Connect with us

POLITIK

Komisi III Tolak Niat Kelola Harta Wakaf Aceh di Mekkah

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta Pemerintah Aceh untuk menolak rencana Badan  Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang ingin berinvestasi di  tanah wakaf milik rakyat  Aceh di Mekah. Bentuk investasinya adalah pembangunan hotel di atas tanah wakaf tersebut. 

Hal ihwal penolakan yang disampaikan Nasir Djamil itu sehubungan dengan penyataan Kepala BPKH Anggito Abimanyu seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan itu salah satunya membicarakan rencana investasi terhadap tanah wakaf Aceh di Mekah.

“Saya rasa ini merupakan isu yang sangat sensitif bagi masyarakat Aceh. Kalau benar rencana BPKH itu maka gubernur sebagai Kepala Pemerintahan Aceh wajib menolaknya,” ujar Nasir dalam rilis yang diterima Parlementaria, Senin (12/3/2018).

Menurut Nasir, BPKH harusnya paham dan mengerti sejarah dan peruntukkan tanah wakaf ini sebelum mengajukan rencana investasi. Sebab, tanah wakaf itu punya historis dan hubungan emosional yang sangat kuat  dengan rakyat Aceh.

“Selama ini jamaah haji asal Aceh selalu mendapatkan hadiah berupa uang dari hasil pengelolaan tanah wakaf tersebut. Jika rencana investasi tidak sesuai  dengan ikrar wakaf dan peruntukannya maka rakyat Aceh berhak menolaknya,” kata Nasir. 

Menurut Nasir, dalam berbagai sumber dapat kita pahami bahwa ikrar wakaf Baitul Asyi ini yang dilakukan pada tahun 1224 H/1809 M dihadapan Mahkamah Syar’iyah jelas diperuntukkan untuk jamaah haji asal Aceh atau jika tidak ada orang Aceh di Mekah boleh diperuntukkan untuk pelajar dari nusantara. Hal ini yang harusnya menjadi patron dari BPKH dalam rencana investasinya terhadap tanah wakaf milik Aceh di Mekah. 

Disamping itu, politisi PKS ini juga meminta BPKH lebih sensitif terhadap perasaan masyarakat Aceh. Hal ini penting dikarenakan ingatan kolektif masyarakat Aceh terkait wakaf dan sumbangan yang diserahkan dan atau dikelola oleh pemerintah pusat dalam sejarahnya selalu melahirkan kekecewaan bagi masyarakat Aceh.

Oleh karenanya menurut Nasir, jangan sampai nantinya investasi terhadap tanah wakaf milik Aceh menjadi sebab lahirnya kekecewaan yang baru karena tidak adanya ruang keadilan atau keuntungan secara materi dan immateri bagi masyarakat Aceh. 

Selanjutnya, Nasir Djamil meminta kepada BPKH agar khusus untuk pengelolaan dan skema investasi terhadap tanah wakaf milik Aceh tetap dikelola oleh Pemerintah Aceh agar sesuai dengan ikrar wakaf dan peruntukkannya. 

“Sebenarnya ada banyak rencana investasi BPKH di Arab Saudi, salah satunya ialah terhadap tanah wakaf milik Aceh. Sehingga untuk menghindari polemik dan isu-isu miring lainnya, baiknya terkait tanah wakaf milik Aceh diserahkan sepenuhnya pengelolaannya kepada Pemerintah Aceh saja, tentu dengan supervisi dari BPKH untuk menjamin keselarasan program-program investasi Indonesia lainnya di Arab Saudi,” tutup Nasir. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Koalisi Prabowo-Sandiaga Bentuk Posko Pengaduan DPT

Published

on

Koalisi Prabowo-Sandiaga akan membentuk posko pengaduan terkait banyaknya warga negara yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Koalisi partai politik pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan membentuk posko pengaduan terkait banyaknya warga negara yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Parpol koalisi sepakat akan mendirikan posko pengaduan apabila ada masyarakat yang belum terdaftar di DPT secara disengaja atau tidak disengaja,” kata Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Rumah Pemenangan PAN di Jalan Daksa, Senin (18/9/2018) malam.

BACA JUGA : Sandiaga Uno : Masyarakat Punya Pilihan Sendiri

Dia mengatakan tiap parpol koalisi Prabowo-Sandiaga diperintahkan untuk membentuk posko pengaduan di seluruh daerah di Indonesia.

Menurut dia, pihaknya tidak ingin pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan risiko tinggi karena masalah DPT nasional belum valid.

“Masalah DPT ini menjadi pintu masuk terjadinya kecurangan, kami tidak ingin itu terjadi. Kami ingin praktek demokrasi yang jujur dan adil, serta kami sudah ingatkan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu agar jujur,” ujarnya.

Priyo mengatakan parpol koalisi Prabowo-Sandiaga sudah mengirimkan perwakilannya dalam rapat di KPU untuk mendiskusikan masalah DPT pada Minggu (16/9/2018) yang saat itu diputuskan perpanjangan masa perbaikan DPT selama 60 hari.

Dia menjelaskan dalam rapat tersebut parpol koalisi menyajikan data masih ada 8,1 juta DPT ganda namun KPU menunjukkan data hanya 1,6 juta.

“Kami menemukan kalau masalah ini tidak segera dicari solusi yang baik akan menimbulkan masalah besar karena dikhawatirkan menjadi titik kunci penggelembungan suara,” katanya.

Selain itu dia mengapresiasi itikad baik KPU karena memberikan waktu 60 hari untuk memverifikasi semua data DPT.

Dia menyerukan kepada masyarakat untuk proaktif mengecek apakah namanya sudah masuk dalam DPT atau belum.

Ketua DPP PKS Pipin Sopian mengatakan target parpol koalisi tidak hanya menyelesaikan potensi kegandaan identitas namun menyelesaikan masih adanya ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Hal itu menurut dia terkait hak memilih setiap warga negara yaitu harus masuk dalam DPT.

“Kami sampai saat ini belum membuka berapa data jumlahnya namun akan membuat tim pengaduan. Setiap warga negara dan terutama pemilih Prabowo-Sandiaga mengecek di website Sidalih atau aplikasi KPU RI di android telepon genggam,” katanya, seperti dikutip Antara. (ibl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Sandiaga Uno : Masyarakat Punya Pilihan Sendiri

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno.

Indonesiaraya.co.id, Palembang – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyatakan semua masyarakat punya kebebasan dan pilihan sendiri dan tugas calon pemimpin untuk menyakinkan masyarakat.

“Saya rasa semua masyarakat punya kebebasan dan pilihan sendiri, sudah menjadi tugas kami untuk meyakinkan masyarakat,” kata Sandiaga Uno saat ditanya mengenai target suara di Sumatera Selatan ketika blusukan di Pasar 10 Ulu Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : Begini Respon Prabowo, Setelah Ijtimak Ulama Resmi Dukung Capres/Cawapres Prabowo-Sandiaga

Menurut dia, Capres Prabowo menitipkan pesan bahwa masyarakat Sumsel khususnya di Palembang menjadi penentu ekonomi Indonesia yang lebih kuat, mandiri dan melindungi segenap rakyat Indonesia.

Sekarang ekonomi terombang ambing dan Sumsel ini menjadi barometer, katanya.

Sementara mengenai penetapan nomor urut capres/cawapres, menurutnya, semua nomor sama. Harapannya satu pacak, duo pacak jugo (satu bisa, dua bisa juga), ujarnya dalam logat bahasa Palembang.

“Semua baik nomornya yang penting kita berusaha, nomor satu Alhamdulilah, nomor dua juga sangat bersyukur, yang penting ada nomor. Sebetulnya masyarakat tidak ingin terpecah belah dari nomor urut, tapi lebih bagaimana menangkap aspirasi,” kata Sandi yang diusung koalisi Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN.

Ia juga menyampaikan, targetnya untuk Sumatera Selatan menjadi lumbung energi dan lumbung pangan, karena ekonomi akan sangat bergantung sama Sumsel, karena punya potensi yang luar biasa.

“Tinggal kita punya kebijakan yang selaras antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat, kalau kita punya keberpihakan pada usaha kecil, pasar tradisional, pemberdayaan UMKM, ibu-ibu dan emak-emak, Inshaa Allah,” katanya.

Pada blusukan ke pasar 10 Ulu Palembang itu Sandiago berdialog dengan sejumlah pedagang yang berada di pasar tradisonal tersebut. Demikian, seperti dikutip Antara. (sus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANGKA BELITUNG

Mampir Di Warung Warna Pangkal Pinang, Sandi Santap Makanan Ini

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menyantap makan siang bersama masyarakat di Warung Warna di kawasan Line Listrik Lembawai, Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada Senin (17/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Bangka Belitung – Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN Sandiaga Uno menyantap makan siang bersama masyarakat di Warung Warna di kawasan Line Listrik Lembawai, Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada Senin (17/9/2018). Sandi kemudian turut berbincang bersama pemilik warung tersebut yaitu ibu Tina yang kerap dipanggil Mak Na. 

“Kita harus meningkatkan sektor perekonomian khususnya UMKM. Rumah makan-rumah makan seperti Warung Warna ini bisa meningkatkan pendapatan daerah dan menarik wisatan, sehingga membuat perekonomian berdenyut,” ucap Sandi.

BACA JUGA : Sandi Diinvasi Emak-Emak Babel Saat Berencana Bertemu Anggota Legislatif Partai Koalisi

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tampak lahap menyantap makanan khas yang disajikan di warung tersebut. Sandi bahkan menyempatkan diri melihat proses memasak dari warung yang memiliki menu andalan lempah kuning, kepala atau buntut ikan, dan telur ikan tenggiri.

“Saya akan berusaha untuk mampir di setiap UMKM di daerah yang saya kunjungi, khususnya kuliner. Sektor inilah yang mendukung pariwisata kita dan mendorong ekonomi bangsa terus tumbuh,” tegasnya lebih lanjut.

Mantan Ketua HIPMI ini menilai UMKM yang digerakkan dari industri rumah tangga mampu bertahan dan berpotensi untuk berkembang di tengah ketidakstabilan kondisi ekonomi. Ia berharap emak-emak seperti Mak Na mampu memajukan usaha yang dirintisnya dari dalam rumah agar makin dikenal sekaligus membudidayakan kekhasan kuliner suatu daerah. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending