Connect with us

HEALTH

Rambut di Organ Intim Perlu Dipotong Habis?

Published

on

Menyarankan untuk tidak memotong Rambut Miss V Hingga Habis.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebagian kaum hawa merasa rambut di area intim mengganggu aktifitas sehingga memotong habis rambut itu. Benarkah tindakan ini?

Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSB Permata Sarana Husada, dr. Neni Anggraeni, Sp.OG menyarankan untuk tidak melakukannya.

“Cukur boleh karena kalau terlalu lebat bisa membuat lembap (area intim),” ujar dia dalam talkshow bertajuk “Waspada Lembap pada Miss V Setelah Aktif Bergerak” di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

BACA JUGA : Bolehkah Bersihkan Organ Intim Kewanitaan Pakai Sabun? Ini Jawabannya

Neni menyarankan menyisakan 1 cm rambut ketimbang mencukur habis rambut yang tumbuh.

“Bagusnya jangan sampai habis, sisakan 1 cm. Jangan sampai lebat juga. Kalau habis (rambutnya) bisa menimbulkan luka, menyebabkan iritasi di tempat tumbuhnya rambut,” kata dia.

Neni menambahkan, untuk menjaga kesehatan area intim sebaiknya gunakan pakaian dalam berbahan katun karena cepat menyerap cairan semisal keringat dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik.

“Sebaiknya gunakan yang berbahan katun. Cepat kering, cepat menyerap. Sirkulasi udara lebih baik. Kuman enggak akan berkembang. Kalau dari bahan nylon, lembap mudah kuman-kuman berkembang,” pungkas dia, seperti dikutip Antara. (lia)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Daftar Makanan yang Ringankan Migrain

Published

on

Buah Alpukat mengandung Mineral, Vitamin dan Serat yang tinggi terutama Vitamin B, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Potassium (Kalium) dan Tembaga yang sangat bermanfaat bagi orang yang mengkonsumsinya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebelum terburu-buru meminum obat, derajat kesakitan migrain sebenarnya bisa Anda kurangi, salah satunya melalui asupan makanan. 

Ahli kesehatan merekomendasikan makanan mengandung magnesium seperti sayuran berdaun hijau (bayam dan kale), buah-buahan (buah ara, alpukat, pisang dan raspberry), kacang polong (kacang hitam, buncis dan kacang merah). 

BACA JUGA : Kenali Serangan dan Penyebab Migrain

Lalu, makanan laut (salmon, mackerel, tuna), kacang polong, brokoli, kubis, kacang hijau dan asparagus. 

Selain itu, makanan kaya kalsium seperti kacang kedelai, kacang almond, protein whey, makanan kaya karbohidrat kompleks, dan serat.

Buah-buahan seperti ceri, cranberry, pir, plum, sedikit apel, pisang, persik, dan tomat juga bisa menjadi pilihan Anda. 

Selain asupan makanan, tetap terhidrasi dengan mengonsumsi setidaknya delapan gelas air dalam sehari, menjaga pola tidur teratur, mengurangi stres dan membatasi asupan kafein pasti bisa membantu Anda kala migrain menyerang.  Demikian seperti dilansir Indian Express, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Kenali Serangan dan Penyebab Migrain

Published

on

Mengkonsumsi makanan olahan tinggi nitrit atau monosodium glutamat (MSG) dan alkohol berlebihan dapat memicu migrain.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sejumlah faktor seperti gaya hidup, diet dan ketidakseimbangan hormon memainkan peran besar dalam seberapa sering Anda terserang migrain. 

Individu yang menderita migrain bisa merasa benar-benar kelelahan akibat sering sakit berdenyut di satu atau kedua sisi kepalanya. 

Dalam kasus ekstrim, pasien juga mengalami mual, muntah, kepekaan terhadap suara dan cahaya hingga bahkan tekanan pada mata mereka.

Menurut sebuah studi dari Pusat Kesehatan Akademis Universitas Cincinnati pada tahun 2016, mengkonsumsi makanan olahan tinggi nitrit atau monosodium glutamat (MSG) dan alkohol berlebihan dapat memicu migrain.

Dr Shruti Sharma, konselor bariatrik dan ahli gizi dari rumah sakit Jaypee di India mengatakan migrain adalah gangguan umum pada orang dewasa serta anak-anak dan kebanyakan dialami wanita. 

“Denyut di kepala, yang berkisar dari intensitas sedang hingga berat adalah manifestasi umum dari migrain. Ini adalah gangguan sakit kepala kronis yang ditandai dengan serangan berulang yang berlangsung selama empat hingga 72 jam dengan kualitas denyut, intensitas sedang atau berat, diperparah oleh aktivitas fisik rutin dan terkait dengan mual, muntah, fotofobia, atau fonofobia,” papar dia. 

“Stres, tidur dan faktor lingkungan adalah faktor pemicu yang penting pada wanita dan berbeda secara signifikan dari faktor pria,” sambung Sharma. 

Banyak wanita mengalami migrain tepat sebelum atau bahkan selama menstruasi. Beberapa juga melaporkan migrain yang diinduksi oleh hormon selama kehamilan atau menopause.

“Ini disebabkan karena perubahan kadar estrogen pada wanita,” tutur Sharma. 

Sementara itu, konsultan pengobatan internal dari rumah sakit Fortis di India, Dr Joydeep Ghosh menuturkan, kadar stres yang berlebihan, tekanan kerja, kehidupan malam, kurang tidur jauh lebih dominan di perkotaan dan ini menghasilkan peningkatan insiden migrain pada populasi di kota. Demikian seperti dilansir Indian Express, seperti dikutip Antara.(lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Cuaca Panas Pengaruhi Kemampuan Berpikir

Published

on

Gelombang panas, beberapa ahli menyarankan orang untuk secara sederhana memoderasi penggunaan perangkat pengendali suhu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Peneliti Harvard dalam jurnal PLOS Medicine mengungkapkan paparan panas dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dengan memperlambat kekuatan berpikir Anda.

Untuk keperluan studi, mereka meneliti selama 12 hari di tengah-tengah gelombang panas di Boston, Massachusetts, selama musim panas 2016. Tim menguji dan membandingkan dua kelompok peserta – 24 siswa yang tinggal di gedung ber- AC dan 20 siswa yang tinggal di gedung tanpa fasilitas AC. 

“Sebagian besar penelitian tentang efek panas pada kesehatan telah dilakukan pada populasi yang rentan, seperti lansia, menciptakan persepsi bahwa populasi umum tidak berisiko dari gelombang panas,” kata Jose Guillermo Cedeño-Laurent, dari Harvard TH Chan School of Public Health.

Setiap hari, peneliti meminta partisipan mengikuti dua tes menggunakan smartphone mereka, pertama mengukur kecepatan kognitif dan kontrol hambatan dengan meminta mereka mengidentifikasi warna kata-kata yang muncul. 

Lalu, menilai kecepatan kognitif dan memori kerja dengan menghadirkan masalah matematika dasar.

Hasil tes menunjukkan, kemampuan berpikir siswa yang tidak tinggal di lingkungan ber-AC 13 persen lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan ber-AC. 

“Mengetahui risiko di antara populasi yang berbeda sangat penting mengingat bahwa di banyak kota, seperti Boston, gelombang panas diproyeksikan meningkat karena perubahan iklim,” ujar Cedeño-Laurent.

Sementara banyak yang telah mendorong cara-cara alternatif untuk menghadapi gelombang panas, beberapa ahli menyarankan orang untuk secara sederhana memoderasi penggunaan perangkat pengendali suhu.

Mengatur termostat sedikit lebih tinggi di musim panas dan sedikit lebih rendah di musim dingin dapat bermanfaat bagi lingkungan serta kesehatan, jelas Dr. Stan Cox, ilmuwan senior di The Land Institute di Salina, Kansas, demikian seperti dilansir Medical Daily, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending