Connect with us

POLITIK

Pendukung Olly Dondokambey Cawapres Mengaku Bukan Partisan

Published

on

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey.

Indonesiaraya.co.id, Minahasa Tenggara – Pihak pemasang spanduk dukungan bagi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Joko Widodo mengaku bukan partisan.

“Kami pastikan kepada masyarakat jika kami bukan anggota partai. Pemasangan spanduk ini merupakan bentuk dukungan kami dari hati nurani untuk pak Olly Dondokambey bisa menjadi calon wakil presiden,” kata Vicky Levran Mandagi yang mengaku dari kelompok relawan komunitas anti narkoba Minahasa Tenggara di Ratahan, Kamis (3/5/2018).

Dia menuturkan dukungan tersebut untuk membuktikan jika para tokoh-tokoh asal Sulut bisa diperhitungkan di pentas nasional.

“Tokoh-tokoh dari Sulut bisa diperhitungkan. Dan pak Olly sebagai putra dari Sulut dapat menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut kata Vicky dengan penyampaian dukungan tersebut, diharapkan nama Olly Dondokambey dapat dipertimbangkan menjadi pendamping Jokowi.

“Kami sangat berharap seruan dukungan kami ini bisa menjadi pertimbangan. Karena seruan ini bukan hanya keinginan kelompok tapi bisa juga sebagian besar masyarakat,” katanya.

Selain itu menurutnya, tokoh seperti Olly Dondokambey harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat di Sulut untuk maju dalam kontestasi pemilihan presiden.

“Kita harus buktikan jika putra dari Sulut bisa bersaing, seperti orang-orang dari daerah lainnya,” tandas Vicky, seperti dikutip Antara. (aik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

POLITIK

Viral Lagu 2019 Ganti Presiden, Begini Respons Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Published

on

Dua Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah, dan Fadli Zon

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Akhirnya menjadi viral, seseorang pria yang menyanyikan lagu yang berjudul 2019 ganti presiden. Lahu itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam lagu yang berdurasi 5 menit 14 detik itu, syair-syair lagu berisikan sejumlah kritik kepada pemerintahan, mengenai permasalahan ekonomi dan masalah politik terkini, yang disenandungkan secara cantik.

Lagu itu pun lantas menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Sejumlah pihak berkomentar, termasuk Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah dan juga rekan sejawatnya Fadli Zon.

Lagu dan video ini menjadi viral, beredar secara berantai melalu whatsapp dan medsos. Begini lirik lengkap lagu berjudul #2019GantiPresiden itu. Dulu kami hidup tak susah Mencari kerja sangat mudah Tetapi kini, pengangguran  Semakin banyak nggak karuan 10 juta lapangan kerja Tetapi bukan untuk kita Kerja, kerja, kerja, buruh aslinya kerja Anak, anak, bangsa tetap nganggur aja Di sana sini orang menjerit harga-harga selangit hidupnya yang sulit Sembako naik, listrik naik  Di malam buta bbm ikut naik (buset)… Pajak mencekik usaha sulit Tapi korupsi subur pengusahanya makmur Rumah rakyat kau gusur, nasib rakyat yang kabur Awas awas kursimu nanti tergusur Beban hidup kami sudah nggak sanggup Penggennya cepat-cepat tahun depan 2019 ganti presiden Kuingin presiden yang cinta pada rakyatnya 2019 ganti presiden  Kuingin presiden yang tak pandai berbohong 2019 ganti presiden Kuingin presiden yang cerdas gagah perkasa 2019 ganti presiden Bukan presiden yang suka memenjarakan ulama  Dan rakyatnya ye ye Beban hidup kami udah nggak kuat Maunya cepat-cepat tahun depan.

A post shared by Media Indonesia Raya (@indonesiaraya.co.id) on

Berikut ini adalah lirik lagu “2019 Ganti Presiden” yang bikin geger dunia netizen, sebagai berikut :

Dulu kami hidup tak susah
Mencari kerja sangat mudah

Tetapi kini, pengangguran
Semakin banyak nggak karuan

10 juta lapangan kerja
Tetapi bukan untuk kita

Kerja, kerja, kerja, buruh aslinya kerja
Anak, anak, bangsa tetap nganggur aja

Di sana sini orang menjerit
harga-harga selangit hidupnya yang sulit

Sembako naik, listrik naik
Di malam buta bbm ikut naik

(buset)…

Pajak mencekik usaha sulit
Tapi korupsi subur pengusahanya makmur

Rumah rakyat kau gusur, nasib rakyat yang kabur
Awas awas kursimu nanti tergusur

Beban hidup kami sudah nggak sanggup
Penggennya cepat-cepat tahun depan

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang cinta pada rakyatnya

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang tak pandai berbohong

2019 ganti presiden
Kuingin presiden yang cerdas gagah perkasa

2019 ganti presiden
Bukan presiden yang suka memenjarakan ulama
Dan rakyatnya ye ye

Beban hidup kami udah nggak kuat
Maunya cepat-cepat tahun depan.

Baca selanjutnya : Komentar Fahri Hamzah

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Penuhi Panggilan Bawaslu, Anton Sebut “Hidup Jokowi” itu Bukan Kampanye

Published

on

Cawagub Jabar, Irjen Pol Anton Charliya. (tengah).

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Anton Charliyan, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) guna dimintai keterangan mengenai penyebutan nama presiden saat debat publik kedua beberapa hari lalu. Dia membantah telah mengampanyekan Joko Widodo saat meneriakkan “hidup Jokowi” pada debat kedua Pilkada Jawa Barat.

“Saya baru saja diklarifikasi kurang lebih satu jam terkait dengan ucapan saya waktu di debat kedua yang menyebutkan nama Bapak Jokowi,” kata Anton yang datang tanpa pasangannya TB Hasanuddin di Kantor Bawaslu Jabar, Minggu (20/5/2018).

Anton mengatakan, Bawaslu mencecarnya dengan 13 pertanyaan seputar penyebutan nama Jokowi saat penampilan seni yang disuguhkan pasangan nomor urut dua itu.

Menurut dia, ucapan dia waktu itu bukan kampanye, melainkan lebih kepada spontanitas ketika bernyanyi di atas panggung.

“Karena sebagai backsound dari sebuah lagu tentang lingkungan hidup, yang memang di sana disebutkan `Citarum Lestari Kadeudeuh Ti Jokowi`, ketika mengatakan Kang Jokowi saya sampaikan `Hidup Jokowi`. Saya hanya backsound lagu, bukan kampanye gitu,” kata dia.

Anton menilai ucapan dia itu bentuk penghargaan kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian Sungai Citarum.

Baca juga: Silakan kalau mau somasi, kata KPU kepada Sudrajat-Syaikhu

Dengan begitu, ia yakin tidak melanggar aturan kampanye.

“Ya kalau kontekstual saya kira, Pak Jokowi milik bersama. Masa program `ehem ehem ehem` kan tidak begitu. Dan sekarang pun juga beliau masih jadi presiden RI yang harus kita hormati, yang penting jangan dalam kontekstual kampanye, `pilihlah si X di tahun X`, ini kan tidak,” kata Anton.

Komisioner Bawaslu Jabar Yusuf Kurnia mengatakan, pemanggilan pasangan Hasanah didasarkan atas temuan dan masukan berbagai pihak yang meminta kejelasan mengenai boleh tidaknya membawa unsur lain selain Pilgub Jabar.

“Sama seperti ‘ganti presiden 2019’ ini menyangkut isu pemilihan presiden yang sesungguhnya tidak ada kaitan dengan Pilgub. Kami harus melihat secara komprehensif aturan main debat. Kita harus lihat secara menyeluruh,” kata Yusuf.

Setelah memanggil l KPU, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan pasangan Hasanuddin-Anton Charliyan, Bawaslu akan menggelar rapat pleno untuk menentukan sikap yang harus diambil.

“Kajiannya akan dilakukan dalam tujuh hari setelah pemanggilan. Nanti akan diputuskan apa keputusannya,” kata Yusuf, seperti dikutip Antara. (ase)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

MUI : Jumlah Penceramah Bisa Bertambah Belum Final

Published

on

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan jumlah penceramah dalam daftar rekomendasi mubaligh Kementerian Agama bisa bertambah.

“Nama-nama tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Menag belum final jadi masih bisa berkembang dan bertambah,” kata Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Sebelumnya, sempat ramai polemik mengenai daftar mubaligh yang dirilis Kemenag. Kontroversi terjadi karena ada sejumlah penceramah yang belum kunjung masuk daftar itu.

Atas hal itu, Zainut mengatakan MUI bisa memahami rekomendasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait nama-nama mubaligh yang dinilai memenuhi tiga indikator yaitu.

Tiga indikator itu pertama, dai harus memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam.

Kedua, penceramah harus mempunyai pengalaman yang cukup dalam berceramah. Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat.

Ketiga, mubaligh harus terbukti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Menurut Menag nama-nama tersebut diserap dari berbagai sumber.

“Namun demikian MUI yakin bahwa masih banyak nama-nama ulama, kyai atau mubaligh yang belum tercatat dan itu tidak berarti mubaligh tersebut tidak memenuhi tiga kategori di atas,” katanya.

Rekomendasi dari kemenag tersebut, kata dia, bukan menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti tetapi hanya sebuah pertimbangan yang sifatnya tidak mengikat.

Meski ada daftar itu, lanjut dia, masyarakat memiliki hak untuk memilih penceramah agama yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Memang sebaiknya tetap mengacu kepada tiga ketentuan yang sudah digariskan oleh Kemenag tersebut agar ceramah agama tidak keluar dari substansinya,” kata dia.

Dia meminta masyarakat untuk tidak menjadikan rekomendasi Kemenag tersebut sebagai polemik, tetapi sebaiknya disikapi dengan bijaksana agar tidak menimbulkan kegaduhan yang justru bisa merusak suasana kekhusyukan puasa, seperti dikutip Antara. (ano)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending