Connect with us

NASIONAL

Pilpres 2019, PKS Jajaki Koalisi dengan Partai Gerindra. Ini Capresnya

Published

on

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid , dan Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Partai Keadilan Sejahtera menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Partai Gerindra menghadapi Pemilihan Presiden 2019.

Kemungkinan itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid usai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Baitul Hidayah di Bukit Panyandaan Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 13/2/20198).

Sampai hari ini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum menyampaikan kesediaannya untuk menjadi calon presiden.

Nurwahid mengemukakan, hingga kini masih terbuka peluang untuk mewujudkan wacana koalisi itu karena beberapa partai belum secara tegas mengumumkan bakal calon presiden. Karena itu beberapa partai berpeluang menjalin koalisi.

BACA JUGA : Partai Gerindra Segera Deklarasikan Prabowo Subianto Sebagai Capres 2019

Dia mengemukakan, pembentukan koalisi dalam pemilihan presiden sebagai wujud demokrasi.

“Ya jadi memang kita dengan semua warga bangsa Indonesia adalah teman dan saudara,” katanya. Tapi demokrasi memberikan ruang untuk berbeda.

“Berbeda dalam demokrasi bukan berarti harus konflik, harus permusuhan, harus difitnah atau memfitnah,” katanya.

Itu adalah pilihan-pilihan yang demokratis dan dibenarkan oleh UUD. “Selama ini juga biasa-biasa saja,” kata Wakil Ketua MPR itu.

Dia mengingatkan, jangan sampai perbedaan dalam pilihan-politik dipertajam menjadi konflik kalau pilihan politik berbeda, pilihan capres-cawapres berbeda, artinya adalah musuh.

“Atau artinya bukan kawan lagi. Enggaklah. Semuanya adalah hanya cara untuk mencari yang lebih baik,” katanya. UUD membolehkan adanya perbedaan pilihan-pilihan politik.

“Kalau memang tidak boleh ada calon alternatif ya bilang saja hanya boleh ada satu calon. Tapi ‘kan tidak begitu,” katanya.

Dalam perkembangan politik saat ini, lima partai sudah tegas mendukung Presiden Jokowi. Kelima partai lainnya menyampaikan sikapnya secara prinsip, belum menyampaikan dukungan kepada Presiden Jokowi.

“Melalui mekanisme pemilu kami akan mencalonkan presiden dan wakil presiden yang bisa disepakati antara Gerindra dan PKS. Tentu kami berharap bisa didukung juga oleh partai yang lain,” katanya.

“Tapi kalau, misalnya, oleh rekan-rekan lain di PAN, PPP, Demokrat dan PKB membentuk poros yang baru, poros yang ketiga, ya kami ‘welcome’,” katanya.

Dia menyambut dengan sangat baik dan berharap hal itu akan memberikan alternatif pilihan semakin banyak bagi warga Indonesia.

“Tapi kalau nanti mereka ternyata mendukung calon yang kami sepakati tentu juga kami sangat ‘welcome’ untuk itu,” katanya.

Hingga kini keputusan Majelis Syuro adalah PKS mengajukan calon presiden atau calon wakil presiden yang sembilan nama itu.

“Sembilan nama itu juga bukan tokoh yang tidak dikenal. Mereka punya elektabilitasnya masing-masing, punya pengetahuannya masing-masing, nanti kita akan bicarakan dengan Partai Gerindra,” katanya.

Hal itu karena Partai Gerindra sampai hari ini juga belum definitif bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan kesediaannya untuk menjadi calon presiden.

“Memang dari partai dan pengurus-pengurus DPD Partai Gerindra sudah menyampaikan keputusan mereka untuk mencalonkan atau meminta Pak Prabowo sebagai calon presiden,” katanya. Tapi Prabowo Subianto belum menjawab.

“Bisa saja Pak Prabowo menjawabnya, bisa beliau yang akan maju, bisa juga beliau mengulangi menjadi ‘king maker’, bisa ya. Kita tunggu apa yang menjadi keputusan Pak Prabowo,” katanya.

Tentu dalam konteks koalisi dengan PKS akan dibicarakan dengan PKS. Kalau, misalnya, Gerindra sudah mengajukan calon presiden berarti calon presiden tidak hanya satu, berarti dua.

“Berarti PKS tentu calon wakil presidennya. Pilihannya siapa, nanti kita akan bicarakan dengan Pak Prabowo atau dengan pihak Gerindra atau dengan pihak calon presiden dari Gerindra. Karena memerlukan ‘chemistry’,” katanya.

Dia mengatakan, sampai hari ini keputusan Majelis Syuro PKS mengajukan sembilan nama itu.

“Dari sembilan nama itu nanti siapa, masa’ dari sembilan gak ada yang ‘nyangkut’ sih,” katanya, seperti dikutip Antara. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NASIONAL

Prabowo Undang Pimpinan Parpol Koalisi Finalisasi Tim Pemenangan

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengundang lima pimpinan partai politik koalisi pasangan Prabowo-Sandiaga untuk membicarakan finalisasi Tim Pemenangan, di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).

“Nanti malam rencananya Prabowo mengundang pimpinan partai koalisi membicarakan finalisasi Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga sebelum dilaporkan ke KPU,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : Resmi, Kwik Kian Gie Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo-Sandi

Dia mengatakan susunan Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga akan disampaikan ke KPU tanggal 19 September atau 20 September, tergantung keputusan yang diambil dalam pertemuan nanti malam.

Muzani menjelaskan saat ini susunan Tim Pemenangan sudah selesai, masing-masing bagian sudah diisi oleh kader dari partai koalisi.

“Sebenarnya sudah lengkap dari beberapa hari lalu namun kami memasukan nama tokoh-tokoh yang ingin bergabung baik pribadi ataupun lembaga yang memiliki kapasitas disemua departemen sehingga itu yang menyebabkan memasukan nama-nama itu menjadi agak telat,” ujarnya.

Namun Muzani enggan menyebutkan jumlah anggota Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga dan meminta menunggu diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso memastikan susunan tim pemenangan selesai pada Selasa (18/9/2018), dan akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 20 Septembet mendatang.

“Insya Allah besok jadi susunan Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga,” kata Djoko Santoso di kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (17/9/2018) malam.

Dia menjelaskan tim saat ini sedang menanyakan ulang kesediaan orang-orang yang sudah dicantumkan dalam susunan Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, jangan sampai ketika seorang diumumkan masuk dalam tim lalu tiba-tiba menyatakan tidak bersedia masuk. Demikian, seperti dikutip Antara.(ibl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Indonesia Protes Singapura Terkait Iklan Daring Pekerja Rumah Tangga

Published

on

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindharno.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia sudah melayangkan surat protes ke Pemerintah Singapura mengenai kegiatan situs Carousell Singapura, yang menayangkan iklan jual-beli jasa pembantu rumah tangga asal Indonesia.

“Kemnaker melalui Atase Ketenagakerjaan pada KBRI Singapura telah melayangkan surat protes ke Pemeritah Singapura untuk menindaklajuti hal tersebut,” kata Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Ia mengatakan perkara pengiklanan jasa pekerja rumah tangga asal Indonesia tidak selesai dengan penghapusan iklan saja, tapi membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah Singapura supaya tindakan serupa tidak berulang di kemudian hari.

“Kemnaker merasa tidak cukup, dengan ditutupnya atau dihentikannya iklan tersebut tidak lantas kasus dianggap sudah selesai. Tetap harus ada tindakan tegas terhadap pelaku iklan itu,” kata dia.

Ia menambahkan pemerintah Indonesia akan membicarakan masalah itu dalam pertemuan bilateral dengan pemerintah Singapura.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura sebelumnya diwartakan tengah menyelidiki kasus penjualan jasa pembantu rumah tangga yang diduga dari Indonesia di satu situs niaga. Melalui pernyataan di Facebook, kementerian menyatakan “menyadari adanya kasus sejumlah pekerja rumah tangga dari luar negeri dipasarkan secara tidak patut”.

“Kami tengah menyelidiki kasus ini, dan telah mengatur agar penawaran ini dicabut,” sebut Kementerian Tenaga Kerja Singapura.

Mnurut siaran surat kabar penawaran jasa pekerja rumah tangga itu diunggah pengguna bernama @maid.recruitment dan disertai gambar wajah calon pembantu rumah tangga, yang diduga berasal dari Indonesia. Demikian, seperti dikutip Antara. (akf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Resmi, Kwik Kian Gie Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo-Sandi

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polemik keberadaan mantan Menkoekuin Kwik Kian Gie yang masuk kedalam susunan Tim Sukses Prabowo-Sandi kini terjawab sudah, Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan Kwik Kian Gie merupakan salah satu penasihat ekonomi di Pilpres 2019.

Prabowo mengaku memiliki satu arah pemikiran dengan Kwik dalam bidang ekonomi. Ia merasa bisa membahas hal-hal tentang ekonomi secara komprehensif dengan Kwik.

“Hari ini baru saja saya jumpa dengan Pak Kwik Kian Gie dengan sebagai tim ekonomi, penasihat ekonomi saya dan pak sandiaga uno,” kata Prabowo dalam konfrensi pers di kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Prabowo menjelaskan, bahwa dirinya bersama Kwik secara luas telah membahas masalah ekonomi bangsa. Pembahasan tersebut dilakukan secara intensif dalam beberapa minggu terakhir ini. Hasilnya, tim ekonomi pasangan capres-cawapres yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya itu telah memiliki gagasan tentang kesejahteraan rakyat dari segala bidang untuk ditawarkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Dari pertemuan tersebut bersama tim ekonomi kita, Alhasil Telah menghasilkan konsep ekonomi kesejahteraan rakyat, budaya dan lingkungan hidup serta juga politik hukum dan hankam,” tuturnya.

Disisi lain, Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki satu aliran berfikir dengan Kwik Kian Gie dalam menyelesaikan masalah ekonomi bangsa. Karena itu ia menjelaskan bahwa pihaknyalah yang pertama kali mengangkat isu ekonomi dalam pilpres saat ini. Hal tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.

“Isu sentral ekonomi akan menjadi pembahasan utama, terutama bulan bulan kedepan ini yang sangat memerlukan langkah langkah yang sangat Cermat dan teliti untuk memastikan terutama terkait lapangan kerja, beban kebutuhan hidup dan harga harga bahan pokok itu tidak membebani rakyat kecil,” tutur Sandi.

Terima Tawaran Prabowo

Usai Prabowo dan Sandi mengumumkan Kwik sebagai penasihatnya, giliran Kwik yang bercerita tentang penunjukannya sebagai penasihat ekonomi Prabowo-Sandi. Menurut Kwik, tawaran penasihat itu diutarakan Prabowo setelah beberapa kali berdiskusi.

“Sekarang karena calon presiden, ketika diskusi itu Pak Prabowo tanya, ‘kenapa nggak jadi penasihat saja supaya teratur berunding dengan yang lain?’ Ya, sangat setuju, jelas setuju,” ujar Kwik menirukan tawaran Prabowo.

Kwik menuturkan, sejatinya seorang penasihat, tentunya memberikan nasihat-nasihat. Bahkan, sambil berkelakar, Kwik mengaku juga diberi nasihat.

“Sekarang hakikatnya, penasihat hakekatnya itu apa? Setiap kali bertemu, dengan Pak sandi juga, kami bertukar pikiran. Itu berarti saya memberi nasihat, nasihat saya diterima, itu proses. Saya juga diberi nasihat,” tutur Kwik sambil tersenyum.

Namun, Kwik menyebut keterlibatan dia hanya sebagai penasihat. Eks Menko Ekuin itu memastikan tidak masuk ke struktur timses.

“Jadi, kita jangan menganggap penasihat, struktur, tidak begitu. Saya masih kader PDIP, sampai saat ini, Ibu Mega sama sekali tidak menegur saya,” jelas Kwik. (adm) 


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending