Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Peserta Jamkestama Masih Terkendala Proses Administrasi

Published

on

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Sartono Hutomo ,

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Sartono Hutomo mengeluhkan sulitnya proses administrasi di Rumah Sakit (RS) provider rujukan Jasindo, dalam melayani peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Jamkestama). Ia meminta hal ini menjadi perhatian Jasindo.

“Saya mengeluhkan seringkali ditemukan di lapangan pada saat mendaftar sebagai pasien baru, proses administrasinya terlalu rumit dan cukup panjang. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi dan hal ini tentu harus menjadi perhatian Jasindo terhadap RS provider bagi peserta Jamkestama yang tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Sartono, usai meninjau fasilitas Jamkestama di RS Grha Medika Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (15/3/2018). 

Terkait hal tersebut, politisi F-PD itu mengusulkan agar BURT DPR RI segera melakukan rapat kerja dengan beberapa RS rujukan Jasindo, yang belum merespon kebutuhan pelayanan Peserta Jamkestama secara cepat.

“Khususnya terkait permasalahan administrasi, kan RS yang sudah menjadi rujukan atau yang ditunjuk atau bekerjasama dengan Jasindo, seharusnya sudah memiliki database yang lengkap di masing-masing RS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sartono turut mengusulkan agar diadakannya medical record terkait riwayat penyakit masing-masing Anggota DPR selaku peserta Jamkestama. 

“Jadi, jika sewaktu-waktu Anggota ada yang sakit di tempat dimana ia bertugas saat itu, RS yang menjadi rujukan bisa melayani dengan respon yang cepat, tanpa harus banyak bertanya, karena sudah mengetahui betul rekam jejak penyakit yang dialami oleh Anggota tersebut,” usul Sartono.

Dengan adanya medical record, menurutnya akan mempercepat dan memudahkan dokter yang menangani pasien Jamkestama, karena tidak harus menerka atau bertanya-tanya terlebih dahulu.

“Mekanisme kerjanya dengan cara memberikan nomor kartu beserta nama, medical record tersebut dapat langsung terbaca. Tapi tentunya ini semua tetap harus dengan persetujuan masing-masing Anggota Dewan. Tapi menurut saya, demi kesehatan untuk apa harus ditutupi?” imbuh politisi dapil Jatim itu. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NUSA TENGGARA BARAT

Sandiaga Uno Kunjungi Korban Gempa Lombok

Published

on

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi para korban gempa bumi di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Indonesiaraya.co.di, Lombok Barat  – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi para korban gempa bumi di lokasi pengungsian yang berada di SDN 2 Kekait di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Selain meninjau posko pengungsian, Sandiaga Uno menyempatkan diri bersalaman serta berbincang dengan warga dan juga anak-anak yang menjadi korban gempa.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Sandi itu juga menyerahkan sejumlah paket bantuan, berupa kebutuhan sembako, air mineral dalam kemasan, mie instan, peralatan masak, beras dan kebutuhan logistik lainnya.

“Saya datang ke Lombok untuk ikut merasakan penderitaan masyarakat yang ditimpa bencana gempa, sehingga kehadiran kami paling tidak bisa meringankan beban warga yang di antaranya adalah anak-anak,” katanya.

Ia mengharapkan warga Lombok segera pulih dan bisa bangkit kembali serta bersemangat dalam menjalani hidup pascabencana. Mengingat, NTB khususnya Pulau Lombok menjadi destinasi pariwisata unggulan di tanah air.

“Kita turut bersimpati, begitupun seluruh bangsa dan negara ini terhadap musibah yang di alami warga Lombok. Termasuk, Pak Prabowo juga menyampaikan salam kepada warga Lombok, karena tidak bisa hadir, namun beliau berempati dengan kejadian ini,” ujar Sandi.

Sementara itu, terkait masih minimnya bantuan, seperti terpal, popok bayi, dan logistik lainnya, ia berharap bantuan untuk para korban gempa di Lombok dapat terus mengalir. Sehingga, bisa meringankan hidup korban di lokasi-lokasi pengungsian.

“Kita harap masyarakat tetap tabah. Kita doakan anak dapat kembali sekolah dan lapangan kerja terbuka serta harga pangan bisa terjangkau,” katanya, seperti dikutip Antara. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Mataram Segera Miliki Rumah Sakit Sementara

Published

on

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr Herman Mahaputra.

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera memiliki rumah sakit (RS) sementara untuk memperluas sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat pascagempa bumi yang melanda daerah tersebut.

“Pembangunan rumah sakit sementara ini merupakan kebijakan dari pemerintah terhadap rumah sakit yang terdampak bencana alam, seperti halnya di Aceh,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr Herman Mahaputra di Mataram, Selasa (14/8/2018).

Ia menambahkan RS sementara itu direncanakan dibangun di kawasan Jalan Lingkar Selatan di atas lahan sekitar dua hektare. Pemerintah kota diminta untuk menyewa lahan sedangkan pembangunan fisik dan pengadaan alat kesehatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

“Jadi kita di daerah tinggal terima jadi dan menempati, dan tidak ada dana sepeserpun yang akan kita keluarkan untuk pembangunan fisik,” ujarnya.

Menurutnya ke depan RS sementara ini akan menjadi RS satelit sebab rumah sakit tersebut dilengkapi dengan semua poliklinik dan pelayanan kesehatan standar sebuah rumah sakit sedangkan RSUD Mataram tetap menjadi RS induk.

“Jika tidak ada halangan, RS sementara akan mulai dibangun minggu depan dalam waktu empat minggu atau satu bulan,” ujarnya.

Dia menampik alasan pemerintah membangunkan RS sementara karena kondisi konstruksi bangunan RSUD Mataram pascagempa bumi mengkhawatirkan, sebab berdasarkan hasil kajian tim teknis, kondisi bangunan RSUD Kota Mataram masih bagus meskipun ada retak sedikit di beberapa bagian.

“Tetapi Kementerian PUPR mensyaratkan sebuah RS tidak boleh ada retak-retak sehingga ini menjadi beban pemerintah untuk segera membuat RS sementara,” katanya.

Menyinggung berapa lama RS sementara itu akan digunakan, dr Jack begitu Direktur RSUD Mataram ini akrab disapa mengatakan, sejauh ini pihaknya belum ada kejelasan batas RS sementara beroperasi.

“Kalau melihat jangka waktu sewa lahan, kita hanya diminta menyewa dalam waktu dua tahun,” katanya, seperti dikutip Antara. (nir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Korban Jiwa Akibat Gempa Lombok Tambah Menjadi 436

Published

on

Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 436 orang pada Senin (13/8/2018).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 436 orang pada Senin (13/8/2018), kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Jumlah tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh kepala desa dan bintara pembina desa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian tercatat 259 orang,” kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Senin (13/8/2018).

Sutopo mengatakan jumlah korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (374) disusul Kabupaten Lombok Barat (37), Kabupaten Lombok Timur (12), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

“Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa. Evakuasi korban yang tertimbun bangunan runtuh dan longsor masih dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan,” jelasnya.

Selain itu gempa menyebabkan 1.353 orang terluka, dengan 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban terluka juga paling banyak ada di Lombok Utara (640).

Penyaluran bantuan ke pengungsi menurut Sutopo masih dilanjutkan ke seluruh pelosok daerah yang terdampak gempa. Jalan yang rusak membuat penyaluran bantuan terhambat.

Untuk mengatasi masalah itu, tiga helikopter dari BNPB, TNI dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan untuk menyalurkan bantuan.

“Kebutuhan mendesak hingga saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, terpal alas tidur, mandi-cuci-kakus, air bersih, perbaikan jaringan komunikasi, penerangan atau listrik, kendaraan untuk distribusi logistik, dan kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Sutopo.

Setelah kena guncangan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya diguncang gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus, yang disusul dengan banyak gempa susulan. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menghancurkan dan merusak ribuan bangunan rumah dan fasilitas publik, seperti dikutip Antara. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending