Connect with us

DIGITAL

YouTube Uji Mode Penyamaran

Published

on

"Mode Penyamaran" (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – “Mode Penyamaran” (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer. Kini, YouTube sedang menguji fitur yang sama pada aplikasi Android-nya.

Dilansir dari GSM Arena, YouTube sudah memiliki fitur yang mencegah aplikasi merekam riwayat tontonan dan pencarian yang dapat ditemukan dalam Pengaturan > Histori & Privasi.

Namun, “Mode Penyamaran” terbaru akan lebih mudah diakses hanya dengan mengetuk gambar akun Anda pada sudut kanan atas, tempat tombol “Aktifkan Penyamaran” akan tersedia, tanpa perlu lagi mencarinya dalam Pengaturan.

Saat fitur tersebut diaktifkan, aplikasi tidak akan merekam apa yang Anda tonton dan daftar akun yang Anda langgani akan disembunyikan.

Ikon untuk fitur penyamaran tersebut akan terlihat di sudut kanan atas yang menunjukkan bahwa Anda menjelajahi YouTube secara anonim.

Hingga saat ini, fitur tersebut masih dalam periode pengujian, sehingga tidak semua perangkat memilikinya, namun kemungkinan besar fitur tersebut akan tersedia untuk khalayak yang lebih luas dalam waktu yang tidak lama lagi, seperti dikutip Antara. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Facebook Tegaskan Tak Bagikan Informasi Pribadi Pengguna

Published

on

Aldo Rambie, menegaskan bahwa Facebook tidak membagikan data pribadi penggunanya kepada para pengiklan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Head of Client Solutions, Facebook Indonesia, Aldo Rambie, menegaskan bahwa Facebook tidak membagikan data pribadi penggunanya kepada para pengiklan.

“Kami tidak menjual informasi pengguna Facebook. Kami menjual ruang di Facebook, sama seperti yang dilakukan TV, radio, maupun koran,” kata Aldo dalam jumpa pers yang digelar di kantor Facebook Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

BACA JUGA : Facebook Rilis Update Audit, Tangguhkan 200 Aplikasi

Aldo menjelaskan informasi yang dibagikan kepada pengiklan adalah informasi demografi pengguna, seperti jenis kelamin, umur, kota tempat tinggal, minat atau hobi yang diisikan pengguna dalam kolom profile atau pun ditunjukkan dengan page yang disukai pengguna.

Pengiklan awalnya memberikan beberapa informasi mengenai konsumen mereka, yang kemungkinan didapat dari email konsumen dari riwayat pembelian yang sudah dilakukan sebelumnya, sehingga mereka bisa menjangkau konsumen tersebut di Facebook.

Facebook bisa menemukan akun Facebook yang cocok dengan informasi tersebut, namun Facebook tidak memberitahu pengiklan data siapa saja yang cocok dengan informasi awal tersebut.

Lebih lanjut, Aldo menjelaskan bahwa ketika pengiklan berkampanye, Facebook hanya memberikan insight atau laporan performa terkait kampanye tersebut.

“Contohnya, apakah total jangkauan 100 orang sudah menjangkau lebih dari berapa persen gitu. Apa yang kami berikan sebagai insight sifatnya dikelompokkan, bukan individu,” ujar Aldo.

Pengguna tidak bisa memilih untuk tidak melihat iklan sama sekali karena iklan tersebut yang membuat Facebook tetap menjadi layanan gratis. Namun, Aldo mengatakan, pengguna bisa mengatur kategori iklan apa saja yang ditampilkan, sehingga iklan yang disuguhkan lebih relevan dengan pengguna.

Pengaturan tersbeut dapat ditemukan dalam preferensi iklan. Pengguna dapat memutuskan bagian mana dari profil yang ingin digunakan untuk penargetan iklan di bagian informasi di bawah “Tentang Anda.” Seperti dikutip Antara. (ari)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

YouTube Rombak Layanan Musik Streaming, Saingi Spotify dan Apple Music

Published

on

YouTube Music akan diluncurkan pekan depan di Amerika Serikat.

Indonesiaraya.co.id, San Francisco – YouTube sedang meluncurkan perombakan, layanan musik streaming terpisah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kompetisi terhadap rival seperti Spotify dan Apple Music.

YouTube Music akan diluncurkan pekan depan di Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, Meksiko dan Korea Selatan, dengan lebih banyak pasar online akan segera tersedia.

Langkah tersebut memudahkan YouTube memisahkan rencana video premium berbayarnya dari layanan musik milik Google itu, menawarkan serangkaian pilihan gratis dan berbayar.

Baca juga: YouTube uji mode penyamaran

Baca juga: YouTube TV hadirkan perintah suara di perangkat Android

Versi layanan musik yang gratis dan disponsori iklan tersebut akan tersedia dengan berlangganan bebas iklan seharga 9,99 dolar AS (sekitar Rp141.418) per bulan.

Layanan musik terpisah itu, yang lebih mahal dua dolar AS dari program saat ini, mencakup “aplikasi seluler baru dan pemutar baru untuk komputer” serta “ribuan daftar lagu, versi jutaan lagu resmi , album, radio artis dan masih banyak lagi.”

YouTube akan menawarkan musik streaming “premium” tersebut secara terpisah, atau bergabung dengan rencana awal videonya, yang diberi nama baru sebagai YouTube Premium dari YouTube Red, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Cybernetyx EyeRIS, Tawarkan Sensor Presentasi Lebih Interaktif

Published

on

Global Channel Resources (GCR), perusahaan yang fokus pada jaringan B2B (Business to Business) yang menyediakan solusi Internet od Things (IoT) dan jasa cloud, menghadirkan sistem projector untuk white board interaktif yang dinamai Cybernetyx EyeRIS 9090FT.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Global Channel Resources (GCR), perusahaan yang fokus pada jaringan B2B (Business to Business) yang menyediakan solusi Internet od Things (IoT) dan jasa cloud, menghadirkan sistem projector untuk white board interaktif yang dinamai Cybernetyx EyeRIS 9090FT.

“Kami membawa teknologi ke Indonesia, dengan solusi semacam ini dapat membangun interaksi saat presentasi,” ujar Charles Chen, Vice President Sales Global Channel Resources, di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

GCR menggandeng PT Celestia Sinergi Indonesia (Celgi) untuk mendistribusikan Cybernetyx EyeRIS. Director Celgi, Dedhy H. Yahya, mengatakan bahwa pangsa pasar projector masih sangat besar saat ini, sehingga dia meyakini bahwa perangkat tersebut dapat menarik pasar.

“Kami melihat celah di situ, karena saat ini pasar projector masih 150 ribu dengan 60 persen ada di pasar edukasi, 30 persen di private dan government. Untuk market projector ini suatu peluang, menggunakan alat ini untuk mengubah white board menjadi interaktif,” kata Dedhy.

Terlebih, dari segi harga, Cybernetyx EyeRIS jauh lebih murah dibanding kompetitor yang juga menghadirkan perangkat dengan teknologi serupa.

Cybernetyx EyeRIS dibandrol dengan harga Rp12,7 juta dengan teknologi finger touch, sementara perangkat tanpa teknologi finger touch ditawarkan dengan harga Rp10,5 juta. Perangkat ini dapat dibundling dengan projector apa pun.

Cybernetyz EyeRIS 9090 FT merupakan unit interaktif optikal yang memiliki built in sensor gambar berkecepatan tinggi. Unit interaktif ini mampu melacak dengan pintar dan mempelajari lingkungan sekitar sehingga dapat menghadirkan pengalaman presentasi interaktif.

“Sebuah sensor yang akan memberikan pengalaman ingeraktif karena kita bisa menggunakan white board dan projector,” kata Budi Mulya, Manager Engineering GCR.

Cybernetyx EyeRIS juga dilengkapi dengan perangkat lunak multi-touch Intellispace sehingga dapat digunakan dengan tulisan tangan asli, juga mengenali bentuk geometris. EyeRIS juga mendukung kemampuan untuk merekam dan bahkan mengubah hasil rekaman dalam bentuk PDF.

Perangkat tersebut dibekali teknologi “Movement Detection 3-D Optical,” dan teknologi yang dapat memproses gambar dengan kecepatan tinggi, yaitu 60-70 FPS bahkan sampai dengan 200 FPS (frame per second).

Resolusi yang dihasilkan juga snagat besar mencapai 6768×4320 piksel square. EyeRIS 9090 dapat memproses lebih dari 195 juta dot per detik dan memberikan sub-pixel yang presisi untuk pengalaman menulis.

“Ada pula fitur Automatic Callibration untuk auto scan membaca proses yang hanya membutuhkan waktu 5 detik,” ujar Budi.

Tidak hanya itu, ada pula fitur superior ambient light disturbance resistance yaitu kemampuan bekerja dengan baik dalam kondisi cahaya yang kurang ataupun yang berlebihan.

PT Celestia Singergi Indonesia juga akan melayani purna jual Cybernetyx dan memberikan jaminan garansi 1 tahun.

“Kami menggandeng partner. Beberapa kota besar, 34 propinsi masing-masing ada. Di situ juga ada merupakan point after sales,” ujar Deddhy.

“Ini teknologi interaktif dengan alat yang cukup revolusioner dengan harga terjangkau. Indonesia tidak bisa dipungkiri harga sedikit sensitif. Kalau ada yang murah teknologi sama kenapa tidak dicoba. Kami menargetkan 10 persen dari pangsa pasar atau sekitar 15 ribu unit di 2018,” tambah dia, seperti dikutip Antara. (amd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending