Connect with us

BALI

Kunjungan Wisman ke Bali Meningkat 26,35 Persen pada Februari

Published

on

Kunjungan Wisman Ke Bali Wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Kuta, Bali.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 452.423 orang selama bulan Februari 2018, meningkat 94.358 orang atau 26,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Januari 2018) yang tercatat 358.065 orang.

“Pelancong yang menikmati liburan ke Pulau Dewata itu sebagian besar melalui bandara Ngurah Rai, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan 8.618 orang lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho didampingi Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisa Statistik Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Selasa (3/4/2018).

Ia mengatakan, namun dinbandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman tersebut menurun 0,34 persen. Dengan demikian Bali selama dua bulan periode Januari-Februari 2018 menerima kunjungan wisman sebanyak 805.538 orang, merosot 109.271 orang atau 11,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 914.809 orang.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam tahun 2018 mempunyai sasaran untuk mendatangkan 6,5 juta wisatawan mancanegara, meningkat dari realisasi kunjungan tahun 2017 tercatat 5,69 juta orang.

Agus Gede Hendrayan menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali selama dua bulan pertama 2018 itu terdiri atas lima negara mengalami peningkatan signifikan dan lima negara lainnya menunjukkan adanya penurunan.

Lima negara yang masyarakatnya menurun ke Bali meliputi China yang berada pada peringatan teratas menurun 105.202 orang atau 35,56 persen dari 259.859 orang selama dua bulan periode Januari-Februari 2017 menjadi 190.657 orang pada periode yang sama 2018.

Menyusul Australia yang berada para peringkat kedua sebanyak 23.969 orang atau turun 13,20 persen dari 181.573 orang pada dua bulan pertama 2017 menjadi 157.604 orang pada periode yang sama tahun 2018, wisatawan Rusia menurun 3,30 persen dari 24.548 orang menjadi 23.739 orang, Korea Selatan 38,18 persen dari 29.081 orang menjadi 17.984 orang dan Taiwan 29,75 persen dari 23.902 orang menjadi 16.790 orang.

Sedangkan lima negara yang masyarakat semakin bergairah menikmati keindahan alam dan seni budaya Bali adalah India yang menempati peringkat ketiga terbanyak memasok turis ke Bali bertambah 20.624 orang atau 59,08 persen dari 34.906 orang pada periode Januari-Februari 2017 menjadi 55.530 orang pada periode yang sama 2018.

Demikian pula wisatawan Jepang meningkat 2.605 orang atau 4,69 persen dari 34.240 orang menjadi 35.855 orang, menyusul Inggris meningkat 7,47 persen dari 28.376 orang menjadi 30.497 orang, Amerika Serikat 1,89 persen dari 29.146 orang menjadi 29.698 orang dan Malaysia naik 11,06 persen dari 24.241 orang menjadi 26.922 orang.

Sedangkan masyarakat dari berbagai negara lainnya di belahan dunia meningkat 11.335 orang atau 5,43 persen dari 208.927 orang pada periode Januari-Februari 2017 menjadi 220.272 orang pada periode yang sama tahun 2018, ujar Agus Gede Hendrayan. (iks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALI

“Bali Process” Gandeng Swasta Tangani Perdagangan Manusia”

Published

on

Konferensi Bali Proces dalam konferensi menangani kasus perdagangan manusia, penyelundupan orang, dan kejahatan lintas batas negara.

Indonesiaraya.co.id, Nusa Dua, Bali – Pertemuan Bali Process untuk pertama kalinya menggandeng sektor swasta dalam forum dialog tersebut untuk bersama berpartisipasi menangani kasus perdagangan manusia, penyelundupan orang, dan kejahatan lintas batas negara.

“Sektor swasta merupakan salah satu pengguna tenaga kerja sehingga ini menjadi penting sesuai dengan isu yang ditangani Bali Process,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard ketika membuka pertemuan pejabat senior “Bali Process” di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Senin (6/8/2018).

Pada ajang “Bali Process” VII, sektor swasta akan ikut dalam pertemuan bersama tingkat menteri yang dijadwalkan dilaksanakan pada hari kedua forum itu, Selasa (7/8/2018).

Menurut dia, forum yang dibentuk pada tahun 2002 itu akan mengajak sektor swasta membuat praktik kerja atau aturan yang memperkecil kasus perdagangan dan penyelundupan manusia.

Sebelumnya, untuk memperluas lingkup Bali Process tahun lalu sudah dibentuk Forum Bisnis dan Pemerintah Bali Process untuk mendorong sektor swasta berkontribusi menangani kasus perdagangan dan penyelundupan manusia.

Febrian mengatakan bahwa tantangan utama dari forum tidak mengikat itu adalah isu perdagangan dan penyelundupan manusia serta kejahatan lintas batas negara yang diprediksi tidak pernah berhenti.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan kembali komitmen negara-negara anggota untuk bersama menanggulangi kasus tersebut yang akan ditegaskan dalam deklarasi tingkat menteri sejak 2016 yang rencananya disampaikan pada pertemuan puncak, Selasa (7/8/2018).

“Hal utama yang terus-menerus dilakukan adalah bagaimana memperkuat mekanisme dan kerja sama negara asal, negara transit, dan negara tujuan agar tren kasus itu dapat diperkecil,” katanya.

Meski Bali Process dalam lingkup Asia Pasifik, lanjut dia, pada forum tahun ini pihaknya juga melibatkan forum serupa di luar kawasan, salah satunya dari Eropa (Budapest Process).

“Kami duduk sama dan bahas bagaimana caranya menanggulangi masalah perdagangan orang. Kalau sendiri sebagai negara transit, bekerja sendiri itu tidak mungkin,” ucapnya. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

BNPB : Dampak Gempa Lombok Timur Sampai Bali

Published

on

Gempa 7 pada skala Richter di Lombok Timur, NTB berdampak hingga ke Bali.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Nugroho, mengatakan, gempa 7 pada skala Richter di Lombok Timur, NTB berdampak hingga ke Bali.

“Korban jiwa masih dalam pendataan. Kerugian materiil terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB; serta Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Bali,” kata dia, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Ia mengatakan, satu rumah di Kabupaten Sumbawa Barat dilaporkan rusak berat, sedangkan di Kabupaten Badung satu rumah dilaporkan rusak sedang.

Di Denpasar, satu gedung pusat perbelanjaan dilaporkan rusak. Tiga lokasi juga dilaporkan ada rumah yang rusak. “Saat ini gempa susulan masih berlangsung. Sudah 21 kali gempa susulan dengan intensitas lebih kecil,” tuturnya.

Gempa berkekuatan 7,0 pada skala Richter yang terjadi pada kedalaman 15 kilometer dengan pusat gempa di darat 18 kilometer Barat Laut Lombok Timur atau 22 kilometer Timur Laut Lombok Utara pada Minggu pukul 18.46 WIB berpotensi tsunami.

Namun, peringatan dini tsunami telah berakhir. Nugroho mengatakan, memang terjadi tsunami di pantai, tetapi hanya setinggi sembilan centimeter hingga 13 centimeter. “Tsunami tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan,” katanya, seperti dikutip Antara. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Pantai Bias di Bali Tergerus Abrasi

Published

on

Kondisi Pantai Bias kini mengalami abrasi cukup parah, warga harapkan pemerintah melakukan tindakan pencegahan.

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Pantai Bias di Provinsi Bali dikhawatirkan semakin rusak akibat tergerus abrasi. Masyarakat dan nelayan telah mengadukan persoalan itu ke DPRD setempat.

Komisi III DPRD Provinsi Bali melakukan peninjauan Pantai Bias, Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali, yang mengalami abrasi sehingga perlu “krib” (bangunan pengatur sungai).

“Kondisi Pantai Bias kini mengalami abrasi yang cukup parah, karena itu kami harapkan pemerintah melakukan tindakan pencegahan,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba di Denpasar, Rabu (1/8/2018).

Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk merencanakan skala prioritas pencegahan meluasnya abrasi pantai tersebut.

“Kami melihat abrasi Pantai Bias sudah meluas hingga ke daratan. Jika tidak dilakukan upaya pencegahan, maka abrasi itu akan mengikis habis daratan yang selama ini sudah dihuni masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Seraya mengeluh karena tempat penambatan jukung (perahu tradisional) sudah mengalami abrasi. Karena itu mereka pun mengadu kepada anggota Dewan.

“Karena itu, kami bersama rombongan anggota Dewan dan instansi terkait, seperti Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau lokasi ini,” katanya.

Karena itu, hasil dari peninjauan ke lapangan (lokasi abrasi) tersebut akan disampaikan pada rapat DPRD untuk dibahas lebih lanjut terkait penanganan abrasi Pantai Bias.

“Kami segera menyampaikan laporan ini kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya dilakukan pembahasan dalam upaya pencegahan abrasi hingga ke daerah pemukiman penduduk,” katanya.

Mayoritas pantai di Bali dapat dikategorikan pantai berpasir abu-abu (72,2 persen atau sepanjang 331,96 km). Sisanya, pantai berpasir putih sebesar 8,5 persen (36,55 kilometer/km), pantai berhutan mangrove 6,5 persen (27,95 km) dan pantai bertebing terjal 5,5 persen (23,65 km).(iks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending