai terdengar seperti psikopat. Saya berhenti bicara sampai sini saja,” gurau dia. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SELEBRITI

Ketika Happy Salma Gugup Bertemu Pramoedya Ananta Toer

Published

on

Happy Salma.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Happy Salma masih mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan Pramoedya Ananta Toer di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, pada 2004.

“Saya kuliah pas reformasi, kenal bukunya Pram yang ‘Gadis Pantai’. 2004 akhirnya kesampaian ketemu Pram,” kata Happy saat membuka pameran “Namaku Pram: Catatan dan Arsip” di Jakarta, Selasa (18/4/2018).

Sang aktris mengakui pertama kali bertemu sang sastrawan besar, dia gemetar sampai ingin menangis, saking senangnya bisa bertemu idola. Happy yang sangat penasaran memberanikan diri bertanya mengenai akhir cerita “Gadis Pantai”.

Beberapa waktu berselang, Happy masih berkesempatan bertemu dengan Pram sebelum dia berpulang 2006 lalu.

Happy bertanya “Bapak, masih ingat saya?”

“Iya ingat, kamu tidak cantik, tapi, mengesankan,” kata Happy menirukan ucapan Pram waktu itu.

Kalimat itu ia ingat-ingat betul, jika ada yang menyebutnya tidak cantik, “enggak apa-apa, yang penting saya mengesankan,” canda sang aktris.

Happy Salma, dari Titimangsa Foundation, mengadakan pameran memorabilia keseharian Pram berjudul “Namaku Pram: Catatan dan Arsip”. Dia sangat terkesan bagaimana sang penulis mencatat berbagai peristiwa.

Ketika pertama kali datang 2004 lalu, Happy tidak sadar pulpennya tertinggal di rumah Pram. Ketika dia kembali untuk meminta izin mengadaptasi karya Pram, dia terkejut mendapati pulpennya masih tersimpan di perpustakaan Pram.

“Di situ ada tulisan di kertas ‘pulpen punya Happy 2004’,” kenang Happy. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SELEBRITI

Cara Happy Salma dan Yayasan ini Kenang Pramoedya Ananta Toer

Published

on

Happy Salma.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Untuk mengenang penulis besar Pramoedya Ananta Toer, sebuah pameran telah didedikasikan untuk Pram dengan menampilkan buku-buku hingga buah pemikirannya dalam secarik kertas.

Berawal dari kekagumannya terhadap Pram, aktris Happy Salma berkenalan dengan keluarga sang penulis hingga dia pernah merasakan berada di perpustakaan Pram di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

“Di sana banyak buku-buku karya Pram, yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Saya ingin ada orang sebanyak-banyaknya melihat apa yang saya lihat di sana,” kata Happy, mewakili Titimangsa Foundation selaku salah satu penyelanggara pameran “Namaku Pram: Catatan dan Arsip”, saat pembukaan di Jakarta.

Pram sudah menulis sejak 1950-an, karyanya memang melintasi zaman, namun, tidak bisa dielakkan generasi muda sekarang berjarak dengan tulisan-tulisannya, yang bermuatan kritik terhadap pemerintah atau memotret kehidupan sosial pada sebuah periode.

Happy tertarik mengenalkan Pram dan karya-karyanya hingga pada 2016 ia membuat pentas “Bunga Penutup Abad” yang terinspirasi dari novel “Bumi Manusia”. Saat itu, Happy berjanji jika pertunjukkan sukses, dia ingin membuat pameran tentang Pram.

Niatnya disambut baik oleh keluarga Pram, melalui salah satu putrinya Astuti Ananta Toer.

“Semua keluarga terlibat, mereka harus tahu bagaimana cara kerja Opanya,” kata Astuti yang hadir dalam acara pembukaan.

“Namaku Pram: Catatan dan Arsip” merupakan kerja sama Titimangsa Foundation dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, diadakan di Dia.Lo.Gue di Kemang mulai 17 April hingga 20 Mei, publik dapat melihat pameran tersebut tanpa dipungut biaya, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SELEBRITI

Aktor Deddy Sutomo Meninggal, Selebriti Tanah Air ikut Berduka

Published

on

Aktor Deddy Sutomo meninggal dunia hari ini dalam usia 76 tahun.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Aktor Deddy Sutomo meninggal dunia hari ini dalam usia 76 tahun. Selebriti tanah air menghanturkan doa dan rasa duka cita mereka atas kepergian mendiang Deddy. 

Aktor Morgan Oey salah satunya. Dalam akun Twitternya, Morgan mengunggah foto dirinya bersama mendiang Deddy. Dia menuliskan keterangan dalam foto itu: “Semoga beristirahat dengan damai Pak Deddy Sutomo, sebuah kehormatan bisa bermain bersamamu di Mooncake. Terima kasih untuk contoh passion dan komitmen darimu,” tulis Morgan. 

“Bapak Deddy Sutomo, selamat jalan. Mengenangmu adalah keharuan. Kebahagiaan. Kehormatan,” cuit Djenar.

Penulis Djenar Maesa Ayu juga melakukan hal serupa melalui akun Twitterya. Dia mengunggah foto bersama Deddy saat terlibat dalam produksi film Kartini beberapa waktu lalu. 

“Bapak Deddy Sutomo, selamat jalan. Mengenangmu adalah keharuan. Kebahagiaan. Kehormatan,” cuit Djenar. 

Duka mendalam juga dirasakan komposer Ananda Sukarlan dan stand up comedian, Pandji Pragiwaksono. 

“Hari ini Mas Deddy Sutomo pergi pada usia 76. Masih muda dan karyanya udah banyakkk,” tulis Ananda. 

“Satu lagi legenda meninggalkan kita…,” cuit Pandji. 

Deddy Sutomo lahir di Jakarta pada 26 Juni 1941. Sepanjang karirnya, dia sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan antara lain Citra Award untuk kategori Best Leading Actor (2015), Indonesian Movie Actor Awards for Best Chemistry (2016), Indonesia Movie Actor Award for Best Actor (2016).  

Deddy meraih Piala Citra untuk penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2015 di saat usianya sudah memasuki 73 tahun.

Saat itu Deddy mengaku sudah sering mendapatkan mominasi FFI namun anugerah tahun ini merupakan puncak prestasinya.

“Pesan saya jangan lewatkan kesempatan. Terus berdedikasi, disiplin dan menggali terus potensi yang ada,” kata Deddy saat menerima penghargaan, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending