Connect with us

SELEBRITI

Ayah Tidak Datang, Siapa yang Anter Meghan Markle ke Altar Pernikahan?

Published

on

Pangeran Harry dari kerajaan Inggris dan calon istrinya Meghan Markle.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pernikahan putrinya hanya tinggal hitungan hari, tapi ayah Meghan Markle mendadak mengumumkan dirinya takkan menghadiri pernikahan kerajaan pada 19 Mei mendatang.

Thomas Markle, ayah Meghan, terlibat skandal akhir pekan ini setelah terungkap dirinya berkonspirasi dengan fotografer paparazzi untuk menciptakan beberapa foto jelang hari bahagia Meghan.

Ayah Meghan Markle akan Jalani Operasi Jantung

Dalam foto itu, yang tersebar di publikasi seluruh dunia, terlihat Thomas sedang membaca buku tentang Great Britain, melihat galeri foto online Meghan dan Pangeran Harry serta mengepas setelan jas pernikahan.

BACA JUGA : Meghan Markle Hadapi Situasi Sulit karena Ayahnya Batal ke Pernikahan

Akibatnya, Thomas mengatakan pada TMZ bahwa dia tidak lagi berniat menghadiri pernikahan, agar tidak lagi ada hal yang mempermalukan Meghan dan keluarga kerajaan. Awalnya Thomas akan mengiringi putrinya ke altar pernikahan pada akhir pekan ini, seperti dikutip People.

Jika Thomas tidak datang, siapa yang akan mengantar Meghan ke altar?

1. Ibunya, Doria Ragland

Pilihan paling jelas adalah ibu Meghan, Doria Raglan. Meghan dekat dengan ibunya, dan dia sudah mengenal Harry sejak setahun terakhir. Ketika Meghan dan Harry diwawancara saat pertunangan mereka, Harry mengatakan Doria “luar biasa”. Doria juga ada ketika pasangan itu menghadiri upacara penutupan Invictus Games pada September 2017.

Doria diperkirakan akan menemani putrinya naik mobil ke kapel St.George dari Hotel Cliveden House, tempat dia dan Meghan akan menginap sehari sebelum pernikahan. Ketika tiba di kapel, seharusnya Meghan disambut ayahnya yang akan mengiringinya ke altar pernikahan. Karena Thomas takkan datang, mungkin Doria yang akan menggantikannya mengiringi putri mereka ke altar.

2. Calon mertua, Pangeran Charles

Jika ayah Meghan tidak hadir, mungkin ayah mertuanya bisa menggantikan. Charles tidak punya tugas resmi selama pernikahan, dan dia serta istrinya Camilla, Duchess of Cornwall sejak pertunangan sudah bersuka cita menerima Meghan sebagai bagian dari keluarga. Dia juga menjadi tuan rumah untuk resepsi pernikahan pasangan itu di Frogmore House.

3. Calon kakek, Pangeran Philip

Meghan bisa meminta tolong pada pria kerajaan dari generasi berbeda, Pangeran Philip. Tapi meskipun Meghan memintanya, Pangeran Philip sepertinya tidak bisa melakukannya. Mengingat operasi pinggul yang baru dilakukan Pangeran Philip, kecil kemungkinan dia bisa berjalan jauh (110 langkah) ke altar kapel St.George.

4. Calon kakak ipar, Pangeran William

Suami Kate Middleton ini juga bisa jadi kandidat orang yang mengantar Meghan ke altar. Hal yang serupa pernah terjadi, ketika Puteri Margaret menikahi Antony Armstrong-Jones pada 1960, kakak iparnya Pangeran Philip mengantarnya ke altar karena ayahnya, Raja George VI, telah wafat pada 1952. Meski demikian, William adalah pendamping Harry, jadi dia mungkin sibuk pada hari itu dan akan berada di samping Harry jelang pergantian status adiknya menjadi seorang suami.

5. Sendirian

Mungkin salah satu pilihan yang paling sesuai untuk Meghan adalah berjalan sendirian di kapel St. George. Meghan sudah lama bicara tentang kemandirian. Ini akan memperlihatkan kekuatannya dalam mempersiapkan diri bergabung ke salah satu keluarga paling terkenal di dunia. (nyr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOLA

Mbappe Dikabarkan Berkencan dengan Miss France 2017, Siapa Dia?

Published

on

Kylian Mbappé Lottin, adalah seorang pesepakbola profesional Perancis.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemain remaja tim nasional Prancis Kylian Mbappe mencuri perhatian sepanjang Piala Dunia 2018, bahkan dianugerahi penghargaan sebagai pemain muda terbaik.

Pria berusia 19 tahun tersebut semakin tenar dan digemari terutama oleh kaum hawa.

Namun pesepakbola yang bermain di klub PSG itu dikabarkan sedang berkencan dengan seorang wanita cantik bernama Alicia Aylies.

Siapa perempuan beruntung tersebut?

Aylies adalah Miss France 2017. Ratu kecantikan yang mewakili Prancis di Miss Universe 2017 itu juga merupakan pemain anggar, olahraga yang ia geluti sejak usia 4 tahun.

Mbappe dan Aylies yang seumuran itu pertama kali dikabarkan dekat pada bulan Mei ketika Aylies terlihat di salah satu laga PSG. Tidak jelas bagaimana mereka bertemu, tetapi mereka mungkin dipertemukan oleh Miss France 2007 Rachel Legrain Trapani, yang merupakan kekasih bek Prancis Benjamin Pavard. Kedua wanita itu terlihat bersama selama pertandingan Prancis melawan Argentina di Piala Dunia.

Aylies lahir di Pulau Martinique, di Karibia pada 21 April 1998, kemudian pindah ke Guyana Prancis ketika dia berusia dua tahun.

Di sanalah ia belajar hukum di universitas lokal dan menggeluti dunia permodelan. Sebelum memenangkan Miss France, Aylies memenangkan Miss Guyane.

Sebagai pemenang Miss Guyane 2016, Aylies memasuki level kompetisi berikutnya di Montpelier setahun kemudian.

Model yang khas dengan rambut ikalnya itu menjadi yang pertama dari Guyana Prancis menyandang Miss Prancis, dan berkompetisi di Miss Universe – namun ia tidak berada di tempat favorit.

Dia saat ini kerap bolak-balik ke Paris dan Amerika Selatan untuk karier modeling-nya. Demikian dilansir newyorkpost.com dan thesun.co.uk. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SELEBRITI

Meghan Markle – Kate Middleton Nonton Tenis Bareng

Published

on

Kate Middleton dan Meghan Markle saat menghabiskan waktu bersama menonton pertandingan tenis putri Wimbledon di Centre Court, Sabtu (14/7/2018).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Meghan Markle dan Kate Middleton menghabiskan waktu bersama menonton pertandingan tenis putri Wimbledon, tanpa para pangeran.

Para Duchesse bersorak mendukung Serena Williams yang melawan Angelique Kerber dari Jerman pada pertandingan di Centre Court, Sabtu (14/7/2018), dilansir dari laman The Sun.

BACA JUGA : Dublin, Kunjungan Pertama Harry-Meghan Sejak Menikah

Middleton dan Markle dilaporkan mengikuti jalannya pertandingan, sesekali tertawa saat bola nyaris mengarah ke mereka yang duduk di tempat khusus Royal Box.

Keduanya mengenakan pakian kasual selama menonton pertandingan, Markle dengan kemeja garis biru-putih dipadukan dengan celana panjang putih, sementara Middleton memakai terusan putih sebatas lutut.

Para putri juga menyaksikan semi-final Novak Djokovic yang mengalahkan Rafael Nadal.

Kensington Palace mencuit acara jalan bareng mereka, antara lain “Semi final yang mendebarkan! Selamat DjokerNole masuk ke final Wimbledon, dan yang terbaik untuk RafaelNadal!”, seperti dikutip Antara.(nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SELEBRITI

Gabrielle Stravelli Tampil di Banyuwangi

Published

on

Gabrielle Stravelli, adalah seoarang Musikus jaz asal Amerika Serikat.

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi  – Musikus jaz asal Amerika Serikat Gabrielle Stravelli akan tampil dalam pergelaran musik jaz di salah satu hotel di “Kota Gandrung” Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat malam.

Gabrielle di Banyuwangi, Jumat (13/7/2018) mengatakan dirinya yang datang bersama suaminya yang juga musikus jaz Pat O`leary, akan berbagi budaya musik jaz di Indonesia dengan mengisi lokakarya bersama pecinta musik jaz di Banyuwangi.

Dia menegaskan bahwa jaz merupakan musik yang santai, musik yang bisa menciptakan interaksi yang intim antara penyanyi dengan audiensnya.

Di Indonesia, pasangan suami isteri itu, akan bermain musik hanya di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Diplomasi kebudayaan berbalut musik jaz itu diinisiasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

“Apa yang disampaikan musik dan sampai kepada audiens, itulah jaz. Kita hilangkan stigma bahwa jazz itu rumit dan mahal,” kata Gabrielle saat memberikan lokakarya jaz di SMAN I Giri sebagai siaran pers Pemkab Banyuwangi.

Serangkaian pergelaran musik jaz yang digelar Banyuwangi selama beberapa tahun terakhir, menginspirasi Gabrielle Stravelli, yang juga Duta Jaz Amerika Serikat itu, untuk datang ke Banyuwangi.

Untuk lokakarya, para peserta terdiri atas pelajar, guru seni, dan pemain musik di Banyuwangi. Mereka antusias mengikuti materi demi materi yang disampaikan pasangan suami istri itu.

Berbagai teknik dalam musik jaz disampaikan oleh Gabrielle yang pada kesempatan itu juga mengajarkan cara bernyanyi ala jaz. Diiringi alat musik piano dan elektrik kontra bas, dia mengajak para pecinta jaz mengikuti alunan suaranya.

Para peserta pun terlihat asyik mengikuti nada demi nada yang disuarakan oleh Gabrielle. Tidak hanya cara menyanyi, mereka juga mengajarkan cara bermusik, termasuk sejarah jaz.

“Musik jaz memang merupakan genre yang membutuhkan `skill` khusus untuk memainkannya. Terutama kemampuan improvisasi yang lebih ketimbang musik lain. Jadi memang harus dipelajari,” ujarnya.

Dia menjelaskan mengapa dalam rangkaiannya ke Banyuwangi juga menggelar lokakarya.

“Di Indonesia, di Banyuwangi juga mungkin, tak mudah untuk menemukan guru jaz sebagaimana di tempat kami di New York. Karena itu kehadiran kami di sini sekaligus untuk berbagi ilmu kepada musisi dan pecinta jaz di Indonesia,” katanya.

Gabrielle juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Banyuwangi yang konsisten menggelar musik jaz.

“Banyuwangi tak hanya indah, tapi masyarakatnya sangat familier dengan musik jaz. Saya juga pernah dengar ada `student jazz` di sini. Ini bagus menurut saya,” ucapnya.

Dalam konsernya, Gabrielle berjanji membawakan lagu khas Using dengan aransemen jaz. “Jaz itu `open-minded`, jadi kami tak salah kalau akan membawakan lagu daerah Banyuwangi,” katanya, seperti dikutip Antara. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending