Connect with us

SUMATERA BARAT

Potensi Destinasi Pariwisata Sumbar Dinilai Sangat Menjanjikan

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. (Foto: Instagram @nevizuairina)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota DPR RI Nevi Zuairina menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini belum ter-eksplore dengan merata. Menurutnya, masih banyak tujuan pariwisata di Sumatera Barat yang perlu di promosikan dan dikembangkan secara profesional, karena destinasi wisata yang ada itu memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk dijadikan tujuan wisata yang menarik baik bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan asing.

“Salah satu contoh lokasi tujuan wisata yang perlu dikembangkan adalah pantai Sikabau. Daerah ini sebelumnya merupakan daerah terisolir. Sekarang menjadi  destinasi pariwisata yang indah di Pasaman Barat,” tutur Nevi dalam keterangan persnya, Kamis (30/7/2020).

Nevi mengatakan, saat ini Pantai Sikabu memang sudah didatangi pengunjung, namun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan agar layak untuk direkomendasikan. Salah satu bentuk pengembangan yang perlu dilakukan yakni peningkatan kualitas kebersihan, tata letak tanaman, penataan bangunan, dan penataan para pedagang pelaku UMKM perlu ditingkatkan lebih baik lagi.



“Alam yang sudah sangat bagus ini perlu diimbangi usaha manusia agar menjadi satu susunan tata kelola yang baik, ramah lingkungan dan ramah sosial. Ini tujuannya adalah selain memberikan hasil pendapatan daerah yang baik, lingkungan terjaga dan pemandangan yang enak dilihat,” kata politisi Fraksi PKS tersebut.

Nevi akan mendorong pengembangan destinasi pariwisata Sumatera Barat itu supaya bisa diaspirasikan kepada pemerintah pusat dan dapat dikolaborasikan dengan berbagai instansi yang terkait. Ia menyatakan, dampak ekonomi dari sektor pariwisata merupakan penyumbang pendapatan daerah yang cukup signifikan.

“Saya akan berkomunikasi pada beberapa pihak, stakeholder yang berkompeten untuk pengembangan pariwisata di Sumbar. Ini juga merupakan salah satu amanah Anggota DPR untuk menyampaikan aspirasi warga di dapilnya kepada pemerintah pusat agar ada tindak lanjut sehingga ada peningkatan kesejahteraan pada masyarakat di daerah,” tutup Nevi. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SUMATERA BARAT

PUPR Tata Kawasan Saribu Rumah Gadang Sebagai Cagar Budaya

Published

on

Kawasan cagar budaya Saribu Rumah Gadang (SRG). (Foto : Instagram @kemenpupr)

Hallo.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) yang merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Perbaikan rumah gadang yang merupakan rumah adat khas Minang tersebut merupakan tindak lanjut pencanangan oleh Presiden Joko Widodo saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Padang pada Februari tahun 2018 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan pusaka SRG intinya adalah pemugaran rumah gadang dengan melibatkan tukang-tukang tuo yang memiliki keahlian dalam membangun serta membuat ornamen bangunan, seperti ukir-ukiran. Keahlian ini perlu terus dipelihara, sehingga kegiatan pemugaran ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat setempat dalam memelihara tradisi dan keahlian yang unik ini.



Kementerian PUPR sendiri melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya sudah memprogramkan revitalisasi kawasan tersebut. Dalam masterplan Kawasan SRG akan dilakukan pemugaran 33 rumah gadang, penataan lansekap kawasan, dan pembangunan Menara Songket sebagai landmark dan pembanngunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan.

“Kawasan SRG dengan luas 26,3 hektare memiliki aset budaya luar biasa, terdiri dari ratusan benda cagar budaya yakni Rumah Gadang, Masjid, Surau dan Makam posisinya berkelompok dimana sebagian diantaranya sudah berumur ratusan tahun,” kata Basuki Hadimuljono melalui siaran pers, Senin (3/8/2020).

Dari total rencana 33 Rumah Gadang yang akan dipugar, sejak 2019 hingga saat ini, 28 Rumah Gadang tengah dikerjakan. Pekerjaan revitalisasi ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 dengan anggaran APBN TA 2019-2020 sebesar Rp69,7 miliar.

Revitalisasi Kawasan SRG ini dimulai dari proses Identifikasi dan Inventarisasi Kerusakan Rumah Gadang hingga proses Perencanaan Rumah Gadang melibatkan tim dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) dan Dr. Ir. Johny Wongso dan Tim dari Universitas Bung Hatta yang merupakan Arsitek Rumah Gadang, sedangkan untuk Perencanaan Penataan Kawasan melibatkan Ir. Yori Antar, IAI, dengan kontraktor pelaksana PT. Wisana Matra Karya dan konsultan perencana PT. Jakarta Konsultindo

Revitalisasi Kawasan SRG ini meliputi pemugaran rumah gadang, pembangunan menara songket, bangunan pusat informasi dan kios souvenir, panggung dan ruang terbuka hijau serta pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP) kawasan. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SUMATERA BARAT

Legislator Apresiasi Sumbar Jadi Rujukan Penanganan Covid-19

Published

on

Presiden RI, Joko Widodo. (Foto : Instagram @jokowi_2019)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah berupaya keras untuk mencapai eliminasi tuberkulosis pada 2030 mendatang. Tuberkulosis merupakan salah satu dari sepuluh penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia dan telah ditetapkan sejak lama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sebuah pandemi.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/7/2020), memandang bahwa terdapat potensi agar penanganan pandemi Covid-19 menjadi sebuah model penanganan pandemi tuberkulosis. 

“Saya tidak tahu apakah ini bisa ditumpangkan di penanganan Covid sehingga kendaraannya menjadi sama. Kita bisa menyelesaikan dua hal yang penting bagi kesehatan rakyat kita. Kalau itu bisa saya kira akan lebih mempercepat,” ujarnya.



Menurutnya, model penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini juga dapat diterapkan dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Model pelacakan yang agresif untuk menemukan penderita juga dapat dilakukan untuk mencari penderita tuberkulosis yang belum terlaporkan.

“Saya kira seperti yang kita lakukan sekarang ini kita sudah memiliki model untuk Covid, yaitu pelacakan secara agresif untuk menemukan di mana mereka. Ini harus dilakukan,” kata Presiden.

Data pada 2018 lalu, diperkirakan terdapat 845.000 penduduk Indonesia yang mengidap tuberkulosis di mana pada tahun yang sama terdapat 98.000 orang yang meninggal karena penyakit menular tersebut. Apalagi sebagian besar pasien tuberkulosis merupakan kelompok produktif dalam rentang usia 15 hingga 55 tahun. Kepala Negara meminta agar hal ini diwaspadai.

Meski tengah disibukkan dengan penanganan pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar layanan diagnostik maupun pengobatan terhadap pasien tuberkulosis harus tetap berlangsung. Pola penanganan serupa Covid-19 dapat dipelajari dan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas penanganan tuberkulosis ini.

“Itu berarti sampai sembuh. Kemudian stok obat-obatan juga dipastikan harus tersedia dan kalau perlu memang butuh Perpres atau Permen segera terbitkan sehingga prinsip kita sejak awal (yaitu) temukan, obati, dan sembuh itu betul-betul bisa kita laksanakan,” tuturnya. (vid)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SUMATERA BARAT

PUPR Dukung Produktivitas Ekonomi Rakyat di Sumatera Barat

Published

on

Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo. (Foto : Pojok6.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan kembali (rekonstruksi) Pasa Ateh (Pasar Atas) Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Rekonstruksi ini dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh). Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo meresmikan Pasa Ateh Bukittinggi secara virtual melalui telekonferensi pada Kamis (18/6/2020).

“Pasar merupakan ujung tombak aktivitas perdagangan dan sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Pasa Ateh memiliki peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi. Selain itu Pasa Ateh juga memiliki nilai sejarah karena Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Sementara Republik Indonesia,” ucap Wamen Wempi.

Sebelumnya, kondisi sarana dan prasarana Pasa Ateh Bukittinggi ini kurang optimal dan mengalami 4 kali kebakaran. Kebakaran terakhir yang menghanguskan ratusan kios di dalamnya terjadi pada Oktober 2017. Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR untuk merekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juli 2018 yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2018.

Rekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi terdiri dari 4 lantai dan 1 basement dengan luas total 39.720 m2. Lantai dasar terdiri dari 257 kios, lantai 1 terdiri dari 278 kios, lantai 2 terdiri dari 276 kios, lantai 3 terdiri dari 24 kios dan area foodcourt. Pasa Ateh Bukittinggi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area parkir, toilet umum dan toilet untuk difabel, musholla, ruang untuk ibu menyusui, lift dan eskalator.

Dalam proses pembangunan kembali, Pasa Ateh didesain dengan konsep green building sehingga sirkulasi udara di dalam pasar menjadi lebih baik sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan yang membuat gedung ini hemat energi. Konsep green building juga diterapkan dalam pelaksanaan konstruksinya yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Dalam masa pembangunan, kontraktor melaksanakan perilaku ramah lingkungan di antaranya pemilihan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi yang baik serta konservasi air dan energi.

Rekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi dimulai pada 21 Agustus 2018 dan selesai pada 31 Desember 2019 dengan anggaran Rp 292 miliar. Rekonstruksi ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya KSO PT Penta Rekayasa dan manajemen konstruksi oleh PT Deta Decon dengan kontrak tahun jamak 2018-2019.

Wamen Wempi mengingatkan saat pasar ini sudah beroperasi untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan karena pasar termasuk dalam kategori tempat yang rentan bagi terjadinya penularan COVID-19. “Pedagang dan pembeli wajib memakai masker dan sarung tangan, sering mencuci tangan dan menjaga physical distance selama beraktivitas di pasar. Protokol Kesehatan ini penting dilaksanakan secara taat dan disiplin, agar pasar tidak menjadi episentrum baru bagi penyebaran COVID-19,” ujar Wamen Wempi.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono atas bantuan pembangunan fasilitas di Kota Bukittinggi. “Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR yang telah membangun kembali Pasa Ateh. Setelah proses peresmian ini kami akan langsung memproses kontrak dengan penyewa dan melakukan loting untuk menentukan tempat masing-masing,” ucap Ramlan.

Ramlan mengatakan, kembali beroperasinya Pasa Ateh ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Bukittinggi karena Pasa Ateh ini adalah salah satu magnet yang menarik wisatawan. Pasa Ateh bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata belanja yang berlokasi strategis di jantung kota dan langsung berhadapan dengan Kawasan Jam Gadang.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berpesan agar para pedagang dan masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan pasar ini. “Pasa Ateh memiliki nilai wisata yang tinggi bersama Jam Gadang menjadi ikon Kota Bukittinggi. Saya harap kebersihannya dapat tetap dijaga agar wisatawan betah,” kata Irwan.

Turut hadir dalam peresmian virtual tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat Syafriyanti. (pur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017