Connect with us

POLITIK

Bawaslu : Baliho Airlangga “Salam 4 Jari” Melanggar

Published

on

Baliho Airlangga Hartanto yang merupakan ketua umum Partai Golongan Karya dengan tagline "Salam 4 Jari" yang kini dipajang di beberapa titik pada wilayah setempat dinilai melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Riau secara resmi menyatakan baliho Airlangga Hartanto yang merupakan ketua umum Partai Golongan Karya dengan tagline “Salam 4 Jari” yang kini dipajang di beberapa titik pada wilayah setempat dinilai melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum.

“Bawaslu merekomendasikan kepada KPU untuk memerintahkan kepada tim kampanye dengan Nomor urut 4 (Andi Rahman-Suyatno) segera menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut,” kata Koordinator Divisi Pecegahan dan Hubungan Lembaga Neil Antariksa di Pekanbaru, Minggu (6/5/2018).

Menurut Neil Antariksa alasan pelarangan tersebut karena Airlangga Hartanto merupakan ketua umum partai Golkar sekaligus partai pengusung calon gubernur dan wakil gubernur Riau dengan nomor urut 4.

Selain itu, Airlangga Hartanto juga merupakan Tim Kampanye yang tertuang dalam Tim Kampanye dan pemenangan paslon Nomor urut 4.

Kemudian sambung dia secara aturan pemasangan Alat Peraga Kampanye baliho yang memuat foto atau gambar ketua umum partai Golkar Airlangga Hartanto bertuliskan “Salam 4 Jari” di seluruh wilayah provinsi Riau itu menyalahi dan telah melanggar pasal 70 ayat 1 dan 2 Peraturan KPU nomor 4 tahun 2017, yang menyatakan partai politik atau gabungan partai politik, Pasangan Calon dan atau tim kampanye dilarang mencetak dan menyebarkan bahan kampanye selain dalam ukuran, jumlah dan lokasi yang telah ditentukan KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota.

“Karenanya terhitung rekomendasi Bawaslu ke KPU hingga 1×24 jam mendatang kami mintakan baliho tersebut diturunkan, ” tegasnya.

Dijelaskan dia untuk pemasangan APK juga sudah tertuang pada peraturan Bawaslu Nomor 12 tahun 2017 pasal 8 ayat 2 huruf (g) yang menjelaskan Paslon atau tim kampanye tidak boleh mencetak dan memasang Alat Peraga Kampanye selain dalam ukuran, jumlah dan lokasi yang telah ditentukan KPU provinsi atau KPU kabupaten/kota.

Karena itu untuk Pilkada 2018 Bawaslu Provinsi Riau beserta jajarannya telah melakukan pengawasan berjenjang terkait pemasangan APK tersebut.

Dia menambahkan berdasarkan penelusuran tim Panwas Kabupaten/Kota se Provinsi Riau pihaknya menemukan sedikitnya delapan unit baliho yang terpasang di empat kabupaten/ kota dengan memuat foto/gambar ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dengan bertuliskan “Salam 4 Jari”.

Di kota Pekanbaru, tercatat lima baliho APK terpasang yakni di Jalan Soekarno Hatta, Jenderal Sudirman depan gedung guru, di Jalan Sudirman dekat fly over Harapan Raya, Jalan Tuanku Tambusai depan SPBU, dan Jalan Tuanku Tambusai depan simpang pelajar.

Untuk di Kabupaten Rokan Hilir satu buah APK berada di Jalan Jenderal Sudirman Bagan Batu Kota.

Sementara di Kabupaten Pelalawan satu buah APK berada di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci depan swalayan Mandiri.

Dan di kota Dumai satu APK di Jalan Sultan Syarif Kasim depan Bundaran Polres.

“Berdasarkan ketentuan pasal 70 ayat (1) dan (2) peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017, pelaku Tim Kampanye nomor urut 4 telah memenuhi unsur pelanggaran administrasi yang telah dilakukan oleh Airlangga Hartanto Ketua Umum Partai Golkar, karena ukuran, jumlah dan lokasi pemasangan APK tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan KPU,” pungkas Neil.

Sementara itu Komisioner KPU Riau Ilham Yasir saat dikonfirmasi melalui wasshap tidak bisa dihubungi dan belum memberikan tanggapan.

Pantauan antara dilapangan salah satu baliho yang menempati lokasi di Jalan Tuanku Tambusai masih saja berdiri megah, seperti dikutip Antara. (faz/ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Nasdem Sepakat Siapapun Cawapres Jokowi

Published

on

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Partai NasDem menyatakan sepakat siapa pun calon wakil presiden yang akan dipilih Joko Widodo untuk mendampinginya di Pilpres 2019.

“NasDem akan sepakat siapapun yang dipilih Jokowi dari lima nama yang sudah dikerucutkan tersebut,” kata Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan Cak Imin sebagai salah satu kandidat cawapresnya pada Pilpres 2019, di Jakarta, Minggu.

Hanya saja, lanjut dia, pemilihan cawapres bagi petahana seperti Jokowi bukan sekadar memiliki elektabilitas, tetapi juga menjadi nilai tambah karena kapasitas untuk memimpin kabinet dan negara.

“Periode kedua bagi petahana harus lebih total dalam bekerja karena periode terakhir. Di sinilah pentingnya wakil mampu atau tidak mengimbangi kerja pak Jokowi,” tutur Willy.

Selain hal tersebut, penentuan wakil juga akan dipengaruhi oleh isu yang dianggap sisi lemah Jokowi, dan wakilnya tersebut harus mampu menambal.

“NasDem konsen terhadap dua hal tersebut, mampu memenangkan dan bisa mengimbangi kerja pak Jokowi,” ujar Willy.

Ketika ditanyakan selain Cak Imin siapa lagi kandidat lainnya, kata dia, seperti yang disampaikan Jokowi sampai saat ini sudah ada 5 nama yang dikantongnya sebagai cawapres.

“Pak Jokowi juga mengatakan harap bersabar karena ngak akan sampai sebulan ke depan akan diumumkan,” ujarnya.Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin termasuk dalam pilihan sebagai calon wakil presiden.

“Saya harus ngomong apa adanya, salah satu nama itu adalah Pak Muhaimin Iskandar,” kata Presiden seusai meninjau arena olahraga dayung bersama Cak Imin, di Jakabaring Sport City, Sabtu (14/7).

Presiden menjelaskan bahwa dirinya masih menimbang salah satu dari lima tokoh yang akan mendampinginya sebagai wakil presiden pada Pilpres 2019, seperti dikutip Antara. (ful)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Pengamat : Muhaimin Mampu “Counter” Serangan Terhadap Jokowi

Published

on

Muhaimin Iskandar.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli berpendapat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mampu meng-“counter” serangan terhadap Joko Widodo.

“Merangkul Cak Imin, kekuatan dukungan Jokowi akan semakin kuat dan besar,” kata Lili di Jakarta, Minggu menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan Cak Imin sebagai salah satu kandidat cawapresnya pada Pilpres 2019. Menurut dia, Cak Imin memiliki basis massa Nahdlatul Ulama (NU) yang besar, dan jika meninggalkan Jokowi akan kehilangan dukungan dari umat Islam.

“Jika tak rangkul akan kehilangan basis dukungan dari umat Islam. NU kan basis yang besar di banding kekuatan-kekuatan Islam yang lain,” ujarnya.

Lili melihat langkah Jokowi mamasukkan nama Cak Imin ke kantongnya merupakan sesuatu yang wajar dan logis, karena Cak Imin adalah pemimpin partai berbasis Islam pertama yang terus mendukung Jokowi sejak Pilpres 2014 lalu.

“Jadi logis Pak Jokowi memasukkan Cak Imin ke kantongnya. Bahkan, kalau meninggalkan itu sesuatu yang tidak logis,” ucapnya.

Dia mengatakan, Cak Imin memang telah berjuang mati-matian mendukung Jokowi sejak awal, sehingga Cak Imin pun mampu memberikan ‘counter’ terhadap serangan sebagian umat Islam kepada Jokowi.

“Dia (Cak Imin) juga akan menjembatani dan mengahapus image negatif bahwa Pak Jokowi anti Islam itu. Karena selama ini dianggap bahwa Pak Jokowi itu tidak dekat dengan Islam, anti-Islam,” kata Lili.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin termasuk dalam pilihan sebagai calon wakil presiden.

“Saya harus ngomong apa adanya, salah satu nama itu adalah Pak Muhaimin Iskandar,” kata Presiden seusai meninjau arena olahraga dayung bersama Cak Imin, di Jakabaring Sport City, Sabtu (14/7).

Presiden menjelaskan bahwa dirinya masih menimbang salah satu dari lima tokoh yang akan mendampinginya sebagai wakil presiden pada Pilpres 2019. (ful)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Survei : Elektabilitas Gatot Sebagai Capres Kalahkan Prabowo

Published

on

CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Hasil survei The Initiative Institute mencatat elektabilitas mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2019, lebih tinggi dibandingkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Yang menarik, Gatot Nurmantyo dalam survei kami, angka keterpilihannya lebih tinggi daripada Prabowo Subianto. Posisi elektabilitas Gatot ini nomor dua tertinggi setelah Pak Jokowi,” jelas CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (15/7/2018).

Kajian The Initiative Institute menunjukkan tingkat keterpilihan sejumlah tokoh sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2019, di antaranya adalah Joko Widodo sebesar 77,8 persen, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo sebesar 63 persen, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebanyak 62 persen, dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 61,5 persen.

Sementara itu, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 58,7 persen, Sri Mulyani Indarwati 53,3 persen, serta Tuan Guru Bajang Zainul Majdi sebanyak 50 persen.

“Khusus untuk kasus Gatot, yang mengalahkan Prabowo, kebetulan mereka sama-sama berlatar belakang militer. Perolehan angka itu kemudian menunjukkan bahwa responden ingin melihat figur pemimpin yang lebih muda dan kemudian sudah perlu ada pergantian generasi elit militer dalam politik,” tutur Airlangga.

“Tokoh militer yang sudah lama dalam dunia politik, sekarang juga diasumsikan untuk bekerja ‘di belakang layar’ saja,” tambah dia.

Dalam pemaparan hasil survei tersebut, Airlangga juga menjelaskan bahwa tingkat keterpilihan calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menjadi yang tertinggi karena dianggap dapat bekerja secara profesional, memiliki pengalaman dalam pemerintahan, serta beragama Islam.

Survei The Initiative Institute yang dilaksanakan pada 10 Juli hingga 15 Juli 2018, menggunakan pendekatan “purposive sampling”, yang mana respondennya adalah pihak-pihak yang memiliki informasi cukup baik tentang kebijakan dan karakteristik tokoh.

Kelompok responden yang berpartisipasi dalam survei tersebut, meliputi akademisi, jurnalis, anggota organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, kalangan profesional, serta anggota organisasi nonpemerintah, seperti dikutip Antara. (git)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending