Connect with us

KALIMANTAN UTARA

Kaltara Kucurkan Rp 2,7 M untuk Tingkatkan Sanitasi RTLH

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) guna meningkatkan kesehatan masyarakat terus berlanjut. Salah satunya dengan mengucurkan anggaran Rp 2,7 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018 untuk peningkatan sanitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk kawasan pasang surut.

“Perilaku hidup bersih dan sehat, perlu didukung dengan keberadaan sanitasi”

Pemprov Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-Perkim), menargetkan peningkatan sanitasi RTLH 2018 tuntas untuk di Kabupaten Bulungan. Setelah itu berlanjut di kabupaten/kota lainnya.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, 180 RTLH di Bulungan tersebut, nantinya akan mendapatkan bantuan maksimal Rp 15 juta tiap rumah. “Besaran bantuan tersebut Rp 15 juta per rumah, namun bantuan itu masih kita fokuskan di Bulungan,” ujarnya.

Sebab, dikatakan Irianto, berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan masyarakat. Karena itu upaya yang dilakukan adalah dengan membantu pembuatan sanitasi bagi RTLH. Berbarengan dengan proses pengusulan, lanjut Gubernur, bidang perumahan dan kawasan permukiman juga telah melakukan survei RTLH.

Dengan harapan, melalui data tersebut, DPUPR-Perkim Kaltara akan memetakan jumlah rumah yang akan dibantu dengan program sanitasi. Di samping koordinasi dengan lurah terkait juga begitu intensif guna sinkornisasi data RTLH yang telah disurvei.

“Oleh sebabnya, kita terus berkoordinasi dengan lurah, agar data yang kita dapat pada hasil survei dapat sinkron dengan data kelurahan setempat,” sebutnya.

Secara jangka panjang DPUPR-Perkim juga akan membantu pembangunan sanitasi RTLH se-Kaltara. “Namun kita masih akan fokus di Bulungan terlebih dahulu, khususnya di kawasan pasasng surut. Secara perlahan akan kita lakukan se-Kaltara, dan memang itu adalah target kita,” jelasnya. Dia berharap program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat yang ada. Karena akan berdampak positif bagi kesehatan warga setempat.

Tidak hanya dari APBD, Pemprov juga berencana menggandeng perusahaan yang beroperasi di Kaltara melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sehingga seluruh stakeholder yang ada ikut bahu membahu menyejahterakan warga di provinsi termuda ini.

Bahkan, lanjut Gubernur, belum lama ini DPUPR-Perkim juga telah menjadi fasilitator CSR Bankaltimtara untuk pengembangan sanitasi di Bulu Perindu, Kelurahan Tanjung Selor Hulu. Nilai kerja samanya sekitar Rp 14,9 juta dari CSR Bankaltimtara untuk sanitasi per rumah.

“Berdasarkan informasi dari DPUPR-Perkim, koordinasi dengan lurah-lurah dilakukan secara intensif. Kebetulan di Bulu Perindu ada 1 rumah yang dibantu. Ke depannya, akan lebih banyak lagi rumah warga yang dibantu pembangunan sanitasinya. Dan dana ini bukan semata-mata hanya Bankaltimtara tetapi, akan tetapi kami akan mengimbau untuk beberapa CSR perusahan lain,” ujar Irianto.

Sementara itu, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna mengatakan, pada 2018 terdapat sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya pembenahan RTLH di daerah Bulu Perindu. Sementara di 2017, juga telah diusulkan sejumlah program yang berkaitan dengan perumahan.

Di antaranya penyediaan sanitasi bagi RTLH di daerah yang sama. Hal ini, lanjutnya, untuk mendukung program kesehatan masyarakat. Di mana, perilaku hidup bersih dan sehat, perlu didukung dengan keberadaan sanitasi. Berbarengan dengan proses pengusulan, bidang perumahan dan kawasan permukiman juga telah melakukan survei RTLH.

Dengan harapan, melalui data tersebut, DPUPR-Perkim Kaltara dapat memetakan jumlah rumah untuk dibantu lewat program ini. “Kita terus berkoordinasi dengan lurah setempat, agar data yang didapat pada hasil survei dapat sinkron dengan data kelurahan,” sebutnya. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Sinergitas BC-Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu 9.216 Gram

Published

on

Polisi mengamankan dua tersangka penyelundupan narkoba di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (29/6/2018).

Indonesiaraya.co.id, Nunukan – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 9.216 gram dari Malaysia ke Indonesia berhasil digagalkan, berkat sinergitas petugas Bea Cukai dan Kepolisian Nunukan, Kaltara, pekan lalu.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, Agus Sudarmadi di Nunukan, Rabu (1/8/2018) mengungkapkan, keberhasilan pengungkapan upaya penyelundupan sabu-sabu selama dua hari di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara seluruh instansi terkait di Kabupaten Nunukan.

Pada, Jumat (27/7/2018) sekira pukul 15.00 Wita petugaa bea cukai dan Polres Nunukan mengagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 100 gram yang dibawa oleh TKI dari Negeri Sabah.

Sabu-sabu tersebut dibawa oleh pria berinisial Jum (21) asal Provinsi Sulbar menumpang di kapal Mid East Ekspres dari Tawau Negeri Sabah.

Keesokan harinya, Sabtu (28/7/2018) sekira pukul 11.00 Wita juga digagallan penyelundupan sabu-sabu seberat 9,126 kilo gram yang dibawa oleh pria tanpa identitas berinisial Ar (27) dari Tawau.

Kedua kasus ini merupakan jaringan internasional yang menggunakan jasa TKI yang bekerja di Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit mengapresiasi sinergitas seluruh instansi di Kabupaten Nunukan atas keberhasilan pengungkapan upaya penyelundupan sabu-sabu tersebut.

Ia menilai, kasus sabu-sabu 9,126 kilo gram ini telah dilakukan pengembangan oleh Polres Nunukan sehingga berhasil mengamankan lima orang lain yang diduga terlibat.

“Jadi ada tujuh orang yang diamankan dari dua kasus sabu-sabu. Awalnya mengamankan dua kurir dan setelah dikembangkan ditangkap lagi lima orang,” ujar Indrajit.

Hanya saja identitas lima pelaku lainnya tidak disebutkan pada saat kesempatan rilis di Mapolres Nunukan tersebut.

Begitu pula peran kelima orang yang baru ditangkap itu terhadap kedua kasus penyelundupan sabu-sabu itu.

Ketujuh orang yang diamankan di Mapolres Nunukan ini dikenakan pasal 114 (2) jo pasal 132 (2), pasal 112 (2) jo pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (rus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Ketua RT di Perbatasan Kaltara-Malaysia Diimbau Aktif Antisipasi Masuknya Radikalisme, Terorisme

Published

on

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid.

Indonesiaraya.co.id, Nunukan – Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengimbau kepada para ketua RT (rukun tetangga) di kawasan perbatasan Kaltara-Malaysia itu agar berperan aktif mengantisipasi masuknya radikalisme dan terorisme,

“Saya imbau kepada seluruh ketua RT di Nunukan ini mulai sekarang melakukan pendataan ulang warganya agar mengetahui keberadaan dan kondisinya,” harap Laura sapaan Bupati Nunukan di Nunukan, Selasa (22/5/2018).

Keterangan Laura ini diungkapkan pada acara “Cegah Dini Terorisme” di Kantor Bupati Nunukan Lantai 5 yang dihadiri pejabat vertikal, kepala desa dan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Ia mengharapkan, kejadian bom bunuh diri oleh kelompok terorisme di Jatim dan Riau yang menelan korban jiwa dan harta tidak terulang atau terjadi di Kabupaten Nunukan.

Menurut Laura, aksi-aksi semacam ini tidak perlu terjadi apabila kita semua sadar bahaya daripada aksi-aksi semacam itu.

Ketua RT sebagai ujung tombak pemerintah daerah lebih mengetahui kondisi warga dan lingkungannya sangat dibutuhkan perannya dalam menangkal terjadinya aksi terorisme.

Selain kepada ketua RT, dia juga mengajak ormas keagamaan, kemasyarakatan, kepemudaan bersama-sama menangkal paham radikalisme di Kabupaten Nunukan.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Nunukan rentan masuknya paham radikalisme karena letaknya berada di tapal batas antar negara yakni Malaysia dan Filipina.

Oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan pula sel-sel radikalisme dan terorisme berada di daerah tersebut.

Untuk melakukan cegah dini maka peran aktif ketua RT untuk mengawasi dan memantau warganya khususnya pendatang baru agar didata identitas dan aktivitasnya, seperti dikutip Antara. (rus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending