Connect with us

PAPUA

SMA/SMK di Timika Pertanyakan Biaya USBN

Published

on

Wakil Bupati Mimika,Yohanis Bassang.

Indonesiaraya.co.id, Timika – Sebanyak 43 SMA dan SMK di Kabupaten Mimika mempertanyakan biaya yang dikucurkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2018.

Kegelisahan puluhan Kepala SMA/SMK di Mimika terkait USBN yang tidak dapat diselenggarakan dengan maksimal karena keterbatasan anggaran itu kemudian dijawab oleh Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang dan Kadis Pendidikan Mimika dalam pertemuan yang digelar di Timika, Rabu.

Yohanis mengatakan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak Dinas Pendidikan Provinsi Papua melalui Panitia pelaksanaan USBN. Hanya saja, hasil pertemuan tersebut belum diketahui lantaran belum ada informasi dari Panitia USBN Kabupaten Mimika 2018.

Dalam pertemuan tersebut para kepala sekolah mempertanyakan dua hal terkait USBN yaitu biaya penggandaan soal USBN SMA/SMK dan biaya honor pengawas silang. Sesuai dengan estimasi yang dibuat masing-masing sekolah, untuk biaya penggandaan soal USBN diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp93.528.000 juta dan belum termasuk biaya untuk honor pengawas silang.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmanny mengatakan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Dinas Pendidikan Provinsi pascararestrukturisasi kelembagaan pada Januari lalu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi mengatakan akan mengakomodir semuanya terkait pelaksanaan USBN.

Untuk mengantisipasi minimnya dukungan dana dari Provinsi, Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikannya telah menganggarkan sebesar Rp300 juta yang dapat digunakan untuk penggandaan soal USBN.

“Sementara untuk pembiayaan lain saya tidka bisa bicara karena kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi berlaku untuk semua Kabupaten dan kota di Papua,’ kata Jeny.

Terkait ketidak pastian tersebut, Wabup Mimika meminta kepada para kepala sekolah untuk sedapat mungkin dengan berbagai cara dan gaya untuk dapat melaksanakan ujian di sekolah masing-masing.

Hanya saja usulan Wabup tersebut kembali diprotes para kepala sekolah mengingat salah satu cara yaitu memungut dari orang tua murid untuk penggandaan soal dapat disangka melakukan pungutan liar.

Wabup yang juga pernah berprofesi sebagai guru honor tersebut mengatakan bahwa jika kedepannya segala urusan terkait Pendidikan di Mimika khususnya SMA dan SMK tidak ditangani baik oleh Dinas Pendidikan Provinsi maka alangkah baiknya, para kepala sekolah meminta agar kewenangan bidang SMA/SMK dikembalikan ke Kabupaten.

Hal itu disambut baik oleh para kepala sekolah dengan mengagendakan demo di Dinas Pendidikan Provinsi Papua usai pelaksanaan UN. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAPUA

DVI Identifikasi Empat Jenazah Korban Pesawat Jatuh

Published

on

TIm DVI telah merampungkan identifikasi empat dari delapan jenazah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter milik Dimonim Air dengan kode penerbangan PK HVQ, pada Sabtu (11/8/2018).

Apakabarnews.com, Jayapura – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Papua telah merampungkan identifikasi empat dari delapan jenazah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter milik Dimonim Air dengan kode penerbangan PK HVQ, pada Sabtu (11/8/2018).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua Kombes Pol dr Ramon, di Jayapura, Selasa (14/8/2018) mengatakan empat jenazah sudah diidentifikasi dan siap diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA : DVI Telah Identifikasi Empat Jenazah Korban Pesawat Jatuh

Penyerahan empat jenazah tersebut dijadwalkan Selasa (14/8/2018) siang di halaman Bidang Dokkes Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura.

Sementara ini, pihaknya masih menunggu sanak keluarga dari keempat jenazah itu yang hingga kini belum tiba di RS Bhayangkara Bidang Dokkes Polda Papua.

“Kami masih menunggu keluarga inti untuk menyocokkan data terakhir sebelum diserahkan ke keluarga,” kata Kombes Ramon.

Empat jenazah yang sudah diidentifikasi itu yakni Martina Uropmabin, I Wayan Sugiarta (kopilot), Jamaludin dan Sefuve Leslie William (pilot berkebangsaan Papua Nugini) .

Sedangkan empat jenazah lainnya yakni yang belum diserahkan karena masih menunggu pencocokan data dari keluarga yaitu Sudir Zakana, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw,dan Naimus,s eperti dikutip Antara. (eva)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

DVI Telah Identifikasi Empat Jenazah Korban Pesawat Jatuh

Published

on

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Papua telah merampungkan identifikasi empat dari delapan jenazah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter.

Indonesiaraya.co.id, Jayapura – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Papua telah merampungkan identifikasi empat dari delapan jenazah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter milik Dimonim Air dengan kode penerbangan PK HVQ, pada Sabtu (11/8/2018).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua Kombes Pol dr Ramon kepada Antara, di Jayapura, Selasa (14/8/2018), mengatakan empat jenazah sudah diidentifikasi dan siap diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Penyerahan empat jenazah tersebut dijadwalkan Selasa (14/8/2018) siang di halaman Bidang Dokkes Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura.

Sementara ini, pihaknya masih menunggu sanak keluarga dari keempat jenazah itu yang hingga kini belum tiba di RS Bhayangkara Bidang Dokkes Polda Papua.

“Kami masih menunggu keluarga inti untuk menyocokkan data terakhir sebelum diserahkan ke keluarga,” kata Kombes Ramon.

Empat jenazah yang sudah diidentifikasi itu yakni Martina Uropmabin, I Wayan Sugiarta (kopilot), Jamaludin dan Sefuve Leslie William (pilot berkebangsaan Papua Nugini) .

Sedangkan empat jenazah lainnya yakni yang belum diserahkan karena masih menunggu pencocokan data dari keluarga yaitu Sudir Zakana, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, dan Naimus, seperti dikutip Antara. (var)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

Penjelasan Pilot Soal Cuaca Pegunungan Papua

Published

on

Menurut Stanislaos Kasta Gunawan Yustantino, Kondisi cuaca umumnya di wilayah pegunungan Papua tidak bisa ditebak.

Indonesiaraya.co.id, Jayapura – Stanislaos Kasta Gunawan Yustantino, salah satu pilot pesawat Twinoter milik Dimonim mengaku cuaca di wilayah pegunungan Papua secara umum susah ditebak.

Stanislaos mengemukakan hal itu kepada Antara di Jayapura, Senin (13/8/2018), ketika ditanya terkait Pesawat pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Manuk pada Sabtu (11/8).

Menurut dia, kondisi cuaca saat pesawat itu terbang dari Tanah Merah ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang kala itu agak buruk namun sulit ditebak.

Kondisi cuaca umumnya di wilayah pegunungan Papua tidak bisa ditebak, ada bulan-bulan tertentu kondisinya bisa tebak yakni kadang baik kondisinya baik, siangnya jelek.

Selanjutnya, kata dia, ada bulan-bulan tertentu yang kondisinya siangnya jelek paginya baik. Keadaan cuaca di Papua terutama di wilayah pegunungan berubahnya sepersekian detik, lima menit bisa berubah, dua menit juga bisa berubah.

Menurut dia, cuaca di Kabupaten Pegunungan termasuk ektrim, ada beberapa bulan-bulan tertentu yang tidak bisa diprediksi karena sepersekian detik sudah berubah.

“Karena jarak dari tanah merah ke Oksibil cuman 30 menit, sedangkan perubahan waktu dalam perjalanan bisa berubah,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh kala itu, kata dia, pesawatnya sudah sampai di Oksibil baru hilang kontak dan kemudian jatuh.

“Tidak ada firasat buruk ketika dua rekan saya hendak terbang dari Tanah Merah ke Oksibil,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kapilot Kapten Wesly maupun kapilot Kapten I Wayan Sugiartha PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Manuk pada Sabtu (11/8) sangat baik. Dirinya baru bertemu karena ia membawa pesawat jenis twin otter dan mereka berdua di Yajazi milik Dimonim.

“Intinya kedua rekan saya dalam kesehariannya sangat baik dengan pilot yang lain,” ujarnya.

Dari kejadian kecelakaan pesawatnya nanti kita tunggu informasi saja dari KNKT. Kemungkinan hasil dari KNKT terkait kejadian jatuhnya pesawat itu sudah ada.?

Ia menambahkan, kedepan pihaknya akan memperbaiki prosedur penerbangan. Kemudian terkait korban, manajemen maskapai penerbangan Dimonim akan membicarakan hal tersebut, seperti dikutip Antara. (mus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending