Connect with us

MEDIA

Dewan Pers Kritik Pegawai Negeri Jadi Wartawan

Published

on

Anggota Dewan Pers Nezar Patria.

Indonesiaraya.co.id, Tanjungpinang – Dewan Pers menyoroti Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan yang berprofesi jurnalis di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau karena jurnalis tidak boleh bekerja sebagai ASN, karena tugas keduanya berbeda.

“Logika berpikirnya sangat mudah, ASN bertugas sebagai pelayan masyarakat, sedangkan jurnalis mengawasi kinerja pemerintahan. Bagaimana mungkin bisa orang yang bertugas sebagai pelayan masyarakat dalam waktu yang sama mengawasi kinerja pemerintahan,” kata anggota Dewan Pers Nezar Patria yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa (20/3/2018).

Nezar menerima sejumlah laporan masalah ini karena seharusnya orang yang memiliki pekerjaan ganda memilih menjadi ASN atau jurnalis.

“Sebagai jurnalis harus bersikap independen. Tidak mungkin ASN mau atau berani mengkritik kebijakan atasannya,” kata Nezar.

Nezar mengemukakan pihak yang mesti menindak oknum ASN yang berprofesi jurnalis adalah perusahaan media massa tempat orang itu bekerja.

“Yang bisa ambil tindakan cepat itu perusahaan pers, bukan Pemda,” kata Nezar.

Oknum ASN yang berprofesi sebagai jurnalis di Kepri sempat mendapat sorotan wartawan berbagai media massa. Oknum ASN ini sering liputan saat jam kerja bersama jurnalis lainnya, seperti dikutip Antara. (nik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

MEDIA

Pengamat Katakan Hoaks Tetap Ramai pada Pemilu 2019

Published

on

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, memperkirakan penggunaan hoaks alias informasi bohong akan tetap marak pada kampanye Pemilu 2019.

“Namun demikian, hoaks berbasis SARA tidak akan signifikan pada Pemilu 2019,” katanya, usai diskusi Hoaks dan Pemilu di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Pengajar komunikasi politik UIN Jakarta itu mengatakan, penggunaan isu SARA dalam pemilihan presiden 2019 kurang efektif untuk menarik pemilih. Hal ini dipengaruhi oleh penunjukan KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Anita Wahid, dalam diskusi tersebut mengatakan, belum terlihat komitmen partai politik yang secara sungguh-sungguh untuk memberantas hoaks.

“Tidak ada program riil parpol untuk pemberantasan hoaks,” katanya.

Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik, Willy Aditya, mengatakan, hoaks saat ini lebih banyak disebarkan di group-group tertutup seperti WA grup.

Penyebaran melalui grup-grup tersebut, menurut dia, sangat efektif untuk mempengaruhi massa dalam pemilu.

Ia mencontohkan, partai berkuasa di India membuat ribuan grup WA untuk mempengaruhi masyarakat dalam Pemilu, seperti dikutip Antara. (mai)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MEDIA

Begini, Figur Ketum PWI Pusat Pengganti Margiono, yang Diharapkan Jawa Timur

Published

on

Ketua PWI Jatim yang juga Direktur Pemberitaan Antara berpotensi me jadi Ketua Umum PWI Pusat.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Geliat Pemilihan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang rencananya bakal digelar di Kota Solo, ikut bergema di arena Rakernas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) III di Jakarta.

Kabar yang beredar di lingkungan kepengurusan pusat (Jakarta), telah muncul dua kandidat yakni Atal S Depari, Henri Ch Bangun, dan Sasongko Tedjo yang secara diam-diam sudah mulai melakukan penggalangan dukungan dari berbagai daerah (provinsi)

Kesiapan Atal Wakil Ketua Bidang Daerah PWI maju menggantikan Margiono, sudah terbaca. Nanun demikian, bursa ketua umum PWI juga diramaikan pengurus teras PWI serta figur wartawan muda yang memiliki jaringan kuat.

Menanggapi hal ini, Bendahara SMSI Jatim Andy Setyawan mengatakan, pengganti figur Ketua Umum PWI penerus Margiono menjadi hak peserta Kongres nanti.

Ini Pengganti Margiono yang Diusulkan oleh PWI Jatim

Andy mengatakan, untuk kaderisasi organisasi sebaiknya Ketua Umum yang baru memiliki latar belakang figur muda yang punya sepak terjang positif untuk memajukan organisasi PWI.

“Ini era milenial, sudah waktunya memberikan jabatan itu kepada mereka yang tidak berusia lanjut (muda), di bawah 60 tahun, karena akan lebih fleksibel dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih ini,” ucapnya. Sabtu (28/7/2018)

Andy juga menegaskan, bahwa sosok yang pantas adalah Achmad Munir, Ketua PWI Jatim yang saat ini menjabat Direktur Pemberitaan Antara yang rekam jejak rekan Munir tidak diragukan lagi.

“Selain energik dan memiliki jaringan luas, selama menahkodai PWI Jatim telah menorehkan prestasi menonjol, terutama mendorong jurnalis yang profesional mengikuti UKW dan loyalitas yang sudah ditunjukkan melalui karir jurnalis di Antara,” ulasnya.

Hal senada juga dikatakan M Rifai Ketua PWI Sumenep, bahwa jabatan Ketua Umum PWI akan lebih baik jika dijabat oleh anggota dengan latar belakang media Mainstream.

“Ini soal marwah, jadi pucuk pimpinannya harus dari kalangan media Mainstream, karena jika tidak, maka lembaga kebanggaan para insan media ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak manapun, ini fakta riilnya,” tandasnya. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MEDIA

Menristek Resmikan Laboratorium Pasar Keuangan Pertama

Published

on

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir meresmikan laboratorium pasar keuangan pertama di Indonesia yang difasilitasi Bloomberg, perusahaan penyedia jasa informasi bisnis dan keuangan.

Sebagaimana keterangan tertulis Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti yang diterim Antara di Semarang, Rabu (11/7/2018), laboratorium itu terletak di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang.

Laboratorium yang dinamai “The Ist Bloomberg Financial Markets Laboratory in Indonesia” tersebut merupakan lanjutan dari fasilitas satu terminal yang sudah beberapa tahun ini tersedia di FEB Undip.

Dengan terminal Bloomberg, pengguna dapat mengakses data keuangan secara “realtime”, “data time series” untuk pasar uang, pasar modal, data keuangan lainnya dan akuntansi perusahaan juga tercatat.

Nasir menjelaskan FEB Undip dapat memanfaatkan “benefit” atau “value” dari informasi yang disajikan oleh Bloomberg tersebut, termasuk mahasiswa FEB Undip yang dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran.

“Bloomberg jangan digunakan sebagai pajangan saja. Bagaimana memanfaatkan Bloomberg tidak hanya pada informasi itu saja tapi sebagai nilai tambah secara komersial,” kata mantan Rektor Undip terpilih itu.

Terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran, kata dia, mahasiswa harus diberikan pembelajaran yang kompetensinya jelas, misalnya pendekatan kualitatif pada mahasiswa strata satu (S-1) atau program sarjana.

“Ini ‘unmeasurable’ sehingga menyebabkan kesenjangan terhadap dunia kerja begitu jauh. Untuk itu, standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) harus dibuat sebagai patokan untuk mengukur output lulusannya,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Undip Darsono mengatakan bahwa Undip pada tahun ini memang telah menyiapkan anggaran untuk pengembangan laboratorium yang ternyata sejalan dengan pengembangan Bloomberg.

“Ini bagian dari upaya pengembangan Undip menuju ‘world class university’. Dunia semakin berkembang sehingga diharapkan alumni diharapkan dengan kebutuhan lapangan kerja. Data harus ‘realtime’, mengikuti perkembangan terbaru,” katanya.

Laboratorium tersebut, kata Darsono, akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi pengguna, khususnya untuk mahasiswa, karena bisa menjadikan lulusan FEB Undip berkualifikasi terbaik dan mampu bersaing pada level nasional, seperti dikutip Antara. (zuh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending