Connect with us

OPINI

Bisakah Kaos Mengganti Presiden?

Published

on

Lewat kaos sederhana ini, rakyat akan mengambil keputusan politik besar agar negara ini kembali ke koridornya.

Oleh : Tengku Zulkifli Usman.

Saat rakyat Thailand muak dengan pemerintahan korup PM Thaksin Sinawatra, rakyat bergerak dengan kaos merah dan membanjiri juga melumpuhkan ibukota bangkok, Thaksin akhirnya terguling.

Saat kampanye pilpres Taiwan 13 tahun yang lalun, capres Shiu Bian membuat gerakan simpatik dengan kaos dan mengantarkannnya menjadi presiden taiwan, kaos adalah simbol sakti politik.

Jadi, kalau ada yang bertanya lagi, apakah kaos bisa mengganti presiden? Jawabannya 100% bisa, dan 2019 adalah momentumnya

Saat Benitto Mussolini ingin menggulingkan pemerintahan italia dan ingin menggantikannya dengan gerakan fasis, Mussolini dan ribuan pendukungnya keluar dengan kostum hitam kaos dan kemeja seragam, yang akhirnya tanpa perang, penguasa italia waktu itu menyerahkan kekuasaannya kepada Mussolini, kaos politik itu simbol yang kuat.

BACA JUGA : Gerakan Nasional #2019GantiPresiden adalah Konstitusional

Kaos ganti presiden Indonesia juga demikian. Kaos ganti presiden adalah pesan politik rakyat kepada pemerintah, bahwa penguasa saat ini tidak layak dan dibawah standar.


Kaos ganti presiden adalah gerakan moral politik rakyat yang merupakan klimaks dari kesemrawutan bangsa dibawah Jokowi.

Kaos ganti presiden adalah orasi non verbal rakyat kepada rezim bahwa rezim ini harus dijatuhkan.

Kaos ganti presiden adalah simbol muak nya rakyat kepada penguasa yang telah menjerumuskan negara kedalam keterpurukan multidimensi.

Kaos ganti presiden adalah sinyal penarikan mandat rakyat kepada jokowi yang secara langsung melemahkan posisi nya sebagai eksekutif.

Kaos ganti presiden adalah ultimatum rakyat kepada penguasa akan buruknya kualitas rezim yang sedang menahkodai indonesia saat ini.

Kaos ganti presiden adalah pesan memalukan rakyat kepada penguasa, mengingat kaos ini marak di indonesia padahal masa jabatan jokowi periode pertama saja belum selesai, rakyat kasih sinyal 1 periode aja ogah apalagi 2 periode.

Kaos ganti presiden adalah maklumat terbuka dan perang urat saraf antara rakyat yang memiliki mandat dan jokowi yang diberi mandat, rakyat secara gak langsung menyampaikan pesan perlawanan, dan mandat tersebut benar benar akan dicabut 2019 nanti dari tangan jokowi.

Kaos ganti presiden adalah kode keras rakyat kepada rezim bahwa sudah saatnya kekuasaan politik ditangan para perusak harus segera diakhiri dan jokowi dipecat.

Kaos ganti presiden adalah ekspresi perasaan rakyat dan perasaan alam bawah sadar rakyat yang spontan juga masif yang ingin mengakhiri kejahiliahan rezim saat ini, dan ini legal secara hukum, konstitusi, juga legal secara logika dan nalar demokrasi.

Kaos ganti presiden menyisyaratkan pembangkangan nasional yang akan ditransfer lewat kotak kotak suara 2019 nanti, untuk benar benar melengserkan rezim saat ini yang super jahil dan tidak cakap sama sekali.

Jadi, kalau ada yang bertanya lagi, apakah kaos bisa mengganti presiden? Jawabannya 100% bisa, dan 2019 adalah momentumnya, lewat kaos sederhana ini rakyat akan mencetak sejarah baru indonesia.

Lewat kaos sederhana ini, rakyat akan mengambil keputusan politik besar agar negara ini kembali ke koridornya, lewat kaos ini rakyat akan menyingkirkan para perusak dan para pembajak NKRI.

Kaos ganti presiden akan menjadi saksi delegitimasi politik besar-besaran terhadap Jokowi dan pelemahan posisi eksekutif, juga saksi pengadilan rakyat yang akan menghukum rezim ini seberat-beratnya tahun depan.

Tengku Zulkifli Usman adalah analis dunia islam dan internasional. Sumber tulisan dari status facebook.com/tgkzulkifli.usman


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NASIONAL

Ketika Demam Sandi Melanda Negeri

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Salahudin Uno.

Oleh : Kawendra Lukistian

DUNIA politik tak jarang berisik karena saling lempar kritik, begitu pun menjelang pilpres 2019 mendatang, dua poros yang sudah terpolarisasi sejak lama mulai saling intip, saling bidik

Ada hal menarik pasca pengumuman pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di 2019 nanti, kamis 9 Agustus 2018 lalu, menjelang magrib sang petahana mengumumkan pasangan barunya untuk berlaga diarena pilpres keduanya, Kyai Ma’ruf yang beliau pilih, sontak dunia maya hening, senyap dan menyenangkan, mungkin karena efek dari terpilihnya kyai Ma’ruf yang dihormati semua kalangan.

Selang kurang lebih lima jam kemudian, sang penantang juga mengumumkan pasangannya, ya, Prabowo mengumumkan menggandeng orang nomor dua di DKI untuk berlaga dipentas politik tertinggi negeri, nama Sandiaga Uno, disebutnya tanpa ragu sama sekali.

Planet maya langsung ramai, riuh, heboh menyambut pengumuman tersebut. Mata para kaum hawa langsung tertuju ke cawapres yang diumumkan Prabowo, mungkin mereka saru membedakan artis korea dengan bang Sandiaga.

Selepas pengumuman capres-cawapres dari kubu penantang, mesin pencari google dipenuhi dengan keyword ‘Sandiaga Uno’. Karena sebelumnya publik tak menyangka wagub DKI tersebut yang akan dijadikan cawapres Prabowo, karena pasalnya hampir disemua survey yang dirilis tak ada nama Sandi disana.

Netizen ramai-ramai mencari profil dan berbagai informasi terkait sosok muda yang mengejutkan itu.

Keesokan harinya, saat pendaftaran ke KPU, lagi dan lagi Sandi membuat heboh publik dari mulai setengah berlari dari Masjid Sunda Kelapa ke KPU hingga sambutan singkatnya yang langsung menusuk jantung emak-emak se-antero Indonesia. Bagaimana tidak, tanpa ragu Sandi menyebutkan bahwa dia bersama Prabowo akan berjuang demi kebahagiaan emak-emak Indonesia.

Sejak itu, beredar berbagai meme dan postingan di sosmed dari para emak-emak se-antero nusantara, memuji rupawannya Sandi, akhlaknya sandi, prestasi Sandi hingga rejeki melimpahnya Sandi.

Emak-emak bahagia, dan berjanji akan membantu mewujudkan niat mulia Sandi untuk membahagiakan emak-emak dengan menurunkan berbagai harga bahan pokok, berbagai harga kebutuhan serta memperbaiki perekonomian bangsa.

Demam Sandi melanda Indonesia, meme-nya dibagiakan puluhan ribu kaum hawa dari muda belia hingga emak-emak muda maupun berusia. Susah dibendung. Banyak postingan nyeleneh, bahkan ada yang berjanji saat kampanye nanti akan dandan optimal dan pakai parfum biar wangi karena mau mendukung Prabowo dan Cawapresnya yang meluluhkan hati.

Kebiasaan netizen penikmat politik mendadak berubah sejak kehadiran sandi, memang yang hobby membuly masih ada, tapi biarkan saja karena itu ciri-ciri sebuah kepanikan nyata

Saat ini berseliweran di lembah maya, foto-foto Sandi dengan, tulisan-tulisan lucu menggelitik, menampilkan berbagai angle foto Sandi yang tetap menawan hati kaum hawa dari segala usia.

Bagaimana tidak, kehadiran Sandi tentu fenomenal diusianya yang belum menginjak 50 tahun dia mendapat anugerah luar biasa dari Tuhan, bukan sekedar rupawan dan rejeki berlimpah, tapi memilki nyali tinggi dengan mengambil resiko berhenti dari amanah sebelumnya, padahal kita tahu persis dia memperjuangkan posisi Wagub DKI Jakarta tidak mudah, bisa saja dia hanya cuti sebagai Wagub, tapi itu tidak dipilihnya, dia sangat paham bahwa, komitemen itu harus totalitas dan tuntas ikhlas.

Kini netizen pro Prabowo-Sandi berlomba menebar kebahagiaan lewat sosial media, sesungguhnya memang menjenuhkan juga bila netizen partisan politik hanya mengumbar kebencian dan caci maki, Prabowo-Sandi layak diapresiasi karena serentak membawa angin kebahagiaan untuk rakyat di Indonesia, terlebih setelah Demam Sandi Melanda Negeri.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

OPINI

PS (Prabowo-Sandiaga) : Pasangan Indonesia Kuat Berdaulat 2019

Published

on

Prabowo-Sandiaga Uno telah mengakhiri berbagai spekulasi dan teka-teki siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Oleh : Igor Dirgantara

DEKLARASI Prabowo-Sandiaga Uno telah mengakhiri berbagai spekulasi dan teka-teki siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Ada 5 hal positif kenapa Sandiaga Uno yang dipilih.

Pertama, Prabowo sudah mengatakan kriteria cawapres pendampingnya harus punya kapabilitas dan bisa berkomunikasi secara baik dengan generasi milenial. Sandiaga bisa merepresentasikan pilihan 40% segmentasi pemilih muda di Pilpres 2019. Pasangan Prabowo-Sandiaga adalah kombinasi yang bagus dari segi usia, Jawa-Luar Jawa, dan militer-sipil (pengusaha).

Kedua, Sandiaga Uno sudah punya popularitas & elektabilitas sejak kemenangan di Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia pintar, santun, energik, dan tipe pekerja keras. Lihat rekam jejaknya saat aktif bersosialisasi mengunjungi warga DKI dari berbagai strata sosial tahun lalu. Sebagai mantan pengusaha sukses, Sandiaga bisa menjadi pemimpin yang baik dalam pemerintahan (birokrasi), karena punya pemikiran modern, realistis dan rasional. 

Ketiga, sosok Sandiaga Uno merupakan jalan tengah yang bisa diterima oleh partai pengusung Prabowo di tengah kebuntuan jelang hari terakhir pendaftaran paslon ke KPU 4-10 Agustus 2019. Akseptabilitas dan likeability Sandiaga Uno juga tinggi di kalangan Ulama , umat Islam, dan perempuan. Resistensinya minim di berbagai segmentasi pemilih.

Keempat, salah satu aspek penting pertarungan di Pilpres 2019 adalah logistik yang kuat untuk menghadapi incumbent yang punya akses besar. Di Pilkada DKI Jakarta 2017, tidak bisa dipungkiri Sandiaga Uno adalah tulang punggung bagi kemenangan Anies-Sandi terhadap incumbent saat itu. Modalitasnya tidak perlu lagi diragukan.

Kelima, masalah penting Indonesia saat ini adalah kondisi perekonomian. Background Sandiaga Uno sebagai pengusaha bisa jadi solusi soal tingginya harga kebutuhan pokok, menurunnya daya beli masyarakat, dan minimnya lapangan pekerjaan. Duet Prabowo-Sandiaga sangat ‘match’ untuk menjalankan alternatif
program ekonomi kerakyatan Indonesia ke depan sebagai antitesa yang dijalankan pemerintah saat ini.

Igor Dirgantara, Adalah Direktur SPIN.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

OPINI

Siapa Cawapres Prabowo 2019?

Published

on

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Terkait siapa lawan presiden Jokowi di Pilpres 2019 sudah mencapai titik terang : Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini potensial diusung Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN.

Ucapan SBY dalam pertemuannya di Kertanegara bahwa Prabowo adalah capres 2019 selaras dengan mandat Partai Gerindra di Hambalang dan juga sesuai rekomendasi GNPF-Ulama.

Otomatis akan terjadi rematch antara Jokowi dengan Prabowo di 2019 seperti saat Pilpres 2014. Inilah makna politik penting pertemuan SBY-Prabowo kemarin.

Kemudian, soal cawapres. Siapa yang akan mendampingi Prabowo mendekati waktu pendaftaran ke KPU, 4-10 Agustus masih intensif digodok dan di musyawarah mitra koalisi.

Ada titik temu bahwa cawapres merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai Capres.

Jika nama cawapres Jokowi digadang berhuruf depan “M” (Moeldoko, Muhaimin Iskandar, Ma’ruf Amin, Mahfud MD), maka cawapres Prabowo di duga punya huruf depan “A” (AHY, Abdul Somad, Aher, Anies, Aljufri).

Pastinya Cawapres akan diputuskan bersama partai koalisi masing-masing. Partai politik adalah fondasi sistem politik kita.

Oleh karena itu, saran atau rekomendasi dari ijtimak ulama pasti akan menjadi masukan penting, namun pada akhirnya tetap partai politik yang bakal menentukan.

Pertanyaannya, kalau kesepakatan parpol koalisi masih pada nama Capres Prabowo Subianto, siapa Cawapresnya? Kemungkinan besar inisialnya adalah A. Menurut Anda? (Igor Dirgantara, Direktur SPIN). (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending