Connect with us

NASIONAL

Gaji Presiden Jokowi Dikabarkan Lebih dari Rp 550 Juta, Begini Penjelasan Menkeu Sri

Published

on

Presiden Jokowi, dan Menkeu Sri Mulyani.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan hingga saat ini tidak ada dan belum ada pembahasan tentang kenaikan gaji Presiden.

“Itu tidak ada, dan belum pernah dibahas,” kata Mulyani saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Istana kepresidenan Bogor, Senin (12/3/2018).

Sebelumnya beredar berita yang menyebut gaji pokok presiden yang besarnya hanya sekitar Rp 30 juta per bulan saat ini dianggap sangat kecil dan berencana diusulkan naik menjadi Rp 553 juta tiap bulannya.

Simulasi perubahan ketentuan gaji bagi presiden tersebut muncul dalam RPP tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beredar baru-baru ini.

Dalam RPP tersebut, selain presiden, kenaikan gaji juga akan dirasakan wakil presiden serta para pejabat tinggi negara lainnya.

Gaji presiden menjadi melonjak drastis lantaran penghitungannya berbasis indeks 1:12.698 antara gaji PNS pangkat terendah dengan yang tertinggi.

Indeks penghasilan untuk presiden disimulasikan mencapai 96.000, sehingga akan memperoleh penghasilan Rp 553,4 juta per bulannya.

Sementara untuk wakil presiden (wapres) akan menerima penghasilan Rp368,9 juta per bulan dari sebelumnya gaji pokok sebesar Rp20 juta. Dalam RPP itu, penghitungan gaji wapres berdasar indeks penghasilan 64.000.

Dengan perubahan gaji itu, penghasilan bulanan presiden Republik Indonesia akan bersaing dengan pemimpin-pemimpin di negara lain.

Menkeu menyebut apa yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi itu adalah berita bohong (hoax).

“Itu hoax, karena memang banyak media sosial membuat informasi, buat dokumen-dokumen yang dibuat mirip milik pemerintah yang dipublikasikan. Jadi kita tidak ada pembahasan mengenai hal itu, sama sekali tidak ada,” tegas Mulyani.

Sedangkan terkait gaji pegawai negeri sipil (PNS), lanjut Mulyani, pada rancangan peraturan pemerintah (RPP) 2018 dan Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 akan disampaikan sama dengan yang disampaikan pemerintah kepada DPR.

“Dalam nota keuangan kenaikan gaji, pemberian gaji ke-13 dan pensiunan akan dimasukkan Presiden dalam nota keuangan pada Agustus,” kata Mulyani, seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, di RPP tersebut juga muncul usulan gaji baru untuk para Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua KPK, Ketua BPK, Ketua MA dan Ketua MK. Dengan penghitungan indeks sebesar 16.000, maka penghasilan mereka sebesar Rp 92,2 juta per bulan.

Untuk Wakil Ketua MPR, DPR, DPD, KPK, BPK, MA dan MK memilik indeks penghasilan sebesar 15.333 dan menerima penghasilan per bulan Rp88,3 juta. Sedangkan untuk Wakil Menteri, Wakil Kepala Polri, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota BPK, dan Hakim Agung MA per bulan mendapatkan penghasilan Rp 80,7 juta dengan indeks penghasilan sebesar 14.000. (sip)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA BARAT

Jadi Pembicara di Acara Wisuda, Ini Cerita Prabowo Tentang Sosok Ibunya

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri acara Wisuda ke XIV mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Bakal Calon Presiden, Prabowo Subianto menghadiri acara Wisuda ke XIV mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat. Kehadirannya tersebut untuk menjadi pembicara dihadapan ratusan mahasiswa yang di wisuda dan para dosen.

Dalam pemaparannya, mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan bahwa saat dirinya menerima undangan sebagai pembicara di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada, maka tersentak dirinya mengingat sosok ibunya yakni Dora Marie Sigar. Saat itu pula lah Prabowo menceritakan sosok ibunya yang menjadi perawat sebelum menikah dengan ayahnya yakni Soemitro Djojohadikusumo.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Menyapa Emak-Emak dan Pedagang Pasar Besar Kapuas

“Ketika saya diminta untuk menjadi pembicara di acara Wisuda sekolah Tinggi ilmu kesehatan maka sejenak saya langsung tersentak hati saya, karena saya ingat ibu saya. Ibu saya sebelum menikah dengan ayah saya, ibu saya itu seorang perawat,” kata Prabowo saat menjadi Keynote Speaker di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

Prabowo menjelaskan, bahwa dirinya tidak memahami apakah panitia yang mengundangnya mengetahui ibu dari seorang Prabowo Subianto adalah seorang perawat atau tidak. Tetapi, ia mengakui bahwa bahwa sosok ibunya adalah sosok yang terbaik dalam kehidupannya.

“Saya rasa setiap anak pasti memiliki rasa bahwa ibunya adalah seorang yang terbaik. Jadi kehadiran saya kesini saya mengingat sosok ibu saya,” tutur Prabowo yang disambut tepuk tangan oleh ratusan hadirin.

Karena itu, ia memahami sekali bahwa pribadi seorang tenaga kesehatan sangat berjasa bukan hanya untuk keluarganya saja melainkan untuk orang lain. “karena mereka mendarmabaktikan diri untuk membantu keselamatan orang lain sesama manusia,” imbuhnya.

Prabowo menuturkan, Seorang pekerja dibidang kesehatan, baik perawat maupun dokter harus melaksanakan Tugas-tugasnya dengan berat. Sebab, mereka berani mengambil resiko yang besar karena yang diurus adalah orang sakit bahkan mungkin orang yang memiliki penyakit yang berbahaya.

“Bahkan mungkin dalam keadaan suatu bencana atau suatu wabah seorang pekerja kesehatan apakah itu dokter, apakah perawat atau paramedis tidak bisa mengatakan menolak tugasnya, karena mereka telah disumpah untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tegas Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dapat menjalankan tugaskan didunia kerja dibidang kesehatan dengan sebaik-baiknya, untuk bekerja dengan tulus dari hati demi menyelamatkan jiwa dan nyawa sesama anak bangsa yang membutuhkan.

“Selamat untuk para wisudawan wisudawati semoga kalian berhasil menjadi warga negara yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Perkawinan Anak Cenderung Meningkat Menurut Koalisi Perempuan

Published

on

Upaya masyarakat mempertahankan perkawinan anak ketika negara menolak memberikan legitimasi, mempertinggi tren tersebut.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Koordinator Kelompok Kerja Reformasi Kebijakan Publik Koalisi Perempuan Indonesia Indry Oktaviani melihat tren peningkatan kasus perkawinan anak dari makin terbukanya praktik perkawinan anak dalam masyarakat.

“Upaya masyarakat mempertahankan perkawinan anak ketika negara menolak memberikan legitimasi, mempertinggi tren tersebut,” katanya dalam siaran pers lembaga, Rabu (19/9/2018).

Dia menyebut pernikahan anak lelaki yang baru lulus Sekolah Dasar dengan remaja perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebagai contoh kasus.

Penikahan dua anak itu menambah panjang daftar kasus perkawinan anak. Menurut data Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan, sepanjang Januari hingga Agustus 2018 sudah ada 720 kasus perkawinan anak di wilayah itu.

“Namun, perkawinan anak tidak hanya terjadi di daerah tertentu saja, praktiknya terjadi di seluruh Indonesia,” kata Indry.

Ia menjelaskan 20 provinsi di Indonesia masih memiliki prevalensi perkawinan usia anak yang lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional 22,82 persen.

Prevalensi perkawinan anak terbesar ada di Sulawesi Barat (34,22 persen) disusul Kalimantan Selatan (33,68 persen), Kalimantan Tengah (33,56 persen), Kalimantan Barat (33,21 persen), dan Sulawesi Tengah (31,91 persen) menurut Koalisi Perempuan. Demikian, seperti dikutip Antara. (dwn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo Undang Pimpinan Parpol Koalisi Finalisasi Tim Pemenangan

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengundang lima pimpinan partai politik koalisi pasangan Prabowo-Sandiaga untuk membicarakan finalisasi Tim Pemenangan, di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).

“Nanti malam rencananya Prabowo mengundang pimpinan partai koalisi membicarakan finalisasi Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga sebelum dilaporkan ke KPU,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : Resmi, Kwik Kian Gie Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo-Sandi

Dia mengatakan susunan Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga akan disampaikan ke KPU tanggal 19 September atau 20 September, tergantung keputusan yang diambil dalam pertemuan nanti malam.

Muzani menjelaskan saat ini susunan Tim Pemenangan sudah selesai, masing-masing bagian sudah diisi oleh kader dari partai koalisi.

“Sebenarnya sudah lengkap dari beberapa hari lalu namun kami memasukan nama tokoh-tokoh yang ingin bergabung baik pribadi ataupun lembaga yang memiliki kapasitas disemua departemen sehingga itu yang menyebabkan memasukan nama-nama itu menjadi agak telat,” ujarnya.

Namun Muzani enggan menyebutkan jumlah anggota Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga dan meminta menunggu diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso memastikan susunan tim pemenangan selesai pada Selasa (18/9/2018), dan akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 20 Septembet mendatang.

“Insya Allah besok jadi susunan Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga,” kata Djoko Santoso di kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (17/9/2018) malam.

Dia menjelaskan tim saat ini sedang menanyakan ulang kesediaan orang-orang yang sudah dicantumkan dalam susunan Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, jangan sampai ketika seorang diumumkan masuk dalam tim lalu tiba-tiba menyatakan tidak bersedia masuk. Demikian, seperti dikutip Antara.(ibl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending