Connect with us

SPORT

Dicari Ketum Sepeda Indonesia, Pengganti Raja Sapta Odang

Published

on

PB ISSI bertekad mencari sosok Ketua Umum baru, pengganti dari Raja Sapta Oktohari. (Foto : Instagram @rajasaptaokto)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penggurus Besar Ikatan Sepada Sport Indonesia (PB ISSI) bertekad mencari sosok Ketua Umum (Ketum) baru, pengganti dari Raja Sapta Oktohari (RSO).



Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Budi Saputra mengaku tidak mudah bagi PB ISSI dengan waktu yang singkat untuk mencari Ketum baru. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2020 telah dilakukan awal Juni lalu.

“Hal paling mendasar yang harus diraih, Organisasi yang berorientasi kepada peningkatan prestasi,dibawah kepemimpinan Raja Sapta Oktohari, seperti Juara Asia BMX, Juara Asia MTB, 2 Medali Emas Asian Games, 2 Medali Emas Asian Track Championship, 3 Emas Sea Games, Peringkat 4 World Cup Track, harus ditingkatkan dan dilanjutkan di masa depan,” kata Budi Saputra dalam perbincangan bersama Danang Sundoro di program Dinamika Olahraga RRI, Kamis (18/6/2020).

“Peningkatan mutu wasit, dengan adanya 2 International Commissaire, 11 Elite Nasional Commissaire dan 90 National Commissaire, yang akan membuat PB ISSI lebih mandiri dan berkualitas dalam melaksanakan kejuaraan nasional maupun International di tanah air,” tutur Budi.

PB ISSI menurut Budi telah mencatatkan diri menjadi organisasi olahraga pertama di dunia yang menyelenggarakan kejurnas BMX Freestyle di bawah nasional federasi, sekaligus juga menjadi negara pertama di dunia yang menyelenggarakan Asian Urban Championship seri 1, serta dipercaya untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asia Track Championship dan direncanakan Kejuaraan Asia BMX.

“PB ISSI juga berhasil menyelenggarakan Tour d’Indonesia dengan level 2.1 setelah berhenti penyelenggaraan selama 7 tahun, juga berhasil melaksanakan Kejuaraan BMX dengan level Hors Class, dan masih banyak lagi kejuaraan dengan level UCI (Federasi Balap Sepeda Dunia) yang telah dilaksanakan,” ungkapnya.

“Jangan lupa, RSO dipercaya menjadi Wakil Presiden Asian Cycling Confederaton, serta member pengurus UCI (Union Cycling Internasional) , yang belum pernah terjadi dalam sejarah PB. ISSI,” seraya mengingatkan sosok RSO yang sudah memiliki nama di UCI (Organisasi Balap Sepeda tertinggi di dunia)  (rad)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SPORT

Rano Karno Usul Satu Lembaga Olahraga yang Mempersatukan Atlet

Published

on

Anggota Komisi X DPR RI, Rano Karno. (Foto : Instagram @si.rano)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno menilai, di Indonesia masih ada tumpang tindih kewenangan di bidang olahraga. Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Internasional (KOI) sering kali bertengkar memperebutkan pengaruh kepada para atlet. Untuk itu, butuh satu saja lembaga oleharaga yang sekaligus mempersatukan para atlet.

Ia mengemukakan hal ini saat mengikuti rapat dengar pendapat membahas RUU Keolahragaan Nasional dengan Badan Keahlian Dewan (BKD). Hadir secara fisik di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020), politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, sudah saatnya kedua lembaga olahraga nasional itu disatukan agar tak terus berbenturan.

“Di Indonesia ada dua komite olahraga, KONI dan KOI. Sering terjadi pertengkaran di antara keduanya. KONI lingkupnya nasional, KOI lingkup internasional. Sementara keduanya membutuhkan atlet. Selalu ada overlapping kewenangan. Tidak mungkin KOI mengirim atlet tanpa ada KONI,” tandas Rano.



Harus disepakati lembaga olahraga di Indonesia ini seperti apa. Setidaknya, kata Rano, ada komite yang mengurus para atlet amatir dan komite atlet profesional. Sementara bicara RUU olahraga sendiri, ia mengharapkan, perlu rumusan regulasi olahraga yang bisa diimplementasikan jangka panjang. “UU lama tentang olahraga direvisi, karena perkembangan olehraga nasional maupun dunia telah berkembang pesat,” katanya.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Keolahragaan Nasional sudah 15 tahun berjalan. Sedangkan perkembangan olahraga dunia sudah berubah total, sehingga perlu perancangan yang agak panjang supaya semua target bidang olahraga tercapai. Sayangnya, lanjut legislator dapil Banten III itu, olahraga belum menjadi profesi di Indonesia.

“Beda dengan di luar negeri, untuk menjadi petenis profesional, atlet sudah berlatih sejak kecil. Mereka menyadari masa keemasan atlet itu tidak pernah lebih dari 30 tahun. Sementara di Indonesia olahraga itu hanya dipandang sebagai latihan tubuh tidak dipandang sebagai kegiatan profesional. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Menpora Paparkan 5 Program Prioritas Kemenpora 2020-2024, Apa Saja?

Published

on

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali. (Foto : Instagram @zainudinamaliofficial)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka secara resmi kegiatan webinar yang bertemakan ‘Pendidikan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga di Tengah Pandemi Covid-19′ secara virtual.

Pada kesempatan ini, Menpora memaparkan program prioritas Kemenpora 2020-2024. Pertama, Menpora menyampaikan perbaikan tata kelola, penyederhanaan regulasi, penyesuaian birokrasi dan peningkatan kecepatan pelayanan publik.

Kedua, pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Ketiga, penguatan ideologi pancasila dan karakter serta budaya bangsa untuk pemuda.



Lalu, keempat, permasalahan dan pemasyarakatan olahraga yang menimbulkan kegemaran untuk hidup lebih sehat dan bugar untuk masyarakat. Kelima, yaitu pembinaan usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang terencana dan berkesinambungan.

“Kemampuan menjadi pemimpin di rumah tangga akan menentukan keberhasilan di level atau tingkatan berikutnya. Kami tentunya di Kemenpora juga harus menyiapkan program untuk membuat pemuda kita aktif. Dalam kurun waktu 2020-2024, kami telah menyiapkan program prioritas. Pemuda harus dibekali dengan inovasi serta jiwa kemandirian. Serta mampu bersaing,” jelas Menpora, Kamis (18/6/2020).

Lebih lanjut, Menpora juga mengapresiasi kegiatan seperti ini karena bisa memberi wawasan kepada para pemuda. Menpora berharap, pemuda yang sudah melangsungkan pernikahan dapat membina rumah tangga dengan baik.

“Saya sampaikan terima kasih, dan apresiasi atas kegiatan ini. Meski di tengah pandemi, kegiatan bisa diselenggarakan melalui webinar. Selamat mengikuti kegiatan, ini sangat baik. Kita terus bekerja sama dengan lembaga atau instansi lainnya terkait kegiatan-kegiatan seperti ini. Karena, ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Lalu, nah kita memasuki era new normal, mari kita sikapi dengan bijak,” terang Menpora.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh menambahkan, di tengah pandemi saat ini, kegiatan maupun aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah pada belakangan ini.

“Pada pandemi ini, konsentrasi kegiatan masyarakat lebih banyak dipusatkan di rumah belakangan ini. Seperti belajar dari rumah, kerja dari rumah, dan lainnya. Kita harap masyarakat tetap aktif dan produktif. Ini juga mendukung kegiatan prioritas Kemenpora. Kami sampaikan, animo pemuda yang ikut dalam kegiatan ini sangat tinggi, dan diikuti dari berbagai daerah,” ujarnya. (pub)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Liga Berjenjang Kemenpora Jadi Fondasi Pembinaan Sepakbola

Published

on

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali. (Foto: Instagram @kemenpora)

Indonesiaraya.co.id, Jakara – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, menginginkan Liga Berjenjang Kemenpora menjadi fondasi kuat untuk pembinaan pemain muda di seluruh Indonesia.



Menpora sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang selama ini terus menjadi tempat untuk menjalankan Liga Berjenjang Kemenpora mulai dari Operator Pusat U-12, U-14, U-16, U-17 Putri, U-21 serta 34 Koordinator Provinsi atau Wilayah semua Liga Berjenjang.

“Terima kasih kepada bapak ibu semua yang sudah mengikuti acara ini,” katanya, Selasa (16/6/2020).

Menpora mengatakan Kemenpora memiliki pembinaan Liga Berjenjang yang sudah berjalan dengan rutin.

“Ke depan, Liga Berjenjang Kemenpora ini akan kita perkuat lagi, karena kita punya Inpres Percepatan Persepakbolaan Nasional yang menjadi dasar kuat untuk mengembangkan sepakbola tanah air. Tanpa pembinaan usia dini, tidak mungkin kita mendapatkan talenta yang baik untuk sepakbola kita,” ujar Menpora yang juga ikut hadir Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Mahfudin Nigara.

“Kita harus konsentrasi pada pembinaan usia dini, kita sudah mempersiapkan untuk membuat fondasi seluruh cabang olahraga untuk pembinaan usia dini bisa berprestasi dan lebih baik. Kami mengapresiasi dan terima kasih sekaligus menaruh harapan besar kepada semua peserta untuk mendorong, memajukan sepakbola kita di usia dini. Karena di situlah harapan kita, karena pembinaan kita sekarang belum terstruktur dengan baik. Dengan adanya inpres persepakbolaan nasional ini diharapkan kedepan pembinaan kita bisa jadi lebih baik,” harapnya.

“Tujuan terakhir kita adalah terbentuknya Timnas yang tangguh dan berasal dari talenta hasil pembinaan usia muda kita. Pemain kita saya harap lebih banyak mendominasi semua klub-klub yang ada di Liga 1 dan Liga 2, jangan sebaliknya menutup peluang pemain lokal untuk bisa tampil dalam skuad inti,” kata Menteri kelahiran Gorontalo. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017