Connect with us

HUKUM

116 Amplop Bertuliskan Penyuap di amankan Kejari Semarang

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Kejaksaan Negeri Semarang mengamankan 116 amplop berisi uang yang di atasnya tertera nama para pemberi uang kepada Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, WR, tersangka suap pengurusan dokumen agraria di kantor pertanahan itu.

“Diamankan lagi 116 amplop. Ini di luar sembilan amplop yang diamankan saat mengamankan tersangka kemarin,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samudji di Semarang, Rabu.

Dia mengatakan pada amplop-amplop tersebut terdapat nama orang-orang yang memberikannya karena berkaitan dengan pengurusan dokumen pertanahan.

Adapun nilai uang di dalam amplop tersebut, kata dia, bervariasi antara Rp2 juta hingga Rp14 juta.

Ia menuturkan penyidik masih mendalami orang-orang yang memberikan uang tersebut.

“Akan kami panggil, kemungkinan tidak semua,” katanya.

Selain itu, amplop-amplop itu diterima WR dalam kurun waktu Oktober 2017 hingga saat ditangkap.

Dalam penanganan perkara itu, sementara penyidik mengamankan uang sekitar Rp632 juta, di luar uang dalam 116 amplop yang turut diamankan.

Kejari Semarang mengamankan empat pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang dalam operasi tangkap tangan yang diduga berkaitan dengan pengurusan dokumen agraria di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samuji mengatakan, keempatnya diamankan pada Senin (5/3) sore di Kantor BPN Semarang.

Keempat orang tersebut masing-masing berinisial WR, S, J, dan F.

Bersama keempat orang itu, petugas menemukan pula uang Rp32,4 juta dalam sembilan amplop saat diamankan, seperti dikutip Antara. (ics)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Warga Ukraina Bawa Ganja Didakwa Pasal Berlapis

Published

on

Penangkapan terdakwa berawal dari informasi masyarakat adanya dugaan pengiriman paket yang dicurigai narkoba dari Negara Spanyol ke Bali.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Terdakwa Kutsenko Andri (23) seorang warga Ukraina yang kedapatan mengimpor dan membawa 16 butir biji ganja didakwa dengan pasal berlapis dalam sidang di PN Denpasar, Selasa (18/9/2018).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Kawisada itu, jaksa penuntut umum (JPU) Paulus Agung Widaryanto mengenakan terdakwa Pasal 113 Ayat 1, Pasal 111 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Terdakwa tanpa hak dan melawan hukum mengimpor, menyimpan, menguasai dan menyalahgunakan narkotika golongan I sebanyak 16 biji ganja dengan berat 0,26 gram,” ujarnya.

Penangkapan terdakwa berawal dari informasi masyarakat adanya dugaan pengiriman paket yang dicurigai narkoba dari Negara Spanyol ke Bali yang berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai Bali, pada 5 Mei 2018 yang akan dikirim ke Jalan Puputan Renon, Denpasar Selatan.

Petugas Bea dan Cukai bersama BNN Provinsi Bali melakukan pemantauan dan berhasil menangkap terdakwa Pukul 09.30 WITA saat melintas dilokasi penerimaan paket kiriman dari Kantor Pos, di mana saat itu gelagat terdakwa sangat mencurigakan.

Kemudian, petugas melakukan penggeledahan terhadap barang yang diterima terdakwa dan ditemukan satu amplop berisi 16 butir biji ganja, di mana amplop tersebut terselip pada potongan baju yang ada di dalam paket tersebut.

Dari hasil pemeriksaan petugas, terdakwa mengaku barang bukti yang diamankan petugas itu berupa ganja yang dibeli dari seseorang bernama Bogdan yang berasal dari luar negeri.

Selanjutnya, petugas menggiring terdakwa ke Kantor BNN Bali beserta barang bukti yang berhasil diamankan petugas. Terdakwa yang dianggap tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk memiliki barang terlarang itu. Demikian, seperti dikutip Antara. (ims)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Polisi Amankan Delapan Kilogram Sabu dalam Ban Serep Mobil

Published

on

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS.

Indonesiaraya.co.id, Jambi – Anggota Diresnarkoba Polda Jambi berhasil menangkap seorang kurir narkoba jaringan internasional dari Aceh menuju Jambi dengan barang bukti delapan kilogram sabu-sabu senilai Rp16 miliar dengan modus disimpan dalam ban serap mobil.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS di Jambi Selasa (18/9/2018), mengatakan tersangka Rohim (53) warga Jelutung, Kota Jambi ditangkap di depan jalan Lintas Timur Sumatera KM 32 tepatnya di depan markas Polres Muarojambi saat mobil jenis pickupnya melintas dan diperiksa petugas.

Kejadian itu terjadi pada Jumat lalu (14/9/2018) dimana anggota Diresnarkoba Polda Jambi mendapatkan informasi akan ada melintas kendaraan roda empat yang membawa sabu dari Aceh menuju Jambi dalam jumlah besar.

“Anggota kemudian menggelar razia di depan Mapolres Muarojambi dengan memeriksa seluruh barang yang diangkut kendaraan mobil yang melintasi jalan lintas timur Sumatera tersebut,” kata Muchlis AS. Saat melintas mobil yang dikendarai Rohim dan diperiksa petugas, dicurigai membawa narkoba jenis sabu dan setelah diperiksa dengan menggunakan anjing pelacak, ditemukan di dalam ban serap ada delapan bungkus sabu-sabu asal Tiongkok dari Aceh dengan tujuan Jambi.

Muchlis mengatakan, saat dibongkar dari ban serap tersebut ditemukan delapan bungkus sabu yang dikemas khusus dan tersangka langsung diamankan ke Mapolda guna dikembangkan kasusnya.

Pengakuan dari tersangka dirinya diperintahkan oleh seorang bandar narkoba pemain lama di Kota Jambi dengan membawa sabu dalam jumlah besar delapan kilogram dengan bayaran Rp10 juta guna mengangkut narkoba tersebut.

Kasus itu kini sedang dikembangkan penyidik polda dengan mengejar pemilik atau pemesan sabu asal Jambi yang sudah menjadi target kepolisian dalam untuk kasus narkoba.

Kapolda Jambi, Muchlis AS mengatakan dengan berhasil diamankannya delapan kilogram sabu sabu tersebut, ada sebanyak 80 ribu orang generasi muda di Jambi terselamatkan dari bahaya narkoba. Untuk tersangka dalam kasus ini dikenakan pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Zulkifli Hasan Dikonfirmasi Tugas Dewan Pembina Tarbiyah-Perti

Published

on

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengaku dikonfirmasi soal tugasnya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Tarbiyah-Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).

“Saya diminta keterangan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Tarbiyah-PERTI, apa itu Tarbiyah-PERTI? Ormas Islam yang tua yang usianya hampir 90 tahun yang berjasa terhadap Indonesia merdeka, saya ditanya apa itu PERTI, apa tugas saya sebagai dewan pembina,” kata Zulkifli usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : KPK Periksa Zulkifli Hasan Terkait Suap di Pemkab Lampung Selatan

Ketua Umum PAN itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gilang Ramadhan (GR) dari pihak swasta atau CV 9 Naga terkait kasus kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan Tahun Anggaran 2018.

Selain Gilang, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan (ZH) yang juga adik kandung dari Zulkifli, anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho (ABN), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan Anjar Asmara (AA).

Ia pun juga mengaku dikonfirmasi penyidik KPK soal kegiatan Rakernas Tarbiyah-PERTI di Bandar Lampung 27-28 Juli 2018.

“Tadi penyidik bertanya apakah terkait dengan Rakernas Tarbiyah di Lampung, apakah dewan pembina menjadi panitia? Ya tentu tidak karena pembina itu tidak urusin teknis bahkan tidak ikut dalam keputusan rapat eksekutif harian, tugas pembina itu adalah membina dan memberi nasihat,” ungkap Zulkifli.

Saat dikonfirmasi apakah terdapat aliran dana dari kasus suap proyek di Lampung Selatan itu untuk kegiatan rakernas, Zulkifli enggan menjelaskannya lebih lanjut.

“Lain-lain tanya penyidik, itu saja yang ditanya kepada saya,” ujar Zulkifli.

Ia pun mengaku tidak kenal dengan tersangka Gilang Ramadhan dalam kasus suap tersebut. “Enggak ada kenal, yang saya kenal adik saya (Zainudin Hasan) saja,” ucap dia.

Sebelumnya pada Rabu (12/9/2018), KPK juga telah memeriksa Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Basri Bermanda dan Sekjen PERTI Pasni Rusli sebagai saksi untuk tersangka Gilang Ramadhan.

“Penyidik memanggil keduanya untuk menjelaskan kegiatan rakernas tarbiyah (PERTI) di Lampung. Keduanya diketahui sebagai pihak yang mengirimkan surat kepada Bupati Lampung Selatan terkait permohonan tempat rakernas,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/9/2018). Demikian, seperti dikutip Antara. (bnd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending