Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Viral Pukuli Anjing Hingga Mati untuk Dikomsumsi, Pelakunya Ditangkap

Published

on

Reskrim Polsek Kuta Selatan setelah berhasil mengamankan pelaku penganiayaan Hewan Anjing. (Foto : Instagram @infodewata_)
Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Aksi seorang pria memukul seekor anjing hingga mati di Kuta, Bali, menghebohkan masyarakat, setelah rekaman video tersebut tersebar di media sosial hingga akhirnya viral. Kepala Sub Bagian Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan, pelaku pemukul anjing telah ditangkap berinisial GH (25), AP (25), KA (24), dan MAB (27). “Penganiayaan anjing ini sebenarnya terjadi sekitar pukul 18.15 WITA pada Selasa (23/6/2020). Lokasi kejadian berada di perumahan di Kuta Selatan, Badung. Namun Kasus tersebut baru dilaporkan ke polisi pada Jumat (26/6/2020),” ujarnya dilansir Antara, Selasa (30/6/2020). “Jadi pelaku memukul menggunakan balok kayu dan bangkai anjing dibawa kabur setelah dimasukkan karung,” imbuhnya. Dikatakan, kejadian itu bermula ketika korban bernama Dewi Rince Andrian Talomanafe sedang memberi makan anjing peliharaannya pada Selasa (23/6/2020). Anjing milik Dewi merupakan peranakan lokal berwarna cokelat yang berumur 10 tahun. Kemudian, sekitar pukul 17.30 WITA, korban keluar rumah untuk melaksanakan ibadah. “Lalu korban ini menerima telepon dari adiknya yang mengatakan anjingnya dicuri oleh orang tak dikenal dengan cara dipukul dengan kayu balok. Kemudian, diambil dan dimasukkan ke dalam karung,” tambah Ketut. Peristiwa ini sempat direkam tetangga Dewi. Keempatnya pelaku ini ditangkap di indekos mereka, Jalan By Pass Ngurah Rai, Badung, Bali. Sadisnya pelaku mengaku membunuh anjing tersebut untuk dimasak dan disantap bersama-sama. Ditambahkan, para pelaku penganiayaan dijerat dengan Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan dengan ancaman 9 bulan penjara. “Pelaku mengakui penganiayaan/pemukulan anjing sampai mati dan membawa ke kos untuk dimasak dan disantap bersama-sama,” pungkasnya. (rad)

Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NUSA TENGGARA BARAT

Petani Jagung NTB Siap Penuhi Kebutuhan Industri Pangan 

Published

on

Pemenuhan jagung untuk industri pangan ini masih sangat tergantung dari luar negeri. (Foto : pixabay.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Jagung merupakan salah satu jenis komoditi pertanian tanaman pangan di Indonesia yang menempati urutan kedua terbesar setelah padi. Jumlah produksi jagung di Indonesia setiap tahun kurang lebih 22 juta ton dengan penggunaan Lebih dari 70 persen produksi digunakan untuk kebutuhan bahan baku industri pakan ternak terutama unggas baik berupa ayam pedaging maupun ayam petelur.

Selain sebagai sumber bahan baku industri pakan ternak, jagung juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan dengan syarat mempunyai kadar alfatoksin dibawah 20 ppb.

Akan tetapi, pemenuhan jagung untuk industri pangan ini masih sangat tergantung dari luar negeri. Menjawab tantangan tersebut, dengan dimotori oleh Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, akhirnya mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang selama ini tergantung dari luar negeri.



Koperasi ini telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pihak swasta berupaya memperbesar produksi jagung rendah alfatoksin. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi mengatakan kualitas jagung dihasilkan Koperasi DNA di Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya, dapat dipertahankan.

Menurut Husnul, cikal bakal produksi jagung rendah alfatoksin di Nusa Tenggara Barat sudah dilakukan sejak tahun 2019 dan mampu menghasilkan rata-rata 20 ton jagung rendah alfatoksin yang digunakan oleh perusahaan penghasil susu sapi segar.

“Direncanakan produksi jagung rendah alfatoksin pada tahun 2020 akan lebih besar dengan target produsi sebesar 20.000 ton yang berasal dari 3.500 hektar lahan,” demikian kata Husnul di kantornya, Mataram, Senin (3/8/2020).

Dean Novel, pengusaha muda dari PT. Datu Nusa Agribisnis menyebut ia mulai mengembangkan tanaman jagung 200 hektare di kebun inti sekitar Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian membangun kemitraan dengan 7.200 kepala keluarga petani jagung melalui Koperasi DNA, dengan luasan tanaman jagung 7.000 hektare, kebun plasma.

Mulanya, Dean fokus bisnis jagung pipilan untuk pakan ternak dengan perlakuan stok gudang, akhirnya Dean mengembangkan produksi jagung khusus subtitusi impor, berupa jagung rendah aflatoksin. Disamping hasil utama berupa jagung, juga diperoleh limbah berupa tongkol jagung yang dijadikan Corncobs Meal dengan volume antara 200 hingga 300 kilogram dari setiap ton jagung pipilan basah. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Protokol New Normal, Aturan Baru Wisata Selam di Gili Matra

Published

on

Kegiatan uji coba penerapan protokol new normal ini dimulai dari kesiapan petugas. (Foto : Beritasatu.com)

Indonesiaraya.co.id, Lombok – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, unit pelaksana teknik (UPT) dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) melaksanakan uji coba penerapan protokol new normal wisata selam di Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, NTB bersama Penyelam Profesional Lombok (PPL). Ada beberapa aturan baru wisata selam yang diterapkan berdasarkan protokol yang telah disusun oleh BKKPN Kupang, sesuai dengan protokol kesehatan.

Dalam upaya menjalankan aturan baru wisata selam di GIli Matra, banyak hal-hal yang sebelumnya dilakukan oleh pemandu wisata (guide), tidak bisa dilakukan lagi pada kondisi normal baru ini, namun harus diubah agar wisatawan tetap mendapatkan pelayanan maksimal dengan penerapan Clean, Health dan Safety (CHS).

Kegiatan uji coba penerapan aturan baru wisata selam dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Utara Najmul Akhyar pada tanggal 7 Juni lalu, serta didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU). Selain itu, Beberapa Operator Selam, Instruktur Selam, Pemandu Selam yang ada di Pulau Lombok turut hadir untuk mendukung penerapan new normal dalam pariwisata selam.

“Kita akan menjadi bagian sejarah dalam pembukaan kawasan New Normal di Lombok Utara, khususnya Gili Matra” ungkap Akhyar saat membuka kegiatan.

Tidak lupa, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada BKKPN Kupang yang telah memfasilitasi virtual meeting terkait persiapan protokol new Normal pariwisata alam perairan di TWP Gili Matra. “Saya sangat berterima kasih kepada BKKPN Kupang, dengan adanya virtual meeting beberapa hari lalu, saya memiliki harapan baru agar kondisi ketiga gili ini segera pulih, dari sektor pariwisata, lingkungan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat”, ujar Akhyar.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh. Fauzal menyampaikan bahwa kegiatan uji coba penerapan protokol new normal ini dimulai dari kesiapan petugas pelabuhan untuk melakukan pengecekan suhu para wisatawan serta melakukan penyemprotan desinfektan ke semua barang bawaan wisatawan, tidak lupa juga mewajibkan para wisatawan memakai masker dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ruang tunggu penumpang.

“Tiba di tiga gili, kami akan menyiapkan piranti atau perangkat yang mendukung protokol (new normal) ini, misalnya di pelabuhan harus ada peralatan cuci tangan, demikian juga di Industri, hotel dan restoran harus tetap melakukan protokol ini, seperti pemberlakuan physical distancing”, jelasnya.

“Protokol di kapal penyebrangan ke tiga gili juga mengacu terhadap protokol kesehatan dengan menerapakan physical distancing, menaiki kapal dengan bergantian dan menjaga jarak, serta mengurangi 50% kapasitas jumlah penumpang kapal. Hal tersebut berlaku juga pada kapal wisata” sambung Lalu.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, KLU Vidi Ekakusuma menyampaikan bahwa pihaknya akan membuat protokol untuk diving, misalnya keamanan peralatan maupun kesehatan peserta (wisatawan) sehingga tercipta wisata yang aman.

Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji menjelaskan bahwa BKKPN Kupang Wilayah Kerja TWP Gili Matra siap melakukan pengawalan terhadap penerapan protokol new normal untuk wisata di TWP Gili Matra untuk mendukung program Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Dengan adanya protokol new normal yang sudah dibuat oleh BKKPN Kupang untuk pariwisata alam perairan ini, kami siap mengawal dan mendukung semua arahan pemerintah daerah untuk menerapkan new normal di TWP Gili Matra, demi memulihkan kondisi pariwisata di Lombok, khususnya tiga gili (Gili Matra)”, ujar Ikram.

Uji coba penerapan protokol normal baru ini sukses dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Kesiapan para stakeholder yang ada di Lombok, khususnya Lombok Utara juga sudah menyatakan siap untuk melakukan penerapan new normal dalam kegiatan pariwisata. (kkp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Sambut New Normal, KKP Siap Pulihkan Pariwisata di TWP Gili Matra NTB

Published

on

Perairan Gili Matra dan sekitarnya dengan luas 2.954 Ha merupakan salah satu kawasan konservasi perairan nasional. (Foto : Instagram @nyamblok)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menyambut penerapan new normal pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya di Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang menyiapkan protokol new normal pariwisata di TWP Gili Matra yang mengacu pada protokol kesehatan.

Direktur Jenderal PRL, Aryo Hanggono menegaskan bahwa Provinsi NTB adalah salah satu ikon wisata dunia, sehingga penerapan protokol new normal perlu dikawal sampai detail di tingkat teknis pelaksanaan lapangan. “Saya mengharapkan konsep-konsep yang sudah didapatkan dari berbagai sumber, termasuk melalui rapat virtual yang digelar KKP dapat menjadi masukan dalam penerapan protokol new normal hingga level pelaksanaan teknis di lapangan.” Jelas Aryo di Jakarta (5/6/2020).

Aryo mengatakan bahwa, perairan Gili Matra dan sekitarnya dengan luas 2.954 Ha merupakan salah satu kawasan konservasi perairan nasional yang saat ini dikelola oleh KKP melalui BKKPN Kupang. Pemanfaatan Taman Wisata Perairan Gili Matra selama 10 bulan terakhir telah memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara mencapai Rp. 3,5 Miliar dimana jumlah aktivitas wisata diving mencapai 35.621 visitor domestik dan luar negeri yang di dominasi wisman Eropa, Amerika, Austrasia dan Asia.

“kami terus memberikan arahan dan mendorong BKKPN Kupang untuk berkoordinasi dan ikut terlibat langsung dalam menyiapkan protokol new normal pariwisata dan ambil bagian dalam penerapan, serta implementasi di lapangan. Kami berharap selain memperhatikan aspek kesehatan, protokol new normal pariwisata juga memperhatikan aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala BKKPN Kupang, Ikram M. Sangadji saat Rapat Virtual Penyiapan Protokol New Normal Pariwisata TWP Gili Matra mengharapkan penerapan new normal di TWP Gili Matra ini kedepannya dapat menjadi pilot project untuk penerapan new normal di wilayah lainnya.

“Kami menginisiasi penerapan new normal di TWP Gili Matra untuk mempercepat pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata di Provinsi NTB khususnya TWP Gili Matra yang terdampak Pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Dengan adanya pilot project sistem penerapan new normal ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk wilayah lain di Provinsi NTB atau Nasional” terang Ikram di Kupang (2/6/2020).

Ikram mengungkapkan, pemilihan TWP Gili Matra sebagai pilot project penerapan new normal dikarenakan wilayahnya termasuk kedalam zona hijau Covid-19 dan akses keluar masuk ke pulau dapat diatur sehingga diharapkan penerapannya dapat berjalan secara efektif dan terkendali. Data Satuan Tugas Covid-19 KLU memperlihatkan bahwa Desa Gili Indah yang merupakan administrasi dari 3 gili tersebut belum ditemukan adanya penyebaran virus Covid-19. Selain itu ketaatan pelaku wisata dan masyarakat sangat konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga sangat mendukung penerapan new normal pariwisata.

Lebih lanjut, penerapan new normal nantinya akan dilaksanakan dengan membentuk tim terpadu pembuatan protokol new normal pariwisata di KKPN TWP Gili Matra yang terdiri dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid, POLAIR – TNI AL, Perhubungan, Pariwisata, Pengelola Kawasan serta Pelaku Usaha.

“Pelaksanaan protokol new normal ini kedepannya akan dilakukan secara cepat dan disosialisasikan secara rutin kepada masyarakat agar dapat mencegah penularan Covid-19,” ungkap Ikram.

Selain regulasi, juga akan disiapkan fasilitas pelaksanaan new normal ditempat-tempat strategis seperti pelabuhan, toilet dan spot wisata. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Kelompok Masyarakat juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan new normal, seperti pengadaan masker gratis ataupun sejenisnya sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung hingga level menengah kebawah.

“Dengan terlaksananya protokol new normal pariwisata di TWP Gili Matra diharapkan dapat memberikan jaminan aman untuk berwisata sehingga para wisatawan asing maupun lokal tidak takut atau canggung untuk datang ke NTB,” tandasnya. (kkp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017