Connect with us

BALI

Gerindra Denpasar Buka Pendaftaran Bacaleg untuk Masyarakat

Published

on

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar, Made Muliawan Arya.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Dewan Pengurus Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Denpasar, Bali, membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftar menjadi bakal calon legislatif kota setempat pada Pemilu Legislatif 2019.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, kepada pers di Denpasar, Selasa (24/4/2018) malam, mengatakan sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan oleh partai, yakni 60 persen bacaleg dari struktur partai, dan 40 persen bacaleg dari masyarakat umum.

“Sesuai instruksi dari DPP Gerindra, komposisi bakal calon legislatif (Bacaleg) 60 persen dari struktural partai dan 40 persen dibuka untuk umum. Kami resmi membuka pendaftaran tahap pertama sejak Selasa (24/4/2018) hingga akhir bulan Mei mendatang,” katanya.

Menurut dia, pendaftaran Bacaleg tidak harus dari pejabat partai politik saja, melainkan siapa pun masyarakat yang ingin mengabdi di Kota Denpasar.

Jika dilihat dari jumlah penduduk, banyak potensi masyarakat khususnya di Denpasar yang ingin ikut berpolitik praktis. Hanya saja tak memiliki kesempatan. Untuk itu, Partai Gerindra memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk terjun ke dunia politik.

“Gerindra Denpasar membuka pintu bagi masyarakat yang ingin mendedikasikan dirinya untuk Kota Denpasar. Jika tahap pertama masih ada peluang kuota, maka memungkinkan akan dibuka kembali untuk tahap kedua pendaftaran Bacaleg,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar yang akrab disapa De Gadjah itu menjelaskan Partai Gerinda DPRD Kota Denpasar saat ini mendudukkan wakilnyan sebanyak lima kursi.

“Fraksi Partai Gerindra sebanyak lima orang. Target kami tidak muluk-muluk, minimal tetap, tetapi berupaya ada penambahan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Denpasar Ketut Budiarta menambahkan, pihaknya tidak masalah dikatakan terlambat membuka pendaftaran Bacaleg dibandingkan dengan partai politik lain.

Menurut dia, yang terpenting mampu menjaring calon-calon legislator yang berkualitas dan memiliki komitmen untuk memajukan Kota Denpasar.

“Kami tidak grasa-grusu dalam membuka pembukaan pendaftaran Bacaleg. Persyaratan membawa daftar riwayat hidup dan salinan kartu tanda penduduk (KTP), selanjutnya diserahkan ke Sekretariat DPD Partai Gerindra Provinsi Bali Jalan Tantular, Gang Garuda Nomor 8 Renon, Kota Denpasar,” katanya, seperti dikutip Antara. (iks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALI

KSOP Benua : Kapal Terbakar Mayoritas Kapal Pasif

Published

on

40 kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Benoa.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Dwi Yanto, mengatakan sebagian besar dari 40 kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali (9/72018), merupakan kapal pasif.

“Maksud kapal pasif itu kapal yang terbakar itu didominasi oleh kapal yang tidak aktif atau sudah tahunan tidak berlayar dan terparkir di pelabuhan,” kata Dwi Yanto, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan jumlah pasti berapa kapal yang pasif maupun yang aktif.

“Hanya perkiraan yang terbakar sekitar 10 unit yang aktif, yang lain kapal pasif semua. Saya belum bisa jelaskan detail karena masih diinventarisasi,” katanya.

Menurutnya, meskipun didominasi kapal pasif, namun kebakaran kapal yang terjadi di pelabuhan itu menjadi sulit dipadamkan karena adanya kapal aktif yang juga ikut terbakar.

“Kalau kapal aktif di dalamnya ada bahan bakar solar maupun oli dalam jumlah yang cukup banyak, itu yang menyebabkan api lebih sulit dipadamkan,” katanya.

Dwi Yanto menjelaskan, untuk limbah seperti oli dan solar dari kapal yang aktif, diperkirakan tidak akan mencemari lingkungan perairan laut di sekitar wilayah Pelabuhan Benoa.

“Kalau masalah pencemaran, menurut kami bahan bakarnya akan habis terbakar, sehingga tidak ada sisa-sisa bahan bakar kapal yang tumpah ke laut,” ujarnya.

Terkait bangkai kapal sisa terbakar, untuk sementara akan diarahkan ke bagian pojok dermaga.

“Nantinya, puing-puing puluhan kapal yang terbakar ini akan kami geser agar tidak mengganggu lalu lintas kapal lain yang beroperasi,” katanya.

Sementara itu, kerugian akibat peristiwa terbakarnya puluhan kapal di Pelabuhan Benoa itu diperkirakan cukup besar, mengingat banyaknya kapal yang terbakar.

“Untuk kerugian, kami perkirakan cukup besar, karena rata-rata harga satu kapal sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar dan kalau dikalikan 40 unit kapal berarti kisaran di atas Rp120 miliar kira-kira,” ujar Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus R. Golose, saat meninjau tempat kejadian perkara kebakaran tersebut, seperti dikutip Antara. (fal)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Kebakaran Kapal Pelabuhan Benoa Belum Padam

Published

on

Kebakaran yang membakar 40 unit kapal ikan yang berada di Pelabuhan Benoa.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Kebakaran yang membakar 40 unit kapal ikan yang berada di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, hingga Selasa siang (10/7/2018), masih belum dapat dipadamkan secara total.

Koresponden Antara di lokasi kejadian melaporkan sekitar pukul 12.30 Wita, petugas bersama para warga dan nelayan tampak masih terus berusaha memadamkan api yang tampak masih muncul di sejumlah titik kapal yang terbakar.

Beni, seorang Anak Buah Kapal (ABK), mengaku api masih muncul di sejumlah kapal yang sejak Senin (9/7) belum dapat dipadamkan secara total.

“Apinya masih terus muncul di bagian fiber-fiber dan di dekat tangki solar itu sampai sekarang juga sulit untuk dipadamkan total,” ujarnya.

Pada Senin (9/7) sore, sebenarnya api telah terpantau dapat dipadamkan dan hanya tinggal membutuhkan proses pembasahan sehingga sejumlah petugas dari BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung ditarik meninggalkan lokasi.

Namun angin kencang dan posisi sejumlah kapal yang sulit dijangkau untuk dilakukan pembasahan membuat titik-titik api mulai muncul kembali pada Senin (9/7) malam.

Hal tersebut terus membuat sejumlah warga dan ABK yang memadamkan api menggunakan sejumlah kapal pemadam kebakaran dari laut terus berupaya melakukan pemadaman api kembali.

Namun, karena sejumlah faktor, pada Selasa dini hari, api tampak kembali membakar kapal dan menyebabkan kepulan asap berwarna pekat.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa, Mustajib, mengatakan, api memang muncul kembali karena kondisi angin yang cukup kencang di kawasan tersebut.

“Proses pemadaman memang membutuhkan waktu yang lama. Sebenarnya, api sudah mulai mereda. Namun, karena cuaca dan angin, jadi api kembali muncul, tapi hal itu tidak begitu mengkhawatirkan, karena kondisi saat ini, sebagian besar badan kapal sudah terbakar,” katanya.

Selain kondisi alam, ia menjelaskan posisi kapal yang berada cukup jauh dari kawasan dermaga membuat upaya pemadaman menjadi lebih sulit karena pihaknya harus menggunakan kapal-kapal pemadam api untuk dapat menjangkau posisi kapal yang terbakar itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan, BPBD Kota Denpasar, IB Yoga, menjelaskan ada sejumlah faktor penyebab kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa itu sulit untuk dipadamkan. “Salah satu kendalanya, kami disini sulit untuk pengisian air atau ‘fire hydrant’ pada mobil pemadam kebakaran. Tidak ada satu kran air pun yang posisinya siap digunakan setiap saat. Semestinya setiap 50 meter harus ada. Jadi itu menghambat mobilisasi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, posisi antar-kapal yang terlalu rapat juga merupakan salah satu penyebab api terus merambat dan membesar sehingga sulit untuk dipadamkan. “Pemilik kapal harus memperhatikan manajemen sandar kapal. Kapal seharusnya diposisikan sedemikian rupa agar jika terjadi keadaan darurat ada akses untuk pergeseran kapal,” katanya, seperti dikutip Antara. (fal)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Bandara Bali Beroperasi Normal Pasca Erupsi Strombolian Gunung Agung

Published

on

Sejumlah penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, hingga saat ini masih beroperasi normal pascaerupsi strombolian Gunung Agung dengan melontarkan lava pijar keluar kawah sejauh sekitar dua kilometer pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA.

“Aktivitas penerbangan di bandara masih aman karena abu vulkanik mengarah ke barat,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Selasa (3/7/2018).

Arie menjelaskan hingga saat ini tidak ada pembatalan jadwal penerbangan baik yang akan berangkat atau tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pihaknya bersama otoritas penerbangan terkait akan terus memantau kondisi terkini mengenai pergerakan abu vulkanik secara berkala.

Bandara Ngurah Rai berada di selatan Gunung Agung atau berjarak sekitar 75 kilometer.

Satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik saat erupsi Senin (2/7/2018) malam yang dominan mengarah ke barat.

Sebelumnya sejak Senin (2/7/2018) pagi hingga sore hari, Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan tinggi abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter.

Gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu kemudian mengalami erupsi dengan suara ledakan keras disertai dengan lontaran lava pijar atau erupsi strombolian.

Lontaran lava pijar itu kemudian menyebabkan sebagian area hutan di sekitar kawah terbakar.

PVMBG melaporkan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 2 kilometer dan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi kurang lebih 7 menit 21 detik, seperti dikutip Antara. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending