Connect with us

NUSA TENGGARA TIMUR

Kemen-PUPR Ganti Rugi Jalan Menuju Bendungan Temef

Published

on

Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Timur Andre R Koreh memastikan, ganti rugi pembangunan jalan menuju Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan akan dibayarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kalau belajar dari pengalaman, biasanya soal lahan seperti ini akan dituntaskan oleh pihak kementerian sebelum bendungan itu mulai dibangun,” katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (16/3/2018).

Hal ini disampaikannya menjawab pertanyaan pewarta Antara terkait adanya penolakan dari warga atas pembukaan akses jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju Bendungan Temef dan upaya penyelesaiannya.

Kurang lebih 14 kepala keluarga di Kabupaten itu menolak pembangunan jalan menuju Bendungan Temef karena masih adanya biaya sebagai ganti rugi lahan yang belum dibayarkan oleh pemerintah.

Namun menurut Andre jumlah biaya ganti rugi belum ia ketahui karena itu tentu bagian dari urusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kabupaten TTS.

“Total biaya ganti rugi lahan pasti akan dibayarkan. Tetapi saya tidak tahu pasti,” ujarnya.

Andre yang juga adalah Ketua Harian KONI NTT ini mengharapkan agar pembangunan bendungan Temef tidak seperti pembangunan bendungan Kolhua yang hingga kini belum dibangun juga.

“Ya kami belajar dari bendungan Kolhua Kota Kupang yang akhirnya harus diusulkan oleh Gubernur untuk dipindah ke Kabupaten Belu yang sedang dalam proses pembangunan Bendungan Rotiklot. Saya berharap Bendungan Temef nanti tidak seperti Bendungan Kolhua,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa bendungan Temef juga bisa memberi manfaat buat masyarakat. di kabupaten itu dan kabupaten sekitarnya karena memang bendungan itu sangat besar.

“Yang pasti pemerintah membangun bendungan ini bukan buat pemerintah. Tapi untuk masyarkat juga. Jadi pengertian dan kerja sama masyarakat untuk kesuksesan pembangun bendungan tersebut bisa sukses,” ungkapnya.

Masyarakat juga lanjutnya harus berkorban buat kepentingan umum sebab jika ada pembangunan yang pasti semua hal masyarakat akan diperhatikan oleh pemerintah.

Sementara itu Bupati Kabupaten TTS Paul Mella mengatakan bahwa saat ini tim dari instansi terkait sedang melakukan pengukuran sekaligus menghitung besaran ganti rugi yang pantas dan anggaran yang dibutuhkan untuk ganti rugi.

Jika proses penghitungannya sudah selesai maka pemerintah tinggal mengalokasikan anggaran dari APBD II untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi tersebut.

“Prinsipnya tidak ada masalah. Pemerintah akan ganti rugi dan masyarakat juga pasti sudah tahu karena saat ini tim sedang melakukan pengukuran di lapangan,” katanya. (knk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NUSA TENGGARA TIMUR

Peserta SMN Nusa Tenggara Timur Kunjungi Tangkoko

Published

on

Para peserta kegiatan Siswa Mengenal Nusantara 2018 dari Nusa Tenggara Timur mengunjungi cagar alam Tangkoko Bitung.

Indonesiaraya.co.id, Manado – Para peserta kegiatan Siswa Mengenal Nusantara 2018 dari Nusa Tenggara Timur mengunjungi cagar alam Tangkoko Bitung, Sulawesi Utara untuk menanamkan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya usaha menjaga kelestarian lingkungan.

Pendamping peserta SMN Nusa Tenggara Timur Julius Penawahan di Bitung, Minggu (12/8/2018), mengatakan banyak hal diperoleh peserta kegiatan itu dengan mengunjungi cagar alam Tangkoko.

“Salah satunya bagaimana pentingnya untuk menjaga lingkungan atau hutan,” katanya.

Dalam kunjungan ke Tangkoko, mereka melihat tentang upaya menjaga kelestarian lingkungan cagar alam itu dan melihat langsung monyet jambul hitam Sulawesi atau Yaki berjalan bebas di hutan tanpa merasa takut akan kehadiran manusia.

“Dengan kunjungan ini berharap para peserta atau siswa mendapatkan pentingnya menjaga hutan demi masa depan anak cucu,” katanya.

Densy Neparase, pendamping lainnya, mengatakan banyak hal positif bisa dibawa peserta ketika kembali ke NTT.

“Kondisi cagar alam terjaga dengan baik, tidak ada penebangan liar, ” katanya.

Ricky, salah seorang peserta SMN, mengaku kagum dengan keindahan cagar alam tersebut. “Cagar alam ini bagus,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta SMN menyusuri cagar alam Tangkoko Batuh Putih Bitung dengan berjalan kaki.

Saat melihat Yaki, para peserta pun mengambil kesempatan untuk memotret bintang tersebut.

Peserta SMN dari NTT mengikuti Progam BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilaksanakan PT PLN (Persero) Wilayah Sultenggo dan PT PNM. Mereka telah berada di Manado sejak Senin (6/8).

Selama di Manado, para peserta pertukaran pelajar tersebut, antara lain meninjau pelaksanaan Tomohon Internasional Flower Festival dan meninjau PLTA Tonsea Lama.

Mereka juga mendapatkan pembekalan bela negara dari Kodam XIII/Merdeka dan meninjau Kompi Kaveleri Panser 10 Wori, mendapatkan pembekalan dari PLN dan PNM, meninjau Rumah Kreatif BUMN, mendapatkan pembekalan mengenai UMKM, serta meninjau cagar alam Tangkoko Batu Putih di Kota Bitung, seperti dikutip Antara. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

Pemprov NTT : Belum Ada Jadwal Pelantikan Gubernur

Published

on

Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada 27 Juni 2018, pasangan Vicktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan belum menerima pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri terkait jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2018-2023.

“Acara pelantikan akan berlangsung di Jakarta, tetapi jadwalnya belum ditetapkan. Kami masih menunggu informasi dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda NTT Viktor Manek kepada Antara di Kupang, Selasa (7/8/2018).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan jadwal dan tempat pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan Gubernur-Wakil Gubernur NTT terpilih hasil pilkada serentak 27 Juni 2018.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta untuk mempersiapkan pelaksanaan pelantikan di Jakarta.

Pada pemungutan suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada 27 Juni 2018, pasangan Vicktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi ditetapkan sebagai Gubernur-Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2018-2023.

Penetapan pasangan Vicktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi yang diusung Partai Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP ini setelah meraih suara terbanyak yakni 838.213 suara atau 35.60 persen.

Pasangan ini menyisihkan tiga saingannya yakni pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan meraih 603.822 suara atau 25.64 persen.

Pasangan Esthon L Foenay- Christian Rotok yang diusung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional meraih 469.025 suara atau 19.92 persen.?Sedangkan pasangan Benny Harman-Benny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat dan PKS meraih 447.796 suara atau 18.85 persen. (ber)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

2.000 Wisatawan Asing Dievakuasi dari Gili Trawangan

Published

on

Wisatawan mancanegara yang berada di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, saat dievakuasi dari pulau tersebut setelah gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok pada Minggu (5/8/2018).

Indonesiaraya.co.id, Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur – Dua ribu wisatawan mancanegara yang berada di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, dievakuasi dari pulau tersebut setelah gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

“Saat ini tim dari TNI, kepolisian, SAR, bersama pemerintah daerah dibantu masyarakat sedang melakukan evakuasi 2.000 turis asing agar bisa keluar dari Gili Trawangan,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat memimpin penanganan operasi tanggap gempa Lombok di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin (6/8/2018).

“Kita ingin mereka tidak trauma, karena itu pemerintah mempercepat evakuasi mereka. Kita harap hal ini bisa tertangani dengan baik,” kata Wiranto, yang di dampingi Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei serta Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan.

Pemerintah, ia menjelaskan, juga akan membantu dan memfasilitasi pemulangan para wisatawan mancanegara ke negara asal mereka.

Pulau Lombok dan sekitarnya diguncang gempa bumi 7 pada Skala Richter pada Minggu pukul 19.46 Wita. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa itu.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban jiwa akibat gempa itu 91 orang, 72 di Kabupaten Lombok Utara, sembilan di Kabupaten Lombok Barat, empat di Kota Mataram, dua di Kabupaten Lombok Tengah, dua di Kabupaten Lombok Timur dan dua di Bali. Semuanya warga negara Indonesia.

Gempa juga menyebabkan 209 orang terluka dan bangunan rumah warga dan fasilitas publik rusak. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending