Connect with us

DEPOK

Bukan Hoax, Polisi Kota Depok Jaga 14 Ulama yang Diancam akan Dibunuh

Published

on

Kapolres Depok, Kombes Polisi Didik Sugiarto rangkul tokoh agama ciptakan situasi kondusif

Indonesiaraya.co.id, Depok – Aparat kepolisian Kota Depok terus melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menjaga pengamanan ulama setempat yang mendapat ancaman dibunuh oleh orang yang tidak dikenal.

“Pasca ditemukan surat ancaman kepolisian segera bertindak cepat untuk melakukan langkah lidik guna mengungkap pelaku pengancaman tersebut,” kata Kapolres Depok, Kombes Polisi Didik Sugiarto di Depok, Minggu (4/3/2018)

Beredar surat ancaman pembunuhan kepada sejumlah ulama di sekitar GDC dan Sukmajaya

Selain itu kata dia Polres Kota Depok dan Polsek Sukmajaya serta Pancorman Mas melakukan kunjungan dan silaturohmi ke para tokoh agama dan ulama yang namanya tercantum dalam surat ancaman. “Kami juga melakukan pengamanan para ulama,” katanya, seperti dikutip Antara.

BACA JUGA : Gawat, Studio Milik Rhoma Irama di Depok Ditembak Orang Tak Dikenal

Ia mengatakan Polri bersama-sama dengan TNI dan stake holder lainnya termasuk rekan-rekan awak media melakukan langkah-langkah untuk membuat tenang para tokoh agama yang diancam dibunuh dengan melakukan kegiatan kepolisian berupa kunjungan, silaturohmi, patroli dan penjagaan, dan juga membuat masyarakat tenang.

Sehingga para tokoh agama dan masyarakat katanya dapat melakukan aktivitas dengan tenang dan aman, di samping itu Polri berupaya dengan serius untuk mengungkap pelaku pengancaman tersebut.

Sebelumnya beredar surat ancaman pembunuhan kepada sejumlah ulama di sekitar Grand Depok City (GDC) dan Sukmajaya Kota Depok pada Sabtu (3/3). Surat ancaman tersebut berisi nama-nama ulama Depok yang akan menjadi target pembunuhan.

Surat tersebut ditemukan di kawasan Kalimulya Depok dan perumahan GDC. Tercatat ada 14 nama ulama yang mendapat ancaman dibunuh tersebut. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DEPOK

Mengapa, Polri Bantah ISIS Dalang Kerusuhan Mako Brimob?

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal

Indonesiaraya.co.id, Depok – Polri membantah bahwa kelompok ISIS merupakan dalang dalam kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (8/5/2018).

“Sampai saat ini, kami membantah itu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal di Depok, Kamis (10/5/2018).

BACA JUGA : Tahanan Teroris Lewat Sini, Pengamanan di Dermaga Wijayapura Cilacap Diperketat

Ia menyampaikan kepolisian telah melakukan konfirmasi langsung kepada beberapa petugas yang terluka dalam kejadian itu, serta sejumlah narapidana terorisme yang ditahan di Rutan Mako Brimob.

Kapolri Sedang di Jordania, Tetap Beri Perhatian Kerusuhan Mako Brimob

Namun, menurut Iqbal, tidak ditemukan bukti kuat adanya pengaruh ISIS dalam bentrokan antara napiter dan polisi itu.

“Kejadian ini dipicu oleh permasalahan makanan tahanan. Makanan tahanan itu harus diverifikasi oleh petugas, dengan alasan keamanan, keselataman, bahkan kesehatan. Ini sesuai SOP,” terang dia.

Kendati demikian, Mantan Kapolrestabes Surabaya itu mengatakan bahwa dugaan keterlibatan ISIS itu akan diteliti lebih lanjut.

“Kami akan dalami itu, sampai saat ini insiden itu hanya dipicu oleh permasalahan makanan,” kata dia. (git)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DEPOK

Bagaimana Kondisi Ahok Terkini, Pasca Bentrokan Tahanan Teroris Mako Brimob?

Published

on

Ahok, Menkumham RI Yassona Laoly, dan kawan-kawannya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengungkapkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

“(Ahok) masih di Rutan,” kata Setyo di Jakarta Kamis (10/5/2018).

BACA JUGA : Korban Kerusuhan Mako Brimob Dimakamkan di Magelang

Setyo mengatakan petugas kepolisian memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok usai terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

Duka Bhayangkara dan Beragam Pertanyaan yang Disisakan Aksi Tahanan di Mako Brimob

Setyo tidak menyebutkan kondisi terkini Ahok setelah kerusuhan narapidana teroris yang telah membunuh lima anggota Polri dan membebaskan seorang polisi lainnya itu.

Namun Setyo menuturkan Ahok tidak berada di blok yang memicu awal terjadi kerusuhan kelompok narapidana kasus terorisme tersebut.

Setyo menyatakan situasi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua dalam kondisi aman dan terkendali, serta tim negosiator Polri masih mengupayakan negosiasi dengan narapidana teroris.

Tim negosiator mengintensifkan komunikasi dengan kelompok penyandera agar menyerahkan diri termasuk senjata api yang dikuasai narapidana teroris itu.

Info terakhir, Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan seorang polisi Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera kelompok narapidana bersenjata tersebut.

Tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan Iwan. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DEPOK

Duka Bhayangkara dan Beragam Pertanyaan yang Disisakan Aksi Tahanan di Mako Brimob

Published

on

Pasukan Brimob di markasnya, berusaha membebaskan koleganya yang disandera tahanan teroris

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Publik sejauh ini belum dapat memahami secara utuh mengapa narapidana narkoba masih bisa mengendalikan peredaran dan transaksi narkoba dari balik jeruji besi.

Kini publik telah dikejutkan dengan hal yang tak disangka-sangka yakni aksi brutal tahanan di Blok C Mako Brimob Polri yang membuat lima orang bhayangkara negara. Bhayangkara negara pun berduka.

BACA JUGA : Bagaimana Kondisi Ahok Terkini, Pasca Bentrokan Tahanan Teroris Mako Brimob?

Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Densus 88, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi dari Polda Metro Jaya, Brigadir Pol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dari Densus 88, gugur dengan luka-luka di sekujur tubuh mereka.

Versi Wiranto, Polisi Beri Ultimatum Bukan Negosiasi dengan Teroris

Banyak pertanyaan yang menyembul mengapa prosedur standar pemeriksaan makanan terhadap para tahanan bisa berubah menjadi perebutan senjata petugas yang berujung rusuh antara tahanan dan polisi sejak Selasa (8/5) malam hingga lima bhayangkara negara gugur dan satu tahanan meninggal dunia.

Hingga Rabu (9/5) malam pukul 22.00 WIB, dikabarkan masih ada satu sandera dari polisi yang dikuasai oleh para tahanan.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending