Connect with us

JAWA TIMUR

Pernah Kalahkan China di Zaman Dulu, Gerindra Hidupkan Lagi Laskar Raden Wijaya

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengukuhkan Panglima dan pengurus Divisi Laskar Raden Wijaya.

Indonesiaraya.co.id, Pasuruan – Partai Gerindra menggelar apel kader se-Jawa Timur, yang dipusatkan di lapangan pacuan kuda, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Minggu (6/5/2018).

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hadir untuk membakar semangat juang kader, sekaligus pengukuhan Divisi Laskar Raden Wijaya.

BACA JUGA : Begini 8 Momen Pengukuhan Laskar Raden Wijaya, Ujung Tombak Gerindra Jatim

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Ir. Soepriyatno akan dikukuhkan sebagai Panglima Divisi Laskar Raden Wijaya, yang menjadi ujung tombak gerakan rakyat Partai Gerindra.

“Kemenagan besar Raden Wijaya atas tentara China Kublai Khan ditandai dengan sesanti Sura Ing Bhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya”

Apel akbar ini merupakan upaya konsolidasi politik kader, untuk memperkuat komitmen juang, terutama menghadapi pertarungan politik di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Sebanyak 30.000 kader akan memadati lapangan pacuan kuda Prigen, untuk menghadiri gelaran apel akbar Partai Gerindra se-Jawa Timur.

Jumlah sebanyak itu, selain dari undangan dan jajaran pengurus DPC Partai Gerindra, juga terdiri dari ribuan kader dari struktur sayap, dan pendukung partai berlambang kepala garuda ini.

Mengapa Prabowo Subianto mengukuhkan Laskar Raden Wijaya? Bisa jadi Prabowo ingin mengambil spirit heroisme yang di zaman Majapahit dulu, Raden Wijaya pernah sukses mengusir tentara China dari bumi nusantara. Sudah tau kisahnya? Ini dia…

Pages: 1 2 3 4 5


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HUKUM

Tinggal Tiga Jenazah Teroris Lagi yang Belum Dimakamkan

Published

on

Warga mengubur jenazah terduga teroris di pemakaman kawasan Pucang, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (20/5/2018).

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin mengatakan masih ada tiga jenazah pelaku teror yang belum dimakamkan.

“Hanya tinggal tiga jenazah yang belum karena juga masih menunggu hasil DNA,” ujar Machfud Arifin kepada wartawan di Surabaya, Minggu (20/5/2018).

Sedangkan, untuk jenazah lainnya, kata dia, sudah tidak ada masalah karena 10 jenazah di antaranya telah dimakamkan.

“Yang lain sudah clear, dan sudah dimakamkan,” kata dia, namun tak mau mengungkapkan di mana lokasi pemakaman pelaku teroris lainnya.

Jumat 18 Mei lalu tiga jenazah pelaku teror yang berasal dari Rusunawa Wonocolo dimakamkan di tempat pemakaman khusus orang tak dikenal di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketiga jenazah ini adalah Anton Ferdiyanto (46), Hilia Aulia Rahman (18) dan Sari Puspitarini (47).

Pemakaman ketiga jenazah mendapat pengawalan kepolisian. Lokasi pemakaman ini dikenal dengan sebutan pemakaman “mr X” atau orang yang tidak dikenal dan tidak dikehendaki oleh keluarganya.

Jenazah dimasukkan di peti berwarna putih dan untuk selanjutnya dua orang yang perempuan dijadikan satu liang lahat, sedangkan jenazah laki-laki disendirikan.

Ketiga jenazah pelaku teror merupakan rangkaian dari sejumlah teror bom selama dua hari, 13 dan 14 Mei 2018, di Surabaya.

Lima ledakan terjadi Minggu 13 Mei silam, yakni bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Terakhir, Senin 14 Mei pagi pukul 08.50 WIB bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, seperti dikutip Antara. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TIMUR

Lahan Dibiarkan Kosong, Pemkot Surabaya Ancam Cabut 60 IPT

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mengancam akan mencabut 60 izin pemakaian tanah (IPT) di sejumlah wilayah di Kota Pahlawan karena dianggap pemiliknya menelantarkan atau membiarkan lahannya kosong.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu di Surabaya, Kamis, mengatakan hingga saat ini ada 175 bidang tanah yang sudah ber-IPT, tapi lahannya dibiarkan kosong.

“Dari jumlah itu, 60 pemilik IPT sudah mendapat surat peringatan (SP) I dan II. Lahannya dibiarkan kosong, selama kosong tak boleh dipindahtangankan atau dibalik nama ke orang lain untuk tujuan investasi,” katanya.

Adapun lahan yang dibiarkan kosong tersebut berada di Dukuh Pakis (34), Sawahan (7), Gubeng (15), Rungkut (11), Sukomanunggal (48), Krembangan (6), Pabean Cantian (3), Wonokromo (1), Tegalsari (1), Lakarsantri (24) dan Kutisari (2).

Menurut dia, sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 1996 dan Perda Nomor 1 Tahun 1997 Tentang IPT dijelaskan apabila lahan milik Pemkot Surabaya dibiarkan kosong selama 3 tahun, maka IPT-nya dapat dicabut.

Hal ini, lanjut dia, yang mendasari Pemkot Surabaya mencabut IPT di banyak tempat selama beberapa tahun ini. Apalagi kalau lahan tersebut juga diperlukan oleh Pemkot Surabaya untuk kepentingan masyarakat, seperti saluran, taman dan lainnya.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan kejaksaan dan kepolisian untuk pertimbangan pencabutan IPT ini. Jadi pencabutan IPT ini memang sudah sesuai dengan perda yang menjadi landasannya,” katanya.

Untuk pencabutannya, lanjut dia, memang tidak dilakukan serta merta, tetapi melalui prosedur dengan memberikan surat peringatan (SP) ke I, SP II dan SP III.

Sesuai perda terkait IPT, tanah milik Pemkot Surabaya yang disewa dan sudah ada IPT-nya tidak boleh dibiarkan kosong. Tetapi harus dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan yang ada di IPT dari Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya.

Sesuai peruntukan IPT, lanjut dia, lahan yang disewa masyarakat itu bisa digunakan untuk rumah tinggal, showroom dan rumah usaha/toko. “Kalau sudah ada SP kemudian pemegang IPT akan membangun, boleh saja, kalau memang lahan itu belum dibutuhkan Pemkot Surabaya,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, pemegang IPT harus mengikuti prosedur yang berlaku yakni harus dilakukan pemutihan dulu. “Kalau sudah begini retribusinya lumayan mahal sampai puluhan juta rupiah,” katanya.

Pemkot Surabaya sebelumnya telah mencabut 22 IPT di Simohilir dan 43 IPT di Wiyung. Dari retribusi IPT cukup banyak menyumbang PAD Surabaya. Pada 2017 lalu IPT menyumbang PAD Rp268 miliar dari target Rp108 miliar, seperti dikutip Antara. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

KPK Panggil Bupati Mojokerto sebagai Tersangka

Published

on

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka suap pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di KPK, jakarta.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka suap pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

“Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonformasi di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Selain itu, KPK pada Jumat juga memanggil lima saksi diperiksa untuk tersangka Mustofa, yakni Staf Khusus Bupati atau ajudan Bupati 2011-2015 Lutfi Arif Muttaqin, Collection Taskforce BCA Emiral Rangga Tranggono, Branch Manager KKB BCA Sulistia Hakim serta dua pegawai PT Protelindo masing-masing Indra Mardhani dan Suciratin.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa bersama dua orang lainnya, yakni permit and regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) Ockyanto dan Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Mustofa yang merupakan Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan 2016-2021 itu diduga menerima hadiah atau janji dari Ockyanto dan Onggo Wijaya terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Dugaan suap yang diterima oleh Mustofa terkait perizinan Menara Telekomunikasi tersebut sekitar Rp2,7 miliar, seperti dikutip Antara. (bfd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending