Connect with us

DESTINASI

Air Terjun Merah Merah Butuh Perhatian Pemerintah

Published

on

Air Terjun Merah Merah di Kalimantan Tengah.

Indonesiaraya.co.id, Sampit – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Hero Harapano Manddauw menilai obyek wisata air terjun merah yang ada di daerah itu butuh perhatian pemerintah.

“Lokasi air terjun merah tidak terlalu jauh dengan obyek wisata Pantai Ujung Pandaran, yakni di wilayah Kecamatan Teluk Sampit,” katanyanya di Sampit, Selasa (20/3/2018).

Menurut Hero, obyek wisata air terjun merah memiliki potensi untuk dikembangkan dan bisa menarik wisatawan karena keunikan airnya yang berwarna merah kehitaman.

“Untuk bisa sampai di lokasi air terjun merah saat ini hanya bisa dicapai dengan kendaraan roda dua karena belum adanya infrastruktur yang memadai hanya jalan setapak,” terangnya.

Hero mengatakan, air terjun merah juga belum bayak di ketahui oleh warga karena lokasinya agak tersembunyi.

“Harapan kita obyek wisata tersebut nantinya bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah karena lokasinya searah menuju ke Pantai Ujung Pandaran,” katanya.

Selain mengembangkan obyek wisata potensial, Hero juga meminta pemerintah daerah dalam hal ini dinas dan instansi teknis terkait untuk lebih gencar lagi mempromosikan destinasi wisata yang ada di wilayah Kotawaringin Timur ke dunia nasional maupun internasional.

Dengan gencarnya promosi diharapkan obyek wisata yang ada di Kotawaringin Timur bisa lebih di kenal oleh wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Tak kenal maka tak sayang, mungkin seperti itu. Jadi sebagus dan seindah apa pun obyek wisata apabila tidak diperkenalkan melalui promosi maka wisatawan tidak akan tahu. Dan apabila perlu undang para wisatawan tersebut untuk berkunjung ke Kotawaringin Timur,” ucapnya.

Hero mengungkapkan, DPRD akan mendukung upaya pengembangan obyek wisata di Kotawaringin Timur untuk mewujudkan keinginan bupati Supian Hadi akan menjadikan daerah itu sebagai daerah tujuan wisata, seperti dikutip Antara. (uws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Luhut : Banyuwangi Buktikan Pariwisata Efektif Gerakkan Ekonomi

Published

on

Luhut saat menghadiri atraksi wisata "Banyuwangi Ethno Carnival" (BEC) di Kota Banyuwangi.

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa bangkitnya pariwisata sangat efektif untuk menggerakkan ekonomi secara lebih cepat.

“Pariwisata ini efektif menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi. Dan itu terbukti di Banyuwangi,” kata Luhut saat menghadiri atraksi wisata “Banyuwangi Ethno Carnival” (BEC) di Kota Banyuwangi, Minggu (29/7/2018).

Ajang karnaval etnik yang sudah digelar delapan tahun berturut-turut dan konsisten mengusung tema kebudayaan lokal itu dijubeli ribuan wisatawan dan warga.

Keterangan tertulis Pemkab Banyuwangi menyebutkan Menko Luhut di ujung sesi karnaval ikut berjalan bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyusuri jalanan sepanjang sekitar 3 kilometer.

Luhut mengacungi jempol kiprah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata. “Saya terkesan dan sangat menikmati. Kebersamaan pemerintah dan rakyat menyatu di karnaval ini. Banyuwangi paten,” kata Luhut.

Paten yang dimaksud oleh Menko Luhut adalah hebat atau luar biasa.

Langkah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata, dinilai Luhut sudah sangat tepat. Sektor pariwisata saat ini menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar setelah sektor energi, dan tak lama lagi diprediksi menjadi sumber penerimaan terbesar negara.

Dia menambahkan, pemerintah pusat juga terus mengebut pembangunan infrastruktur wisata di Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini telah ditetapkan sebagai daerah penyangga Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang diikuti 17.000 delegasi seluruh dunia, Oktober mendatang di Pulau Bali.

Sebagian delegasi itu, kata Luhut, bakal mendarat di Bandara Banyuwangi dan akan berwisata di kabupaten berjuluk “The Sunrise of Java” itu.

Untuk persiapan itu, Pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp50 miliar untuk memperbaiki infrastruktur kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang mempunyai padang rumput eksotis serta Pantai Plengkung dengan ombak terbaik di dunia untuk selancar. Selain itu, katanya, ada perbaikan infrastruktur ke kawasan Kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena alam api biru (blue flame) yang telah mendunia itu.

“Presiden Jokowi sangat concern mendorong pengembangan wisata daerah sebagai pintu pembuka kesejahteraan rakyat,” kata Luhut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat untuk Kabupaten Banyuwangi. Berkat dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kerja kolektif bersama rakyat, Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir terus tumbuh dan sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut.

Dalam tujuh tahun terakhir, kata Anas, kemiskinan di Banyuwangi turun drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen menjadi Rp45 juta per orang per tahun pada 2017 dibanding posisi 2011.

“Jadi kami bersyukur pendapatan per kapita warga Banyuwangi rata-rata sudah di atas 3.000 Dolar AS per tahun. Level itu yang sering dikategorikan sebagai bagian dari kelas menengah. Tugas menantang ke depan adalah semakin mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa, yang terus kami upayakan, antara lain lewat program Smart Kampung,” ujar Anas, seperti dikutip Antara. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Pontianak Siapkan Dua Teleskop Luar Angkasa Amati Kulminasi Matahari

Published

on

Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat hiasan ratusan payung tersebut dipasang untuk memeriahkan peringatan Pesona Titik Kulminasi.

Indonesiaraya.co.id, Pontianak – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, akan menyiapkan dua teleskop luar angkasa untuk para pengunjung dalam mengamati peristiwa titik kulminasi matahari, 21-23 September 2018.

“Tahun ini, para tamu dan wisatawan, baik lokal, nasional serta mancanegara akan kami sediakan dua teleskop untuk menyaksikan peristiawa alam, berupa titik kulminasi matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak, 21-23 September mendatang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Hendra Fellani di Pontianak, Selasa (24/7/2018).

Selain menyiapkan teleskop luar angkasa tersebut, Dinas juga akan menghibur para pengunjung dengan berbagai atraksi kesenian dan budaya masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar umumnya, kata dia.

“Sehingga nantinya, masyarakat tidak hanya dihibur seperti sebelum-sebelumnya, seperti menegakkan telur ayam, menancapkan kayu yang menjadi tanpa bayang dan lainnya,” kata Hendra.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat agar turut serta memeriahkan peristiwa titik kulminasi matahari tersebut, sehingga lebih menarik lagi untuk dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. 

Tahun lalu, dihadirkan Planetarium Mini guna memberikan edukasi bagi setiap pengunjung dalam menyaksikan peristiwa titik kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Hendra menambahkan, ada peristiwa unik yang hanya bisa disaksikan di Tugu Khatulistiwa Pontianak, yakni peristiwa kulminasi matahari yang terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan September.

“Peristiwa alam itu menjadi kegiatan tahunan Kota Pontianak guna menarik kedatangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Pontianak,” katanya.

Titik kulminasi matahari adalah peristiwa matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia, yakni pada tanggal 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan tanggal 21-23 September jam pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Titik kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di beberapa negara, salah satunya di Indonesia, tepatnya di Pontianak. 

Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil. Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak, seperti dikutip Antara.(and)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Wisata Matahari Terbit Sikunir

Published

on

Pemandangan matahari terbit di bukit Sikunir, kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wisatawan menyaksikan pemandangan matahari terbit di bukit Sikunir, kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). Bukit Sikunir merupakan salah satu tujuan wisata utama di Dieng yang selalu dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai kota setiap hari libur, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending