Connect with us

BOGOR

Kemensos Serahkan Jaminan Hidup Korban Longsor di Bogor Rp 3,7 M

Published

on

Kementerian Sosial RI saat menyerahkan dana jaminan hidup kepada korban bencana longsor. (Foto : Antaranews.com)

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Kementerian Sosial RI menyerahkan dana jaminan hidup kepada korban bencana longsor 4 kecamatan di kabupaten Bogor. Ke 4 kecamatan itu antara lain Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Direktur Perlindungan Sosial Perlindungan Korban Bencana Alam Kemensos RI Safii Nasution menjelaskan sebanyak 4.188 KK atau 12.403 Jiwa mendapatkan bantuan jaminan hidup senilai 3.720.900.000,- (tiga milyar tujuh ratus dua puluh juta sembilan ratus ribu rupiah).

Mereka yang mendapat bantuan tersebar di 4 kecamatan yaitu kecamatan Nanggung sebanyak 933 KK atau 3.170 Jiwa. Kecamatan cigudeg sebanyak 536 KK atau 2.051 Jiwa, kecamatan Sukajaya sebanyak 2.704 KK atau 7.106 Jiwa dan kecamatan Jasingan sebanyak 15 KK atau 76 Jiwa.



“Jadup ini dibagikan sebesar Rp 10 ribu perjiwa perhari selama 1 bulan atau 30 hari,” jelasnya.

Safii mengaku juga telah menyerahkan santunan kepada korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada awal tahun yaitu sebesar 240 juta rupiah kepada 16 orang ahli waris.

“Setelah dilakukan verifikasi kami temukan 16 orang yang ahli waris yang berhak menerima santunan dari pemerintah,” tambah Safii.

Pada masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana, dikatakan Syafei Kementerian Sosial juga telah menyerahkan bantuan logistik tanggap senilai Rp1.230.000.000 dan bantuan sembako sebanyak 6.000 Paket senilai Rp1.200.000.000.

“Pada masa tanggap darurat kami telah menyerahkan total bantuan sebesar Rp. 2.670.000.000 yang terdiri dari bantuan bantuan logistik, santunan kematian, dan bantuan sembako. Jika ditotal semua dengan bantuan jaminan hidup maka total bantuan kepada Kabupaten Bogor senilai Rp.6.390.900.000,” imbuhnya.

Seperti diberitakan peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 yang lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.

Bencana ini telah merenggut 16 korban jiwa dan menyebabkan ribuan jiwa mengungsi karena kerusakan rumah. Melihat hal ini, Kemensos telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial antara lain Pengerahan Tagana untuk melakukan aktivitas penanganan darurat bencana dan pelayanan dapur umum dan dukungan Psikososial yang dilakukan oleh Tagana. Demikian, seperti dikutip Hallobogor.com (*/bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BOGOR

Akan Diproses Hukum, Ini Harapan Rhoma Irama kepada Bupati Bogor

Published

on

Penyanyi dangdut, Rhoma Irama. (Foto : Instagram @rhoma_official)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku berharap agar Bupati Bogor Ade Yasin hanya berkelakar ketika meminta dirinya diproses secara hukum.

Sebab menurut Rhoma, hal yang aneh jika dirinya yang hanya menyumbang lagu di acara khitanan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (28/6/2020) lalu diproses hukum. Kalaupun ada yang harus diproses, maka semestinya adalah sang pemilik hajatan, yakni Surya Atmaja.

“Tiba-tiba ada berita saya mau diproses hukum ini buat saya aneh aja, seandainya mau di proses secara hukum ya yang menyelenggarakan acara. Tiba-tiba saya yang jadi sasaran, saya yang harus pertanggungjawabkan ini, saya rasa unfair, saya berharap Bupati bercanda,” ungkapnya dikutip dari Instagram resmi Rhoma pada Selasa (30/6/2020).



Ia menjelaskan bahwa acara tersebut sudah digelar sejak Sabtu (27/6/2020), bahkan ketika malam minggunya dalam hajatan tersebut ada wayang golek sampai pagi. Kemudian Minggu siangnya ada penampilan musik-musik. Seharusnya Bupati sadar bahwa sejak Sabtu dalam hajatan tersebut sudah diselenggarakan acara.

“Bahkan malemnya ada wayang golek, paginya ada musik, saya dateng sore hari. Seandainya mau di proses secara hukum tentunya Ibu Bupati yang punya wilayah begitu berdiri panggung sejak sabtu mestinya dilarang kalau emang tidak boleh,” katanya.

Ia mengaku ketika datang sampai pulang dirinya selalu didampingi oleh aparat keamanan. Kemudian ia kembali menegaskan bahwa dirinya datang ke acara tersebut hanya sebatas sebagai undangan.

“Saya undangan dan tidak ada live konser soneta grup bahkan saya juga didampingi ketat oleh aparat, bukan ditangkep tapi didampingi, mulai dari ruang tamu, turun dari mobil, sampai ke pentas memberikan tausiyah, setelah selesai saya pamit, banyak tamu undangan disitu dari panggung saya juga didamping ketat oleh petugas sampai ke mobil sampai saya pergi pulang,” urainya.

“Makanya saya terkejut ada berita seperti ini, aneh buat saya. Tapi mudah-mudahan ini clear,” pungkasnya. (dio)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Aliansi Umat Islam Bogor Desak Penggagas RUU HIP Diusut Tuntas

Published

on

Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu menolak keras adanya RUU HIP. (Foto : Suaraislam.id)

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu menyatakan dukungannya atas maklumat Majalis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Kami menolak dengan tegas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dalam bentuk dan keputusan apapun,” kata Koordinator Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu Ustaz Acep Ayip Raharja saat membacakan pernyataan sikap bersama ulama dan tokoh lainnya di Bogor, Minggu (21/6/2020).

Aliansi tersebut, kata Acep, juga siap mengawal dan mempertahankan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang larangan ajaran marxisme, leninisme dan komunisme.



Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu mendesak DPR RI untuk segera menghentikan bentuk-bentuk persidangan dan atau permusyawaratan terkait dengan RUU HIP.

“Dan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas serta memproses dan menjatuhkan hukum seberat-beratnya kepada aktor intelektual yang menggagas dan mencetuskan ide sehingga munculnya RUU HIP yang jelas menjadikan ancaman bagi keutuhan NKRI,” tegas Acep.

Selain RUU HIP, Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu juga menyoroti masalah kelompok Ahmadiyah yang keberadaannya kembali dianggap meresahkan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami siap mengawal Fatwa MUI tahun 2005 tentang larangan bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang merupakan ajaran sesat dan menyesatkan,” ujar Acep.

Dalam pernyataan sikap tersebut, hadir sejumlah tokoh antara lain Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththath, Advokat Senior Eggi Sudjana, Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Bogor KH Ahmad Hasyim dan lainnya. (sua)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Aliansi Umat Islam Bogor Desak Penggagas RUU HIP Diusut Tuntas

Published

on

Umat Islam Bogor Desak Penggagas RUU HIP Diusut Tuntas. (Foto : kontenislam.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu menyatakan dukungannya atas maklumat Majalis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).



“Kami menolak dengan tegas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dalam bentuk dan keputusan apapun,” kata Koordinator Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu Ustaz Acep Ayip Raharja saat membacakan pernyataan sikap bersama ulama dan tokoh lainnya di Bogor, Ahad (21/6/2020).

Aliansi tersebut, kata Acep, juga siap mengawal dan mempertahankan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang larangan ajaran marxisme, leninisme dan komunisme.

Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu mendesak DPR RI untuk segera menghentikan bentuk-bentuk persidangan dan atau permusyawaratan terkait dengan RUU HIP.

“Dan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas serta memproses dan menjatuhkan hukum seberat-beratnya kepada aktor intelektual yang menggagas dan mencetuskan ide sehingga munculnya RUU HIP yang jelas menjadikan ancaman bagi keutuhan NKRI,” tegas Acep.

Selain RUU HIP, Aliansi Umat Islam Bogor Raya Bersatu juga menyoroti masalah kelompok Ahmadiyah yang keberadaannya kembali dianggap meresahkan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami siap mengawal Fatwa MUI tahun 2005 tentang larangan bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang merupakan ajaran sesat dan menyesatkan,” ujar Acep.

Dalam pernyataan sikap tersebut, hadir sejumlah tokoh antara lain Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththath, Advokat Senior Eggi Sudjana, Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Bogor KH Ahmad Hasyim dan lainnya. (kon)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017